Bidadari Surga Untuk Penjual Kebab Yang Tajir

Bidadari Surga Untuk Penjual Kebab Yang Tajir
Memberitahu semua orang..


__ADS_3

Setelah acara mereka selesai dan para tamu juga sudah pulang, semua orang kembali ke kamar masing-masing untuk membersihkan diri karena hari sudah sore dan sudah memasuki jam 5 petang.


Keluarga besar Izam pun juga sudah pulang bersama-sama para pelayan yang memang sengaja di ajak Izam dan Amay untuk menghadiri acara tujuh bulanan ini.


Sedari anak-anak itu pulang, Amay selalu kepikiran anak perempuan yatim bernama Naura tersebut. Tiba-tiba saja ia meneteskan air mata teringat ia dulu pernah marah dan protes saat tahu jika ia bukan anak kandung Abah dan Umi nya.


"Ya Allah.... Maafkan aku yang dulu sempat marah dan protes padamu saat tahu aku bukan anak kandung Abah dan Umi! Aku juga bahkan membenci orang tua kandung ku yang waktu itu belum pernah aku temui! Maaf kan aku ya Allah! Ampunilah kekufuran ku dulu atas semua nikmat yang kau berikan pada ku! Maafkan aku ya Allah.... ! " ucap Amay dengan lirih seraya menghapus air matanya.


"Ayo sayang, sholat dulu! Kita berjamaah ya? Ayo, Mas bantu wudhu! " ajak Izam yang baru keluar dari kamar mandi.


Amay mengangguk pelan. Ia pun di gendong Izam menuju kamar mandi dan di duduk kan Izam di atas bangku yang memang di peruntukkan Amay jika ia mandi atau pun mengambil wudhu. Ia sudah tidak bisa berdiri tegak lama-lama seorang diri, harus ada seseorang yang membantunya dan itu adalah Izam suaminya.


Setelah ia mengambil wudhu, Izam kembali mengangkatnya ke kamar dan meletakkan Amay di atas tempat tidur. Mereka sholat berjamaah dengan Amay sholat duduk di atas tempat tidur yang sudah di bersihkan dari najis.


Selesai sholat, mereka duduk santai di teras depan rumah sambil Izam membacakan cerita tentang nabi-nabi di depan perut Amay.


"Bang..... ! " panggil Amay begitu Izam selesai bercerita.


"Ada apa sayang? Apa yang ingin kau sampaikan? " jawab Izam penuh selidik.


"Emm.... Gimana kalau kita adopsi Naura jadi anak kita! Itu kalau Abang setuju! Amay pengen anak sepintar Naura mempunyai orang tua yang bisa mendidik nya, mengajarkannya, membimbingnya menjadi anak yang tidak hanya cerdas dan pintar secara akademis tetapi juga pintar dalam ilmu agama! " ucap Amay agak sedikit ragu.


"Subhanallah.... Mulianya hati kamu sayang! Kalau Abang sih terserah kamu aja, yang penting jika anak kita nanti lahir kamu tidak membedakan kasih sayang kamu dengan Naura dengan si triple. Abang tidak ingin Naura merasa tersisih dengan kehadiran si triple karena perbedaan kasih sayang di antara mereka! " sahut Izam dengan lembut.


"Astaghfirullah hal adzim Abang.... ! Amay gak mau seperti itu, karena dari lubuk hati Amay, Amay ingin Naura seperti Amay yang mendapatkan kasih sayang yang tulus dari orang tua angkatnya seperti saat Abah dan Umi yang tulus menyayangi Amay dan mencintai Amay meskipun Amay bukan anak kandung mereka! Walaupun perbedaan nya nanti Amay memiliki anak kandung sendiri, InsyaAllah Amay tidak akan separuh hati mencintai dan menyayangi Naura yang menjadi anak angkat kita! " jawab Amay dengan sungguh-sungguh.


"Aamiin.... Semoga Allah mengabulkan keinginan kamu sayang! Kalau begitu, kita harus membicarakan semua ini dengan seluruh keluarga! Besok Abang akan meminta berkumpul di sini untuk membicarakan keinginan mu itu mengadopsi Naura! " ucap Izam dengan tersenyum lembut.


"Terimakasih Abang! Amay makin sayang sama Abang! " jawab Amay dengan tersenyum senang.

__ADS_1


"Dih.... Bilang sayang kalau ada maunya! " cibir Izam dengan bibir manyun.


"Ha.... Ha.... Ha.... Cup.... Cup.... ! " Amay tertawa dan memberikan kecupan di pipi kanan dan kiri suaminya.


🌾🌾🌾


Keesokan harinya..


Semua orang sudah berkumpul setelah makan siang di rumah Papa Rahman. Mereka saling bertanya-tanya satu sama lainnya kenapa mereka di kumpul kan kembali di rumah ini oleh Izam.


Izam juga berniat untuk membuka hasil tes DNA Pak lek rohim dan Davin di depan semua orang selain memberitahu keinginan Amay untuk mengadopsi Naura.


Davin yang di panggi juga menatap Izam dengan heran karena ia adalah pertemuan keluarga mereka, tetapi kenapa ia juga di panggil ke rumah ini.


Izam kemudian datang sambil mendorong kursi roda Amay ke ruang keluarga.


