
Setelah semuanya makan siang, para tetua alias kakek nenek Oma Opa sedang berembuk untuk acara aqiqah nya si kembar beberapa hari ke depan, tepat nya 9 hari lagi.
"Kita membutuhkan 7 ekor kambing untuk acara aqiqah ini! Karena anak laki-laki aqiqah nya 2 ekor kambing dan anak perempuan 1 ekor kambing. " ucap Pak lek Rohim mulai bicara.
"Pilih kambing yang besar dan sehat karena akan kita berikan sebagian daging mentahnya untuk warga di sekitar lingkungan ini! Sebagian nya lagi di masak untuk di konsumsi para tamu undangan! " sahut Papa Idris.
"Iya aku setuju! Rencana nya yang di undang siapa saja besan? " tanya Papa Rahman pada Papa Idris.
"Bagaimana kalau anak-anak yatim saja, anak-anak panti asuhan, anak-anak berkebutuhan khusus, dan masyarakat lingkungan sekitar saja? " tanya Papa Idris balik.
"Bagus juga itu! Saya akan mengundang Bapak penceramah juga! " jawab Papa Rahman setuju.
"Pa, undang juga kumpulan Ibu-ibu pengajian yang ada di RT kita dan kelompok marawis! " usul Mama Lia ikut bicara.
Bulek Saroh tidak ikut dalam pertemuan itu karena sedang ke atas melihat keadaan Amay.
"Iya Ma... Terus cari kambing nya di mana? " tanya Papa Idris dengan melihat pada semuanya.
"Gimana kalau dari peternakan kambing kenalan nya Amran Pa, Ma... " ucap Kak Amran memberikan usul.
"Dimana itu?? " tanya Papa Rahman.
"Di sukabumi Pa.. Kenalan Amran memang khusus menjual kambing khusus untuk Qurban dan Aqiqah. Di tempatnya semua nya kambing nya kualitas terbaik dan terjamin kesehatan nya! InsyaAllah gak mengecewakan kok Pa! Kalau Papa setuju besok Amran ke sana untuk melihat nya langsung! " jawab Kak Amran dengan lugas.
"Kalau begitu besok kamu ke sana aja untuk melihat nya! Ajak Maliq juga biar dia tau dan memilih langsung kambing untuk aqiqah anaknya! " sahut Papa Idris memberi saran.
"Ide bagus itu besan! " jawab Papa Rahman setuju.
"Saya juga ikut besok untuk melihat kambing nya! " ucap Pak lek Rohim ikutan bicara.
"Oke Pak lek! Besok kita ke sukabumi melihat kambing nya! Jika sesuai dengan kriteria kita kambing nya alhamdulillah gak perlu mikirin soal kambing lagi! " jawab Kak Amran dengan bersemangat.
"Untuk urusan tamu yang akan di undang sudah clear, kambing juga sudah clear, masalah catering gimana Ma? " ucap Papa Idris sembari bertanya pada istrinya.
"Catering soal gampang Pa, lagian nanti sebagian kambing nya juga akan di masak kan? Jadi biarkan semua itu jadi urusan Mama! " jawab Mama Lia dengan gampang.
"Alhamdulillah, kalau begitu semua nya beres kan? " ucap Papa Idris lagi dengan melihat semuanya.
"InsyaAllah beres Besan! " jawab Papa Rahman memberikan jempolnya.
"Oh ya, penceramah yang akan Papa undang siapa Pa?? " tanya Kak Farel penasaran pada Papa Rahman.
"Oh itu, Ustadz yang lagi tenar di televisi itu! Papa udah berniat mengundang nya saat aqiqah si kembar nanti dan semuanya sudah deal di atur sama Hardi! " jawab Papa Rahman.
Farel mengangguk paham sambil mangut-mangut.
Sementara itu, Izam sedang berbincang di taman samping bersama dua sahabatnya Davin dan Fahri.
