
Izam dan Amay menikmati masa-masa bahagia mereka menjadi calon orang tua. Seperti saat ini, Izam sedang membuatkan kebab yang di inginkan istrinya. Tidak tanggung-tanggung, ia membuat tiga kebab ukuran jumbo khusus untuk istrinya.
Semenjak usia kandungan nya empat bulan, nafsu makan Amay semakin meningkat dan perut nya sudah terlihat seperti orang hamil 6 bulan.
Saat ini ia sedang duduk di sofa sambil selonjoran menunggu suaminya membuat kebab untuk nya. Sedangkan Bi Siti asisten rumah tangga di rumah Papa nya duduk menemani ia sambil memijit lembut kaki Amay.
"Bi, Amay kan udah bilang kalau gak usah di pijat! Bibi juga gak mau naik ke atas pijatnya! Masa iya Amay yang muda duduk di atas, Bibi yang tua duduk di bawah! Pijatin kaki Amay lagi! " ucap Amay pada Bi Siti.
"Ya ampun Non... Bukan nya Bibi gak mau! Hanya saja gak enak posisi pijat nya kalau dari atas. Enakan dari bawah gini Bibi pijatnya! Lagian itu ya, kaki Non Amay mesti harus di pijat biar gak lelah, gak capek, dan biar gak bengkak juga! Kaki Non Amay harus tetap kuat menopang perut bawa si dedek! " jawab Bi Siti dengan alasannya.
"Emang gitu ya Bi? " tanya Amay agak penasaran.
"Iya lah Non... Kaki itu jangan sampai lelah, karena pusat nya ada pada kaki kita! Kalau bisa setiap habis berjalan dan aktivitas siang hari, sebelum tidur kaki Non harus di rendam air hangat di kasih garam sedikit agar kakinya tidak nyeri otot selama kehamilan! Bukan hanya untuk pegel-pegel atau mengatasi bau kaki saja! " jawab Bi Siti panjang lebar.
"Ya Allah.... Terimakasih ya Bi atas ilmu nya! Amay masih awam banget masalah beginian! " ucap Amay dengan haru.
"Iya Non sama-sama! Pokoknya Non Amay jangan sungkan kalau mau bertanya atau mau minta sesuatu sama Bibi! Bibi akan siap bantu Non kapan pun Non mau! " sahut Bibi Siti dengan tersenyum hangat.
Mereka berdua pun kembali berbincang seputar kehamilan dan semacamnya. Izam sudah selesai membuat tiga kebab ukuran jumbo dan beberapa kebab ukuran normal. Ia menaruhnya dalam dua buah piring yang mana satu khusus untuk istrinya.
"Kebab jumbo pesanan Nyonya Barzakh selesai! " teriak Izam dengan kedua tangan membawa piring berisi kebab.
Ia lalu berjalan ke ruang keluarga menghampiri istrinya dan Bi Siti yang sedang berbincang di sana. Ia lalu duduk di sebelah Amay sembari meletakkan piring-piring tersebut di atas meja.
Mata Amay berbinar saat melihat kebab ukuran jumbo tersebut, ia menelan air liurnya karena tidak sabar ingin memakan kebab tersebut.
Izam tersenyum geli melihat ekspresi istrinya yang sudah tidak sabaran mengeksekusi kebab tersebut ke dalam mulutnya.
"Ayo Bi, dimakan kebab nya! Saya bikin banyak loh, bukan cuma untuk Mama nya si triple aja! " ucap Izam menawari Bi Siti kebab buatan nya.
"Iya Bi... Makan aja! Kapan lagi coba makan buatan tangan langsung Bos perusahaan! Ayo Bang, Amay udah lapar ini! " sahut Amay juga menyuruh Bi Siti memakan kebab tersebut.
"Iya Den, Non! Terimakasih banyak! " jawab Bi Siti sungkan.
"Ayo sayang Abang suapin makannya! " ucap Izam seraya mengambil sepotong kebab dengan tangan kanan nya.
Amay menganggukkan kepala nya dengan mulut terbuka siap menerima kebab yang masuk ke dalam mulutnya. Ia memakan kebab buatan suaminya dengan begitu lahap terlebih lagi di suap kan langsung dengan suaminya pakai tangan.
Bi Siti juga memberikan jempol nya usai memakan satu kebab buatan Izam. Amay menghabiskan semua kebab ukuran jumbo hingga tidak tersisa.
