
"Sa-sayang... ! K-kau.. ! " ucap Davin yang menelan ludah nya karena hasrat nya sebagai laki-laki normal tiba-tiba bangkit.
"A-aku gak punya pakaian lain lagi! Semuanya di koper kayak gini! E-entah si-siapa yang menukar isi koper ku! " jawab Aulia dengan muka menunduk karena malu.
Davin berjalan mendekati istrinya dan memegang dagu sang istri dengan jari telunjuk nya.
"Angkat wajah mu sayang, lihat suamimu ini! " pinta Davin dengan lembut.
"A-aku malu Mas... " jawab Aulia dengan masih menunduk.
"Kenapa malu?? Ini aku sayang! Suami mu, Laki-laki yang menghalalkan mu di hadapan orang tua mu dan di hadapan Allah SWT! Ayo angkat wajah mu dan tatap mataku! " ucap Davin lagi dengan mengusap pipi istrinya.
Mendengar ucapan suaminya yang memang benar adanya, Aulia memberanikan diri mengangkat wajah nya yang merona merah. Mata mereka saling bertatapan dengan mesra saling memancarkan cinta yang begitu besar.
"Cantik dan seksi! Aku suka itu! Istri ku yang sangat cantik dan seksi! Seperti nya perut ku tidak lapar lagi sayang! Aku lapar yang lain! " Ucap Davin lembut dengan membelai pipi hingga bibir sang istri dengan jempolnya.
"Maksud Mas?? " tanya Aulia yang tidak paham.
"Aku ingin memakan diri mu! " bisik Davin mendekatkan wajah nya di telinga Aulia.
Wajah dan seluruh tubuh Aulia memanas dan menegang saat napas hangat Davin menggelitik telinga nya.
Perlahan ia mendekatkan wajah nya dengan wajah Aulia, dengan tidak ada jarak di antara mereka. Bahkan ujung hidung mereka bersentuhan saking dekatnya.
Davin menempelkan bibir kenyal nya di bibir Aulia. Hanya menempel saja sudah membuat Aulia memegang dengan menggenggam erat tangannya.
"Rileks sayang! Tarik napas mu dalam-dalam! Ikuti aku pelan-pelan. Ini juga pengalaman pertama ku dan aku hanya mengandalkan insting ku sebagai laki-laki! " bisik Davin lagi sembari menggigit kecil cuping telinga Aulia.
Ia kembali menempelkan bibir nya di bibir Aulia, tapi awalnya saja yang menempel. Ia melu mat lembut bibir atas dan bawah Aulia secara bergantian dengan begitu lembut seakan-akan bibir Aulia bahan yang mudah retak jika di perlakukan kasar.
Davin meraih tangan Aulia dan menaruhnya di lehernya. Ia kembali melu mat bibir Aulia dan menggigit kecil bibir bawahnya hingga Aulia meringis dan membuka mulut nya. Davin tidak mensia-siakan kesempatan, ia memasukkan lidahnya, mengabsen semua isi mulut istri nya dengan tangan kiri menahan tengkuk Aulia agar ciuman mereka semakin dalam.
Davin membelit, meng hisap dan melu mat bibir dan lidah istrinya meskipun ia tidak mendapatkan perlawanan karena istrinya masih polos dan amatir. Sebenarnya ia juga amatiran karena ini pengalaman pertama nya, tapi berkat sahabat laknat nya Izam yang merecoki ia untuk melihat proses malam pertama di laptopnya. Awalnya ia menolak karena malu, tapi setelah di katakan Izam jika ia harus belajar jika ingin membuat istrinya bahagia, ia akhirnya melihat video laknat tersebut.
Aulia memukul dada suaminya karena ia kehabisan napas.
"Hosh... Hosh... Hosh... " napas Aulia terengah-engah karena ulah suaminya.
"Mas mau bikin aku gak bisa napas?? " ucap Aulia dengan dada naik turun.
"Maaf sayang! Mas lupa kalau ini baru buat kamu! Mas gak bisa berhenti tadi karena ini begitu menyenangkan! Pantas saja orang selalu melakukan ini karena benar-benar menjadi candu! " sahut Davin jujur.
"Aish... Tapi tadi kelihatan sudah ahli banget! " celutuk Aulia dengan bibir manyun.
