
''Jadi apa langkahmu selanjutnya, apa kau mau memaafkan istrimu dan mencabut laporanmu?" tanya Prapto ingin tau.
"Untuk saat ini belum paman, aku masih kecewa kepadanya, memang tadi istriku sempat memintaku untuk membebaskannya, tapi aku melihat tidak ada rasa penyesalannya itu yang membuat aku tidak mencabut laporanku, aku berharap dengan dia di penjara bisa menyadari kesalahannya.
"Paman doakan agar istri menyadari kesalahannya dan bertaubat," ujar Prapto.
"Amiiin," jawab pak Pajar. Mendengar jawaban keponakannya Prapto tertawa merasa lucu. Melihat pamannya tertawa pak Pajar ikut tertawa.
"Paman besok mau pulang jadi kamu jaga diri jangan terlalu dipikirkan masalah ini serahkan semua kepada yang pencipta banyak-banyak berdoa agar semuanya baik-baik saja.
"Kenapa Paman cepat pulangnya apa tidak bisa tunggu sampai tujuh harian almarhum ibu?" tanya pak Pajar protes.
"Kerjaan Paman sudah terbengkalai karena beberapa hari ini Paman tinggalkan, bude juga saudara yang lain masih ada disini menemanimu sampai tujuh harian almarhum ibumu," ujar Prapto.
"Kalau memang kerjaan Paman banyak Paman pulang saja, aku juga sudah berapa hari meninggalkan kerjaan ku mungkin saat aku masuk pasti kerjaan ku menumpuk karena sudah libur beberapa hari ini.
"Ya sudah Paman istirahat dulu, biar semangat di jalan," ujar Prapto.
"Iya Paman," jawab pak Pajar.
Prapto bangun dari duduknya lalu pergi dari hadapan pak Pajar tinggal pak Pajar sendiri di tempat duduknya melamun.
Apa betul kata paman kalau Mawar sampai nekat mau meracuni Ayu karena salahku tidak mau jujur kepada istri ku apa yang Ayu alami, tapi aku tidak jujur karena aku takut istri ku malah akan membuat Ayu tidak betah tinggal bersama ku lagi seperti dulu, ya Allah kau maha mengetahui segalanya ampuni kesalahan ku kalau memang aku yang salah atas semua yang terjadi saat ini." pak Pajar bicara sendiri memiliki kan masalahnya saat ini.
**
Setelah satu minggu kematian bu Parida saudara pak Pajar pulang ke rumah mereka masing-masing, kini tinggal pak Pajar dan Ayu juga Bibi di rumah itu, mereka beraktivitas seperti biasa, pak Pajar disibukkan dengan pekerjaannya yang sudah menumpuk karena sudah satu minggu libur, Ayu disibukkan dengan sekolahnya.
Ayu sedang asik belajar di kamarnya, tiba-tiba ponselnya berbunyi tanda ada yang menghubungi, ia buru-buru mengambil ponselnya dan melihat siapa yang menghubungi setelah ia melihat siapa yang menghubungi ia segera mengangkat.
''Assalamualaikum bang," jawab. Yang menghubungi Rido, memang tiap malam Rido menghubungi Ayu menanyakan kabar Ayu.
__ADS_1
''Ayu lagi apa?" tanya Rido biasa basi.
"Belajar, abang ada perlu apa hubungi Ayu?" tanya Ayu balik.
''Sebelah kos abang baru kosong, nanti kalau Ayu sudah tamat kuliahnya di kampus tempat kuliah abang ya, kosan yang disebelah abang yang baru kosong itu nanti abang tanya ke pemilik kosan kalau belum ada yang mau tempati abang panjar biar Ayu tinggal bersebalahan sama abang," ujar Rido menawarkan kepada Ayu ia berharap Ayu bisa kuliah satu kampus dengannya.
''Ayu gak tau bisa kuliah atau tidak bang, mau uang dari mana Ayu gak kerja," jawab Ayu menolak.
"Tenang abang yang biayai Ayu kuliah," ujar Rido menawarkan.
"Uang dari mana abang, abang gak kerja?" tanya Ayu.
''Abang sekarang sudah kerja Yu," jawab Rido.
