Bidadari Surga Untuk Penjual Kebab Yang Tajir

Bidadari Surga Untuk Penjual Kebab Yang Tajir
Kinanti atau Minarti...


__ADS_3

Rahman terdiam cukup lama, ia menghela napasnya dalam-dalam sebelum menjawab pertanyaan Besannya itu.


"Aku akan tetap menemui Putri ku, tapi tidak akan mempublikasikan nya kepada khalayak ramai! Aku hanya ingin ia tahu jika ia masih punya satu orang tua yang masih bertahan hanya untuk bersama nya! Amay juga berhak tahu kenapa ia bisa berada di pesantren kampung yang jauh dari pusat kota. Aku tidak akan pernah membiarkan mereka menyentuh Putri ku dan calon cucu ku! " jawab Rahman dengan mantap.


Semua orang yang ada di sana tersenyum lega mendengar jawaban Rahman, terlebih lagi Papa Idris yang langsung menjabat tangan Besannya itu dengan bahagia.


"Aku akan mengatakan nya langsung kepada Izam dan biarkan ia yang berbicara langsung dari hati ke hati dengan Amay! Mudah-mudahan anak kita itu dapat mengerti apa yang terjadi dalam hidupnya selama ini karena kehendak yang maha Kuasa! " ucap Papa Idris penuh harap.


"Semoga saja apa yang Besan katakan benar! " jawab Rahman juga berharap demikian.


🌾🌾🌾


Hari ini Damian kembali menemui perempuan yang begitu mirip dengan Kinanti di tempat waktu itu mereka bertemu. Pagi-pagi sekali ia sudah bersiap dengan pakaian terbaiknya agar tidak malu di depan perempuan itu.


"Pokoknya hari ini aku tidak boleh gagal lagi menemui perempuan itu dan menanyakan tentang kemana saja ia selama ini! Pokoknya kali ini dia tidak akan lolos dari genggaman ku! " tekad Damian dengan penuh semangat.


Ia pergi tanpa bersama sopirnya, ia ingin bertemu Kinanti tanpa ada yang tahu termasuk sopirnya.


Sedangkan Merpati sudah siap dengan dagangannya pagi ini setelah sempat libur berjualan selama tiga hari karena merawat saudara yang sakit.


Baru saja selesai beres-beres, Merpati alias Minarti kedatangan pelanggan yang membuatnya jengkel di pertemuan pertama mereka tempo hari.

__ADS_1


"Selamat pagi Kinanti! Buatkan satu nasi kuning lengkap untuk ku sarapan! " sapa Damian dengan pedenya.


Ketika Minarti hendak membalasnya dengan keras, pelanggan yang lain juga berdatangan memesan jualannya. Ia terpaksa mengurungkan niatnya dan melayani pembeli yang datang silih berganti. Damian mengambil pesanannya dan duduk di tempat yang sangat strategis melihat Kinanti atau Minarti secara keseluruhan yang sedang melayani para pembeli.


Tepat jam 9.30 semua dagangan Minarti sudah ludes di beli pelanggannya yang selalu datang silih berganti tanpa jeda. Ia lalu membereskan semua barang-barang yang untuk di bawa pulang ke rumah.


Damian menunggu Minarti berbenah di tempat yang tidak jauh dari Minarti berdiri. Ia sengaja berdiri dekat dengan Minarti agar tidak kecolongan lagi kehilangan jejak Minarti.


Minarti berjalan melewati Damian membawa barang-barang nya, dan tanpa bertanya Damian merampas sebagian barang-barang itu agar perempuan itu tidak kesusahan dalam membawa nya.


Minarti membiarkan saja Damian melakukan semua itu karena itu memang salah satu dari taktiknya menaklukkan pria paruh baya tersebut.


Beberapa orang melihat Minarti dan berpapasan menyapa nya dengan ramah dan agak melirik pria yang membawa barang dagangan Minarti yang sudah tinggal tempat kosong.


Damian mengerang kan rahangnya pertanda tidak suka dengan tindakan Ibu-ibu tersebut padanya. Namun Ibu-ibu itu tidak perduli atau pura-pura tidak mengerti dan tetap menggoda Damian dengan mengedipkan matanya.


Merpati alias Minarti tertawa geli dalam hatinya dengan menahan wajah datar nya di hadapan Damian.


"Iya nih Bu Eko! Kebetulan hari ini agak siangan pulangnya karena beres-beres dulu di tempat mangkal! Mari Bu, saya pulang duluan! " jawab Minarti dengan ramah tanpa menjawab pertanyaan Bu Eko tadi.


Damian melengos mengikuti langkah Minarti menjauh dari Ibu-ibu yang genit tadi menuju sebuah rumah bedeng kecil yang amat tidak enak di pandang apalagi di tempati menurut orang seperti Damian.

__ADS_1


Damian menatap tempat tinggal Kinanti kw dengan sangat miris. Ia tidak menyangka perempuan secantik Kinanti kw harus tinggal di tempat seperti ini dan dilingkungan yang penuh sesak begini.


Minarti membuka pintu rumah nya dan langsung mengambil barang-barang nya yang masih di tangan Damian.


"Terimakasih Tuan atas bantuannya mengangkat barang-barang saya sampai ke rumah! " ucap Minarti setelah merampas barang-barang nya dari tangan Damian.


Damian sedikit kaget ketika Minarti menarik barang yang ia pegang dengan sekali tarikan. Karena sedang lengah, Minarti mengambilnya dengan mudah.


"Damian, nama ku Damian kalau kau lupa! " sahut Damian dengan menatap tajam Minarti.


"Maaf Tuan, saya tidak pernah menanyakan nama anda! Kalau pun saya tidak ingat nama Tuan, itu bukan urusan saya karena kita tidak saling mengenal! " jawab Minarti dengan tegas tanpa merasa takut dengan tatapan tajam Damian.


"Bagaimana bisa kau bisa dengan mudahnya melupakan aku Kinanti! " tanya Damian dengan sedikit melunak.


"Harus berapa kali saya katakan dengan anda Tuan! Saya Minarti, bukan Kinanti seperti yang Anda sangka! Apakah mungkin saya mengenal anda dari dulu sedangkan usia kita saja begitu jauh berbeda dan dari segi rupa juga itu sangat mustahil jika saya itu Kinanti Anda! " jawab Minarti dengan tegas dan langsung masuk ke dalam rumah nya sambil menutup pintu.


Damian mengusap kasar wajahnya dengan wajah frustasi, semua perkataan Minarti sangat masuk akal jika di telaah lebih jauh lagi. Namun lagi-lagi ego nya menolak kebenaran tersebut dan ia begitu ingin Kinanti kembali lagi padanya.


"Aku tidak perduli kau Kinanti atau bukan! Yang pasti aku tidak akan pernah melepaskan mu seperti di masa lalu! " gumam Damian dengan penuh tekad.


Bersambung...

__ADS_1


Selamat membaca dan selamat beristirahat readers semuanya...


Semoga hari kalian menyenangkan πŸ’•πŸ˜...


__ADS_2