Bidadari Surga Untuk Penjual Kebab Yang Tajir

Bidadari Surga Untuk Penjual Kebab Yang Tajir
Alasan sebenarnya end..


__ADS_3

Masih Flashback masa lalu..


Sepasang suami istri tersebut memanggil Bidan yang tidak jauh dari rumah mereka untuk membantu memotong tali pusar Davin kecil. Sedangkan Tinah masih belum sadarkan diri karena demam akibat kehujanan dan juga kurang nutrisi.


Pelayan pria mereka menggendong Tinah dan di bawa di kamar belakang bersama bayinya yang berada di dalam gendongan sang Bidan.


"Sepertinya wanita ini baru melahirkan dan juga kekurangan nutrisi! Entah apa yang terjadi padanya hingga bayinya masih ada tali pusarnya dan tidak mengenakan pakaian yang pantas pada bayi ini di cuaca yang seperti ini! Sungguh malang sekali! "ucap Bidan tersebut dengan lirih.


"Lukman.. ! Besok pagi belilah pakaian bayi yang lengkap di pasar untuk bayi ini dan beberapa pakaian wanita juga beberapa biji! Karena ini sudah malam, cukup kain ini saja untuk sementara! Terimakasih Bu Bidan atas bantuannya! " ucap istri pemilik rumah itu pada pelayannya dan pada sang Bidan.


Tiba-tiba Davin kecil menangis kencang karena kelaparan. Mereka semua kalang kabut karena Tinah masih belum sadar kan diri. Akhirnya atas saran Bidan, pemilik rumah memerintahkan pelayan nya untuk membeli susu formula dan botol susu nya di apotek 24jam.


Tidak lama kemudian Tinah sadar juga dan ia yang di tinggal sendiri di sebuah kamar langsung berlari keluar sambil menangis seraya memanggil nama Davin.


"Davin... ! Ya Allah, anakku!" ucap Tinah sambil meraih Davin yang sedang minum susu dalam gendongan Bidan tersebut.


Ia memeluk erat tubuh Davin dengan menangis karena lega Davin tidak kenapa-napa.


"Maaf jika saya dan anak saya merepotkan kalian semua malam-malam begini! " ucapnya dengan wajah menunduk karena baru sadar jika ia tidak sendiri.


Tanpa di tanya ia pun menceritakan akan dirinya yang di usir keluarga suaminya dalam keadaan hamil hingga melahirkan seorang diri. Keluarga suami bahkan sudah menyiapkan istri baru untuk sang suami.

__ADS_1


Istri pemilik rumah tampak geram mendengar cerita Tinah dan ia meminta Tinah untuk tinggal saja bersama mereka sebagai pelayan. Ia juga berkata akan membantu Tinah mendapatkan keadilan dari suami nya beserta keluarga suaminya.


"Jangan Nyonya! Biarkan saja mereka! Saya tidak mau nanti mereka mengambil anak saya dan memisahkan kami! Davin adalah harta saya satu-satunya dan jika mereka mengambil nya saya bisa gila! Saya rela jika mereka mengambil suami saya tetapi saya tidak rela jika mereka mengambil anak saya! " tolak Tinah dengan linangan air mata.


Ia juga menolak tinggal bersama pasangan suami istri tersebut dan pasangan suami isteri itu pun menghargai keputusan nya.


"Baiklah jika itu mau mu! Tapi kau boleh pergi besok pagi saja karena sekarang sudah sangat malam dan kalian berdua bisa istirahat dulu di kamar. " ucap istri pemilik rumah pasrah akan keputusan Tinah.


Mereka bahkan tidak menanyakan kenapa Tinah tidak menyusui bayinya secara langsung karena kan ia baru saja habis melahirkan. Mereka pun meninggalkan Tinah saat sudah mengantarkan Tinah kembali ke kamarnya sekalian meletakkan susu formula yang tadi di belikan pelayan mereka dari apotek di kamar tersebut.


Pagi harinya, pelayan rumah itu memberikan pakaian bayi dan beberapa pakaian juga untuk dirinya pemberian tuan rumah. Pakaian yang baru di beli pelayan tersebut langsung di terima Tinah dengan wajah bahagia.


"Alhamdulillah kita di pertemukan dengan orang baik ya sayang! " ucap Tinah penuh syukur sambil mencium pipi Davin kecil.