__ADS_1
"Alhamdulillah.... Amay kenyang Abang! " ucap syukur Amay setelah bersendawa kecil.
Izam bela-belain pulang ke rumah hanya untuk membuatkan Amay kebab ukuran jumbo karena pada saat itu ia sedang meeting bersama para petinggi di perusahaan. Ia tidak mau melewatkan momen-momen ngidam Amay yang hanya bisa di nikmati pada saat istrinya sedang hamil saja. Nanti jika anak mereka sudah lahir masa-masa seperti itu tidak akan terjadi lagi dan berganti masa-masa bergadang di malam hari.
"Wah.... Ada perayaan apa pakai beli kebab segala! " seru Rahman yang baru saja datang dan langsung mencium puncak kepala Putri nya sebelum duduk di seberang Amay dan Izam.
"Kok Papa udah pulang? " tanya Amay dengan menatap Papa nya.
"Setengah jam lagi kan makan siang, Papa mau makan siang di rumah! " jawab Rahman sambil mencomot satu kebab yang di atas meja.
"Ya ampun... Udah waktu makan siang rupanya! Sayang... ? Maafkan Abang ya, Abang harus balik ke kantor lagi! Soalnya setelah makan siang ada meeting lagi dengan klien! " ucap Izam dengan menepuk jidatnya karena lupa waktu.
"Abang gak makan siang dulu di rumah? " tanya Amay dengan memandang sendu suaminya.
"Gak keburu sayang, takutnya macet dan Abang telat meeting nya! Tapi kamu tenang aja, Abang pesan makan dulu begitu sampai di tempat meeting biar nanti setelah meeting Abang bisa langsung makan! " jawab Izam seraya berdiri dan meraih jas nya yang ia letakkan di kap stok.
"Izam titip Amay ya Pa... ! Maaf Izam mau berangkat langsung ke kantor! " pamit Izam sambil menyalami tangan Papa mertua nya.
"Iya... Hati-hati Zam jangan ngebut! Papa akan jagain istri kamu! " jawab Rahman sembari membuka jas nya.
Izam memberikan kecupan sekilas di bibir istrinya dan di perut Amay yang sudah membuncit. Rahman dan semua penghuni rumah itu sudah tidak merasa aneh lagi saat Izam mencium Amay di hadapan mereka semua. Pada awalnya para pelayan malu melihat kemesraan anak majikan mereka dengan suaminya, tapi lama kelamaan mereka sudah biasa yang sudah menjadi pandangan setiap hari yang rasanya aneh jika tidak melihat mereka bermesraan begitu.
"Bukan beli Tuan Besar, Den Izam yang bikin untuk Nona! Tadi Nona ngidam pengen kebab yang ukuran jumbo tapi harus Den Izam yang masak, jadi Den Izam pulang dan masak kebab ini untuk Nona dan si kecil! " Bi Siti yang menjawab.
"Subhanallah... Jadi Izam bela-belain pulang karena mau bikinin princess Papa kebab hmmm... ! " ucap Rahman pindah tempat duduk di samping Amay.
"Iya Papa... Amay pengen banget makan kebab! Tuh, udah habis kebab ukuran jumbo tiga buatan Abang! " sahut Amay membenarkannya.
"Ya Allah... Beruntung nya Putri Papa dan cucu-cucu Papa punya suami dan Papa yang perhatian dan penyayang seperti itu! Mudah-mudahan selamanya sikap Papa kalian pada kelian semua ya sayang... ! " ucap Rahman penuh syukur sembari membawa Amay dalam pelukannya.
"Aamiin.... ! " jawab Amay dalam pelukan Papa nya.
Bi Siti tersenyum bahagia melihat Nona mudanya bahagia dan ikut mendoakan kebahagiaan Nona mudanya tersebut seperti doa nya Rahman.
πΎπΎπΎ
Di sebuah kamar, seorang perempuan sedang duduk termenung melihat ke luar jendela. Ia tampak tidak bersemangat dan seperti kehilangan gairah hidup. Yang ia lakukan sepanjang hari hanya diam merenung melihat ke arah luar, melihat orang yang lalu lalang hilir mudik dari atas jendela kamarnya.
