
Izam menghela napas kasar begitu memasuki mobil nya dan pergi dari lokasi pembangunan proyek kerjasama perusahaan nya dengan perusahaan Ahyar.
"Maaf Anita, kita bukan lagi teman dekat seperti dulu! Aku tidak ingin menciptakan celah untuk mu masuk di kehidupan baru ku bersama Amay! Aku harap kau mau membuka diri untuk laki-laki lain yang sepadan dengan keluarga mu! " gumam nya dengan lirih.
Karena mood nya sudah berantakan karena ketemu Anita, Izam memutuskan untuk pulang saja ke rumah. Amay yang baru masuk ke dalam kamar agak kaget melihat pintu kamar terbuka dan suaminya masuk dengan wajah di tekuk.
"Assalamualaikum Bang.. ! " sindir Amay dengan menatap heran suaminya.
"Maaf sayang... Assalamualaikum.. ! " ucap Izam mengulang mengucapkan salam.
"Waalaikumsalam.. ! " jawab Amay dengan menyalami tangan suaminya saat Izam mendekati tempat tidur.
"Abang mandi dulu ya.. ? Kotor abis dari luar! " ucap nya lagi sebelum Amay membuka mulut.
Amay mengangguk dan menatap kasihan wajah lelah suaminya. Izam langsung mengambil handuknya di lemari dan masuk ke kamar mandi. Semenjak ia kesulitan untuk bangkit dan berdiri sendiri, keperluan Izam ia siapkan sendiri. Ia tidak mau ada orang lain yang menyiapkan nya selain istrinya.
Sepuluh menit ia mandi dan keluar dengan hanya menggunakan handuk di pinggang sehingga memperlihatkan tubuh atletis yang ia miliki. Ia berjalan santai memasuki ruang ganti sekalian mengambil pakaian nya di dalam sana.
"Dasar Abang... ! Semenjak udah nikah selalu seperti itu setiap habis mandi! Apa salah nya bawa pakaian dalam yang bersih ke kamar mandi! ckckckck... ! " ucap Amay pelan dengan geleng-geleng kepala.
Ia menunggu suaminya memakai pakaian dengan berdzikir sambil mengusap lembut perut buncit nya. Tidak lama kemudian, Izam datang dan langsung merebahkan bobot tubuhnya di samping Amay.
"Assalamualaikum anak-anak Papa?? Gimana keadaan kalian hari ini?? " ucap Izam dengan menciumi perut istrinya.
__ADS_1
Sebuah jawaban berupa gerakan dari dalam perut Amay yang membuat Amay sedikit meringis karena ngilu.
"Pelan-pelan sayang gerak nya! Tuh lihat, Mama kalian kesakitan! " ucap Izam dengan terkekeh.
Lagi-lagi mereka merespon ucapan Papa mereka dengan kembali bergerak. Amay tersenyum bahagia karena anak-anak nya bergerak aktif meskipun tidak seaktif waktu masih usia lima bulanan karena ruang gerak mereka sudah sempit.
"Abang... ! Capek banget ya.. ?? Muka nya kelihatan lelah banget! Gak biasanya Abang pulang jam segini?? Biasanya habis Asar baru sampai rumah! " tanya Amay dengan bersandar di dada suaminya.
"Iya sayang... ! Rasanya gak ada Davin pekerjaan terasa berat banget! Apalagi yang Abang pegang ada dua, yaitu perusahaan Abang dan perusahaan Barzakh corporation. Dulu ada Davin, Abang hanya mengawasi saja dari jauh dan hanya muncul di saat-saat genting saja. Karena Abang juga memegang perusahaan Barzakh jadi Davin semua yang mengurus perusahaan pribadi Abang. Sekarang Abang semua yang memegang dua-duanya hingga membuat Abang terlalu sibuk hingga sulit mengambil waktu untuk mu! Maaf kan Abang ya sayang! Disaat-saat seperti ini Abang malah sibuk bekerja! " jawab Izam dengan lembut dan mengecup lembut kening Amay.
"Gak papa Abang... ! Semoga lelahnya Abang menjadi pahala karena mencari nafkah untuk kami.. ! " ucap Amay juga dengan lembut.
