Bidadari Surga Untuk Penjual Kebab Yang Tajir

Bidadari Surga Untuk Penjual Kebab Yang Tajir
Saat wawancara..


__ADS_3

Davin memasuki ruang meeting dengan perasaan yang dongkol dan kesal. Melihat Aulia tersenyum manis pada laki-laki lain membuat dadanya bergemuruh hebat. Ia sangat tidak suka dan merasa begitu marah Aulia memberikan senyuman pada laki-laki lain.


"Haishhh... Seperti nya aku sudah gila! Isi kepala ku mesti di bersih kan ini biar gak memikirkan hal-hal yang seperti ini! Lagi pula kenapa aku mesti marah? Aku kan bukan siapa-siapa nya dia? " gumam nya dengan nada gusar.


Apa yang ia ucapkan di mulut tidak sejalan dengan hatinya. Hatinya berkata lain dan begitu marah seakan-akan Aulia adalah miliknya.


"Mas... Cepat banget jalan nya! Capek tau ngejar Mas kayak di tinggal kawin aja! " ucap Aulia dengan napas ngos-ngosan.


"Salah sendiri! Siapa yang suruh kamu mengejar saya? " sahut Dave ketus.


"Ih, sensi banget sih! Kayak gadis lagi PMS aja! Datang tiba-tiba langsung marah-marah! Nyebelin! " ucap Aulia dengan muka kesal setengah mati.


"Ka.... " ucapan Davin terhenti karena interupsi Aulia.


"Stop! Gak udah di terusin! Sekarang waktu nya wawancara untuk calon asisten Mas Izam! Aku mau bersikap profesional dan lupakan jika kita saling kenal! " teriak Aulia dengan tegas saat Davin hendak membuka mulutnya untuk bicara.


"Lah, kenapa jadi dia yang sewot! Udah gak peka malah ikutan marah, yang marah kan gue! Kenapa malah gantian dia?? Malah bilang ga kenal lagi, benar-benar pengen di halalin ini mah? Eh, ngomong apa aku tadi! " batin Davin dengan geleng-geleng kepala dengan isi pikirannya.


"Ngapain Mas geleng-geleng gitu? Pegel? " tanya Aulia heran.


"Katanya gak kenal, kenapa tanya-tanya? " ucap Davin membalikan perkataan Aulia.


Aulia mendengus kesal saat Davin menyindir nya dan membalikkan kata-kata yang ia ucapkan tadi.


Seorang wanita masuk ke ruangan meeting untuk menanyakan apakah tes wawancara ini bisa di mulai sekarang, karena waktunya juga sudah lewat lima menit.


Davin mempersilahkan ia memanggil para calon asisten masuk satu persatu untuk di wawancara.


Seorang laki-laki yang berpakaian formal berwarna hitam memasuki ruang meeting untuk wawancara.


Ia tampak terkejut saat melihat Aulia duduk di depan bersama seorang laki-laki yang berwajah datar, namun ia cepat-cepat menunduk berpura-pura baru bertemu.


"Hai... ! Kita bertemu lagi ya.. ! Jadi namamu Kevin? " sapa Aulia membuka pembicaraan.


"I-iya Nyonya.. ! " jawab nya dengan kikuk dan wajah menunduk.


"Jangan panggil Nyonya karena aku belum menikah! Panggil Aulia saja! Oke, kita mulai wawancara nya! " ucap Aulia tanpa menyadari raut wajah Davin berubah menjadi menyeramkan.


"Apa-apaan tuh cewek! Pakai bilang belum nikah segala, emangnya perlu gitu semua orang tahu! Fix, ini gak boleh di biarin! Bisa-bisa semua laki-laki di sini makin gencar mendekati nya karena sikapnya santai itu! " batin Davin mendengus kesal.


"Siapa yang bilang? Kamu memang belum menikah, tapi akan menikah dengan saya karena kamu calon istri saya! Panggil dia ibu dan jika aku mendengar kau memanggil nama nya saja, aku akan memotong lidah mu itu! " ucap Davin dengan menatap tajam kandidat bernama Kevin.


Aulia melongo mendengar perkataan Davin yang mengklaim nya sebagai calon istri, sedangkan Kevin hanya menelan ludah mendengar ancaman Davin.


"Ba-baik Pak.. ! " jawabnya dengan susah payah.