"Cup.. Siapa bilang! Ini pengalaman pertama Mas ! Laki-laki akan mengandalkan insting nya sayang, dan itu sudah ada di otaknya sewaktu ia pertama mimpi basah alias baligh! Jadi jangan heran jika ia cepat beradaptasi dengan hal-hal yang seperti ini! Mengerti kan apa itu hormon testosteron?? " jawab Davin sambil mengecup bibir Aulia.
Alasan yang memang masuk di akal Aulia karena ia pernah mempelajarinya saat kuliah psikologi dulu.
"Bisa kita lanjutkan lagi sayang! Mas gak bisa menunggu lama lagi dengan pakaian mu yang seperti ini! " ucap Davin dengan suara serak dan parau.
"Iya, tapi pelan-pelan ya Mas! " jawab Aulia menganggukkan kepala nya.
Davin mengangguk pelan dan ia kembali melu mat lembut bibir istrinya yang sekarang menjadi candu nya. Meskipun agak kaku, Aulia tetap berusaha membalas ciuman suaminya yang juga membuat nya menginginkan lagi.
Puas melu mat bibir istrinya, ciuman Davin pindah ke leher mulus milik istrinya dan Aulia mengeluarkan desa han pertamanya.
"Aakkhhh... "
Davin semakin tertantang saat mendengar desa han sang istri. Ia kembali mencium, men jilat, bahkan meng hisap seperti vampir dan memberikan tanda di leher merah sang istri.
"Aakkhhh.... Mas.. "
Tangan Davin memegang pinggang Aulia dan memasukkan yang kanan ke dalam baju Aulia. Membelai dan menyentuh perut datar sang istri, yang membuat Aulia seperti kesetrum akibat sentuhan kulit Davin pada kulit perut nya.
Ciuman Davin turun ke tulang selangka yang membuat Aulia semakin men desah. Tangan nya yang awalnya diam saja, ikut meremas rambut belakang suaminya saat gairah itu datang.
Tangan Davin yang menyentuh perut naik ke atas menyentuh gundukan kembar milik istrinya yang masih tertutup kacamata. Ia meraba bagian belakang pengait nya dan melepaskan nya dengan sekali buka.
__ADS_1
Karena bajunya hanya bertali satu, ia menurunkan nya hingga lolos dari kedua bahu istri nya bersamaan dengan kacamata penutup gundukan kembar yang juga lolos jatuh ke lantai.
"Cantik dan sempurna! " puji Davin dengan mata berbinar.
Aulia yang sadar jika ia tidak mengenakan apa-apa pada bagian atas tubuhnya, reflek menutupi nya dengan kedua tangan.
Sungguh ia malu bagian sensitif nya di lihat oleh suami nya sendiri. Davin mengangkat Aulia menuju tempat tidur dan meletakkan istrinya dengan hati-hati.
"Jangan di tutup sayang! Mas suka, sangat suka! " ucap Davin sembari menindih tubuh istrinya tapi tidak tergencet karena ia tahan dengan tangan nya.
"Aku malu Mas... " rengek Aulia dengan wajah bersemu merah.
Tidak ingin memaksa, Davin kembali melu mat bibir istrinya dengan agak kasar dan menuntut lebih. Ia men jilat leher Aulia hingga karena gairah nya bangkit lagi, Aulia melepas tangan yang tadi menutup gunung kembar dan meremas rambut suaminya.
Tidak mensia-siakan peluang, Davin menyentuh gunung kembar Aulia hingga Aulia merasa dirinya kesetrum kembali saat tangan besar Davin menggenggam dadanya.
"Aakkhhh Maaas... "
Ciuman Davin turun ke tulang selangka, turun ke dada hingga ia men jilat Choco chip coklat muda yang sudah menegang.
"Maaaa.... " desah Aulia menggelinjang hebat dengan tangannya meremas seprei.
Ia semakin men desah, meng erang dan merintih saat mulut hangat Davin meng hisap gunung kembar nya secara bergantian seperti bayi yang menyusu pada ibu nya.
Permainan Davin membuat bagian bawahnya mulai basah sehingga ia merasa tidak nyaman, pengen di sentuh, apa lagi tubuh Davin berada di tengah-tengah bagian bawah nya.
