
Amay dan Aulia sedang duduk santai di taman samping rumah Papa nya sambil mengobrol dan memakan camilan kecil.
Sudah dua hari Aulia tinggal di rumah Papa nya Amay sesuai permintaan ibu hamil itu yang menginginkan tinggal bersama.
Ia juga lah yang meminta sopir Papa nya untuk menjemput Aulia di kampung. Setidaknya dengan adanya Aulia di rumah, ia ada teman bicara saat Suami dan Papa nya bekerja.
Apalagi dengan usia kehamilan yang sudah memasuki saat terakhir ini, Izam agak berat meninggalkan istrinya sendiri di rumah karena ia harus mengurus semua nya sendiri tanpa ada Davin yang selama ini membantu nya.
"Bagaimana keadaan Mas Davin saat kamu pergi Aul?? " tanya Amay sambil mengemil buah yang sudah di potong-potong.
"Tambah lebih baik dari sebelumnya! Hanya saja ia masih belum mau ziarah ke makam Abah dan Umi karena masih belum siap bertemu mereka walaupun hanya batu nisan nya saja! " jawab Aulia sambil menyeruput teh nya.
"Syukurlah kalau begitu! Aku kasihan sekali dengan nasib Mas Davin! Aku bersyukur sekali nasib ku masih lebih baik lagi dari Mas Davin. Aku masih bisa ketemu Papa meski tidak bisa bertemu Mama, tapi walaupun begitu aku senang bisa ziarah ke makam Mama! "ucap Amay penuh rasa syukur.
"Aku juga kasihan pada Mas Davin.. ! Tapi sekarang dia tidak membutuhkan rasa kasihan kita, dia membutuhkan dukungan kita, support kita, semangat kita untuk nya agar dia bisa melanjutkan hidup dan ikhlas menerima ketentuan yang sudah di garis kan Allah untuk nya. Meskipun awalnya berat tapi lama-lama akan terbiasa nantinya. " sahut Aulia dengan bijak.
"Iya Ul, kamu benar! Mudah-mudahan Mas Davin kuat dan tegar menerima semua ini! Dan mudah-mudahan di alam sana Abah dan Umi bahagia karena akan selalu di doakan oleh anak-anak nya! " ucap Amay mendoakannya.
"Aamiin... ! " jawab Aulia mengaminkan doa Amay.
πΎπΎπΎ
Karena Davin sedang cuti untuk waktu yang tidak di tentukan, Izam terpaksa turun tangan langsung menangani setiap proyek kerjasama mereka dengan perusahaan lain termasuk perusahaan keluarga Haji Amir.
Hari ini Ahyar akan bertemu dengan utusan perusahaan Izam di lokasi proyek. Ia tidak tahu sama sekali jika yang datang Izam nya langsung karena ia datang bersama Anita adiknya.
Sudah seminggu ini Anita ikut bekerja di perusahaan keluarga mereka untuk melupakan seseorang di masa lalunya.
__ADS_1
"Kak, emangnya penting ya pertemuan ini? Mana di lokasi proyek lagi? Kenapa gak di tempat lain aja sih? Kan di sana panas! " ucap Anita mengeluh pada kakak nya.
"Mereka ingin melihat sudah sejauh mana pembangunan yang kita lakukan! Jadi wajar jika mereka ingin bertemu dan membicarakan semuanya di sini! Jadi, nanti bisa tahu apa yang kurang dan bisa di perbaiki lagi! " jawab Ahyar menjelaskannya.
"Iya juga sih... ! Yuk ah kita turun! " sahut nya lagi begitu mobil mereka sudah berhenti di depan pembangunan tempat sekolah.
"Hei... pakai dulu helm pengaman mu ini! " teriak Ahyar dengan melemparkan sebuah helm bewarna putih pada Anita.
Anita menyambutnya dengan wajah cemberut dan langsung keluar dari mobil. Tidak lama kemudian, Izam datang dengan di antar sopir dan langsung menuju ke tempat pembangunan.
"Maaf, saya agak terlambat! " ucapnya dengan tersenyum ramah seraya membetulkan letak helm nya.
Anita langsung menoleh mendengar suara seseorang yang sangat ia kenal. Izam sangat terkejut melihat Anita berdiri di samping kakak nya dan sedetik kemudian ekspresi nya langsung berubah seperti baru kenal pertama kali.
