
Amay bersungut-sungut kesal sembari mengeringkan rambutnya dengan hairdryer yang di pinta Izam pada petugas hotel.
Ia mendengus sebal pada sang suami yang sudah membuat nya keramas jam 11.20 waktu setempat.
"Aulia yang mantenan, aku yang di kerjain! " ucap Amay sambil ngomel-ngomel kesal.
"Emang dasar tubuh nyebelin! Gampang benget luluh ama bujuk rayu kucing garong yang gak pernah puas! " ia merutuki dirinya sendiri.
Aksi pumping Asi sambil ciuman membuat ia keterusan alias kebablasan bermandi keringat berolahraga di kamar tersebut. Karena hal itu, membuat ia mendapatkan Asi nya sebanyak enam botol, lebih banyak dari biasanya.
Izam keluar dari kamar mandi sambil bersiul gembira karena ia mendapatkan keinginan nya. Ia mengedipkan matanya pada sang istri yang menatap nya dengan sinis.
"Gak usah manyun gitu sayang ku! Toh, Asi nya dapat lebih banyak dari biasanya kan?? Kamu gak percaya sih! " ucapnya dengan bangga sambil memakai pakaian nya.
"Cih, itu hanya akal-akalan Abang aja! Bisa-bisa nya aku ketipu rayuan kucing garong lapar! Nyebelin! " sahut Amay dengan sinis.
"Hahahaha... " Izam tergelak kencang sambil memegang perut nya karena lucu dengan sebutan sang istri padanya.
"Gara-gara Abang, aku mandi lagi ! Padahal baru jam segini udah keramas lagi! Aulia yang mantenan, malah aku yang keramas! Besok-besok kalau pumping Asi aku gak mau ajak Abang lagi! Rugi bandar! Udah malam minta jatah, siang juga minta jatah! Pokoknya Abang nyebelin! "ucap Amay lagi dengan bibir berkerut manyun.
Izam semakin kencang ketawa mendengar gerutuan sang istri. Ia merapikan penampilan nya sebelum mereka turun ke lantai bawah kembali lagi ke tempat acara.
🌾🌾🌾
Di pesta resepsi pernikahan Davin dan Aulia.
Davin dan Aulia sudah dua kali berganti pakaian. Setelah pakaian adat yogyakarta, mereka berganti lagi pakaian gaun pengantin berwarna maroon yang membuat mereka capek luar biasa.
"Kirain jadi pengantin itu enak! Nyata nya kayak gini rasanya, capek banget! Dulu lihat Izam sama Amay di atas pelaminan selalu bilang jika mereka enak banget cuma tegak duduk doang! Eh rupanya lebih enak melihat doang dari pada merasakan nya! " gerutu Davin dengan wajah letih.
"Hahahaha... Mas bisa aja bercanda nya! Sabar Mas, akan sekali aja kita kayak gini! Jadi sabar ya, nanti sore palingan juga udah selesai. " ucap Aulia tertawa kecil mendengar keluhan suaminya.
Davin menggenggam lembut tangan istrinya sambil duduk di pelaminan.
"Aku bahagia banget bisa menjadi kan kamu istri aku, ibu dari anak-anak ku nanti! Seseorang yang akan menemani aku hingga tua nanti! I love you sayang! " ucap Davin sembari mengecup lembut punggung tangan istrinya.
"Sabar Bro! Kayak nya ada yang udah gak sabar mau malam pertama! Masih Asar ini! " goda Izam saat ia naik ke atas pelaminan.
"Dari mana aja Lo? Gue cariin dari tadi gak nongol-nongol! " Tanya Davin dengan mendengus kesal.
Ia kesal karena Izam mengganggu acaranya untuk merayu sang istri.
"Biasa... ! Mumpung di hotel, jadi ngisi baterai dulu! " jawab Izam santai dengan menaikturunkan alisnya.
Davin yang langsung mengerti dan melihat rambut Izam basah langsung memberikannya tendangan kosong pada sang sahabat.
"Anjirr lo... Gue yang nikah, kenapa malah elu yang indehoy? Dasar sahabat laknat! " umpat Davin kesal setengah mati.
