Bidadari Surga Untuk Penjual Kebab Yang Tajir

Bidadari Surga Untuk Penjual Kebab Yang Tajir
Tes wawancara..


__ADS_3

Seperti yang sudah di beritahukan istrinya, setelah sarapan Izam bersama Amay dan Aulia berdiskusi tentang lima kandidat calon asistennya itu.


"Oke, karena sudah sepakat jika kita akan menguji mereka selama sebulan dulu, maka hari ini aku akan menghubungi mereka untuk wawancara langsung besok pagi! Aku mau nilai langsung bagaimana karakter mereka berlima itu! " ucap Aulia dengan meminta persetujuan Izam.


"Terserah kau saja! Aku hanya terima beres aja dan semuanya aku serahkan pada ahlinya! Oh ya, suruh mereka datang ke sini saja, aku gak mau Amay di tinggal sendiri jika wawancaranya di kantor! " jawab Izam santai.


"Di kantor aja lah Bang! Masa di sini?? Lagian besok Mama juga mau ke sini kok! Kalau di kantor kan agak enakan karena mereka bisa langsung melihat tempat mereka bekerja! " tolak Amay saat Izam menyuruh lima orang itu datang ke rumah.


"Oh, oke lah kalau gitu! Suruh mereka ke kantor jam 9 untuk tes wawancara! " jawab Izam dengan menunjuk ke arah Aulia.


"Okeh... ! " sahut Aulia memberikan jempol nya.


🌾🌾🌾


Keesokan harinya...


Aulia sudah siap-siap untuk berangkat ke kantor Izam yang milik pribadi dengan menggunakan stelan blazer lengkap berwarna hitam dengan baju dalaman berwarna krem. Serta hijab yang menutupi dada berwarna hitam dengan corak ranting-ranting menambah kesan manis dan anggunnya.


"Ya ampun... Cantik banget.. ! Pasti Mas Davin nanti gak berkedip lihat ada bidadari di kantornya! " goda Amay begitu melihat Aulia datang dari kamarnya.


Wajah Aulia tersipu malu mendengar godaan sahabatnya itu.


"Ih... Mas Davin mana bisa lihat! Diakan masih di kampung! " jawab Aulia dengan membuang mukanya ke samping.


"Jadi, ngarep banget nih di lihatin Mas Davin?? " ucap Amay semakin menggoda Aulia yang membuat Aulia semakin tersipu malu.


"Apaan sih kamu May... ! Gak jelas banget! " jawab Aulia mengibaskan tangannya ke wajah seakan-akan ia sedang gerah.


"Mama setuju kok Li kalau kamu menikah dengan Davin! Jadi kalian bisa jadi saudara dengan Amay, gak cuma sahabat aja! " sahut Mama Lia ikut berkomentar.


"Mama juga ikut-ikutan Amay! Dah ah, Aulia mau berangkat dulu! Kasihan Pak Mat udah jamuran nungguin Aulia di luar! " ucap Aulia mengalihkan pembicaraan dengan cepat-cepat menyalami Mama Lia.

__ADS_1


Amay terkekeh geli melihat Aulia kalang kabut di goda seperti itu. Bukan nya ia menutup mata, ia sangat tahu jika sahabatnya itu jatuh hati pada Davin, hanya saja ia memendamnya karena ia seorang perempuan.


"Sayang, kamu kok lesu gitu?? Apa ada yang sakit?? " tanya Mama Lia saat melihat wajah tidak bersemangat Amay setelah Aulia pergi.


"Amay semalam gak bisa tidur Ma, pinggang Amay sakit dan ngilu! Padahal udah di elus-elus sama Abang, tapi tetap aja semalam matanya Amay kuat banget melek nya! Eh, pas mau subuh baru mulai ngantuk! Ini aja sholat subuh nya di tungguin Abang! Mau tidur setelah subuh kan gak boleh, jadi Amay tahan aja ngantuk nya! Hoam... ! " jawab nya dengan menguap sehingga menutup mulut dengan tangan.


"Hamil tua memang seperti itu sayang! Kita sudah susah untuk tidur malam, dan karena gak bisa tidur malam makanya siang kita ngantuk berat! Ayo kita ke kamar aja, biar Mama pijat badannya supaya kamu bisa tidur! " sahut Mama Lia dengan mendorong kursi roda Amay.


Di perusahaan pribadi Izam.


Aulia memasuki lobby kantor dan langsung di arahkan resepsionis menuju lift ke lantai 10 di ruang meeting. Karena yang akan menginterogasi para pelamar adalah Aulia langsung, sedang kan Izam hanya menyimak dari kamera CCTV yang terhubung langsung di laptopnya.