"Pak Presdir... ! Kenapa anda yang datang? Apakah kami melakukan kesalahan? " jawab Ahyar kaget dengan kedatangan Izam.
Anita mengamati Izam tanpa berkedip dengan tatapan penuh damba. Ia bahagia karena bertemu kembali seseorang yang masih bertahan bertahta di hati dan pikirannya. Ia tidak menyangka jika perusahaan keluarga nya bekerja sama dengan perusahaan Izam.
Izam terus berbincang bersama Ahyar masalah kerja sama mereka tanpa memperdulikan keberadaan Anita yang menatapnya penuh kerinduan.
"Aku merindukan mu Mas... " ucap Anita dengan lirih.
"Kenapa kau tidak melihat ku sebagai seseorang yang dulu kau sayangi? Kau berubah Mas.. ! Kau bukan Mas Izam yang dulu aku kenal! " gumamnya lagi dengan suara pelan.
Hampir 30 menit mereka berbincang tanpa memperdulikan keberadaan Anita. Hingga saat Izam hendak pulang dan berjabat tangan Ahyar, Anita berlari mendekat dan menyambar lengan Izam.
"Tunggu sebentar Mas.. ! Bisakah kita bicara berdua? " ucap Anita penuh harap menatap wajah Izam.
__ADS_1
"Maaf, tapi kita bukan muhrim untuk bersentuhan begini! Tolong lepaskan pegangan anda, Nona! " jawab Izam dengan memalingkan wajah nya.
"Oh, maaf.. ! Tapi, bisakah kita bicara sebentar? Hanya sebentar saja! " pinta nya lagi dengan wajah sangat memohon.
"Maafkan saya Nona, bukannya saya bermaksud kasar. Saya menolak karena tidak mau ada fitnah bicara berdua dengan perempuan yang tidak halal berdua saja tanpa ada yang mendampingi. Lagipula saya masih banyak pekerjaan dan saya tidak punya waktu membicarakan sesuatu yang tidak penting selain pekerjaan. " jawab Izam dengan tegas tanpa ekspresi.
Setelah mengatakan itu ia langsung beranjak pergi menuju mobilnya yang parkir di belakang mobil Ahyar.
Tenggorokan Anita tercekat mendengar penolakan tegas Izam yang menolak berbicara dengan nya. Lidahnya kelu tidak bisa bicara apa-apa lagi. Hanya air mata yang bicara mewakilkan perasaan nya yang terluka dengan omongan Izam.
Ia benar-benar tidak menyangka jika Izam menolak mentah-mentah bicara berdua dengannya. Ia menatap sedih mobil Izam yang perlahan pergi meninggalkan lokasi proyek.
Ahyar yang dari jauh mengawasi Anita hanya menghela napas kasar. Ia sungguh tidak tahu jika Izam yang akan datang karena selama ini Davin lah yang selalu datang mengawasi pembangunan tersebut meskipun belum pernah datang langsung ke lokasi proyek karena hanya mengawasi dari panggilan telepon dan video call.
Ahyar mendekati Anita dan menyentuh lembut bahu adiknya yang membuat Anita terhenyak dari lamunannya.
"Kamu gak papa?? " tanya Ahyar dengan sangat hati-hati.
"Hati aku sakit Kak, ia tidak menganggap aku itu penting lagi baginya! Ia bahkan tidak mau bicara sebentar saja dengan ku karena tidak mau meninggalkan fitnah! " jawab Anita dengan lelehan air mata di pipinya.
"Relakan dan ikhlas kan Anita! Kalian tidak berjodoh! Lupakan lah dia karena masih banyak laki-laki di dunia ini yang akan mengantikan dia di hatimu! Cobalah untuk membuka hati mu bagi cinta yang baru! Biarkan mereka datang mempersembahkan cinta nya untuk mu! Kakak yakin kamu akan menemukan seseorang yang mencintai mu dengan tulus jika kamu mengikhlaskan nya! " ucap Ahyar dengan lembut menasehati adiknya.
Bersambung...
Selamat membaca dan selamat beraktivitas reader's ku semuanya...
Semoga hari kalian menyenangkan ππ...
__ADS_1