
Acara aqiqah si kembar akhirnya selesai dengan pembagian santunan kepada anak-anak yatim oleh Mama Lia langsung dengan di bantu Kak Aini dan Kak Ara.
Ibu Tinah yang sedang memakan makanan nya tampak gelisah dan itu terbukti dengan ia terus melirik kiri kanan. Karena tidak tahan lagi ia langsung pergi ke dapur dan bertemu dengan Bulek Saroh yang sedang membuatkan susu ibu menyusui untuk Amay.
"Kenapa Mbak?? " tanya Bulek Saroh yang heran melihat raut wajah Ibu Tinah yang agak salah tingkah.
"Oh, gak papa kok Sar! Hanya gak nyaman aja makan di depan tadi! " jawab Ibu Tinah agak gugup.
"Beneran nih?? Bukan karena ada sesuatu?? " sahut Bulek Saroh dengan tersenyum misterius.
Ibu Tinah menggeleng dengan keras membantah ucapan Bulek Saroh.
"Iya juga gak papa kali Mbak! " ucap Bulek Saroh santai.
"Haah.... " sahut Ibu Tinah cengo mendengar ucapan Bulek Saroh.
"Mbak bukan mau menghindar dari seseorang kan?? " tanya Bulek Saroh dengan memicingkan matanya.
"Y-ya Nggak lah... ! " jawab Ibu Tinah dengan gelagapan.
"Ya udah kalau gitu! Aku duluan ya Mbak mau ngantar susu Amay! " sahut Bulek Saroh pura-pura tidak peduli dan meninggalkan meja makan.
"Haah.... " Ibu Tinah menghela napasnya kasar sembari memakan kembali makanan yang ada di piringnya.
Flashback saat Ibu Tinah sampai di kediaman Barzakh.
Davin menyambut kedatangan Ibu nya dari Pondok Pesantren kampung orang tua kandungnya bersama dua sepupu nya Haikal dan Haura serta Pakde Soleh kakak sepupu Abah nya dengan sang putri Annisa sepupu nya.
Ia memperkenalkan sang Ibu dengan Pak lek dan Bulek nya karena saat Ibu nya pindah ke Pondok mereka berdua masih di Jakarta bersama Amay dan si kembar.
Setelah memperkenalkan Ibu nya pada semua orang, Davin meminta Ibu nya untuk istirahat karena Mama Lia yang meminta Ibu Tinah supaya istirahat dulu.
"Him, beneran Ibu angkat nya Davin seorang janda! " tanya Pakde Soleh saat hanya mereka bertiga saja di teras belakang.
"Mungkin aja lah Kang! Kan aku baru ketemu tadi ! Selama ini cuma dengar cerita dari Davin aja! Emangnya kenapa?? " jawab Pak lek Rohim sambil bertanya kembali.
"Ya gak napa-napa! Gak percaya aja soalnya masih muda banget aku lihat! " jawab Pakde Soleh mengalihkan muka nya.
"Hayo, jangan bilang Kang Soleh lagi puber kedua! Gak papa sih, kan udah lama juga menduda! " tebak Bulek Saroh dengan tersenyum jahil.
"Beneran Kang! Alhamdulillah... ! " ucap Pak lek Rohim mengucap syukur.
"Kalian ini... Asal tebak aja! Aku kan cuma nanya! " jawab Pakde Soleh ngeles tidak mau mengaku.
"Iya juga gak papa kok Kang! Apa salah nya Kakang berumahtangga lagi! Toh Annisa gak akan melarang! Mau sampai kapan Kakang menahan diri? Jika Annisa menikah nanti, otomatis ia akan ikut kemana suaminya pergi dan pasti nya Kakang akan tinggal sendiri! Kalau Kakang menikah setidaknya Kakang punya teman untuk berbagi cerita, teman ngobrol dan gak akan kesepian! " ucap Bulek Saroh panjang lebar.
"Betul kata Saroh Kang! Lagian Kakang udah lama banget menduda! Sudah saat nya juga Kakang mengakhiri kesendirian Kakang! " sahut Pak lek Rohim mendukung istrinya.
