Ayu Yang Malang

Ayu Yang Malang
Part 107


__ADS_3

Malam harinya seperti biasa Rido dan istri juga mama dia menonton televisi dulu sebelum tidur, saat mereka asik menonton televisi, Rini ingat kalau dia dapat surat dari pengadilan agama, lalu ia bangun dari duduk dia lalu pergi kekamar dia, Rido heran kenapa mama dia cepat tidur lalu Rido bertanya sebelum mama dia melangkah jauh.


"Mama cepat tidurnya, apa mama tidak enak badan?" kata Rido dengan penuh kekuatiran kalau mama dia sedang sakit.


"Tidak mama teringat, tadi mama dapat surat dari pengadilan agama, mama belum membukanya jadi ini mau mama buka apa isi surat itu, mungkin salah alamat kali," jawab Rini, Rido terkejut mendengar perkataan mama dia, lalu Rido ikut kekamar mama dia.


Rini mengambil surat itu dari lemari, lalu membukanya setelah membuka dan membaca Rido dan Rini terkejut, surat itu surat gugatan perceraian dari Rio, dada Rini sesak setelah membaca surat itu, melihat mama dia sedang tidak baik-baik saja, Rido merangkul mama dia, untuk memberikan ketenangan agar Rini kuat, setelah Rini tenang Rido menghubungi papa dia.


"Assalamualaikum do," ucap Rio dengan santainya setelah mengangkat telepon dari Rido.


"Wa, allaikumsalam pa, kenapa papa menggugat cerai mama, apa papa tidak menghargai Rido lagi sebagai anak papa, sehingga papa melakukan itu," papar Rido dengan amarah yang sudah tidak tertahan.


"Papa melakukan itu agar mamamu tidak menanggung dosa lagi, apa kamu buta dan tuli melihat perbuatan mamamu ke papa, sudah empat belas bulan mamamu meninggalkan papa, dia tidak mau lagi mengurus papa, papa tidak mau kalau mamamu jadi istri durhaka karena mengabaikan tanggung jawab dia sebagai seorang istri, karena itu papa melepaskan mama," jawab Rio panjang lebar.

__ADS_1


"Tapi tidak harus menceraikan mama, seharusnya papa bicara dulu sama Rido, agar Rido bisa menasehati mama," ujar Rido.


"Apa kamu lupa sudah berapa kali papa minta bantuanmu untuk menasehati mama, dan menyuruh mama pulang, kamu bicara seperti itu karena kamu tidak merasakan gimana papa harus bangun pagi-pagi sekali membereskan rumah setelah itu membuat sarapan baru pergi kerja, pulang kerja papa harus memasak untuk bisa makan, sementara kalau papa menghubungi mama, mama cuek untuk mengangkat telepon dari papa, alasan dia karena repot ngurus anakmu, kalau papa gajian cepat sekali mama telepon papa minta transfer uang, papa juga punya harga diri do, papa tidak mau terus menerus mengemis untuk menyuruh mamamu pulang," kata Rio menyampaikan isi hati dia.


Mendengar perkataan papanya, Rido merasa bersalah karena tidak bisa menyuruh mama dia pulang padahal ia sendiri melihat mama dia dirumah dia selama empat belas bulan lamanya, lalu Rido berkata,


"Apa tidak bisa papa cabut gugatan papa, aku kasihan lihat mama, mama begitu terpukul setelah tau papa menggugat cerai dia," kata Rido membujuk papa dia.


"Sudah terlambat Do, hati papa sudah tertutup untuk menerima mama lagi sebagai istri papa," jawab Rio, tekat Rio sudah bulat untuk menceraikan Rini.


Rido tidak tau lagi harus bagai mana menyatukan kedua orang tua dia, papa dia tidak mau membatalkan gugatan cerai dia, tapi melihat mama dia sering menangis semenjak digugat cerai papa dia, Rido tidak tega.


**

__ADS_1


Setelah dua bulan akhirnya perceraian Rio dan Rini telah selesai, kini Rini dan Rio tidak lagi menjadi pasangan suami istri, semenjak bercerai dari Rio Rini sering melamun ia menyesali selama ini tidak mau pulang kerumah dia, sedangkan Ika mulai berubah ke dia karena ia tidak lagi memperdulikan cucu dia, Ika sering cuek kalau ia berbicara Ika tidak lagi menghargai dia, pengorbanan dia untuk mengurus cucu dia tidak dihargai oleh Ika.


Rini jadi banyak pikiran dengan persoalan dia, ditambah tekanan dari menantu dia, Ika sekarang tidak segan membentak dia kalau Rido tidak dirumah, hal itu membuat Rini tersiksa.


Karena sudah tidak tahan tinggal serumah dengan anak dia, karena ulah menantunya Rini mencoba menghubungi Rio, ia bertekad minta maaf dan berjanji berubah tidak lagi acuh kepada Rio, itu niat Rini, lalu ia menghubungi Rio, tapi sayang Rio sudah memblokir nomor dia, ia tidak bisa lagi menghubungi Rio, lalu ia Cuba menghubungi Ria,


"Assalamualaikum apa kabar Rin," ucap Ria setelah mengangkat telepon dia.


"Wa,allaikumsalam, kabarku baik," jawab Rini.


"Alhamdulillah kalau begitu," ujar Ria.


"Kak, aku bisa minta tolong sama kakak?" kata Rini dengan gugup dan malu, tapi ia harus mengatakan agar ia bisa kembali lagi kepada Rio.

__ADS_1


"Apa yang bisa kakak tolong pasti kakak tolong, kamu minta tolong apa?" ujar Ria penasaran.


"Aku mau balikan sama mas Rio, tolong kakak bantu aku agar aku bisa kembali rujuk dengan mas Rio," ucap Rini, Ria terkejut mendengar perkataan Rini, lalu Ria berkata membuat Rini pingsan.


__ADS_2