Bidadari Surga Untuk Penjual Kebab Yang Tajir

Bidadari Surga Untuk Penjual Kebab Yang Tajir
Lamaran mendadak


__ADS_3

"Kamu itu ya, suka sekali mengagetkan Ibu! Untung saja Ibu gak punya penyakit jantung! " ucap Ibu nya sambil mencubit gemes lengan kekar Davin.


"Karena Ibu gak punya riwayat penyakit jantung makanya aku kagetin! " jawab Davin dengan alasan nya.


"Dah lah, ngomong sama kamu gak pernah bisa menang! Selalu ada jawaban nya! " sahut Ibu Tinah pasrah.


"Nah, itu Ibu tau! Lagian kan anak Ibu dari dulu emang pintar ngomong! " jawab Davin lagi pada Ibu.


"Iya iya... Suka hati kamu lah Nak! " sahut Ibu Tinah pasrah dan mengalah.


"Bu.... ! "


"Hmmm.. "


"Misalkan nih ya ada orang suka sama Ibu dan mau melamar Ibu jadi istrinya, Ibu terima gak lamaran pria itu? " tanya Davin dengan perasaan ketar ketir.


"Hahahaha... Kamu itu mah ngaco! Mana ada orang yang mau sama perempuan tua kayak Ibu! Ngelantur kamu mah! " jawab Ibu Tinah terkekeh geli.


"Davin kan tanya semisalnya Ibu! Kan kita gak tau dengan takdir Allah pada masa depan kita! " ucap Davin lagi dengan nada serius.


"Kalau itu sih Ibu gak tahu! Karena sejujurnya Ibu gak pernah kepikiran mau menikah lagi apa lagi Ibu dulu takut gak bisa memberikan perhatian dan kasih sayang yang cukup untuk kamu! Ibu tidak mau membuat kamu kekurangan kasih sayang dan Ibu juga gak mau membuat kamu merasa Ibu pilih kasih jika Ibu menikah lagi dan punya anak lagi! Belum lagi nanti Ibu juga akan sibuk melayani suami Ibu. Itu lah alasan penting Ibu menolak pinangan laki-laki saat kamu masih kecil dulu! " jawab Ibu Tinah dengan mata menerawang.


Davin terharu dengan kasih sayang Ibu pada nya, ia merangkul bahu Ibu nya dan menyenderkan kepala nya di bahu sang Ibu.


"Tapikan sekarang kondisi nya udah beda Bu, Davin udah gede dan bukan anak kecil lagi yang haus kasih sayang serta perhatian! Ibu bisa menikah lagi jika ada laki-laki yang meminta Ibu menjadi istrinya! " ucap Davin lagi pada Ibu nya.


"Hahahaha... Kalau sekarang mana ada yang mau sama perempuan tua kayak Ibu! Kamu ini bercanda nya kelewatan! " jawab Ibu nya dengan kembali terkekeh.


"Kalau memang ada gimana Bu? Kan kita gak tahu dengan takdir Allah! Ibu masih mau kan menerima pinangan laki-laki jika laki-laki itu laki-laki yang baik, yang ingin menghabiskan masa tuanya bersama Ibu sebagai pendamping nya? " tanya Davin lagi dengan nada serius.


"Kalau ia memang laki-laki yang baik dan Soleh kenapa enggak! Hanya saja Ibu gak yakin kalau ada laki-laki mau sama perempuan tua seperti Ibu! " jawab sang Ibu yang membuat Davin menjadi senang.


"Kamu kok senang betul dengan jawaban Ibu?? Ibu kok jadi curiga sama kamu! " ucapnya lagi dengan memicingkan matanya melihat Davin.


"Ish, emang nya Ibu curiga apaan! Davin hanya ingin membuat Ibu bahagia, dan gak kesepian lagi saat Davin kerja! Meskipun Ibu sekarang tinggal di Pondok Pesantren, tapi kan Ibu gak punya teman saat di rumah. Teman bercerita sore-sore sambil minum teh dan teman bercerita saat hati Ibu gundah! " sahut Davin dengan alasan nya.


"Iya juga ya... Habisnya Ibu heran! Gak pernah-pernahnya kamu ngomong kayak gini sama Ibu dan itu membuat Ibu curiga! " jawab Ibu nya lagi memberikan alasannya.


"Maaf ya Bu, jika selama ini Davin gak peka dengan bekerja dan meninggalkan Ibu sendiri di rumah dan membuat Ibu kesepian! " ucap Davin dengan tulus.


"Siapa bilang ibu kesepian hah...! Sembarangan aja kalau ngomong! " omel ibu nya pura-pura marah.


"Jadi intinya ibu mau kan kalau ada laki-laki datang melamar ibu? " tanya Davin lagi untuk memastikan jawaban sang ibu.


Ibu Tinah menganggukkan kepala nya dan Davin tersenyum senang sembari memberikan jempolnya kepada seseorang yang ada di belakang nya.


...****************...


Setelah sehari selesainya aqiqah si kembar, Pakde Soleh mengumpulkan semua orang termasuk semua anak dan menantu Mama Lia dan Papa Idris.