Aulia Diam-diam tersenyum kecil melihat wajah cemburu Davin dan kembali biasa saja saat Davin menoleh padanya.


Wawancara pun di lakukan dengan begitu lancar, Kevin menjawab semuanya juga dengan lancar meski kadang Aulia memberikan pertanyaan yang memojokkan nya hingga ia kesulitan untuk menjawab.


Kevin keluar dan masuk kandidat yang kedua yang memakai kemeja lengan panjang bewarna putih garis-garis dan celana dasar warna hitam.


"Hai Doni..! Apa kamu siap untuk wawancara nya? " sapa Aulia dengan melihat berkas yang ada di hadapan nya.

__ADS_1


"Siap Bu... ! " jawab kandidat bernama Doni mantap.


Davin yang duluan bertanya pada Doni yang tampak begitu lugas dalam menjawab nya. Ia sama seperti Kevin yang juga agak kesulitan menjawab pertanyaan yang menjebak yang di ajukan Aulia karena pertanyaan nya sama dengan Kevin.


Peserta berikutnya bernama Anjas, Darren dan terakhir Rozali.


"Hai Rozali! Siap untuk wawancara hari ini? Kamu kandidat yang terakhir wawancara! " sapa Aulia dengan bertanya.


"Siap Bu, panggil Ali aja Bu lebih enak dengar nya! " jawab nya mantap.


Karena yang terakhir, maka hanya Aulia saja yang bertanya, Davin hanya mengamati dan mengawasi jalannya wawancara tersebut.


"Oke.. ! Seperti halnya dengan keempat kandidat sebelum kamu, pertanyaan yang saya ajukan pertanyaan yang sama untuk semua peserta!



Apa rencana mu 5 tahun ke depan?


2.Apa kelemahan diri mu?


Apa motivasi mu bekerja di perusahaan ini?


Bagaimana cara mu menghadapi stres?


Apa saja langkah pengendalian stres mu?


Silahkan jawab dan jangan terburu-buru untuk menjawabnya! " ucap Aulia dengan tegas.



"Bismillahirrahmanirrahim..



Rencana saya 5 tahun ke depan : Saya ingin mengambil tugas kompleks sebanyak mungkin di posisi tersebut. Hasil dari pekerjaan saya, saya ingin membangun hubungan klien yang langgeng, saya juga tidak keberatan menjadi seseorang yang bisa melatih dan membimbing orang lain.


Kelemahan saya : Tidak pernah puas, keras kepala, tidak sabaran, kadang tidak percaya diri, kurang kritis dengan diri sendiri, kurang pengalaman yang memuaskan.


Motivasi saya bekerja di perusahaan ini : Saya termotivasi untuk melakukan pekerjaan ini karena saya merasa apa yang saya lakukan bisa membuat saya merasa cukup dan senang dengan hidup saya.


Cara saya menghadapi stres : Membicarakan keluhan dengan seseorang yang dapat di percaya, melakukan kegiatan sesuai dengan minat dan kemampuan, mengembangkan hobi yang bermanfaat, Mendekatkan diri kepada sang Pencipta, berpikir positif.


Langkah pengendalian stres saya : Merencanakan masa depan dengan lebih baik, Menerima diri sendiri sebagaimana adanya, Menerima lingkungan sebagaimana adanya, Berbuat sesuatu kemampuan dan minat, Membuat keputusan yang bijaksana, serta berpikiran positif.


Itu jawaban saya Bu.. " jawab Ali dengan mantap.



Aulia tersenyum puas dengan jawaban Ali, sedangkan Davin mendengus kesal melihat Aulia memberikan senyuman nya pada laki-laki lain.


"Baiklah, kamu boleh keluar bergabung bersama teman-teman mu di luar! Kami akan berembuk dulu dengan pimpinan perusahaan ini ! Silahkan kalian beristirahat dan akan kami panggil kembali untuk memberikan keputusan nya! " ucap Davin dengan wajah datar.


"Baik Pak, Bu ! Saya permisi! " jawab Ali dengan tersenyum ramah.

__ADS_1


"Dasar tebar pesona! " gumam Davin lirih dengan wajah kesal saat Ali tersenyum ramah.


"Mas ngomong apa barusan? " tanya Aulia yang mendengar agak samar-samar.


"Gak ada yang ngomong! Kamu aja yang salah dengar! " jawab Davin dengan ketus.