"Nisa setuju juga Bah sama Pak lek dan Bulek! " ucap Annisa tiba-tiba datang memberikan restu nya.
"N-nisa.... " ucap Pakde Soleh dengan wajah tidak enak pada putri nya.
"Tuh Kang, Nisa aja juga setuju! " celutuk Bulek Saroh lagi.
"Abah gak mau karena takut nyakitin Umi ya? Bah, bukan nya Nisa mau ngajarin Abah! Di mana-mana orang yang sudah meninggal itu sudah putus urusan dunia nya saat ia meninggal! Abah gak khianati Umi kok Bah! Bahkan Umi menunggu Abah di sana! Nisa setuju Abah menikah lagi, dan benar kata Bulek kalau Nisa suatu saat akan menikah dan pasti akan ikut kemana suami Nisa pergi! Itu yang menjadi pertimbangan Nisa untuk tidak cepat-cepat menikah! Nisa takut ninggalin Abah sendiri! " ucap Annisa panjang lebar dengan wajah sendu.
"Tapi, Abah kan gak tau Ibu nya Davin itu mau apa gak nikah sama Abah! " sahut Pakde Soleh insecure pada diri nya sendiri.
__ADS_1
"Ya Abah yakini dong biar Ibu Tinah mau sama Abah! Kalau perlu minta bantuan Kang Davin buat jadi makcomblang! "ucap Annisa memberikan ide.
"Ide bagus itu Kang! Aku setuju dan kita minta bantuan Davin buat jodohin Kakang sama emaknya! " sahut Bulek Saroh dengan bersemangat.
"Iya Kang! Nanti kita bantu bicara sama Davin! " ucap Pak lek Rohim memberikan dukungan nya.
"Mau bicara apa Pak lek??? " tegur Davin dengan kepala melongok ke arah mereka berempat.
"Astaghfirullah hal Adzim..... ! " ucap mereka berempat kaget dengan kepala Davin doang yang nongol.
"Kenapa kaget gitu?? Kayak lihat setan aja! " ucap nya lagi tanpa merasa bersalah.
"Iya, koe setannya! Keluar lagi jahil nya! Siapa yang gak kaget kalau kepala kamu doang yang nongol!" sahut Bulek Saroh geram dengan mencubit lengan Davin.
"Hehehehe.... Maaf, Davin gak sengaja Bulek! " jawab Davin cengengesan.
Pakde Soleh dan Pak lek Rohim geleng-geleng kepala dengan kejahilan Davin sedangkan Annisa cekikikan sembari menutup mulutnya dengan tangan.
Ia langsung duduk di sebelah Pak lek Rohim dan ikut bergabung dengan mereka.
"Jadi, Pak lek mau ngomong apa sama Davin? Serius amat kayak nya!" tanya Davin to the point dengan melihat mereka semua satu persatu.
"Itu, Pakde Soleh mau melamar Ibu kamu! Ibu kamu beneran janda kan Le? Bukan bini orang? " jawab Pak lek Rohim juga langsung saja pada inti pembicaraan mereka.
"Beneran itu Pakde??" tanya Davin menatap Pakde nya dengan wajah serius.
"Itu kalau Ibu kamu mau menikah sama Pakde Le... " jawab Pakde Soleh dengan wajah malu-malu.
"Hua..... Davin gak rela Bulek, Pak lek... ! Hua... Davin gak rela! " teriak Davin menangis tanpa air mata dengan memeluk lengan Pak lek nya.
"Pak lek... Hua... ! Davin gak rela Pak lek! Hua... ! Davin gak rela kalau Ibu nikah duluan! Davin gak rela! Seharusnya kan Davin yang harus nikah duluan, bukan Ibu sama Pakde! Secara kan dulu Ibu pernah menikah, Pakde juga! Masa iya gak mau kasih kesempatan Davin untuk duluan! Pokok nya Davin gak rela! " teriak Davin lagi dengan menarik lengan Pak lek Rohim.
"Gubrak... "
"Plak.... Plak.... "
Bulek Saroh, Pakde Soleh hampir saja copot jantung nya mendengar alasan absurd Davin menolak Ibu nya nikah lagi. Sampai-sampai Bulek Saroh memukul gemes lengan kekar Davin karena kesal bin geram.
