Bidadari Surga Untuk Penjual Kebab Yang Tajir

Bidadari Surga Untuk Penjual Kebab Yang Tajir
Pernikahan kilat.


__ADS_3

Semua orang kaget melihat Davin jatuh pingsan dan tak lama kemudian ia sadar kembali karena di bantu Ara agar segera siuman.


"Dasar adik dur hakim! Bisa-bisa berpikiran begitu, bukannya memperlambat malah mempercepat! Apa kamu gak kasihan kakak kamu ini di langkah emak nya! Bikin lama kek, dua bulan atau setahun. Kan lumayan aku bisa segera melamar pujaan hati biar nanti aku duluan yang nikah nya dari pada mereka! " ucap Davin ketus begitu ia sadar dari pingsan nya.


Ada yang tertawa cekikikan dan geleng-geleng kepala mendengar alasan Davin menolak pernikahan Ibu nya yang terkesan buru-buru. Seperti nya ia masih belum menerima jika Ibu nya yang duluan menikah.


"Keburu lama kalau Ibu nungguin elo nikah monyong! " ucap Izam menoyor pelan bahu Davin.


Pak lek Rohim dan Bulek Saroh hanya mengusap dada dengan kelakuan ajaib keponakan mereka. Sementara kakak-kakak ipar Izam tidak henti-hentinya tertawa karena menurut mereka penolakan Davin sangat lucu.


"Betul itu kata Abang! Pokoknya Pakde sama Ibu nikah nya dua hari lagi di rumah ini dan urusan semuanya serahkan sama Abang! Benarkan Bang?? " titah Amay tanpa di tawar lagi.


"Iya sayang! Serahkan semuanya sama Abang! " jawab Izam menyanggupi nya.


"Kalau begitu terserah Amay aja! Pakde ngikut aja! Karena lebih cepat lebih baik dan saat pulang nanti ke kampung kita sudah jadi pasangan halal! Bagaimana Dek Tinah?? " ucap Pakde Soleh manut wae sambil meminta pendapat Ibu Tinah.


"Iya Mas, aku juga gak papa! Mau dua hari lagi atau dua minggu lagi gak papa! Semuanya sama saja! " jawab Ibu Tinah malu-malu meong.


"Alhamdulillah... " ucap Amay dan semuanya tersenyum sumringah kecuali Davin.


Ia semakin keki dan gregetan dengan wajah malu-malu Ibu nya.


"Ibu curang dan pilih kasih! Ibu jahat sama Davin! " teriak Davin mulai bertingkah kayak korban sinetron ikan terbang.


Semua orang langsung bubar dan Davin masih berkoar-koar gak setuju karena gak mau di langkahin.


"Sotoy lu... Akting aja kerjaan lu! " Izam menoyor geram kepala Davin.

__ADS_1


"Gue patah hati kampret! Bukan akting! Gue gak terima aja di lewati emak gue sendiri! Malu gue ama bintang-bintang di langit yang tinggi! " jawab Davin kumat sengklek nya.


"Serah lo, serah! Gue gak ikut-ikutan! Mendingan gue nemuin si kembar dari pada ngeladenin aksi gila elu! " ucap Izam sembari pergi meninggalkan Davin sendiri di ruang santai.


Davin, Davin... Ada-ada aja kelakuannya. Untung aja Aulia lagi kagak ada karena bersama Elya menginap di rumah nya Elya yang kebetulan sedang sendiri di rumah karena suaminya ke luar kota atas suruhan Izam.


Yah, suami Elya adalah pegawai Izam di perusahaan keluarganya yaitu Barzakh Corporation. Kalau Aulia ada di rumah Izam, bisa kabur rasa sukanya pada Davin karena kelakuan sengklek nya Davin yang selalu bertambah jika bersama keluarga dan orang terdekat nya.


Izam masuk ke kamar nya pada saat Amay sedang menyusui si cantik.


