Bidadari Surga Untuk Penjual Kebab Yang Tajir

Bidadari Surga Untuk Penjual Kebab Yang Tajir
Rezeki nomplok...


__ADS_3

Izam dengan cuek mengambil makanan untuk istrinya. Karena sedang hamil, maka Izam mengambil makanan yang agak sehat untuk Amay.


Dengan santainya ia membawa piring berisi makanan ke atas panggung pelaminan. Ia dengan telaten menyuapi Amay makan yang membuat para tamu undangan senyum-senyum melihat mereka berdua. Bahkan ada yang suit-suitan menggoda mereka berdua yang makan bersama dengan di suapin Izam.


Teman-teman Izam sewaktu kuliah juga banyak yang datang, dan bahkan ada yang jahil dengan meminta carikan perempuan Bule untuk di jadikan istri pada Izam. Melihat suami nya bercengkrama dengan teman-teman nya, membuat wajah Amay tiba-tiba mendung karena ia teringat akan Aulia, sahabat rasa saudara yang ia punya.


Setelah teman-teman nya pamit dan turun dari panggung pelaminan, Izam pun bertanya hal yang membuat wajah istrinya murung.


"Ada apa sayang? Kenapa wajahmu di tekuk seperti itu? Lihatlah... Make up sebagus ini jadi jelek karena kau menghilang senyuman ini... " tanya Izam dengan tangannya menunjuk senyuman di wajah Amay.


"Kangen Aulia Abang.... Gimana ya kabar Aulia saat ini! Sudah beberapa hari ini Amay gak pegang HP, jadi gak tau bagaimana keadaan Aulia di sana? Setiap Amay mainkan HP, kepala langsung nyut-nyutan. Makanya Amay malas ngutak-atik HP kalau gak ada yang nelpon. " jawab nya dengan gusar.


"Aulia baik-baik aja sayang... Kemarin Davin baru saja ngasih tau kalau Zahra sepupu nya Aulia sudah sadar, dan jika semingguan ini kondisi nya tetap stabil maka operasi nya akan segera di lakukan. Aulia titip salam sama kamu, karena berkali-kali ia chat WA kamu tapi gak masuk-masuk dan hanya centang satu! Begitu yang di katakan Davin sama Abang... " ucap Izam yang membuat Amay menarik napas lega.


"Alhamdulillah kalau gitu... Nanti kalau Amay gak lupa, tolong telpon Aulia ya Bang pakai ponsel Abang aja! " ucapnya lagi pada Izam.


"Iya sayang... Ayo senyumnya mana?? Masa masam gitu... " jawab Izam dengan membuat senyuman di wajah nya Amay. dengan tangannya.


Waktu terus berlalu dan satu persatu para tamu undangan mulai datang silih berganti, yang sudah pulang juga banyak di ganti dengan yang baru datang. Begitulah seterusnya hingga akhirnya semua nya tampak sepi. Kedua pengantin juga sudah masuk ke kamar yang memang di peruntukan untuk Amay istirahat.


Hanya pelayan, petugas catering, cleaning servis yang masih ada di aula untuk membereskan semua yang ada di sana. Makanan yang masih sisa sengaja di berikan untuk mereka yang bersih-bersih tempat tersebut dan makanan tersebut bukan makanan basi atau kotor tapi makanan yang memang belum di sentuh karena memang kebanyakan stok.


Mama Lia sengaja menginstruksikan agar petugas catering membuat makanan yang banyak agar tidak kekurangan. Memang sengaja di lebih kan untuk berjaga-jaga jika tamu datang melebihi kapasitas yang di prediksi kan.


"Alhamdulillah ya... Selama kerja di sini, baru kali ini membersihkan aula bekas pesta pernikahan dapat makanan bagus sebanyak ini... " komentar salah satu cleaning servis yang agak kurusan.


"Iya Bu... Saya juga senang! Pasti anak-anak di rumah girang dapat makanan enak kayak gini! Mudah-mudahan ada lagi ya yang pesta sengaja memberikan kita makanan sebanyak ini.. " tambah temannya yang lain.


"Iya... Kamu benar! Soalnya selama 2 tahun aku kerja di sini, gak pernah yang punya acara memberikan kita makanan yang banyak kayak gini! Apa lagi ini makanan enak yang jarang atau belum pernah sama sekali kita makan! Kebanyakan mereka membawa pulang lagi kalau makanan mereka ada yang sisa! " ucap temannya yang lain.


Mereka saling berbincang mengucap syukur dan membersihkan aula dengan giat agar cepat selesai dan bisa pulang ke rumah berkumpul bersama keluarga.


Di kamar hotel.

__ADS_1


"Subhanallah.... Nikmatnya lelah ini... " ucap Amay sembari berbaring di atas tempat tidur.


"Ganti dulu pakaiannya, sayang! Hapus dulu make up nya! Baru tidur... " ucap Izam sembari masuk ke kamar mandi.


Ia segera mandi karena tubuh nya sangat gerah dan begitu lelah sama seperti istrinya. Begitu selesai mandi dengan handuk masih melilit di pinggang, Izam keluar dari kamar mandi dan geleng-geleng kepala melihat istrinya ketiduran dengan masih berpakaian pengantin lengkap masih dengan hijab nya.


"MasyaAllah sayang... Capek banget istri ku! Anak-anak Papa pasti capek juga ya, Nak? Sampai kalian tidur juga dengan Mama kalian... " ucapnya lagi dengan mengusap pelan perut Amay.


Izam lalu meraih koper yang memang sengaja ia bawa untuk mengambil baju ganti. Ia lalu mengambil beberapa pakaian untuk diri nya sendiri dan untuk istrinya sepasang piyama bergambar doraemon.