"Hahahaha... " Izam tergelak kencang melihat wajah kesal sahabat nya dan langsung turun dari panggung pelaminan.
"Kampret tuh orang! Bikin kesal aja! Haish... Bikin gue Traveloka kemana-mana lagi! " ucap Davin dengan wajah gusar.
"Kenapa Mas?? Emangnya kalian pada ngomongin apa sih sampai Mas kesal gitu sama Mas Izam? " tanya Aulia heran dengan mengusap pelan lengan suaminya.
"Ngeselin banget tuh suami sahabat kamu Yank! Masa jam segini bisa-bisanya ia abis bikin adik untuk si kembar! Di pernikahan kita lagi, benar-benar ngeselin! Seharusnya kan kita yang kayak gitu, karena ini pernikahan kita! Masa dia yang udah punya empat buntut yang malah enak enakan jab jib jub di hotel! " jawab Davin berapi-api tanpa menyadari jika wajah Aulia sudah berubah merah merona karena malu.
"Astaga... Kenapa otak aku langsung traveloka mendengar ucapan Mas Davin? Duh, kampret itu Mas Izam, gara-gara dia aku jadi travelling kemana-mana! " gerutu Aulia dalam hatinya.
"Ya udah, gak usah di dengerin! Mas Izam itu sengaja memanas-manasi Mas! Dah ah, jangan cemberut, tuh tamu nya naik lagi! " hibur Aulia dengan jantung berdebar kencang.
Setelah berkata begitu, Aulia memalingkan wajahnya ke arah kiri agar Davin tidak menyadari jika ia malu mendengar ucapan frontal sang suami.
__ADS_1
Mereka berdua kembali melayani ucapan selamat dari para tamu undangan. Karena anak-anak nya sudah capek karena mulai rewel, sebelum Asar Amay meminta untuk pulang terlebih dahulu.
Aulia mengusap betis nya yang terasa ngilu dan letih karena dari jam 11 tegak duduk di pelaminan menyambut para tamu yang datang. Mereka duduk hanya sebentar dan terlihat lega saat berganti pakaian. Setelah kembali ke pelaminan, lelah dan letih kembali mereka rasakan.
"Kalau kamu capek, kita ke kamar aja! " ucap Davin lembut sembari menggenggam tangan istrinya.
"Capek banget Mas, kaki ku rasanya mau copot! Tapi emang nya boleh kita keluar duluan? " jawab Aulia agak takut-takut.
"Ya boleh lah, kan udah mau jam 5 juga! Lagian kita juga belum sholat Asar kan?? " ucap Davin lagi pada istrinya.
Aulia mengangguk, Davin langsung mendekati Bulek nya minta izin ke kamar duluan karena kasihan dengan Aulia yang sudah kesakitan kaki nya.
"Yo wes... ! Bawa sana Aulia! Lagian acaranya udah hampir selesai! Tinggal kasih tau aja sama tamu nya kalau pengantin nya kecapean. " sahut Bulek Saroh santai.
Davin tersenyum senang karena di perbolehkan pergi duluan keluar aula. Mereka keluar aula dan masuk ke dalam lift dengan bergandengan tangan.
Saat di dalam lift, Davin dan Aulia terdiam dengan tangan masih bertautan. Mereka mendadak grogi satu sama lainnya karena ia pertama kalinya mereka berduaan dalam keadaan halal, dalam artian tidak berdosa jika berdua-duaan.
Ting...
Davin menarik tangan Aulia agar keluar dari lift dan berjalan menuju kamar yang sudah di persiapan Izam untuk mereka berdua.
"Ayo masuk! Kenapa malah bengong?? " tanya Davin saat Aulia hanya mematung di depan pintu kamar.
"I-iya Mas... " jawab Aulia gugup dengan tangan mengeluarkan keringat.
Ia mengikuti langkah Davin memasuki kamar dan begitu masuk ia terkejut melihat kamar mereka sudah di hias sedemikian rupa seperti kamar pengantin.
Dengan bunga bertaburan di atas kasur dan sepasang angsa dari handuk di letakkan di tengah-tengah kelopak bunga.
"I-ini kamar kita Mas?? " tanya Aulia dengan wajah tidak percaya.
