Bidadari Surga Untuk Penjual Kebab Yang Tajir

Bidadari Surga Untuk Penjual Kebab Yang Tajir
Jangan berharap pada manusia...


__ADS_3

Dengan langkah terseok-seok Marlena berjalan mengimbangi langkah suaminya keluar dari aula tempat acara tersebut berlangsung. Begitu sampai di depan pintu keluar aula, Davin mencegat dari arah pintu masuk aula.


"Bagaimana??? Suka tidak dengan kejutan yang saya berikan kepada kalian berdua? Terutama sekali pada manusia sombong seperti anda Nyonya! " ucap Davin dengan nada sinis dan kasar kepada Marlena dan suaminya.


"Siapa anda anak muda? Kenapa kamu menghalangi jalan kami? " tanya Haji Amir dengan wajah heran.


"Kalian berdua tidak mengenal ku, tapi aku mengenal kelian berdua! Terutama sekali anda Nyonya! " jawab Davin santai sambil menunjuk ke arah Marlena.


"Hei... Anak muda! Jangan mentang-mentang kau berpakaian rapi seenaknya saja bersikap kepada orang yang lebih tua! Apa orang tua mu tidak mendidik mu bagaimana bersikap sopan pada orang yang lebih tua! Pergi kau dari sini, dan jangan halangi jalan kami! " bentak Marlena dengan sisa-sisa tenaganya pada Davin.


Sejujurnya Marlena sudah tidak punya tenaga lagi untuk berdebat saking shock nya. Tapi sikap Davin kepada ia dan suaminya membuatnya pitam dan dengan sekuat tenaga ia balas membentak Davin kembali.


"Wah... Wah... Wah.... Masih punya tenaga lebih rupanya anda Nyonya tua! Apa anda pikir dengan kekayaan anda yang tidak seberapa itu anda bisa mengusir ku dari sini? Seujung kuku pun harta yang kau bangga-bangga kan itu tidak ada apa-apa nya bagi Izam dan keluarga nya! Dan apa kau pikir anakmu yang lumpuh itu bisa membuat Izam terpesona lagi? Begitu? Kau seharusnya bersyukur Nyonya, karena aku tidak mempermalukan kalian di depan banyak orang! Seperti saat kau permalukan Izam dahulu di hadapan tamu-tamu mu! Dan anda Tuan! Sebagai seorang laki-laki dan kepala keluarga, apa yang telah anda ajarkan kepada istri anda ini? Dimana wibawa anda sebagai seorang yang di pandang tinggi masyarakat sekitar jika tidak bisa mendidik mulut jahat istri anda ini pada setiap orang? Ckckckck.... Berkoar-koar mengaku kaya tapi minim akhlak dan tingkah laku! Bergelar Haji tapi sikap dan tindakan tidak seperti Haji yang sesungguhnya! " ucap Davin dengan tajam dengan menatap sinis Haji Amir dan istrinya.


"Jaga bicara mu anak muda! Kau boleh menghina ku, tapi jangan sekali-kali kau menghina Haji ku! Karena aku mendapat nya dengan sudah payah. Aku memang lemah jika berhadapan dengan istriku ! Aku meminta maaf atas apa yang dilakukan istriku pada Izam! Sampaikan permintaan maaf ku pada Izam! Aku do'akan semoga Izam bahagia dengan pilihannya dan izinkan kami pergi dari sini! " jawab Haji Amir dengan rendah hati meminta maaf.


"Anda beruntung Nyonya mempunyai suami seperti ini! Saya harap anda belajar untuk menjaga mulut dan omongan anda agar tidak menyakiti dan menghina orang lain hanya berdasarkan karena harta! " sahut Davin dengan agak melunak.


"Silakan Tuan, dan maaf jika kata-kata saya tadi menyinggung perasaan anda ! " ujar Davin lagi dengan mempersilahkan Haji Amir pergi.


Sebelum meninggalkan pasangan suami istri itu, Davin membisikkan sesuatu di telinga Marlena pada saat ia berjalan melewati Marlena.

__ADS_1


"Jangan pernah coba-coba anda meminta putri anda itu untuk kembali pada Izam dan merusak rumah tangga nya! Karena jika anda lakukan itu, anda akan berhadapan langsung dengan ku! Ingat itu! " bisik Davin dengan nada mengancam.


Haji Amir yang tidak tahu apa-apa langsung mendekati istrinya dan menarik tangan nya agar segera pergi keluar dari hotel tersebut.