'Kerja apa abang?" tanya Ayu.
''Abang sekarang mengajar di kampus tempat abang kuliah gajinya lumayan bisa biayai Ayu kuliah," jawab Rido bersemangat.
''Abang saja tidak pakai uangnya," kata Rido.
'''Jadi untuk apa kerja kalau uangnya gak bisa dipakai," ucap Ayu.
''Abang tabung untuk biaya Ayu kuliah besok, abang sudah tidak sabar mau jemput Ayu, abang sudah rindu berat, Ayu diajak vc gak mau Ayu gak ngerti bagaimana rindu abang kepadamu Yu," ujar Rido.
''Sudah dulu ya bang, Ayu sakit perut," kata Ayu. Ia buru-buru mematikan teleponnya tanpa mendengar jawaban Rido, ya begitulah Ayu kalau pembicaraan Rido mengarah ke sana.
Rido mendesah, ia tau kalau Ayu mematikan ponselnya karena pembicaraannya tadi.
Apa tidak bisa kau buka pintu hatimu sedikit saja untuk Abang Yu, Abang sangat mencintaimu melebihi cintaku pada diriku sendiri, kalau Ayu mau membuka hati Ayu untuk abang Abang berjanji tidak anak membuat Ayu kecewa Abang akan membahagiakan Ayu.
Sementara itu, Ayu yang mendengar perkataan abangnya tadi merasa bersalah, ia tidak mungkin menceritakan masalahnya kepada Rido karena pak Lek bulenya sudah melarang ia mengatakan kepada Rido, tapi melihat semangat abangnya yang ingin menguliahkannya ia jadi sedih dan menyesal tidak mendengarkan perkataan abangnya yang tidak memperbolehkannya pacaran waktu, ia tidak mungkin kuliah kalau sudah punya anak.
__ADS_1
Maafkan aku bang tidak bisa jujur kepada Abang Ayu berharap abang tidak marah saat abang tau semuanya. Ayu bicara sendiri.
**
Fikri baru tau kalau mama dia di penjara setelah ia menghubungi nomor mamanya, yang mengangkat papanya, papanya memberitahukan kalau mama di penjara pak Pajar juga memberitahu kenapa mama dia dipenjara, agar Fikri mengerti kalau mama dia di penjara karena kesalahannya sendiri, tanpa pak Pajar tau Fikri sudah tau kelakuan mamanya.
Fikri mendatangi mamanya di penjara, ia sekarang duduk berhadapan dengan mamanya.
Fik, keluarkan mama dari sini mama sudah tidak tahan dipenjara ini," sambil menangis Mawar memohon ke Fikri agar Fikri menolong dia, Fikri melihat mama dia memohon ke dia jadi iba, tapi ia tidak tau harus berbuat apa untuk menolong mama dia.
''Apa yang harus Fikri lakukan untuk menolong mama, Fikri tidak punya uang menyewa pengacara sementara mama terbukti bersalah juga mama sudah mengakuinya seandainya aku ada uang menyewa pengacara mama tidak bisa bebas paling hukuman mama diringankan kecuali papa mau berdamai dan mencabut laporan dia," kata Fikri.
Mendengar perkataan anaknya, Mawar semakin bersedih harapan dia mau keluar dari penjara sangat tipis, tiba-tiba Mawar mendapat ide.
''Fik, kau pergi kerumah papa, lalu kau memohon ke dia agar papa mencabut laporan dia," kata Mawar.
"Kayaknya berat ma, papa sangat kecewa dengan perbuatan mama," ucap Rido.
''Dari mana kamu tau kalau papa kecewa sama mama?" tanya Mawar.
"Papa sendiri yang mengatakan sama Fikri," jawab Fikri.
"Kapan kau jumpa papa?" tanya Mawar.
"Semalam aku telepon mama, yang angkat papa, aku tanya mama dimana, lalu papa cerita semua ke aku, aku tau mama dipenjara papa yang memberitahu," kata Fikri.
πππππππππππ
Hai pembaca setia AYU YG MALANG ikuti
terus ya dan juga dukung dengan cara beri
__ADS_1
like dan komen dibawah iniπππ