__ADS_1
"Selamat ya Bro, akhirnya elo jadi seorang ayah untuk empat anak kembar! Gak nyangka gue kalau anak elo bakalan kembar empat! " ucap Fahri dengan menepuk bahu Izam.
"Terimakasih Bro! Kalian kapan nyusul nikah dan punya anak juga? " jawab Izam sambil bertanya kembali.
"Gimana mau nikah, orang calon nya aja gak ada! " jawab Fahri santai.
"Eh pea... ! Suster sama Dokter di rumah sakit itu banyak yang jomblo! Elo nya aja yang terlalu pemilih, ntar kepilih yang bobrok baru tau rasa! " omel Davin mengejek Fahri.
"Suster dan Dokter yang jomblo sih banyak, cuma gak ada satu pun yang sreg di hati gue! Elo ngatain gue, emangnya elo udah punya calon makmum? "jawab Fahri balas mengejek Davin.
"Ya adalah... Emang nya elu! " jawab Davin dengan percaya diri.
"Halah, ada kalau gak di ungkapin untuk apa! Ntar di embat orang baru tau rasa loe! " cibir Izam mengejek Davin.
"Sue lu... Ini masih dalam masa penjajakan man! Gue masih pedekate dulu baru bisa ajak untuk hidup berdua! " balas Davin membela diri.
"Emang nya siapa gebetan nya di semprul ini Zam? " tanya Fahri penasaran.
"Siapa lagi kalau bukan teman nya bini gue, si Aulia itu! " jawab Izam jujur.
"Oh, yang waktu di rumah sakit itu! Cantik, dan manis! Pintar juga loe milih calon bini! " ucap Fahri memuji pilihan Davin.
"Baru juga calon! Belum bini beneran! Siap-siap aja loe menggaet hati Aulia, dan hadapi saingan loe! Soalnya Aulia gue tugas kan untuk bantu elo di kantor mulai besok! Elo kan tau sendiri kalau si Aulia banyak yang suka di kantor! " sahut Izam menyeringai licik.
"Gila lu Zam... ! Itu bukan basic nya Aulia kerja di kantor! " ucap Davin menolak.
"Apa-apa jangan-jangan elu takut si Aulia di taksir anak-anak magang itu? " ucap Izam lagi dengan menaikkan alisnya menggoda Davin.
"Serah lu deh, serah! Kan elo Bos nya! " jawab Davin pasrah.
"Nah, gitu dong! Seharusnya elo bersyukur bisa dekat terus dengan si doi! Makanya, kalau udah yakin sama perasaan elo, langsung aja tembak! Mau nunggu apaan? Lebaran monyet?? " sahut Izam lagi dengan nada mengejek.
"Ejek terus ejek! " ucap Davin dengan wajah gondok.
"Hahahaha.... " Izam dan Fahri tertawa melihat wajah gedek Davin.
Davin makin merenggut kesal melihat sahabat Durjana nya asyik menertawakan nya.
Sementara itu, yang mereka ghibah sedang di kamar lantai atas membantu Bulek Saroh mengganti popok si kembar.
"May, Mas Izam nyuruh aku bantu kerjaan Mas Davin di kantor! Gimana menurut kamu May?? " tanya Aulia saat Amay sedang menyusui si cantik.
"Ya bagus itu! Soalnya kasihan Mas Davin mengerjakan semuanya sendiri, apa lagi menghandle dua perusahaan sekaligus! Kalau ada kamu kan pekerjaan Mas Davin agak ringan sedikit karena kamu bantu! " jawab Amay santai.
"Tapi May, aku kan belum pernah kerja di perusahaan. Apalagi ini bukan basic aku! Masa lulusan pendidikan anak TK kerja di perusahaan! Aku takut bikin pekerjaan Mas Davin makin bertambah banyak karena ketidaktahuan aku! " ucap Aulia merasa pesimis.
