
Aulia dan Izam sama-sama kaget dan mereka saling bertanya satu sama lainnya.
"Kakak ngapain di sini?? "
"Lah, kamu juga ngapain di sini?? "
"Kalian berdua saling kenal??
Izam akhirnya menyuruh Aulia untuk duduk dulu di sofa dan bertanya kembali kenapa ia ada di ruangan ini juga. Aulia menjelaskan kenapa ia ada di ruangan ini saat ini juga.
"Oh...Jadi kamu yang memanggil perawat untuk membawa si kunyuk itu ke ruang UGD?? " ucap Izam sambil mangut-mangut mengerti.
"Iya Kak, saya hanya ingin tahu bagaimana keadaan Mas nya! Soalnya Mas nya langsung pingsan di hadapan saya! " jawab Aulia setengah jujur.
"Alhamdulilah, saat ini si kunyuk ini belum koid! Masih bisa bernafas dan tidak sesak nafas! " jawab Izam asal.
"Sialan loe! Nyumpahin gue mati loe! " hardik Davin dengan suara agak lemah.
"Tuh kan lihat sendiri! Lemas begitu masih bisa marah-marah! " ucap Izam dengan menunjuk Davin.
Aulia hanya terkekeh kecil melihat interaksi dua orang laki-laki yang di hadapannya.
"Oh iya kak, Amay dan Tante Lia tadi pagi ke sini juga jenguk Kak Zahra! " ucap Aulia memberitahu Izam.
"Iya, Amay ngasih tau kakak kalau mereka udah pulang waktu kakak nyampe disini! Ngomong-ngomong gimana keadaan kakak kamu? " jawab Izam sambil bertanya kondisi Zahra.
"Belum ada perubahan Kak, masih seperti terakhir kakak sama Amay jenguk! " jawab Aulia dengan wajah sedih.
"Yang sabar... Aku akan bilang sama teman ku untuk merekomendasikan dokter yang terbaik yang bisa menangani kondisi kakak kamu! " ucap Izam dengan tulus.
"Subhanallah... Terimakasih banyak Kak! Rasanya aku lega sahabat aku mendapatkan suami yang baik seperti kakak! " jawab Aulia juga dengan tulus.
"Cih, gak usah di puji kayak gitu! Bisa-bisa ia jadi makin besar kepala! " celutuk Davin dengan wajah kesal.
"Iri bilang Bos! " jawab Izam melemparkan tatapan mengejek.
"Ogah gue iri sama loe! " cibir Davin memajukan mulutnya.
"Kakak temannya Mas ini ya? " tanya Aulia penasaran.
"Astaga.. Aku hampir lupa ngenalin kalian berdua! Aulia ini Davin, Davin ini Aulia ! Kakak itu Bos nya si Kunyuk ini sekalian merangkap sebagai sahabatnya! " ucap Izam dengan wajah songong nya.
__ADS_1
"Cih, sombong banget! Enek banget gue liat muka songong elo! Buruan pergi dari sini! Bisa-bisa nanti gue malah hipertensi kalau elo lama-lama di sini ! " sahut Davin dengan ekspresi mau muntah.
"Gue bakalan tetap di sini sampai si Fahri datang ! Lagian, kalau bukan karena titah istri tercinta, gue mah juga ogah nungguin elo di sini ! Mendingan gue kelonan ama bini gue nyicil cucu buat bokap nyokap ! " jawab Izam dengan santai nya.
"Dasar maniak! Pergi loe jauh-jauh ! Bisa gila gue dengan omongan absurd elo ! " pekik Davin pelan dengan melemparkan bantal ke arah Izam.
"Yeah jomblo marah! " ejek Izam sambil melemparkan kembali bantal itu kepada Davin.
Aulia yang mendengar ucapan nyeleneh Izam memalingkan wajahnya karena malu, apalagi sedari tadi ia menyadari jika Davin berulang kali menatap nya diam-diam.
"Aulia, maaf ya ! Gak usah di dengerin apa yang di katakan Bos gila ini ! Meskipun aku belum pernah bertemu dengan sahabat mu yang menjadi istrinya, aku sangat kasihan pada nya yang mendapatkan suami modelan gini! Tolong kamu sampai kan kepada sahabat mu itu, jika ia mau tukar tambah suami aku akan siap membantunya mencintai kan suami yang tidak gila kayak gini! " ucap Davin semakin absurb.
"Dasar sahabat durjana! Loe kira gue motor pakai tukar tambah segala! Gue kirim elo ke Palestina baru nyahok loe! " sahut Izam sewot dan menatap tajam Davin.
"Gue lapor juga elo ke Komnas HAM karena udah semena-mena sama bawahan yang sedang sakit ! " jawab Davin tidak mau kalah.
Tiba-tiba pintu ruangan itu terbuka dari luar dan masuk seorang laki-laki berpakaian dokter yang berparas lumayan tampan khas orang Indonesia asli.
"Heran gue kalau lihat elo berdua, berantem mulu kalau udah ketemu ! Giliran kalau jauh saling cari-carian ! " ucapnya dengan geleng-geleng kepala.
"Eh ada cewek cantik! Hai, kamu istrinya Izam ya? " ucap nya lagi ketika melihat Aulia.
"Bini gue bukan ini bahlul ! Ini Aulia, calonnya si kunyuk itu! " jawab Izam dengan asal.
