
Pagi-pagi sekali Aulia sudah berpakaian rapi, karena hari ini ia sudah mulai bekerja di perusahaan Izam meskipun hanya bantu-bantu saja.
Davin sengaja datang pagi-pagi agar bisa pergi barengan ke kantor.
"Semoga sukses ya Aul... " ucap Amay saat Aulia pamit ke kamar nya.
Ia menciumi si kembar dengan gemes sebelum pergi ke kantor.
"Bismillahirrahmanirrahim.... Semoga aku bisa melakukan semuanya dan tidak mengecewakan semua orang! " batin Aulia saat memasuki mobil Davin.
"Gak usah cemas gitu?? Kayak mau pergi perang aja! " ucap Davin sembari terkekeh.
"Ini lebih dari perang Mas! Semoga saja aku gak bikin pekerjaan kamu makin berantakan! " jawab nya dengan melihat ke arah luar jendela.
"Gak akan! Mas yakin kamu pasti bisa! Toh, kalau masih belum mengerti juga kan bisa tanya Mas langsung ! " ucap Davin lagi dengan tulus menyemangati Aulia.
"Aamiin... " jawab Aulia sedikit tenang.
Sepanjang perjalanan mereka ke kantor, mereka hanya diam membisu didalam mobil. Aulia hanya melihat keluar jendela tanpa mau memulai percakapan di dalam mobil.
Mereka terus seperti itu hingga mobil yang Davin kendarai sampai di depan pintu masuk perusahaan. Ia menyerahkan kunci mobil pada petugas valet agar memarkir kan mobil tersebut di parkiran.
__ADS_1
Beberapa karyawan di perusahaan tersebut menyapa dan menunduk hormat saat bertemu dengan Davin.
Tidak terkecuali lima orang kandidat asisten pribadi yang sedang training selama sebulan.
"Pagi Pak Davin... Pagi Bu Aulia... ! " sapa salah satu asisten pribadi yang sedang training.
"Pagi juga... Di mana teman-teman kamu ? Apakah mereka sudah datang? " jawab Aulia dengan ramah.
Sedangkan Davin hanya mengangguk kan kepala nya saja tanpa membalas sapaan mereka.
Begitu sampai di lantai ruangan Izam, sekretaris Izam sudah berdiri di depan pintu masuk ruangan Izam dengan tiga orang kandidat asisten pribadi yang ternyata udah sampai duluan.
Begitu memasuki ruangan kerja Izam, Davin langsung menuju meja nya dan mulai mempersiapkan bahan-bahan untuk mengajari Aulia.
"Ayo kita mulai belajar nya! Mas akan ajarin kamu bagaimana cara kerja di perusahaan! Ambil berkas-berkas yang ada di meja Izam dan bawa ke sini! Kita akan eksekusi langsung! " ucap Davin seraya menunjuk meja kerja Izam.
"Oke Mas... " jawab Aulia mengerti.
Ia pun berjalan menuju meja kerja Izam untuk mengambil berkas yang di tunjuk Davin. Begitu ada di atas meja, Davin langsung mengajar kan Aulia apa yang harus ia lakukan terlebih dahulu.
"Ayo kamu kerjakan! Pakai saja komputer yang ada di meja kerjaku! Aku akan memeriksa semua ini di sini! " perintah Davin pada Aulia.
__ADS_1
"Siap Mas... "ucap Aulia penuh semangat.
"Kalau ada yang masih belum paham, jangan sungkan untuk bertanya pada ku! " sahut Davin lagi mengingatkan Aulia.
"Beres Mas... ! " jawab Aulia memberikan jempolnya.
Ia pun memulai aktivitas nya di perusahaan itu dan akan bertanya jika ada yang tidak ia pahami. Sedangkan lima calon asisten pribadi Izam yang magang sedang menyelesaikan tugas yang ia berikan, yang sengaja ia titip kan pada sekretaris di luar.
Tidak terasa jika hari sudah beranjak siang dan sudah waktunya mereka istirahat.
"Stop dulu kerjaan nya! Kita makan siang dulu kemudian sholat dzuhur! " tegur Davin pada Aulia yang masih fokus menatap layar komputer nya.
"Iya Mas sebentar! Nanggung dikit lagi! " jawab Aulia minta waktu sedikit.
"Oke, Mas tunggu 10 menit! " ucap Davin sembari duduk di sofa melihat pekerjaan Aulia dari jauh.
Bersambung...
Selamat membaca dan selamat beraktivitas reader ku semuanya..
Semoga hari kalian menyenangkan 💕😍..
__ADS_1