"Anita... ! Mau sampai kapan kamu seperti ini? Sudah satu bulan semenjak kamu pulang dari Amerika duduk melamun seperti itu? Apa kamu gak mau jalan-jalan? Berkumpul bersama teman-teman mu dulu atau melakukan apa saja yang lebih bermanfaat dari pada duduk sepanjang hari seperti ini! " keluh Marlena saat memasuki kamar Putri nya dengan membawa nampan berisi makanan.
__ADS_1
"Atau kalau gak, kamu ikut kerja dengan kakak kamu di perusahaan kita! Siapa tahu nanti di sana ketemu dengan cowok tampan yang lebih tajir lagi dari si Izam! " saran Marlena yang membuat Anita menoleh ke arah dirinya.
"Apa maksud Umi berkata seperti itu? Umi menyuruh aku tebar pesona menggaet laki-laki kaya begitu? Apa Umi gak sadar kalau apa yang terjadi pada ku itu semua nya salah Umi! " sahut Anita tajam pada ibunya.
"Kenapa kamu malah menyalahkan Umi?? Itu bukan salah Umi, salah kamu sendiri yang tidak menyelidiki dengan jelas siapa si Izam itu! " tuduh Marlena balik pada Anita.
"Semua itu gara-gara Umi yang matre! Coba saja kalau Umi tidak menghina Mas Izam dan menerima hubungan kami, mungkin saat ini yang menjadi istrinya Mas Izam itu Anita bukan perempuan lain! " teriak Anita berang pada ibunya.
Marlena kaget melihat kemarahan pada mata Putri nya, ia langsung keluar dari kamar Anita sebelum suami tahu jika ia memancing emosinya Anita dengan marah-marah seperti ini.
Anita melempar semau barang-barang yang ada dalam kamarnya untuk meluapkan emosi yang timbul karena kata-kata Umi nya itu.
Marlena mengusap dadanya saat mendengar suara barang pecah di lempar dari dalam kamar Anita. Ia tidak bermaksud membuat Anita marah, tetapi ia gengsi mengakui jika apa yang di alami Putri nya itu juga ada campur tangan dirinya.
"Kenapa rasa ini begitu subur di hati ku Mas?? Aku sudah berusaha melupakan kamu tetapi semakin aku berusaha melupakan kamu semakin besar pula rasa cintaku untukmu Mas! Tapi saat mengingat wajah bahagia mu di atas pelaminan, hatiku remuk bagaikan di cabik-cabik hingga hancur berkeping-keping! Aku terluka Mas, aku kecewa! " ucap Anita dengan terisak membenamkan kepalanya pada kedua lututnya.
πΏπΏπΏ
Di sebuah restoran, Izam menunggu klien nya bersama Davin sambil memakan makanan yang ia pesan sebelum meeting di mulai.
Baru saja suapan ke lima, ruangan mereka di ketuk yang menandakan klien mereka sudah datang.
"Permisi Tuan, Maaf saya dan sekretaris saya baru datang! " ucap seorang pria muda tampan yang Izam perkirakan usianya mungkin sebaya dengan dirinya.
"Oh iya... Santai saja! Saya dan asisten saya yang sengaja datang lebih awal karena mau makan siang dulu! Mari silahkan duduk! " jawab Izam ramah mempersilahkan tamunya duduk di kursi yang sudah di sediakan.
Tamu nya Izam menatap Izam dengan lekat dan lama seperti hendak mengatakan sesuatu, tetapi ia urung melakukannya karena Davin mulai berdiri memperkenalkan dirinya.
"Selamat siang Pak Ahyar! Ini Pak Izam Maliq Barzakh CEO perusahaan ini dan selama kerja sama kita pihak Bapak hanya bertemu saya karena Bapak Izam paling suka bergerak di belakang layar! " ucap Davin memperkenalkan Izam pada Ahyar.
Izam mengulurkan tangan nya berjabat tangan dengan Ahyar sambil tersenyum ramah seperti baru saja bertemu.
"Kenapa reaksinya seperti baru pertama kali bertemu? Padahal kan kita pernah di perkenalkan Anita pada saat perayaan syukuran kepulangan ku waktu itu! Kenapa juga reaksinya biasa aja seperti tidak tahu siapa aku dan matanya juga tampak seperti orang yang baru mengenal saja! " batin Ahyar sambil menatap Izam dengan heran.
Bersambung...
Selamat membaca dan selamat beraktivitas semuanya...
Jangan lupa jaga kesehatan di cuaca yang sangat panas ini!...
__ADS_1
Semoga hari kalian menyenangkan ππ...