"Iya... Izam yang kasih untuk kita bermalam di sini sebelum kita berangkat bulan madu esok sore Ke Jepang! " jawab Davin yang membuat Aulia memekik kegirangan.
Davin tersenyum melihat aksi istrinya yang begitu bahagia saat ia berkata akan pergi ke Jepang.
"Ya udah, sekarang buruan mandi! Nanti waktu Asar nya keburu habis! " ucap Davin pada Aulia.
"Mas aja duluan, aku mau bersihin make up dulu! Kelamaan kalau nungguin aku! " sahut Aulia meminta Davin mandi duluan.
"Oh iya ya.. Ya udah, Mas mandi dulu! Udah gerah banget! " ucap Davin sembari mengangkat kopernya untuk mengambil baju.
Aulia membersihkan make up yang menempel di wajah nya, ia membuka perlahan aksesoris yang menempel di hijab nya. Perlahan ia membuka hijab yang menutupi kepala nya dan akhirnya mahkota nya yang panjang sepinggang terurai indah dengan warna hitam legam.
Davin yang sudah selesai mandi tertegun melihat istrinya yang melepas penutup kepala dengan rambut hitam panjang yang begitu indah.
Saat Aulia berbalik ke belakang, mata mereka bertatapan dengan Aulia menatap Davin dengan jantung berdegup kencang, begitu juga Davin yang melihat Aulia dengan tatapan yang begitu memuja.
"Cantik.... " satu kata yang lolos dari mulut Davin.
Muka Aulia langsung bersemu merah mendengar pujian yang terlontar dari bibir suaminya.
"A-aku mau mandi dulu! Mas duluan aja sholatnya karena udah hampir jam 5 ! " ucap Aulia dengan wajah gugup dan langsung berlari melewati Davin menuju kamar mandi.
Begitu masuk ke kamar mandi, Aulia bersandar di pintu kamar mandi memegang dada nya yang berdetak kencang seperti mau lepas.
"Ya Allah.. Baru di lihat kayak gitu aja aku udah panas dingin! Apa lagi sampai di unboxing!! Bisa-bisa aku langsung pingsan! " ucap Aulia sembari menggigit bibirnya karena grogi sendiri.
Ia cepat-cepat menanggalkan gaunnya dan menaruhnya di tempat cucian. Karena waktu Asar sudah mendekati akhir, ia cepat-cepat mandi agar tidak terlewati sholat Asar.
"Astaghfirullah... Bagaikan bisa aku lupa bawa handuk! Di sini hanya bathrobe aja yang di gantung! Gimana aku bisa keluar kalau kayak gini? Aku malu di lihat oleh laki-laki meskipun kami sudah sah! Kalau tidak keluar maka aku terlewatkan sholat Asar! " ucap Aulia berperang dengan dirinya.
__ADS_1
Akhirnya ia memberanikan diri keluar kamar mandi dengan menggunakan bathrobe. Begitu keluar, ia melihat Davin sedang sholat. Tidak ingin mensia-siakan kesempatan, Aulia bergegas membuka kopernya dan mengambil mukena.
Karena terburu-buru ia sampai lupa mengenakan pakaian dalam nya saat memakai mukena.
"Alhamdulillah selamat! " gumam ia lirih setelah memakai mukena lengkap.
Ia bergegas melakukan sholat Asar karena tidak ingin waktunya habis. Davin tersenyum melihat istri nya sholat di belakang nya. Ia berniat akan sholat berjamaah saat magrib nanti bersama sang istri.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.. " ucap Aulia lirih saat selesai sholat.
Ia kemudian berdzikir sambil duduk di atas sajadahnya dengan memejamkan matanya seperti biasanya ia sholat. Hingga tanpa ia sadari berkumandang azan maghrib untuk waktu Jakarta dan sekitar nya.
"Astaghfirullah... Kebablasan sampai maghrib! Oh iya, Mas Davin mana! Aduh, kenapa bisa lupa kalau udah nikah?? " ucap Aulia menepuk pelan jidatnya.
Sehabis sholat ia keasyikan berdzikir seperti biasa dan lupa jika ia tidak sendiri di dalam kamar, tetapi bersama suaminya.
