Ayu Yang Malang

Ayu Yang Malang
Fikri Mendatangi Papanya.


__ADS_3

''Kamu harus coba Fik, bila perlu kamu bersujud di kaki papa agar dia mau mencabut laporan dia," kata Mawar.


''Ya, nanti Fikri coba mama tenangkan pikiran mama, tidak usah terlalu dipikirkan nanti mama sakit kalau banyak pikiran," nasehat Fikri.


'''Ya sudah kamu pergi saja sekarang kerumah papa, kamu harus memasang muka sedih agar papa kasihan, kalau papa tidak mau mencabut laporan dia, kau harus intai rumah papa setiap malam!" kata Mawar.


''Untuk apa mengintai rumah papa?" tanya Fikri merasa heran.


''Biar kamu punya bukti perselingkuhan papa dengan Ayu, sebab mama yakin kalau papa tidak mau mengeluarkan mama dari sini agar mereka bisa bebas berduaan sama Ayu," jawab Mawar dengan penuh kemarahan mengingat perselingkuhan suami dia.


''Apa betul ma, papa selingkuh, Fikri kok gak yakin papa mau berselingkuh apa lagi sama Ayu," kata Fikri merasa ragu kalau papanya selingkuh.


''Kamu intai saja kalau gak percaya, mama yang sudah melihat langsung bagaimana papa memperlakukan Ayu, mama saja tidak pernah diperlakukan papa seperti itu, makan Ayu harus didalam kamar tidak boleh keluar takut kecapean kata papa, apa itu tidak berlebihan," suruh Mawar.


''Mulai besok Fikri akan mengintip mereka kalau memang benar yang mama katakan, itu bisa kita buat alasan mama untuk mengurangi hukuman mama, biar hukuman mama tidak terlalu berat, ya sudah ma, Fikri pamit Fikri akan usahakan agar mama bisa bebas," kata Fikri, setelah itu Fikri pergi mereka berpisah Mawar kembali ke penjara tempat dia, Fikri pergi ke rumah pak Pajar.


"Aku harus balas sakit hati ku kepada kalian berdua, kalau Fikri sudah dapat bukti perselingkuhan kalian, aku pastikan kalian berdua hidup menderita karena di acuhkan semua orang, aku sudah tidak sabar menunggu hari kehancuran kalian datang," kata Mawar bicara sendiri.


"Ada orang gila' baru, hahahaha," kata teman satu ruangan Mawar, karena ia mendengar perkataan Mawar.


"Jangan ikut campur urusan ku," kata Mawar dengan nada Marah.


"Ih, tatut," ucap temannya lagi. Mawar sangat geram mendengar perkataan temannya.


"Kenapa sih, kau selalu cari gara-gara, apa maumu?" tanya Mawar merasa geram, karena temannya itu selalu cari gara-gara terus.


"Kamu mau apa," kata teman Mawar sambil menarik baju Mawar. Mawar menciut setelah melihat kemarahan temannya.


"Aku minta maaf," ucap Mawar ketakutan.

__ADS_1


"Kalau kau membentak ku lagi, habis kau aku di tanganku," ujar teman mawar mengancam.


"Iya," jawab Mawar gemetaran.


**


Setelah Fikri sampai di rumah pak Pajar ia segera masuk.


''Assalamualaikum," ucap Fikri sebelum masuk.


''Wa,alaikumsalam, duduk Fik," jawan pak Pajar.


Pak pajar yang melihat Fikri hanya berdiri saja, ia menyuruh Fikri duduk, ia tau kalau Fikri sungkan, karena itu pak Pajar menyalahkan Fikri, Fikri duduk setelah duduk ia ingin bicara tapi ia takut jantung Fikri sudah dari tadi deg deg deg kan mau bicara, tapi teringat mama dia yang ada dipenjara ia harus bicara, sebelum bicara Fikri menarik napas panjang,


''Begini pa, Fikri kesini mau bicara tentang masalah mama, Fikri memohon dengan kemurahan hati papa untuk menolong mama agar bisa bebas dari penjara, karena biar bagai mana pun mama masih istri papa," kata Fikri.