Marlena langsung takut dan panas dingin tubuhnya mendengar suara Davin yang terdengar menyeramkan di telinga nya. Ia merasa tubuhnya tidak bertenaga dan pandangannya kabur seketika sehingga...


"Bruk..... "


"Astaghfirullah hal adzim Umi.... ! Tolong.... Tolong.... " teriak Haji Amir meminta tolong di depan pintu masuk hotel.


🌾🌾🌾


Apartemen sederhana di Amerika.


"Senang banget sampai nyanyi segala! " komentar seseorang yang berdiri di ambang pintu.


"Kakak.... Senang dong Kak! Akhirnya hampir lima bulanan di negeri orang akhirnya bisa kembali lagi ke tanah air! Rasanya Anita sudah tidak sabar bertemu Mas Izam dengan keadaan yang sekarang ini! Pasti Mas Izam senang lihat Anita sudah bisa jalan lagi! " jawab Anita dengan raut wajah kegirangan.


Raut wajah Ahyar seketika langsung berubah. Ia memasuki kamar adiknya dengan kedua tangan berada di dalam saku celana nya.


"Kenapa kamu yakin sekali kalau Izam bakalan tetap nungguin kamu? Bagaimana kalau dia sudah punya kekasih lain? Atau bisa saja saat ini ia sudah menikah dengan orang lain? " ujar Ahyar mencoba membuka mata adiknya itu.

__ADS_1


"Kakak kok ngomongnya gitu! Gak.... Mas Izam pasti setia nungguin aku! Mas Izam juga gak mungkin berpaling pada perempuan lain! Aku yakin kalau cinta Mas Izam untuk ku itu kuat dan tidak akan tergoyah oleh apa pun! " jawab Anita dengan nada ketus.


"Apa kamu yakin?? Kakak hanya tidak ingin kamu patah hati karena terlalu banyak berharap! Apakah selama bersama kamu Izam pernah mengungkapkan betapa ia mencintaimu? " sahut Ahyar lagi dengan tegas.


Anita tampak termenung sambil menggigit pelan bibirnya dan ia kembali meyakinkan dirinya jika Izam mencintainya dan masih sangat menunggunya.


"Gak.... Mas Izam gak akan mengecewakan aku! Aku yakin jika Mas Izam masih menunggu ku! " jawab Anita lagi dengan tegas tapi ragu pada kakaknya.


"Ya sudah... Terserah kamu saja! Yang penting kakak sudah mengingatkan agar jangan terlalu berharap pada manusia! Karena jika semuanya tidak sesuai dengan harapan dan keinginanmu maka jangan menyalahkan orang lain, salah kan saja diri mu sendiri yang terlalu menggantung kan harapan kepada manusia! " ucap Ahyar panjang lebar dan kemudian keluar dari kamar adiknya.


Anita termenung mendengar kata-kata kakaknya. Di satu sisi ia merasa jika hubungan mereka sudah berakhir saat Izam menolak saat ia mengajaknya kawin lari, tapi di sisi lain perasaan cinta nya pada Izam membuatnya terus berkhayal dan berharap jika Izam akan mencintainya seperti ia mencintai Izam selama ini. Logikanya ia merasa Izam sedang menunggunya saat ini, meskipun akal sehatnya selalu mengatakan jika apa yang ia lakukan ini sia-sia. Anita menangis dalam diam dengan beralaskan bantal agar tangisannya tidak di dengar kakaknya. Di dalam hati nya semua perasaannya sedang berperang dengan logika agar ia mengurung kan niatnya untuk menemui Izam dan mengemis cintanya pada Izam.


Anita tidak tahu jika Ahyar belum benar-benar pergi dari kamarnya. Ahyar mendengar tangisan adiknya dari luar kamar karena ia bersandar pada dinding kamar dengan mata terpejam.


Bersambung...


Aduhh.... Anita... Anita... Jangan terlalu berharap dan jangan berkhayal terlalu tinggi. Jatuh dari motor sakitnya tidak seberapa jika kita patah hati.... Sakitnya tuh di sini🤧🤧..


Jangan menggantung harapan pada manusia, gantung lah harapan pada sang pemilik kehidupan... (othor dalam mode mamah dedeh🤭🤭)


Selamat membaca dan selamat beraktivitas readers semuanya...

__ADS_1


Semoga hari kalian menyenangkan 💕😍...


Dan jangan lupa untuk selalu jaga kesehatan di saat cuaca yang tidak menentu seperti saat ini...


__ADS_2