"Bang, sepertinya aku gak jadi mau adopsi Naura! Aku gak mau nanti Naura merasa aku pilih kasih karena lebih memperhatikan si kembar! Ini aja sudah agak beda karena Maggie gak mau nyusu kalau gak langsung dari sumbernya. Aku seperti merasa telah membeda-beda kan mereka berempat padahal sebenarnya tidak. Aku takut berbuat Dzalim sama Naura Bang kalau aku tetap mengadopsinya! " ucap Amay setelah berpikir panjang beberapa minggu ini.


"Alhamdulillah... Abang senang dengar nya sayang! Itu juga lah Abang takut kan dari dulu! " sahut Izam mengucap Syukur.


"Bagaimana kalau kita jadi orang tua asuh Naura saja Bang! Kita akan mencukupi kebutuhan Naura hingga pendidikannya sampai ia kuliah nanti! Amay gak mau anak sepintar Naura putus sekolah, ia harus mewujudkan cita-citanya! " ucap Amay lagi memberikan saran nya pada sang suami.


"Ide bagus tuh sayang! Kalau itu Abang langsung setuju! Besok akan Abang omongin sama Papa! " jawab Izam sangat antusias dengan saran istrinya.


Tanpa banyak bicara, Izam membawa si cantik ke kamar sebelah bergabung bersama kakak-kakak nya yang juga ada Eyang Uti nya ikut tidur di kasur Ektra yang sengaja di tambah untuk Eyang Uti yaitu Bulek Saroh.


Bulek Saroh gak mau di pisah sama si kembar, jadi kalau si kembar bangun ia langsung bisa memberikan Asip Amay yang sudah di simpan di lemari pendingin. Kamar tersebut lengkap semuanya termasuk alat pemanas botol susu nya si kembar.


Amay memompa Asi nya sebelum ia tidur, dan Izam selalu setia menemani Amay saat pumping Asi hingga selesai, setelah itu baru mereka berdua tidur bersama.


...****************...


Dua hari kemudian pernikahan Ibu nya Davin dan Pakde Soleh akhirnya terlaksana juga walaupun dengan berbagai macam drama ikan terbang oleh Davin.

__ADS_1


"Saya Terima nikah dan Kawinnya Siti Martinah Binti Jatmiko dengan maskawin tersebut di bayar tunai ! " ucap Pakde Soleh dengan sekali tarikan napas.


"Sah... "


"Sah... "


"Sah... "


Teriak kencang dari Papa Rahman dan Papa Idris yang bertindak sebagai saksi dari kedua mempelai.


Pak penghulu pun membacakan doa untuk pengantin baru yang sedang dag dig dug serrr karena mereka sekarang sudah berganti status menjadi suami istri.


Dari mulai acara hingga teriakan Sah bergema Davin masih tetap dengan wajah jutek dan di tekuk karena masih ngambek gara-gara Izam bantuin mengurus pernikahan emak nya di KUA.


Untung ada Aulia yang membuatnya mau tidak mau memberikan restu pada emak dan bapak baru nya.


Pakde Soleh tidak henti-hentinya menebarkan senyuman manisnya kepada semua orang karena dua hari lagi mereka akan kembali ke kampung dan memboyong Ibu Tinah ke desa sebelah yang merupakan rumah nya sendiri.


"Selamat ya Bu... Davin terpaksa ngasih ucapan selamat walaupun hati Davin sakit dengan Ibu duluan yang nikah dari pada Davin! " ucap Davin kembali menjadi orang yang di korban nya versi sinetron ikan terbang.


Ibu Tinah mencubit gemes pipi Davin karena gemes lihat anak yang ia besar kan dari merah masih sakit hati karena ia langkahi menikah.


"Awas kalau Pakde nyakitin hati Ibu! Davin bakalan rebut Ibu dan bawa Ibu pergi jauh! " ucap Davin sebatas bercanda dengan wajah di buat marah.


"Hahahaha.... Iya, iya... Galak bener! " jawab Pakde Soleh tergelak kencang karena ia tahu kalau Davin hanya bercanda.


Bersambung...

__ADS_1


Selamat membaca dan selamat beraktivitas reader ku semuanya...


Semoga hari kalian menyenangkan 💕😍


__ADS_2