"Eh Kak, Mas-mas ! Aulia pamit dulu ya? Udah lama soalnya ninggalin Kak Zahra! Aulia permisi ya Mas, semoga cepat sembuh! Assalamualaikum! " ucap Aulia langsung berdiri dan keluar dari ruangan Davin.
"Waalaikumsalam... " jawab mereka bertiga berbarengan.
"Dasar Bos gila gak ada akhlak! Noh, gara-gara omongan elo tuh cewek buru-buru pulang! " ucap Davin kesal.
"Sengaja gue! Biar elo enggak zina mata terus! Emangnya gue gak tahu kalau elo curi-curi pandang dari dia duduk sampai dia keluar tadi! " jawab Izam dengan cueknya.
"Sok tau banget ! " sahut Davin mengelak.
"Alah, gak usah ngeles elo! " jawab Izam lagi dengan yakin.
"Udah, udah ! Oh ya, kapan elo mau ngenalin istri elo ke kita-kita! " lerai Fahri sambil duduk di dekat Izam.
"Ntar, pas gue ngadain resepsi aja! " jawab Izam enteng.
"Terus, mau sampai kapan elo pura-pura jadi penjual kebab? Capek gue tau gak gantiin elo jadi Bos ! Nih, gara-gara gantiin elo gue jadi sakit gini! " keluh Davin dengan mimik wajah orang yang teraniaya.
__ADS_1
"Cih, muka jelek elo itu di kondisikan! Ini mah elo nya aja yang gak jaga pola makan dan gak istirahat! " jawab Izam mencibir keluhan Davin.
"Kalian itu gak capek apa berdebat terus kalau ketemu! Dah yuk makan siang! Gue laper! " ajak Fahri sembari bangkit dari duduknya.
"Yuk, gue juga lapar! Berdebat membuat energi gue habis terkuras! " jawab Izam ikut berdiri.
"Loh, gue gimana guys! Masa elo berdua ninggalin gue sendiri di sini! " pekik Davin dengan berusaha duduk.
"Elo di sini aja! Elo kan sakit, masa pasien kelayapan keluar! " jawab Izam dengan mengejek Davin.
"Iya, Izam benar! Elo tetap aja di sini! Nantikan ada yang nganterin makanan buat elo dari rumah sakit! " Fahri ikut menimpali ucapan Izam.
Fahri dan Izam pun keluar begitu saja tanpa memperdulikan teriakan Davin yang merengek ingin ikut.
πΎπΎπΎ
Singapore..
Seorang pria paruh baya yang rambutnya sudah hampir berwarna putih namun wajahnya masih terlihat gagah dan tampan sedang duduk di sebuah taman sambil memegang koran di tangannya.
Tidak lama kemudian seseorang pun datang dan langsung duduk di sampingnya.
"Semua yang Tuan besar perintahkan sudah saya laksanakan! Sekarang apa lagi yang akan Tuan besar lakukan? " ucap laki-laki itu tanpa menoleh sedikit pun.
"Tunggu lah beberapa saat lagi, aku sedang mempersiapkan kejutan untuk adik tiri ku yang tersayang itu! Setelah itu, baru kita kembali ke Jakarta! " jawab pria paruh baya tersebut tanpa melepaskan koran yang di tangannya.
"Baik Tuan Besar! Oh ya, dari orang suruhan saya, beliau berkata kalau Nona muda dan suaminya sudah kembali tinggal di kota Jakarta, tetapi mereka tidak tinggal di rumah keluarga Barzakh. Mereka tinggal di sebuah rumah kontrakan yang agak kecil dan sangat sederhana. " ucap laki-laki itu lagi sambil menatap ke depan seolah-olah mereka orang asing yang hanya menumpang duduk.
"Apakah keluarga Barzakh tidak menerima kehadiran Putri ku?? " tanya nya dengan suara yang agak berat.
"Tidak Tuan besar, mereka bahkan menginap di rumah kontrakan Nona muda! Bahkan orang suruhan ku sering melihat Nona muda jalan-jalan berdua bersama dengan mertuanya! " jawab laki-laki itu dengan pasti.
"Bagus kalau begitu! Aku tidak akan pernah membiarkan siapapun lagi menyakiti Putri ku! Aku akan membalas jika ada yang berusaha menyakiti Putri kecilku walau pun hanya sehelai rambut! " ucap pria paruh baya itu dengan nada tegas.
"Kalau begitu, saya pamit dulu Tuan besar! Saya akan menyiapkan kepulangan kita ke Indonesia dan memberitahu semua Sekutu kita yang di Indonesia! " pamit laki-laki itu sambil berdiri dari duduknya dan berjalan pergi meninggalkan pria paruh baya tanpa menoleh sedikit pun.
"Princess kesayangan Papa! Bagaimana rupa mu saat ini sayang? Pasti secantik Mama mu? Hati Papa rasanya sakit karena tidak ada pada saat kau lahir ke dunia ini sayang! Dan pada saat kau menikah! Rasanya Papa tidak berguna menjadi seorang ayah! Tunggu lah Papa sayang, dan kita akan berkumpul kembali seperti keluarga yang utuh! " batin pria paruh baya tersebut sambil mengusap sudut mata nya yang mengeluarkan air mata kesedihan dan kerinduan.
Bersambung...
Selamat membaca dan selamat beristirahat readers semuanya...
__ADS_1
Happy nice dream π΄π΄π΄...