"Sejak kapan Aulia menjadi pesimis begini? Kamu itu pintar, dan pastinya saat Mas Davin ngajarin kamu, pasti cepat nangkap nya! Aku yakin kok kalau kamu itu pasti bisa! Abang pasti sudah yakin sama kemapuan kamu Aul... " sahut Amay dengan nada tidak suka.
__ADS_1
"Aku merasa gak yakin May... Aku takut mengecewakan Mas Davin dan terutama suami kamu! " jawab Aulia masih ragu-ragu.
"Bismillah aja Aul... Mana Aulia yang selalu berpikiran positif dan selalu bersemangat itu?? " ucap Amay berusaha menyemangati sahabatnya itu.
Aulia menghela napas kasar mendengar ucapan sahabat nya itu. Jujur saja ia merasa sedikit agak takut karena ini pengalaman pertama nya bekerja di perusahaan besar.
"Udah, gak usah di pikirin sampai segitu nya! Anggap aja sedang memulai karier yang baru dan biarkan semuanya mengalir apa adanya! Aku yakin kok kalau kamu pasti bisa melakukan semua itu! " ucap Amay lagi memberikan dukungan nya.
Karena si cantik sudah tertidur kembali, Amay memberikan si cantik pada Aulia untuk di bawa ke kamar bayi di sebelah.
Mama Lia datang memasuki kamar si kembar saat Aulia membawa si cantik yang sedang tidur pulas.
"Pipis juga?? " tanya Mama Lia berbisik pada Aulia.
"Iya Ma, terus merengek minta *****! Nih, baru aja tidur lagi! " jawab Aulia agak pelan.
"Padahal udah di kasih Asip kayak kakak-kakak nya, tetap aja gak mau! Kirain di rumah sakit aja gak mau, rupanya emang dia yang beda dari yang lain! " ucap Bulek Saroh pelan sambil memberikan Asip untuk si Imran.
"Manja dia Besan! Mentang-mentang paling cantik di antara kakak-kakak nya! " jawab Mama Lia dengan terkekeh pelan.
"Iya Ma, udah pasti kalau dia besar jadi incaran kaum adam! " sahut Aulia ikutan terkekeh.
"Beuh.... Hadapi dulu bodyguard nya kalau mau deketin dia! Tuh, ada tiga! Belum lagi kakak-kakak sepupu nya! Opa-Opa nya yang pastinya posesif melebihi Papa nya! " jawab Mama Lia menunjuk si kembar 1,2 dan 3.
"Hahahaha.... Iya ya Ma... ! " ucap Aulia dengan tertawa menutup mulutnya dengan kedua tangan.
Bulek Saroh hanya tersenyum kecil mendengar obrolan mereka berdua tentang cucu-cucu nya.
Si sulung merengek karena haus dan Mama Lia dengan sigap memberikan Asip yang sudah di hangat kan Bulek Saroh di tempat penghangat yang khusus di beli Izam.
Di lantai bawah, Izam yang sedang berbincang bersama dua sahabatnya mendadak di panggil sang Papa untuk masuk.
"Iya Pa, ada apa?? " tanya Izam begitu ia duduk di sofa.
"Besok kamu ikut Amran dan Pak Kyai ke sukabumi untuk melihat kambing aqiqah untuk si kembar! Kalau cocok langsung beli aja! Kamu bisa kan ke sana?? " jawab Papa Idris memberitahu Izam.
"InsyaAllah bisa Pa... ! Emang nya mau di beli berapa?? " tanya Izam lagi.
"7 ekor! kan anak kamu empat! Laki-laki dua ekor kambing dan perempuan satu ekor kambing! " jawab Papa Idris lagi.
"Oke lah... ! " ucap Izam mengangguk paham.
Setelah menemui sang Papa, Izam kembali menemui sahabatnya yang masih asyik ngobrol berdua.
Bersambung...
Selamat membaca dan selamat beraktivitas reader semuanya...
__ADS_1
Semoga hari kalian menyenangkan 💕😍...