''Maaf Fik, papa belum bisa memaafkan kesalahan mama mu, walau ini berat untuk mu juga buat mama, biarkanlah mama dipenjara untuk sementara waktu agar mama menyadari kesalahan dan mama mau bertaubat, kamu kan tau kesalahan mama mu sangat patal, coba kamu dibalik jadi papa apa mungkin kamu melakukan hal yang sama seperti yang papa lakukan," ujar pak Pajar.


"Apa maksudmu bicara seperti itu," tanya pak Pajar.


''Mama itu sampai nekat melakukan kesalahan karena cemburu sama Ayu," jawab Fikri.


''Itu kesalahan mamamu sendiri, selalu berprasangka buruk ke papa juga ke Ayu, dia cemburu buta," kata pak Pajar.


''Wajar mama berpikir seperti itu, sikap papa yang perhatian berlebihan ke Ayu sudah tidak wajar," jawab Fikri.


''Apa papa salah pehatian ke anak papa sendiri," tanya pak Pajar.


''Tidak salah memang kalau kita perhatian sama anak, tau perhatian papa tidak seperti perhatian ke anak melainkan ke seseorang yang papa cintai, mama sering mengeluh ke Fikri kalau papa tidak memperdulikan mama, tapi papa selalu memperhatikan Ayu, istri mana yang tidak sakit hati bila seperti itu," ucap Fikri.

__ADS_1


Fikri bangun dari tempat duduk dia lalu pergi tanpa permisi, Fikri sangat kesal dengan sikap papa dia.


Setelah kepergian Fikri pak Pajar merenung, ia memikirkan perkataan Fikri yang mengatakan ia tidak memperdulikan istri dia, setelah berpikir cukup lama mengingat perlakuan dia ke pada istri dia, ia menyadari kesalahan dia, yang selama ini tidak perhatian ke istri dia, ia juga menyadari kesalahan dia yang tidak terus terang ke Mawar masalah Ayu, seharusnya ia terbuka agar tidak ada kesalahpahaman diantara mereka membuat Mawar nekat meracuni ibu dia, ia merasa gagal jadi seorang ayah juga seorang suami.


''Esok harinya Fikri kembali menjumpai mama dia dipenjara, saat ini Fikri dan Mawar duduk berhadapan di antara meja Mawar sangat senang melihat anak dia datang, ia sudah tidak sabar bertanya lalu ia pun bertanya.


"Bagai mana Fik, apa papa mau mencabut laporan dia?" tanya Mawar.


'''Maaf ma, Fikri gagal meyakinkan papa," jawab Fikri.


''Maksudnya mama gak ngerti," tanya Mawar lagi.


''Papa menolak, permintaan kita," jawab Fikri.


"Sudah mama duga papamu pasti menolak agar papa bisa bebas berhubungan dengan Ayu," kata Mawar.


'''Mama tenang saja Fikri akan membongkar perselingkuhan mereka, mulai malam ini Fikri akan mengintai pergerakan mereka sampai ada bukti, kalau sampai Fikri sudah menemukan bukti, akan Fikri buat itu menjadi senjata kita untuk menyerang mereka," ujar Fikri.


''Iya Fik, hanya itu jalan satu-satunya agar mama bisa bebas dari sini," ucap Mawar.


''Tapi ma, kalaupun bukti itu ada kemungkinan untuk bebas agak berat, ini kasih yang mama hadapi kasus besar, pembunuhan berencana kalau meringankan mungkin bisa," kata Fikri agar mama dia tidak terlalu berharap untuk bebas.


''Kamu harus dapat bukti itu kalaupun mama tidak bisa bebas tapi bukti itu bisa kita gunakan untuk mempermalukan papa," jawab Mawar.


''Ya sudah dulu ma aku pamit, aku mau mengintai rumah papa lebih cepat lebih baik," kata Fikri.


''Ya, mama tunggu kabar darimu," jawab Fikri.


πŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’ŸπŸ’Ÿ

__ADS_1


Hai pembaca setia AYU YG MALANG ikuti terus ya ceritanya dan jangan lupa beri dukungan dibawah iniπŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘ƒπŸ‘ƒ


__ADS_2