Pasangan suami isteri itu memberikan bekal uang yang sangat banyak menurut Tinah untuk mereka, Tinah menolak secara halus karena baginya pertolongan mereka semalam lebih dari cukup. Lagi pula ia berniat menjual cincin pernikahan nya yang masih melekat di jari nya untuk modal mereka memulai hidup baru. Tapi istri pemilik rumah memaksa dan mengancam untuk tidak mengizinkan mereka pergi dari rumahnya jika Tinah tidak mau menerima uang pemberian nya.


Tinah menerimanya dengan menangis penuh haru atas kebaikan hati mereka padanya.


Mulai saat itu Tinah pergi dari kota itu menuju kota sebelah untuk melupakan kenangan pahit akan rumah tangga nya dan memulai hidup baru bersama Davin kecil anaknya.


Flashback Off*.

__ADS_1


Ibunya Davin alias Tinah mengakhiri ceritanya dengan linangan air mata. Tampaknya rasa sakit akan kehidupan masa lalunya masih membekas di dalam hatinya.


"Apa Ibu melihat siapa perempuan yang membayar perawat untuk membuang aku waktu itu? " tanya Davin dengan berbaring di paha Ibu nya.


"Ibu tidak melihat nya dengan jelas Nak karena suasana nya agak temaram dan juga posisi perempuan itu menyamping. Tapi Ibu masih mengenali suara nya dan tidak pernah melupakan suara perempuan itu. Bahkan Ibu juga melihat saat perempuan itu memberikan sejumlah uang pada perawat itu ada sebuah tahi lalat atau tanda lahir hitam di pergelangan tangannya. Dan itu terlihat dengan jelas dari tempat Ibu berdiri melihat mereka. " jawab Ibu nya dengan begitu yakin.


"Perempuan itu sangat jahat! Ia sudah membuat orang tua kandung ku bersedih dan untung saja ada Amay yang mengobati kesedihan mereka akan kehilangan aku! " sahut Davin dengan sangat geram.


"Amay?? Siapa dia? " tanya Tinah heran.


"Anak piatu yang di rawat dan di besarkan orang tua kandung ku Bu! Ia juga sama seperti ku, tapi ia masih bisa bertemu dengan Papa kandung nya meskipun Mama kandung nya sudah meninggal saat melahirkan nya. Istri dari sahabatku Izam. Ibu masih ingat Izam kan?? " jawab Davin bercerita sambil bertanya kembali.


"Oh, Izam sahabat kamu itu... ! Iya, Ibu ingat! Lalu bagaimana dengan orang tua kandung mu, Nak? " jawab Tinah sambil bertanya kembali.


"Mereka berdua sudah meninggal dunia Bu, hanya tinggal Pak lek saja adik kandung almarhumah Umi! Hanya ia saudara yang masih ada saat ini dari orang tua kandung Davin. Terima kasih ya Bu, entah bagaimana nasib Davin jika tidak bertemu dengan Ibu, mungkin Davin benar-benar meninggal saat itu juga di buang seperti itu! " jawab Davin lagi dengan memeluk perut Ibu nya.


"Ibu yang berterimakasih karena kamu sudah menemani Ibu selama ini di saat semua orang terdekat membuang Ibu seperti seonggok sampah! Kamu membuat hidup Ibu penuh warna dan kamu membuat Ibu juga bisa merasakan bagaimana merawat dan mendidik anak sedari nol! " sahut Tinah dengan tulus.


"Davin beruntung di rawat dan di asuh oleh perempuan kuat dan hebat seperti Ibu! " jawab Davin lagi dengan mencium tangan ibunya dengan takzim.


"Ibu harap kamu selalu hidup bahagia, Nak! Jadilah laki-laki yang penyayang dan jika kau menikah nanti, jangan pernah kau sakiti perasaan istrimu karena Ibu tidak mau anak Ibu menjadi laki-laki yang tidak bertanggung jawab pada istrinya seperti mantan suami Ibu dulu, yang egois hanya mementingkan perasaan keluarganya tanpa memikirkan perasaan istrinya sendiri. " ucap Tinah memberikan nasihat pada Davin.

__ADS_1


"InsyaAllah Bu, Davin akan menjadi laki-laki yang bertanggungjawab pada anak istri Davin nanti dan pada Ibu juga! Davin hanya butuh doa Ibu saja di manapun Davin berada! " jawab Davin masih di posisi yang sama.


Bersambung...


__ADS_2