Davin meninggalkan banyak tanda di dada sang istri. Mulutnya masih asik bermain di gunung kembar Aulia, tangan kanannya mulai bergerilya mengusap perut hingga bagian lembah. Mengusap nya atas bawah hingga Aulia merasa kan lembah nya terasa gatal.
Tangan Davin masuk ke dalam celana dan mengangkat wajahnya dari dada sang istri sambil tersenyum.
"Sudah basah sayang! " ucapnya dengan tersenyum lebar.
Ia menunduk untuk melorot kan celana pendek sekalian segitiga menutup lembah dan menampilkan hutan yang lebat tapi pendek karena sudah di pangkas.
"Mas... Jangan di lihat! Malu.. ! " ucap Aulia dengan menutup paha nya.
Aulia kaget saat jemari nya menyentuh sesuatu yang keras seperti kayu tapi ada kenyal-kenyal nya. ia menatap wajah suaminya dan suaminya tersenyum lembut.
Davin menunduk kembali dengan melu mat bibir Aulia dan meng hisap lidah nya dengan buas layaknya singa kelaparan. Tangan nya memijat lembut gunung kembar secara bergantian hingga membuat Aulia meremas kuat rambut suaminya.
Ciuman Davin kembali turun ke leher, tulang selangka, dada dan bermain di ujung Choco chip dengan men jilat nya seperti ice krim. Tangan nya kembali membelai lembah, awalnya membelai hutan nya, lalu turun ke bibir lembah yang sudah basah. Memainkan kacang kecil pada lembah tersebut dengan menusuk nya pelan.
"Mas..... " jerit Aulia dengan meremas seprei.
"Men desah lah yang kuat sayang! " ucap Davin.
Ia turun ke bawah dan wajah nya tepat di depan lembah ke wanita an Aulia. Ia menatap lama lembah yang akan menjadi sarang piton nya.
"Mas... Apa yang kamu lakukan di bawah sana! " tanya Aulia heran.
Kedua tangan Davin memegang paha Aulia, ia melebarkan paha tersebut hingga terlihat jelas lembah yang ia inginkan.
"Mas... Apa yang ... Aahhhh... Maaas.... " jerit Aulia kencang dengan mata merem melek.
Ada sesuatu yang hangat menyapu lembah nya yang membuat Aulia kaget, geli dan nikmat bercampur aduk. Ia tidak menyangka jika suaminya men jilat bahkan meng hisap kencang kacang kecil yang ada di tengah-tengah lembah.
"Maaasss... kenapa aku membuat aku seperti ini?? Ini begitu luar biasa! " teriak Aulia dengan napas naik turun.
Apa yang dilakukan suami nya membuat nya menggelepar seperti ikan kekurangan air. Ia men desah, meng erang dan merintih penuh nikmat. Bahkan tangan nya ikut meremas rambut suami nya yang berada di bawah.
Tiba-tiba saja ia merasa ada satu gelombang yang datang dan ia berusaha menjauhkan kepala suaminya dari lembah nya, tapi Davin menekannya dengan kuat hingga ia hanya bisa berteriak-teriak.
"Mas... lepas... Aku mau pipis.. " jerit nya dengan tangan yang berusaha melepaskan kepala Davin.
"Keluar kan saja sayang, jangan di tahan! " teriak Davin di sela-sela kegiatan nya.
"Maaaassss..... "jerit Aulia panjang dengan tubuh mengejang, bergetar hebat dan napasnya ngos-ngosan naik turun. Sesuatu yang mengalir dari ujung kaki hingga ujung kepala dan langsung meledak. Bagian bawahnya seperti mengalir air, sesuatu hal yang membuat tubuh nya menjadi lemas tak bertulang.
__ADS_1
"I-itu tadi apa Mas?? Kenapa rasanya begitu nikmat dan bikin aku lemas kayak gini? " tanya Aulia dengan dada naik turun.
"Itu lah pelepasan mu sayang! Org asme pertama mu! " jawab Davin dengan mengecup lembut bibir istrinya.
"Tapi ada yang lebih enak lagi sayang? " bisik Davin dengan suara parau.
"A-apa?? " tanya Aulia bingung.