Saat di dalam lift, Aulia tidak sendiri. Ada tiga orang laki-laki yang juga ikutan naik menuju lantai yang sama. Salah satu dari mereka berbisik-bisik melihat Aulia dari belakang karena Aulia berdiri di depan mereka.


"Sstttt... Tuh lihat, lumayan banget kerja di tempat seperti ini! Pegawai nya aja bening kayak gitu tuh, mungkin ada yang lebih seksi lagi kayak dia ! Gak jauh-jauh kita cari jodoh! " bisik yang memakai pakaian formal.


"Alah... Luarnya aja yang bening! Dalam nya belum tentu! Cewek zaman sekarang kadang terlihat alim di luar nya aja, di dalam nya hancur! Hi... Hi... Hi... ! " jawab teman nya dengan nada mengejek.


Pria yang satunya hanya diam saja tidak ingin ikut mengomentari hal yang belum jelas kebenarannya. Begitu lift terbuka, Aulia keluar duluan karena ia kebelet pipis dan menuju ke arah kanan yang memang ada rambu penunjuk arah.


Tiga orang pemuda tadi berbelok ke kiri yang memang di situlah ruangan meeting. Ternyata sudah ada teman yang dua orang lagi yang sudah menunggu di luar ruangan tersebut. Mereka saling berkenalan satu sama lainnya sambil duduk menunggu panggilan wawancara.


"Alhamdulillah lega juga! " ucap Aulia begitu keluar dari toilet.


Ia pun berjalan menuju ruangan meeting dan tidak sengaja berpapasan dengan salah satu karyawan HRD yang ikut ke lantai 10.


"Permisi Mas, ruang meeting yang di sebelah mana ya? " tanya Aulia kepada pria yang bernama Eka.


Aulia bertanya karena di lantai 10 tidak hanya ada ruang meeting, tetapi ada ruang bagian pemasaran dan bagian marketing.


"Apa anda Ibu Aulia Maharani ? " tanya pria itu balik.

__ADS_1


"Iya benar.. ! Ada apa ya Mas?? " tanya Aulia dengan wajah bingung.


"Kebetulan sekali Bu, saya mau mengantarkan ini pada Ibu Aulia! " jawab pria yang bernama Eka tadi dengan wajah lega.


"Apa ya?? Perasaan saya baru pertama kali datang ke kantor ini, kenapa di kasih berkas-berkas itu?? " tanya Aulia lagi dengan heran.


"Ini dari Bapak Idzam Bu, katanya ini berkas untuk wawancara Ibu nanti dengan para pelamar! Ibu tidak perlu repot-repot memikirkan mau bertanya apa karena semuanya ada di sini ! " jawab pria itu lagi dengan ramah.


"Wah, terimakasih banyak kalau gitu! Oh ya, ngomong-ngomong jangan panggil Ibu kenapa Mas! Saya belum jadi Ibu-ibu dan masih single! Panggil Aulia aja! " ucap Aulia dengan tersenyum memamerkan gigi putihnya pada Eka.


"Gak usah senyum-senyum gitu! " celutuk seseorang di belakang nya dengan nada tidak suka.


Aulia sontak menoleh dan kaget melihat Davin sudah berdiri di belakang nya dengan wajah datar dan ketus menatap tajam Eka yang tadinya tampak terpesona melihat senyuman Aulia.


"Loh, Mas Davin?? Kapan Mas ada di sini? Kok gak bilang kalau udah di Jakarta! " ucap Aulia dengan wajah kaget.


"Maaf Pak Davin, Ibu Aulia! Saya permisi dulu! Berkasnya... " ucap Eka terpotong karena Davin langsung mengambil paksa berkas tersebut dari tangan Eka tanpa banyak bicara.


Ia langsung pergi menuju ruang meeting dengan wajah yang gak enak di lihat, bahkan ia tidak menjawab kebingungan Aulia ataupun pertanyaan nya.


"Maaf ya Mas Eka, saya mau mengejar Mas Davin dulu! " ucap Aulia dengan menunduk pelan pada Eka.


Ia langsung berlari mengejar Davin yang duluan masuk ke ruang meeting melalui jalan belakang, dekat ruang marketing.


"Kenapa dengan itu orang ya?? Datang tiba-tiba dengan wajah jutek kayak gitu! Ah sudah lah, mungkin lagi PMS makanya sensi begitu! " ucap Aulia tidak peka dengan mengangkat bahunya.


Bersambung...


Selamat membaca dan selamat beristirahat reader ku semuanya...


Semoga hari kalian menyenangkan πŸ’•πŸ˜...

__ADS_1


__ADS_2