
"Mama..... Papa..... " ucap Izam dengan wajah kaget ketika melihat siapa yang mengetuk pintu rumahnya.
"Kenapa wajahnya kaget gitu! Kayak lihat hantu saja! Gak seneng di kunjungi Mama sama Papa? " celutuk Mama Lia sewot ketika melihat ekspresi anaknya.
"Astaghfirullah hal Adzim... Kenapa Mama jadi sensian begini! Jelas aja Maliq kaget, kan Maliq tahu nya kalian masih di rumah Kak Ara! " jawab Izam membantah tuduhan Mama nya.
"Gak di suruh masuk nih! " ucap Mama Lia lagi dengan wajah bete.
"MasyaAllah Mama... Masa masuk rumah anak sendiri pakai ditawarin segala sih, kayak orang lain aja! Ayo Ma, Pa masuk! " sahut Izam mengusap dadanya dengan geleng-geleng kepala.
"Siapa Bang yang datang??? " teriak Amay dari arah dapur.
Mama Lia tertegun sesaat mendengar suara yang sangat ia kenal.
"Pa, kok suaranya kayak Mama kenal ya? Rasanya gak asing dengar suara itu! " bisik Mama Lia pelan dengan menyenggol lengan Papa Idris.
"Ah itu cuma perasaan Mama saja! Masa belum lihat orang nya Mama merasa udah kenal! " jawab Papa Idris membantah ucapan Mama Lia.
"Beneran Pa! " ucap Mama Lia ngotot.
"Udah ah, yuk duduk! " ajak Papa Idris dengan menarik tangan Mama Lia untuk duduk.
Izam ke belakang menemui istrinya yang sedang memasak makanan untuk mereka sarapan.
"Sayang, ada Papa dan Mama yang datang! " ucap Izam menghampiri Amay yang sedang membuatkan nasi goreng seafood kesukaan suaminya.
"MasyaAllah... Mama papa datang! Penampilan aku gimana Bang! Aku gak mau malu-maluin kamu kalau kucel ketemu mertua untuk pertama kali! " sahut Amay setengah panik.
"Penampilan kamu udah oke kok sayang! Sempurna malah! " jawab Izam sambil menjawil hidung mancung istrinya.
"Oh ya, kalau gitu kita sarapan bareng aja, Bang! Mama sama Papa suka nasi goreng apa? Biar aku buatkan sekalian! " ucap Amay dengan sangat antusias.
"Mama suka nasi goreng apa aja yang penting pedas, sedangkan Papa suka nasi goreng jamur dan gak suka pedas! " jawab Izam sambil membantu Amay membuatkan minum untuk orang tuanya.
"Udah, Abang pergi aja ke depan temani Papa Mama ngobrol! Biar Amay yang membuatkan minum dan membawa nya ke depan setelah Amay masak! " ucap Amay dengan mendorong tubuh suaminya keluar dari dapur.
Amay pun kembali berkutat memasak nasi goreng kesukaan mertuanya dengan cekatan.
"Kenapa bikin nasi goreng ini aku jadi ingat dengan Mama Lia dan Papa Idris ya? Ah, mungkin saja selera mereka sama meskipun tidak saling kenal! Atau mungkin karena aku terlalu kangen jadi setiap yang berhubungan dengan kesukaan mereka berdua, aku jadi menghalu begini! " gumam Amay pelan sambil menaruh nasi goreng ke piring.
Ia pun membuatkan minuman untuk mertuanya dan bersiap-siap untuk membawa nya ke ruang tamu. Sebelum itu, Amay merapikan jilbab nya yang agak berantakan. Setelah yakin jika penampilan nya sudah Oke, Amay pun berjalan ke ruang tamu dengan membawa nampan berisi minuman dan sepiring pisang goreng yang ia masak sendiri sebelum membuat nasi goreng.
__ADS_1
Amay datang dengan wajah menunduk ke bawah dan meletakkan nampan tersebut di atas meja.
"Silahkan Ma, Pa minumannya! " ucap Amay dengan sopan dan wajah yang masih menunduk.