"Ini... ! " jawab Davin dengan menurunkan celana pendeknya hingga ia bugil.
"Astaga Mas... Gede banget! Apa itu muat Mas! " pekik Aulia kaget dan reflek pahanya menutupi lembah di bawah.
"Jangan khawatir, milik mu akan akan menyesuaikan dengan pemilik nya! " jawab Davin dengan mata sayu.
"Pe-pelan-pelan ya Mas.. ! " ucap Aulia dengan agak takut-takut.
Davin kembali menyerang istrinya karena ia sudah tidak tahan lagi, mereka bercumbu dengan begitu bergairah, Aulia sudah mulai bisa mengimbangi ciuman suaminya meskipun masih agak kaku tapi ia sebisa mungkin membalas nya.
Mulut Davin bermain di gunung kembar Aulia dengan tangan kiri meremas gunung yang di sebelah nya. Tangan kanan nya tidak tinggal diam dengan membelai lembah bagian bawah dengan menusuk nya pelan-pelan memainkan kacang kecil yang membuat Aulia semakin melayang dan bertambah basah.
Merasa rangsangan nya cukup, ia mengarahkan kepala piton menuju mulut goa, menggesek-gesek nya hingga membuat Aulia men desah dengan mata merem melek.
"Tahan sebentar sayang! Jika terlalu sakit, gigit bahu Mas! " bisik Davin dengan suara parau.
Ia mendorong kepala piton untuk masuk, percobaan pertama gagal, kedua gagal, Davin sampai berkeringat karena pintunya masih kuat segel nya, ia mendorong setengah tenaga hingga masuk separuhnya.
"Aaakkkhhh.. perih Mas.. " ucap Aulia meringis kecil.
"Tahan sayang! " sahut Davin.
Ia mencium kembali bibir istrinya agar rileks dan dengan sekali hentakan piton nya kembali masuk hingga seluruh nya.
"Sakitt.... " pekik Aulia dengan menggigit bahu suaminya.
Rasanya inti nya penuh dan sesak. Tidak ia sadari keluar setitik air bening di sudut matanya. Davin diam sejenak agar sarang nya piton beradaptasi dengan penghuni nya.
Davin kembali mencium bibir istrinya agar istrinya melupakan sejenak rasa sakit nya, ia membuat Aulia kembali melayang-layang dengan sentuhan nya pada lehernya, dadanya hingga ia merasa Aulia sudah siap, ia mulai bergerak maju mundur.
Aulia menjerit kembali karena Davin mulai bergerak maju mundur dengan gerakan sedang.
"Sa-sakit.... Aah.. Mas.. " teriak Aulia.
"Sayang... Piton ku di cengkram erat milik mu ! Aahh... " sahut Davin dengan mata merem melek.
"Ah Maasss.... lebih cepat... " pekik Aulia dengan tangan meremas seprei.
Davin menambah tempo gerakan nya menjadi begitu cepat, teriakan, rintihan, desa han dan era ngan mendominasi kamar pengantin tersebut. Dingin nya AC tidak membuat mereka kedinginan, tetapi bertambah panas karena mereka berpacu bermandi keringat.
Rasa sakit yang ia rasakan di awal berubah menjadi rasa nikmat yang tidak bisa di katakan oleh bibirnya.
"Maaas.... Aku mau keluar... " jerit Aulia saat ia merasakan jika ia akan mencapai pelepasan nya kembali.
"Tahan sebentar sayang, Mas juga akan keluar! " ucap Davin dengan suara men desah.
Ia menautkan kedua tangan mereka, mempercepat goyangan nya dan akhirnya mereka berdua berteriak bersama-sama saat mencapai pelepasan yang membuat tubuh mereka berdua sama-sama lemas.
"Maaasss..... "
"Sayang.... "
Davin ambruk di sisi Aulia setelah piton nya menyemburkan lahar putih nya di rahim Aulia dengan tubuh mereka yang masih menyatu.
Davin sengaja menunggu agar piton nya kembali mengecil agar Aulia tidak kesakitan saat di cabut.
"Terimakasih sayang... " bisik Davin sembari tangan nya menarik selimut untuk menutupi tubuh polos mereka berdua..
Bersambung...
__ADS_1