Ia lalu bangkit dan meninggalkan Aulia seorang diri di dalam ruangan meeting.


"Itu orang kenapa sih! Dari pertama datang udah aneh banget! Ketus dan galak banget kayak perempuan lagi datang bulan aja! Dah lah, mendingan aku makan aja dulu! Udah siang juga sekalian nanti sholat dzuhur dulu sebelum ke ruangan nya Mas Izam! " ucap Aulia bicara sendiri ngomongin sikap Davin.


Davin masuk ke ruangan Izam dengan muka masam gak enak banget untuk di lihat.


"Ngapain muka Lu? " tanya Izam heran.


"Gak ada! Cuma bete aja ! " jawabnya dengan menghempaskan bokong nya ke sofa.


"Muka di tekuk gitu kayak pantat ayam di bilang gak ada, aneh Lu.. ! " sahut Izam lagi dengan geleng-geleng kepala.


"Enak aja di samain dengan pantat ayam! Muka elo tuh yang kayak pantat ayam! Ngeselin banget ! " jawab Davin sewot dikatain kayak gitu.


"He.. He.. He.. " ucap Izam terkekeh tanpa merasa tersinggung.


"Zam,.. ! Perempuan itu emang makhluk yang gak peka ya? Elu kan banyak pacar jadi tahu bagaimana perempuan itu seperti apa? " tanya Davin tiba-tiba.


"Eh kampret... ! Itu dulu, masa lalu! Ngapain elu ungkit-ungkit sekarang bahlul? Kalau ada yang dengar gimana? Sue lu.. ! " giliran Izam yang sewot dengan pertanyaan Davin.


"Ish... Gak naek motor juga, main ngegas aja loe.. ! " ucap Davin dengan bercanda.


"Ngapain elo nanya kayak gitu? Gak kayak elo banget! Elo kan paling malas berurusan dengan yang namanya kaum perempuan! " tanya Izam balik.


"Elo tuh ya.. Pertanyaan gue aja belom elo jawab, sekarang elo nanya balik lagi ke gue! Emang ente kadang-kadang ente ya.. ! " ucap Davin makin kesel.


"Ha... Ha... Ha... Ya aneh aja elu nanya kayak gitu sama gue! Gini nih ya.. Selama gue hidup berumah tangga, perempuan itu makhluk yang paling peka dan sensitif, tapi dalam konteks yang berbeda pula tergantung dengan situasi dan kondisinya! " jawab Izam dengan terkekeh geli.


"Ternyata rumit juga! " gumam Davin dengan wajah yang merenung.


"Dah lah, gak usah mikirin gak gak pernah elo pikirin! Mendingan kita makan siang aja di kantin! Bisa kena omel gue ama bini gue kalau udah jam segini masih belum makan! Oh ya, ngomong-ngomong dimana Aulia? Kalian kan tadi di ruangan yang sama? " ucap Izam dengan menutup berkas yang ia tandatangani.


"Gak tau.. ! Kuy lah kita makan siang dulu! " jawab Davin pura-pura gak perduli.


"Ish... Elo tuh ya, entar kalau ada apa-apa sama Aulia gua gak mau ikut-ikutan di omelin bini gue! " sahut Izam kesal.


"Udah ah, bawel loe kayak emak-emak! " tukas Davin sembari keluar ruangan Izam.


"Woi pea... ! Tungguin gue.. ! Main pergi aja loe.. ! " teriak Izam kesal.


Ia berlari menyusul langkah Davin dengan kesal menepuk bahu nya Davin. Sepanjang mereka berjalan memasuki lift, Davin kepikiran dengan ucapan Izam yang bertanya dimana Aulia.


"Aduh... Elo bego banget sih Vin! Aulia kan baru pertama kali datang ke perusahaan ini, jadi pasti belum mengerti di bagaimana tempat ini! Mana ini udah waktu istirahat dan makan siang, dia pasti gak tau di mana kantin! Duh, bisa mati gue di buat bini nya Izam kalau nanti Aulia kedapatan kelaparan karena gak tau tempat makan! Duh, kelar hidup gue ini.. ! " batin Davin dengan menggigit bibirnya karena khawatir.


Bersambung...


Selamat membaca dan selamat beraktivitas readers ku semuanya...

__ADS_1


Semoga hari kalian menyenangkan 💕😍...


__ADS_2