"Bah, boleh Umi kutuk gak Bah keponakan Abah ini jadi beras! " tanya Bulek Saroh pada suaminya dengan wajah geram.
Annisa tergelak kencang mendengar ucapan sengklek kakak sepupu nya itu. Ia sampai memegang perut nya yang sakit karena banyak tertawa.
"Kok di kutuk jadi beras sih Bulek, bukannya jadi batu ya kayak Malin kundang! " tanya Davin yang malah protes.
"Gak ada guna nya kalau jadi batu, kalau beras kan lumayan bisa Bulek masak dan gak perlu beli beras lagi! " jawab Bulek sama sengklek nya.
Davin merenggut dan Pak lek Rohim hanya geleng-geleng kepala dari tadi dengan kelakuan ajaib keponakan nya.
"Kalian berdua itu sama saja! Kamu juga Le, Pak lek ngomong serius malah di ajak bercanda! " ucap Pak lek Rohim dengan kembali memasang wajah serius.
"Davin juga serius Pak lek! Davin gak rela Ibu duluan sama Pakde! Harus Davin yang duluan menikah, setelah itu baru Ibu! " jawab Davin keukeh dengan pendapat nya.
"Emang nya si Aulia udah mau nikah sama koe? " tanya Bulek Saroh pada Davin.
"Ya belum sih, soalnya Davin belum ngomong sama Aulia! " jawab Davin nyengir dengan menampilkan giginya.
"Astaga ini anak! Belum ngomong apa-apa sama Aulia udah mau sok-sokan menentang emaknya nikah lagi! Ih gemes banget aku ! pengen tak jadiin perkedel aja! Ngidam apa dulu Mbak Izah kok bisa mengandung dan melahirkan anak kayak gini! " ucap Bulek Saroh gregetan.
__ADS_1
Annisa makin tertawa cekikikan melihat kesomplakan kakak sepupunya itu.
"Le, le... ! Kalau kamu udah ngomong sama Aulia tentang perasaan kamu dan Aulia nya mau, Pak lek akan langsung menemui orang tua Aulia untuk meminang nya untuk kamu! Kamu paham Le.. ?? " tanya Pak lek Rohim lagi pada Davin.
"Tapi Davin takut di tolak Pak lek.. ?? " ucap Davin dengan wajah pesimis.
"Yassalam... Bunuh orang dosa gak ya?? Ini anak benar-benar nguji kesabaran rupanya! Badan gede gak sesuai dengan nyali nya! Eh Bambang, di mana-mana berjuang dulu biar tau berhasil apa enggak nya! Ini belum berjuang udah nyerah! Jangan malu-maluin Abah kamu sebagai jawara penakluk wanita! " sahut Bulek Saroh makin gregetan dengan keponakan nya itu.
Annisa semakin tertawa kencang hingga mengeluarkan air mata.
"Dah lah, Nisa udah gak kuat lagi ketawa! Kang Davin benar-benar lucu! Nisa mau ketemu si kembar dulu lah! " ucap Annisa sambil beranjak pergi masuk ke dalam rumah.
Gak cuma Nisa, Pakde Soleh juga ikutan terkekeh melihat kesomplakan anak sepupunya itu. Pak lek Rohim sampai memijit kening nya karena pusing dengan kelakuan nyeleneh keponakan kandung nya ini.
"Emang Abah dulu playboy ya Pak lek?? " tanya Davin kepo.
"Sembarang koe ngomong! " sahut Pak lek Rohim menepis gemes lengan keponakan nya itu.
"Lah, tadi Bulek bilang Abah jawara penakluk wanita, itu artinya banyak dong perempuan klepek-klepek sama Abah! " ucap Davin santai.
"Bukan penakluk wanita seperti itu yang Bulek maksud Tole??? Tapi Abah kamu berhasil menaklukkan Umi kamu yang cuek dan awal nya gak suka sama Abah kamu! Masa kamu naklukin Aulia aja yang manis kayak gitu gak bisa! Kalau Abah kamu masih ada, pasti malu dia punya anak yang mental kerupuk kayak kamu! " sahut Bulek Saroh gemes.