Namun sebelum itu, ia sudah berbicara enam mata bersama Ibu Tinah dengan di saksi kan Annisa putri nya.


Beberapa jam sebelum pertemuan.

__ADS_1


"Ekhem.... Boleh saya duduk di sini ? " tanya Pakde Soleh pada Ibu Tinah yang sedang duduk santai di tepi kolam renang.


Ibu Tinah tampak gelisah karena ia sendirian duduk di sini, ia tidak mau nanti orang berprasangka buruk pada nya dengan duduk berdua bersama laki-laki yang bukan mahram nya.


Pakde Soleh yang mengerti kegelisahan Ibu Tinah segera memanggil Annisa yang memang sengaja berdiri tidak jauh dari tempat mereka duduk.


"Saya tahu kekhawatiran Dek Tinah, makanya saya panggil anak saya Annisa untuk menemani kita di sini agar tidak menimbulkan fitnah! " ucap Pakde Soleh yang membuat raut wajah Ibu Tinah lega.


"A-ada perlu apa Mas menemui saya? " tanya Ibu Tinah agak gugup.


Entah kenapa ia tiba-tiba gugup dan berkeringat dingin saat duduk di dekat pria yang ada di depan nya ini, jantung nya bahkan berdetak dengan kencang seakan-akan mau melompat keluar.


Annisa terkekeh geli melihat kegugupan Ibu Tinah karena terlihat dari sikapnya yang meremas kedua tangannya dengan erat.


"Maaf jika hal ini mengejutkan Dek Tinah, Jujur saja ini pertama kalinya saya berbicara dengan perempuan selain dengan almarhumah istri saya 18 tahun yang lalu. Saya jatuh hati dengan Dek Tinah saat pertama kali kita bertemu di Pondok Pesantren nya Sulaeman. Terserahlah jika Dek Tinah menganggap saya gombal karena sejujurnya memang seperti itu lah perasaan saya yang sesungguh nya. Saya ingin menjadikan Dek Tinah sebagai pendamping hidup saya , menemani hari-hari tua saya, menjadi teman cerita saya, berbagi suka dan duka hingga ajal menjemput kita. Maukah Dek Tinah bersama-sama menjalani semua ini dalam ikatan pernikahan? " ucap Pakde Soleh panjang lebar.


"Apa???? " sahut Ibu Tinah dengan wajah kaget.


"Maaf jika perkataan saya membuat Dek Tinah terkejut! " ucap Pakde Soleh dengan wajah menyesal.


"Eung....Gak papa Mas. Maksud saya itu, apa yang Mas katakan tadi benar-benar yang sesungguhnya? Soalnya saya ini bukan perempuan yang sempurna dan apalagi saya juga sudah tua dan gak cantik! " sahut Ibu Tinah agak pesimis.


"Siapa yang bilang Dek Tinah tua dan tidak cantik? Malah bagi saya Dek Tinah masih muda dan sangat cantik! " ucap Pakde Soleh sungguh-sungguh.


Wajah Ibu Tinah langsung memerah seperti tomat matang mendengar pujian Pakde Soleh pada nya.


"Jiah...Pintar banget itu aki-aki ngegombal emak gue! Gue aja ampe kalah sama itu Aki-aki! " bisik Davin yang mengintip bersama Izam.


"Makanya elu belajar nyong ama Pakde, Gue lihat Pakde itu suhu dalam melamar perempuan! Emang elu mau Aulia di embat duluan ama laki-laki lain? " bisik Izam memanas-manasi Davin.


"Garcep dong garcap ! Biar gak keduluan star ama orang lain ! " ucap Izam seraya berbisik lagi.


"Dah lah, omongan elu bikin gue tambah panas aja! Mendingan elu diam, gue mau dengar jawaban emak gue! " sahut Davin yang mulai dongkol dengan perkataan sahabat laknat nya yang selalu membuat hati nya panas.


Mereka kembali menguping pembicaraan Pakde Solah dan Ibu Tinah di pinggir kolam.


"Bagaimana Dek? Mau kah kamu menjadi istri ku? " tanya Pakde Soleh lagi pada Ibu Tinah.


"Tapi saya gak bisa ngasih Mas keturunan karena faktor umur? " tanya Ibu Tinah balik.


"Mas menikah bukan untuk melanjutkan keturunan Dek? Mas hanya ingin punya teman berbagi suka dan duka , teman berbagi cerita, saling menyayangi satu sama lainnya hingga ajal menjemput. " jawab Pakde lagi dengan jujur.


"Tapi bagaimana dengan keluarga Mas yang lain nya? " tanya Ibu Tinah dengan alasannya.


"Nisa setuju kok Bu! Malah Nisa senang Abah menikah lagi dan punya teman bicara selain Nisa " *ucap Annisa ikut berkomentar.


" Nah, kamu dengar sendiri kan,Dek ! Jadi bagaimana jawaban kamu? Kalau soal Davin Mas udah bicara sama anak kamu itu akan keinginan Mas, dan dia menyerah kan sepenuhnya sama kamu ! " ucap Pakde Soleh lagi.


