Bidadari Surga Untuk Penjual Kebab Yang Tajir

Bidadari Surga Untuk Penjual Kebab Yang Tajir
Familiar...


__ADS_3

Haji Amir membawa pulang istrinya ke rumah setelah istirnya sadar dari pingsannya di ruang tunggu Lobby hotel tempat pesta pernikahannya Izam.


Ia menolak dengan tegas saat staf hotel menawarkan agar istirnya di bawa ke rumah sakit. Sepanjang perjalanan pulang mereka berdua hanya diam, sibuk dengan pikiran mereka masing-masing.


"Gimana rasanya Mi, melihat orang yang dulu kita hina dan kita ejek ternyata tidak seperti yang kita pikirkan?? Kamu cukup beruntung karena Izam tidak melihat kehadiran kita di sana! Entah apa yang ia lakukan pada kita jika kita tidak cepat-cepat pergi dari sana! " ucap Haji Amir memecah kesunyian di antara mereka.


Marlena hanya diam dengan menatap jalanan dari arah samping. Di kepala nya ada berbagai macam rencana yang akan ia susun untuk mendekatkan kembali Anita dengan Izam jika laki-laki yang menghina mereka tadi tidak mengancamnya.


Ia tidak terima jika orang kaya seperti Izam bersanding dengan perempuan lain meskipun perempuan itu lebih cantik dari Putri nya. Ia menyesal karena sudah membuang pohon uang yang seharusnya sekarang ini posisi itu milik anaknya. Ia menyesal karena ia tidak mencari tau dulu siapa sebenarnya Izam. Seandainya saja dulu ia tidak bertindak gegabah, mungkin sekarang ini ia sudah tertawa bahagia menjadi mertua orang yang paling kaya di Indonesia, yang kekayaan nya tidak akan habis meskipun ia hidup berfoya-foya selama bertahun-tahun.


Ia tidak menanggapi kalimat sindiran yang tertangkap dalam ucapan suaminya barusan. Saat ini kepala sedang sakit karena kesal pada dirinya sendiri yang terlambat mengetahui bahwa Izam bukan orang kismin yang selama ini ia katakan. Ia hanya berpikir bagaimana nanti jika Anita pulang dan bertemu dengan Izam. Apakah Anita terima nasib nya di tinggal nikah oleh Izam atau berusaha keras merebut kembali Izam dari istrinya yang sekarang ini. Marlena benar-benar pusing, belum lagi ancaman Davin yang sangat membuatnya takut karena laki-laki itu menampilkan raut wajah yang sungguh-sungguh dalam kata-kata nya tadi.


"Bi, bagaimana dengan anak kita Anita? Anita pasti sedih dan kecewa saat tahu laki-laki yang ia cintai sudah menikah dengan perempuan lain? " ucap Marlena tiba-tiba.


"Kenapa Anita mesti sedih? Toh, bukannya dulu ia sudah terima saat Umi minta melupakan Izam? Jangan bilang Umi tidak ingat? Atau pura-pura lupa? " jawab Haji Amir dengan raut muka menuduh istrinya.


"Siapa bilang Umi pura-pura lupa? Umi ingat kok! Umi kan hanya tanya Bi? Kita kan tidak tahu apakah Anita sudah benar-benar melupakan Izam apa belum! Abi tau gak kapan kira-kira Anita dan Ahyar pulang ke Indonesia? " jawab Marlena pura-pura ingat.


Padahal ia memang lupa kalau ia pernah mengatakan pada Anita agar melupakan Izam karena Izam kismin dan tidak sederajat dengan mereka. Dan sekarang ia menyesal mengatakan hal itu kepada Anita.


"Yang pasti, jika Anita masih mencintai Izam, maka Abi akan menikah kan Anita langsung dengan anak sahabat Abi! Anita harus menerima kenyataan jika mereka berdua tidak berjodoh! Dan tugas Umi untuk membujuk Anita bagaimana pun cara nya, karena ini tanggungjawab Umi sebagai ibunya. " ucap Haji Amir dengan tegas.


Marlena menggigit bibir bawahnya begitu mendengar ucapan tegas suaminya. Terakhir mereka bertemu saat Anita hendak pergi berobat ke Amerika. Saat itu, Anita masih marah padanya dan tidak mau melihat wajahnya. Dan sekarang suaminya sudah berkata seperti itu maka mau tidak mau ia harus patuh meskipun ketika bertemu nanti Anita masih marah padanya.


Mereka berdua kembali terdiam hingga kendaraan yang Haji Amir kendarai masuk ke pekarangan rumah mereka.


🌾🌾🌾


Sebuah apartemen di Amerika..


Anita tersenyum lebar sambil melihat sebuah foto candid Izam yang di ambilnya diam-diam pada saat Izam masih berjualan kebab. Ia mengambil nya saat menunggu Izam selesai berjualan kala itu.


Ia tersenyum melihat masa-masa saat bersama Izam sebelum Umi nya tahu kedekatan mereka berdua dan menentang keras kedekatan mereka berdua, padahal saat itu Izam belum sama sekali mengatakan bahwa ia menyukai Anita. Hanya saja sikap dan tingkah Izam saat bersama nya lah yang membuat Anita yakin jika Izam juga menaruh hati padanya.

__ADS_1


Anita tersenyum bahagia, pasalnya kurang dari 30 jam lagi, ia dan kakaknya akan bertolak dari bandara internasional Washington DC menuju Indonesia langsung. Ia sudah tidak sabar untuk kembali ke Jakarta dan bertemu dengan Izam.


🌾🌾🌾


Di tempat yang berbeda, yaitu Jakarta.