Ia mengusap sayang rahang suaminya yang sudah di tumbuhi bulu-bulu halus karena tidak sempat lagi untuk bercukur.
"Bisa saja sih.. ! Tapi gak bisa cepat-cepat karena harus di seleksi dulu baik-baik! Abang tidak mau mencari orang sembarangan, bisa-bisa nanti perusahaan bangkrut karena menerima orang yang salah yang mungkin mempunyai niat jahat pada usaha kita! Harus di pertimbangkan matang-matang! " jawab Izam agak bimbang.
"Abang jangan khawatir... ! Soal menyeleksi serahkan pada Aulia.. ! Dia orang yang tepat jika menyangkut menyeleksi seseorang dan ia paling tahu karakter seseorang dari gerak gerik orang tersebut di hadapannya! " ucap Amay tersenyum kecil.
"Maksud kamu Aulia teman kamu itu sayang?? Bukan kah kalian itu kuliah jurusan keguruan?? Masa Aulia bisa menebak bagaimana karakter seseorang yang baru ia kenal begitu saja! " sahut Izam sedikit tidak percaya.
"Abang itu kalau cari informasi yang lengkap dong.. ?? Kami memang kuliah jurusan keguruan tepatnya guru taman kanak-kanak! Tapi Aulia, dia kuliah di dua universitas dengan dua jurusan yang berbeda yaitu satu keguruan sama dengan Amay dan satu lagu jurusan psikologi. Jadi waktu kelulusan ia mempunyai gelar S1 nya dua yaitu S. pd dan S.psi. Gitu suamiku sayang... ???? " ucap Amay menjelaskannya.
"Oh.... Gitu toh... ! Okelah kalau begitu! Abang akan bikin pengumuman nya dan Aulia akan menjadi juri penyeleksian. Nanti berkas-berkas lamaran pekerja akan Abang bawa ke rumah biar Aulia bisa memilih yang mana akan dia temui untuk seleksi wawancara! " sahut Izam kegirangan.
__ADS_1
"Kok di rumah Bang.. ?? Kenapa gak di kantor aja?? " tanya Amay heran.
"Abang gak mau kamu sendiri di rumah! Di saat terkahir seperti ini Abang gak mau meninggalkan kamu sendiri! Di samping itu juga, kamu kan juga bisa melihat berkas-berkas tersebut dan ikut menyeleksi CV para pelamar nya! " jawab Izam menjelaskan.
"Wah... Amay jadi gak sabar pengen ikutan melihat CV pelamar nya! " ucap Amay dengan sangat senang sekali.
πΎπΎπΎ
Di dalam kamarnya, Anita masih melamun sehabis ia mandi sepulang ia dari bekerja di perusahaan keluarga nya.
Ia bahkan tidak ingin makan malam karena ia tidak bernafsu untuk makan ataupun mengunyah sesuatu.
"Ya Allah ya Tuhan... Semakin aku mencoba melupakannya semakin besar pula rasa cintaku untuk nya! Aku tidak ingin menjadi syaitan yang selalu menggoda manusia agar selalu berada di dalam kesesatan! Aku tidak ingin melakukan dosa ya Allah dengan menyimpan perasaan ini! " gumam nya dengan menghela napas dengan berat.
Ia bangkit dari tempat tidurnya saat mendengar adzan maghrib berkumandang. Ia turun untuk memenuhi kewajibannya sebagai seorang muslim.
"Ya Allah ya Tuhanku... ! Hilangkan lah perasaan cinta yang tidak terbalas ini dari hatiku! Jangan biarkan aku menjadi terbelenggu dengan perasaan ini ya Allah.. ! Bimbing lah aku agar ikhlas dan ridho menerima semua takdir yang Engkau berikan! Pertemukan aku dengan laki-laki yang tulus mencintaiku apa adanya dan bukan ada apanya ya Allah.. Jauhkan lah aku dari bisikan-bisikan syetan yang menyesatkan manusia! Kabulkan lah doaku ya Allah... Aamiin ya rabbal alamin.. ! " ucapnya dengan menadahkan tangan selesai sholat.
Bersambung...
Selamat membaca dan selamat beraktivitas reader's ku semuanya...
Semoga hari kalian menyenangkan ππ...
__ADS_1