"Nah gitu dong ! Bulek ngomong nya kayak gitu, jadi otak nya Davin mikirnya lain lah ! *Coba ngomong jelas dari tadi gak pakai kiasan kayak gitu, jadikan Davin gak mikir jauh! " jawab Davin tidak mau kalah.
"Udah, udah... Pokoknya pastikan dulu Aulia mau apa gak jadi istri kamu Le! Kalau udah pasti Pak lek akan lamar dia untuk kamu! Nah sekarang balik lagi pada omongan Pak lek yang pertama, Ibu kamu emang beneran janda kan?? " ucap Pak lek sambil bertanya kembali.
"Yoi Pak lek... Ibu pernah ngomong ia kembali ke tempat asal ia tinggal waktu Davin usia lima tahun. Ternyata suami Ibu sudah benar-benar menceraikan Ibu saat Ibu mengecek di KUA apakah pernikahan mereka masih ada apa tidak. Kata Ibu mantan suaminya sudah menceraikan Ibu secara hukum dengan sidang dan seperti nya mereka menggunakan tanda tangan palsu agar bisa mendaftarkan gugatan cerai di pengadilan. Karena Ibu gak tau jadi gak pernah hadir sehingga perceraian mereka cepat di proses. Ibu hari itu juga ke pengadilan meminta akta cerai nya karena alasan kebakaran Ibu mendapatkan akta cerai baru dari pengadilan. Gitu kata Ibu Pak lek! " jawab Davin panjang kali lebar.
Pakde Soleh dan Pak lek Rohim mangut-mangut tanda mengerti.
"Jadi gimana Kang? Kakang masih yakin pengen melamar Mbak Tinah untuk jadi istri Kakang?? " tanya Pak lek Rohim meminta pendapat Pakde Soleh kembali.
"Ya yakin toh Him... Moso gak yakin! Mudah-mudahan Dek Tinah mau menerima niat baik Kakang! " jawab Pakde dengan senyum malu-malu meong.
"Jiah.... Yang muda kalah ama yang muda! Pakde kasmaran lagi, kayak anak muda yang kasmaran! Tapi kali ini ABG tua yang kasmaran! " ledek Davin menaikturunkan alisnya menggoda Pakde Soleh.
Pak lek dan Bulek hanya geleng-geleng kepala lihat kelakuan Davin menggoda Pakde Soleh, sedangkan Pakde Soleh hanya senyum-senyum saja.
"Dah lah, ngomong sama kamu bikin Bulek makin melenceng jauh! Bulek mau nenangin diri dulu ketemu si kembar! " jawab Bulek Saroh sambil beranjak dari duduknya masuk ke dalam rumah.
"Pak lek juga! Mau istirahat aja! Jangan lupa bantuin Pakde mu melamar Ibu mu dan bantu Pakde mu meyakinkan Ibu mu Le.. ! " ucap Pak lek ikut-ikutan masuk ke dalam rumah dengan di ikuti Pakde Soleh.
Tinggal Davin seorang diri duduk di teras sembari berpikir keras akan keinginan Pakde Soleh.
"Masa iya aku kalah sama yang tua! Aaarrrgghhh... Bikin kesel aja! Seharusnya kan aku yang duluan nikah, masa Ibu sama Pakde sih! Kalau aku larang dosa dong aku menghalangi niat baik Pakde! Lagian kan Ibu juga sudah lama sendiri, sudah saat Ibu juga memikirkan kebahagiaan diri nya dengan punya pendamping yang bisa menemani hari tuanya. Aduhh, benar-benar dilema aku ini! Di biarkan saja mati emak, di larang keras mati Bapak! Duh, bagai hidup segan mati tak mau ini! " gumam davin gusar sendiri.
Flashback Off*
"Hayo, Ibu lagi mikirin siapa hayo... ! " ucap Davin dengan menepuk pelan bahu Ibu nya.
"Astaghfirullah hal adzim..... " teriak pelan Ibu Tinah dengan mengurut dadanya karena kaget.
Bersambung...
Selamat membaca dan selamat beraktivitas reader semuanya...
Semoga hari kalian menyenangkan 💕😍
__ADS_1