Izam memakai pakaian nya dengan cepat dan ia kembali masuk ke kamar mandi dengan membawa handuknya yang agak lembab habis ia gunakan untuk mengeringkan rambutnya.


Ia keluar dengan membawa sebuah baskom yang berisi air dan handuk kering dan handuk basah yang ada di dalam baskom tersebut.


Dengan telaten dan hati-hati, Izam mencopot hijab istrinya serta dalaman jilbabnya, aksesoris yang ada di jilbab tersebut dari kepala Amay. Ia juga membuka ikatan rambut Amay dan menyisir pelan rambut Amay dengan sisir. Lalu ia mengambil tas make up milik Amay dan membukanya. Mengambil kapas pembersih, menuangkan cairan pembersih wajah pada kapas, lalu dengan lembut Izam menyapu nya ke seluruh permukaan wajah Amay hingga semuanya bersih dari sisa-sisa make up.


Setelah bagian wajah dan kepala selesai, Izam beralih pada pakaian Amay. Dengan sangat hati-hati ia membetulkan posisi tidur Amay agar mudah saat ia membuka gaun pengantin Amay. Ia membuka resleting yang ada di bagian belakang dengan memiringkan sedikit tubuh Amay, lalu pelan-pelan melepaskan semuanya satu persatu mulai dari kedua tangannya hingga selesai.


Izam menaruh gaun pengantin Amay pada salah satu keranjang yang ada di dekat pintu kamar mandi. Ia lalu memeras handuk yang sudah terendam pada baskom yang berisi air hangat. Dengan telaten ia mengelap semua tubuh Amay yang hanya menggunakan pakaian dalam saja.


Izam kemudian mengambil perlengkapan sholat Asar dan ia sholat di dekat istrinya yang sedang tidur. Saat Izam baru melakukan rakaat ketiga, Amay terbangun karena mendengar suara ponsel suaminya yang berdering.


"Astaghfirullah.... Aku ketiduran rupanya! " ucap Amay kaget dan langsung turun dari tempat tidur.


Ia agak kaget melihat dirinya sendiri sudah berganti pakaian dan ia mengikat rambut coklatnya dengan karet gelang.


Amay langsung tersenyum begitu menyadari bahwa suaminya lah yang sudah membantu menggantikan pakaian nya. Ia bergegas ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu dan sholat Asar di belakang suaminya.


Saat mengucapkan salam, Izam tersenyum melihat istrinya sudah bangun dan sedang sholat Asar. Padahal ia berniat akan membangun kan istrinya saat ia selesai melaksanakan shalat nya.


"Kenapa Abang gak bangunin Amay? Kan Amay belum sholat Asar, Bang? " tanya Amay begitu ia selesai sholat dan menyalami tangan suaminya.


"Rencana Abang mau bangunin begitu Abang selesai sholat, eh taunya sudah bangun sendiri! " jawab Izam jujur.

__ADS_1


"Amay bangun karena ponsel Abang bunyi... " ucap Amay menunjuk ponsel yang tergeletak di nakas samping tempat tidur.


"Siapa ya yang telpon? Biasanya kalau penting lebih dari sekali... " tanya Izam sambil melipat perlengkapan sholat nya.


"Amay gak lihat ponsel Abang, begitu bangun langsung aja ambil wudhu! " jawab Amay mengangkat bahunya.


"Oh ya, makasih ya Bang udah gantiin pakaian Amay! Amay beruntung banget punya suami seperti Abang! " ucap Amay dengan memeluk suami dari belakang.


"Sama-sama sayangku... Sini, peluknya dari depan aja! " jawab Izam dengan berbalik dan memeluk erat tubuh mungil istrinya.


Ia dengan lembut memberi kecupan di kening, kedua mata, kedua pipi, dagu dan terakhir bibir ranum Amay yang selalu membuatnya candu. Ia ******* lembut bibir istrinya dan Amay tampak menikmati permainan bibir suaminya dengan membuka mulutnya yang langsung membuat Izam semakin memperdalam ciuman nya yang awalnya lembut dan pelan menjadi menuntut lagi dan lagi.


Amay sudah semakin mahir membalas ciuman suaminya. Mereka saling *******, saling membelit dan saling bertukar saliva. Izam menatap lembut istrinya meminta persetujuan dan Amay mengangguk dengan tersenyum manis.


Dengan berdoa sejenak, Izam memulai aktivitas nya dalam menikmati manisnya berumahtangga mereguk kenikmatan surga dunia bersama istri tercinta.


Izam dan Amay sama-sama saling berlomba memberikan pasangan nya kepuasan dalam berhubungan suami istri ini dan akhirnya mereka berdua sama mencapai puncaknya dengan peluh membasahi seluruh tubuh mereka.


Izam terkulai lemas setelah melepas hormon nya di samping sang istri. Ia tersenyum manis sambil mengusap peluh yang ada di kening Amay dan mengecup lembut kening Amay dengan penuh cinta.


" Terimakasih sayang! I Love you.... " ucap Izam pada Amay yang masih lemas dalam pelukannya.


Bersambung...


Sudah hampir dua hari review ulang karena di peringatkan mengandung unsur pornografi, padahal semua novel di Nt yang selama ini Othor baca lebih vulgar dari yang othor tulis 😩😩. Malahan kebanyakan dari mereka masih berstatus single alias belum pernah menikah sama sekaliπŸ˜“πŸ˜“..


Selamat membaca dan selamat beristirahat readers semuanya...


Semoga hari kalian menyenangkan πŸ’•πŸ˜..


Bersambung...


Selamat membaca dan selamat beraktivitas readers semuanya...

__ADS_1


Selamat berakhir pekan bersama keluarga...


Semoga hari kalian menyenangkan πŸ’•πŸ˜...


__ADS_2