"Kalau begitu menurut Mas, saya ikut saja! " sahut Ibu Tinah dengan wajah malu-malu.


"Jadi maksud kamu, kamu menerima lamaran mendadak Mas ini? " tanya Pakde Soleh sekali lagi.


Ibu Tinah menjawabnya dengan mengangguk pelan. Terdengar ucapan hamdalah dari bibir Pakde Soleh dan Annisa atas jawaban Ibu Tinah.

__ADS_1


Sementara itu di tempat Davin dan Izam yang mengintip dan menguping, Izam menepuk pelan seraya berbicara dengan wajah prihatin pada sahabat nya itu.


"Selamat ya Bro! Emak elu udah sold out, sekarang tinggal anaknya yang masih belum laku alias jones jomblo ngenes! " ledek Izam sembari berlari setelah menepuk bahu Davin.


"****** Lu....! Dasar sahabat laknat! " umpat Davin pelan dengan dongkol sepenuh hati.


Kembali lagi pada saat sekarang ini*...


Setelah semua orang berkumpul termasuk Amay, Pakde Soleh pun mengutarakan maksud nya mengumpulkan mereka semua.


"Bismillahirrahmaanirrahiim.... Maaf jika saya membuat kalian semua terkejut dengan perkataan saya ini. Saya dan Dek Tinah memutuskan untuk segera menikah dalam waktu dekat. Karena kami sudah tidak muda lagi, kami akan menggelar pernikahan secara sederhana saja yaitu hanya akad nikah baik secara agama maupun secara hukum negara. Mohon doa restunya untuk niat baik kami ini! " ucap Pakde Soleh dengan wajah sumringah.


"Alhamdulillah..."


"Apaaaa?????? " pekik Davin dan Amay barengan di saat semua orang mengucap syukur.


Semua mata melihat kepada mereka berdua, Amay yang benar-benar kaget malah berkata yang membuat Davin semakin dongkol bin kesal.


"Kok lihatin Amay kayak gitu? Emang salah kalau Amay kaget? Amay hanya gak nyangka aja kalau Pakde bergerak cepat juga dengan melamar Ibu. Berarti Mas Davin kalah star dong dari Ibu? Amay hanya kasihan aja lihat Mas Davin kalah langkah dari Pakde dan Ibu, Masa duluan sold out Ibu daripada anak nya! Mas davin payah sih! Mau jadi jomblo sampai tua juga? " ucap Amay dengan wajah polos nya.


"Huahahahahaha..." semua orang tertawa mendengar ucapan Amay.


Hanya Davin lah yang kesal bin gondok bin gedek bin dongkol setengah mati dengan ucapan menohok dari adik angkat nya itu.


"Amay sayang, gak boleh ngomong seperti itu pada kakak mu? " tegur Papa Rahman dengan lembut saat melihat wajah kesal Davin.


"Maaf Papa...Amay kan hanya mengutarakan apa yang ada di hati Amay! " ucap Amay dengan wajah menyesal.


"Gak papa kok sayang, apa yang kamu katakan itu bukan bohong alias memang benar! Masa iya yang muda kalah star sama yang tua, Hahahaha...." sahut Izam dengan tergelak kencang.


"Dasar pasangan jahat! Senang banget mengejek saudara sendiri! Ibu juga bikin Davin kaget, seharusnya kan biarkan Davin dulu yang menikah! Biar gak pamali anak di langkahin emaknya! " ucap Davin dengan keki setengah mati.


"Hahahahahahaha...." Semua kembali tertawa dengan alasan kaget Davin.


"Sudah, sudah...! Kamu itu, mana ada anak di langkahi emaknya! " lerai Pak lek Rohim sambil mendelik kearah keponakan nya.


"Saya dan istri menyambut gembira niat baik Kang Soleh dengan Mbak Tinah. Kami merestui niat baik kalian berdua! " ucap Pak lek Rohim lagi.


"Kami juga setuju! " sahut Mama Lia, Papa Idris, Papa Rahman dan yang lainnya.


"Kira-kira kapan Kang Soleh dan Mbak Tinah akan melakukan akad nikah? " tanya Mama Lia penuh semangat.


"InsyaAllah dua minggu lagi Besan! " jawab Pakde Soleh.


"Apa???? Kenapa cepat sekali??? Davin gak setuju??? " pekik Davin kaget.


"Iya, Amay juga gak setuju! " ucap Amay juga berteriak protes.


Mendengar Amay juga protes membuat Davin merasa senang karena ada yang sepaham dengan nya.


"Pokoknya Amay gak setuju kalau Pakde menikah dua minggu lagi! Kenapa gak dua hari lagi di sini! Jadi Amay bisa menyaksikan pernikahan Pakde juga, karena kalau dua minggu lagi pasti nikah nya di pondok. Amay kan jadi sedih gak bisa menyaksikan Pakde menikah! Dengan koneksi Abang, semau pasti bisa dilakukan dalam dua hari! " ucap Amay lagi mengungkapkan ketidaksukaan nya.


"Gubrak ! "

__ADS_1


Davin seketika pingsan saat mendengar alasan penolakan Amay.


Bersambung....


__ADS_2