"Karena kalian semua nya sudah berkumpul, aku akan langsung memberitahu sesuatu kepada kelian semuanya! Pertama, aku dan Amay berencana ingin mengadopsi anak perempuan yatim yang kemarin bersama Amay bernama Naura! Aku minta pendapat kalian semua dengan keinginan kami ini! Dan kedua, aku akan membuka surat tes DNA Pak lek Rohim dan Davin yang dilakukan tiga bulan yang lalu di depan kalian semua! " ucap Izam dengan merogoh kantong celananya dan mengeluarkan amplop putih.


"Tunggu.... Tunggu! Apa maksud elo bilang hasil tes DNA gue sama Pak lek? Gak salah loe ngomong! Kapan gue melakukan tes nya? " ucap Davin protes dengan wajah bingung.


"Iya... Mama juga bingung? Kenapa Davin harus tes DNA dengan Kyai besan? Memangnya ada apa ?" sahut Mama Lia juga ikut bingung.


"Amay juga bingung Bang! Kenapa Pak lek melakukan tes DNA dengan Mas Davin? Pak lek kan punya saudara cuma sama Umi, gak ada yang lain! " ucap Amay juga heran.


Karena semuanya masih bertanya-tanya dan bingung, Pak lek Rohim pun angkat bicara.


"Sebenarnya, ada alasan kenapa saat pertama kali kami terkejut melihat kedatangan mu ke rumah Nak Izam waktu itu, bahkan istri saya sampai pingsan. Semua itu ada alasannya hingga kami bersiap begitu. Kami terkejut karena wajah Davin persis dengan wajah seseorang yang sangat kami kenal yaitu Kakak ipar saya antara lain Abah nya Amay Kyai Sulaeman. " ucap Pak lek Rohim berterus terang.


"Apa..... ????! " teriak mereka lagi berbarengan dengan wajah tidak percaya.

__ADS_1


"Itu memang benar! Untuk apa kami berbohong! Kami menduga kalau Davin adalah anak Kandung Kang Sulaeman dan Mbak Hafizah yang mungkin terpisah oleh pihak-pihak tertentu, yang dengan sengaja memisahkan mereka! Kami pun meminta bantuan Izam untuk melakukan tes DNA antara saya yang adik kandung Mbak Izah dengan Davin. Maafkan kami sudah lancang melakukan tes ini tanpa sepengetahuan mu! Kami hanya ingin tahu apakah dugaan kami ini benar apa salah! " sahut Pak lek Rohim lagi menambahkan.


"Itu gak mungkin! Bagaimana bisa saya ini anak dari kakaknya Pak lek? Saya adalah anak Ibu saya, meskipun saya tidak tahu siapa Bapak saya karena seumur hidup saya tidak pernah bertemu beliau! " bantah Davin dengan masih tidak percaya.


"Untuk itulah saya meminta Nak Izam untuk membuka hasil tes tersebut di depan kalian semua agar bisa di pertanggung jawabkan hasil tes tersebut! Jika hasilnya negatif kami tidak kecewa karena kami hanya memastikan saja! Kalau kamu masih tidak percaya, saya sengaja membawa foto-foto kakak ipar saya Kang Sulaeman saat beliau masih muda dulu! " ucap Pak lek Rohim dengan memberikan sebuah album kecil kepada Davin.


"Ya Allah..... jadi, Mas Davin anak kandung Abah dan Umi? " ucap Amay dengan wajah sangat terkejut.


"Bisa iya bisa tidak sayang! Karena kita belum membuka hasil tes DNA nya! " jawab Izam dengan menggenggam tangan istrinya.


"Buka saja Dik... Jadi kita bisa tahu apakah hasilnya positif atau negatif! Biar semuanya sama-sama jelas dan tidak ada simpang siur lagi! " sahut Papa Rahman setuju pada Pak lek Rohim.


"Benar kata Besan, Papa juga setuju! " ujar Papa Idris ikut bicara.


"Baiklah kalau begitu, ayo Pak lek buka amplopnya sekarang juga! " sahut Izam dengan meletakkan amplop putih tersebut di tangan Pak lek Rohim.


"Bismillahirrahmanirrahim.... " ucap Pak lek Rohim sebelum ia membuka amplop tersebut.


Ia menyobek amplop putih dan mengeluarkan selembar kertas dan membaca isi tes nya. Pak lek Rohim menangis termangu dengan tubuh luruh di lantai hingga selebaran itu terlepas dari pegangan nya.


Bulek Saroh mengambil nya dan ia sama-sama seperti suaminya, menangis dan memeluk erat suaminya. Karena penasaran, Davin mengambil kertas tersebut dan membacanya.


"Hasil tes ini akurat 90% persen jika sampel tersebut cocok dan dapat di pastikan jika sampel D adalah keponakan kandung sampel R alias mereka ada hubungan darah yang erat" begitu bunyi hasil tes dan di tanda tangani dokter nya langsung.


"Gak.. ! Ini gak mungkin! Aku bukan keponakan kalian! Aku anak Ibu ku! Ini pasti bohong dan rekayasa! Ini tidak mungkin! " teriak Davin dengan wajah shock dan amat terpukul.


Bersambung...


Selamat membaca dan selama beristirahat readers ku semua...

__ADS_1


Semoga hari kalian menyenangkan πŸ’•πŸ˜...


__ADS_2