Aulia tersenyum melihat Davin ketiduran dengan bersandar di atas kasur dengan masih berpakaian lengkap yaitu pakaian sholat.
Sesaat ia ingat jika lupa memakai pakaian dalam, Aulia bergegas memakai pakaian dalam nya tanpa melepaskan mukena nya karena takut Davin terbangun.
Setelah selesai, ia mendekati suaminya dan menggoyangkan paha nya yang di tutup kain sarung.
"Mas.. Bangun Mas! Udah Adzan maghrib, Mas! " panggil Aulia pada suaminya.
"Astaghfirullah... Maaf sayang, Mas ketiduran! " ucap Davin sambil mengusap kasar wajah nya.
"Aku yang minta maaf Mas! Kebablasan berdzikir bikin aku lupa kalau aku gak sendiri di kamar ini! Ayo Mas wudhu lagi! " sahut Aulia juga meminta maaf pada suaminya.
"Iya sayang! Tungguin Mas ya! Kita sholat berjamaah! " ucap Davin sembari berjalan ke kamar mandi.
Aulia mengangguk dan mengatur sajadah mereka karena akan sholat berjamaah berdua untuk pertama kalinya.
Davin keluar dari kamar mandi dan tersenyum bahagia melihat Aulia sudah siap untuk di imami oleh dirinya.
Mereka berdua sholat maghrib berjamaah untuk pertama kalinya sebagai sepasang suami-istri. Aulia mencium tangan suaminya dengan takzim dan Davin mengecup lama kening Aulia. Sentuhan mereka yang kedua setelah halal setelah yang pertama setelah ijab qabul tadi pagi.
"Mau makan di sini apa kita keluar?? " tanya Davin saat ia melipat sajadah nya serta kain sarungnya.
"Di kamar aja Mas, kakiku capek mau jalan lagi ke luar! " jawab Aulia dengan menarik kopernya.
"Ya sudah, Mas pesan dulu ya! " ucap Davin sambil duduk di ujung kasur guna menelpon petugas hotel dengan telepon yang ada di samping tempat tidur.
Aulia langsung ke kamar mandi saat Davin tidak melihat nya yang menggunakan bathrobe. Ia membawa kopernya ke dalam kamar mandi karena ia gugup jika Davin melihatnya yang hanya menggunakan bathrobe saja.
Saat ia membuka lebar-lebar kopernya, ia terbelalak kaget karena pakaian nya berbeda dari biasanya.
"Kenapa bajunya berubah jadi kayak gini?? Kemana piyama panjang aku?? Haish... Ini baju apaan pendek banget kayak gini! Mana semuanya kayak gini lagi! Masa iya malam ini aku pakai baju pendek kayak gini ! Haish... kerjaan siapa sih! " gerutu Aulia kesal saat di dalam kopernya hanya pakaian dalam, handuk dan empat buah baju yang tidak bisa di katakan baju karena gak ada lengan, hanya tali segaris dengan celana pendek yang pendek nya di atas paha alias hanya panjang sedikit dari ****** *****.
"Sayang, makanan sudah datang! Kamu kenapa lama banget di kamar mandi?? Ayo buruan! Nanti keburu dingin makanan nya! " panggil Davin dari depan pintu kamar mandi.
"I-iya Mas! A-aku bentar lagi keluar! " jawab Aulia berteriak dari dalam kamar mandi.
Aulia masih bimbang antara keluar dengan memakai pakaian laknat itu atau memakai bathrobe. Dua-duanya sama-sama tidak bisa di pilih karena bathrobe nya pendek juga di atas paha walaupun atas nya ketutup.
"Tenang Aulia! Kuatkan mental mu! Itu bukan orang lain, itu suami mu! Laki-laki yang halal jika melihat mu seperti ini! " gumam Aulia menyemangati dirinya sendiri.
Akhirnya ia memberanikan diri keluar memakai pakaian tersebut.
Ceklek... pintu kamar mandi terbuka.
Ting...
__ADS_1
Sendok yang di pegang Davin jatuh saat ia berbalik mendengar pintu kamar mandi terbuka dan melihat istrinya memakai pakaian yang begitu seksi menggoda iman nya yang cetek.
Bersambung...