Izam dan Amay sedang bersama-sama memotong kue pernikahan mereka di atas panggung dengan di saksikan ratusan tamu undangan yang memenuhi ruang aula yang bersorak-sorai memberikan semangat.


Mereka bertepuk tangan saat Amay dan Izam saling suap-suapan kue ulang tahun dan tampak dari tempat yang agak tersembunyi, Rahman tersenyum bahagia melihat kebahagiaan Putri nya.


Para tamu wanita dan pria yang masih lajang bergerombol di tengah-tengah saat Amay bersiap-siap hendak melemparkan bunga pengantin dengan menghadap kebelakang. Mereka memasang posisi terbaik agar bisa menangkap bunga yang akan di lemparkan Amay.


"1.... 2....3......Tangkap...." pekik Amay dengan melemparkan bunga tersebut kearah belakang nya.


Hiruk-pikuk terdengar saat muda mudi rebutan bunga pengantin dan akhirnya bunga pengantin tersebut dapat di tangkap oleh seorang pria yang langsung di sambut gelak tawa teman-temannya.


Dari atas panggung Amay dan Izam tersenyum melihat kehebohan para muda mudi yang rebutan bunga tadi. Seorang tamu undangan dari ia datang dan duduk di meja tamu menatap Amay dari kejauhan dengan pandangan yang sulit di artikan.


Hardi melihat itu semua dari jauh dan berjaga-jaga bersama anak buahnya yang berbaur dengan tamu undangan yang lain. Seseorang itu lah yang membuat Rahman bersembunyi dibalik pilar yang ada di sisi kanan aula.


Damian naik ke atas panggung seorang diri untuk menemui pengantin dan memberikan ucapan selamat pada Izam dan Amay.


"Selamat Tuan Muda Barzakh atas pernikahannya! Akhirnya saya bisa juga bertemu langsung dengan pewaris tahta Barzakh! " ucap Damian basa basi.


"Terimakasih banyak Tuan Natanegara! Saya merasa sangat tersanjung atas kedatangan Tuan di acara kami ini! Saya harap kami tidak mengecewakan anda! " jawab Izam tersenyum santai.


"Oh ya... Ngomong-ngomong apakah kita pernah bertemu? " tanya Damian langsung kepada Amay.


Pertanyaan Damian membuat Amay bingung, namun tidak bagi Izam karena ia tahu alasan Papa nya mengundang Damian.


"Maaf, apa maksud Tuan! Ini pertama kali nya saya bertemu dengan anda! Karena saya selama ini tidak pernah keluar rumah kalau bukan bersama Mama saya ataupun Papa saya! " jawab Amay sopan.


"Benarkah... Sepertinya saya salah orang! Wajah anda membuat saya merasa jika kita pernah bertemu sebelumnya! Maaf jika saya lancang, karena wajah anda begitu familiar sekali saya lihat! " ucap Damian dengan nada kecewa.

__ADS_1


"Tidak apa-apa Tuan! Maaf jika anda kecewa! " sahut Amay lagi tersenyum manis.


Damian tertegun melihat senyum manis Amay yang langsung membuatnya teringat dengan sosok Margaretha istri Rahman Atmanegara kakak sepupu tirinya yang sudah meninggal 25 tahun lalu.


Ia tiba-tiba lemas dan gemetar melihat senyum Amay yang memang seperti senyuman nya mendiang istri Rahman Atmanegara. Ia cepat-cepat berlalu dari hadapan Izam dan Amay yang membuat Amay semakin heran melihat tamu yang satu itu.


"Aneh ya Bang orang itu! Buru-buru turun dengan muka yang seperti orang ketakutan begitu! " ucap Amay dengan muka heran.


"Entah lah sayang.... Mungkin ia lupa kalau belum matikan kompor di rumah nya, makanya ia turun dengan wajah pucat begitu! Takut rumahnya kebakaran! " jawab Izam asal.


"Ya Allah.... Kasihan sekali... Bisa bahaya kalau kompor nya benar-benar lupa di matikan! " sahut Amay dengan wajah prihatin.


Izam auto melongo mendengar ucapan nada kasihan istrinya itu dan membuat Izam tepuk jidat karena istrinya kemakan candaan dirinya. Ia hanya bercanda dengan menjawab asal, tapi nyatanya bagi istrinya itu suatu kebenaran.


"Dah lah.... Gak usah ngomongin orang lain lagi! Ngomong-ngomong kamu gak lapar? " ucap Izam mengalihkan pembicaraan mereka.


"Lapar lah Bang! Cuma bingung mau minta tolong ambilkan siapa? " jawab Amay jujur.


"Yassalam.... Ya Abang lah yang ambil kan sayang... " ucap Izam gemes.


"Emang Abang gak malu turun ke bawah ambil kan Amay makan? " tanya Amay lagi tidak percaya.


"Ngambil kan makan istri kenapa mesti malu... Kalau kamu suruh Abang di sini buka baju baru Abang malu! " jawab Izam sekenanya.


"Ish Abang.... Amay ngomong serius di ajak becanda! " ujar Amay sebel.


"Abang serius sayang.... Bukan becanda! Tunggu di sini, biar Abang ambil makanan nya! " ucap Izam lagi seraya berjalan turun panggung pelaminan.


"Amay emang duduk di sini Abang... Emangnya Amay mau kemana lagi! Memang lah suami ku ini, suka banget ngadi-ngadi... " sahut Amay dengan geleng-geleng kepala.


Bersambung...


Selamat membaca dan selamat weekend bersama keluarga tercinta.....

__ADS_1


Semoga hari kalian menyenangkan πŸ’•πŸ˜..


Jangan lupa jaga kesehatan di cuaca yang masih tak menentu seperti ini...


__ADS_2