Mama Lia langsung berdiri begitu mendengar suara Amay dan memanggil Amay dengan lantang.
"Amay!!! " pekik Mama Lia dengan lantang.
Amay yang dipanggil pun langsung mengangkat wajahnya mendengar suara yang ia kenal.
"Mama/Amay! " pekik mereka berbarengan dengan wajah kaget.
"Subhanallah... Jadi kamu beneran Amay! " teriak Mama Lia dengan menangis dan langsung berlari ke arah Amay, memeluknya dengan erat.
"Mama.... ! Amay kangen sama Mama, sama Papa! " ucap Amay dengan menangis di pelukan Mama Lia.
Papa Idris pun ikutan terharu melihat pertemuan mereka dan ia ikutan bangkit dari duduknya berjalan mendekati Amay dan istrinya. Amay yang melihat Papa Idris mendekat langsung menangis haru dan berhamburan di pelukan laki-laki paruh baya itu.
Izam melihat adegan di hadapan nya dengan pandangan heran dan penuh tanda tanya.
"Kalian bertiga udah saling kenal ya? " celutuk Izam yang langsung menyadarkan Amay jika ia tidak sendiri tapi bersama suaminya.
"Jadi, orang tua Abang itu Papa Idris dan Mama Lia? " tanya Amay sambil menunjuk kearah mereka bertiga secara bergantian.
"Subhanallah Abang!! Mereka ini lah yang waktu itu Amay ceritakan sama Abang waktu Amay kabur dari kampung waktu itu! " ucap Amay dengan geleng-geleng kepala.
"Benarkah?? Jadi yang kamu maksud sepasang suami-istri itu adalah Papa dan Mama aku? " tanya Izam lagi dengan wajah terkejut.
"Iya Abang... " jawab Amay dengan menganggukkan kepalanya.
"Dasar anak nakal! Kenapa kamu gak bilang kalau perempuan yang kamu nikahin itu adalah Amay, hah! " teriak Mama Lia dengan menjewer telinga Izam.
"Aduh, aduh Ma, sakit! Mana Maliq tahu kalau perempuan yang Maliq nikahi juga Mama kenal, dan Maliq sudah bilang kok sama Papa kalau nama perempuan yang Maliq nikahi itu Sumayyah! " jawab Izam mengaduh kesakitan dengan mengusap telinganya yang memerah di jewer Mama nya.
"Loh, Papa kan juga gak tahu kalau nama lengkap Amay itu Sumayyah! " ucap Papa Idris ketika mendapat tatapan tajam dari istrinya.
"Amay juga gak nyangka ternyata Bang Iz anak Mama sama Papa, setiap malam Amay berdoa supaya di berikan mertua yang baik seperti Mama Lia dan Papa Idris, dan Amay sekarang bahagia karena doa Amay terkabul! " ucap Amay dengan menangis terharu.
Mama Lia langsung memeluk Amay kembali dan membawanya duduk di kursi.
"Mama juga gak nyangka jika istri anak nakal itu adalah kamu, setiap malam Mama selalu berdoa agar kamu menjadi menantu Mama. Ketika Mama mendengar waktu kamu mau menikah, Mama langsung drop dan sedih karena harapan dan keinginan Mama menjadikan kamu menantu sudah pupus karena kamu akan menikah. Dan Mama juga sedih ketika mendapat kabar kalau anak nakal ini juga akan menikah secara mendadak. Itu yang membuat Mama bertambah drop karena kalian sama menikah dan itu artinya keinginan Mama semakin hilang. Kalau saja Mama tahu kalau yang di nikahi anak nakal ini adalah kamu, mungkin Mama akan datang saat kalian menikah. " sahut Mama Lia panjang lebar dengan menghapus air mata di pipi Amay.
__ADS_1
"Itulah rencana Allah yang tidak kita ketahui, siapa yang menyangka jika perempuan yang anak kita nikahi adalah perempuan yang selama ini kita inginkan sebagai menantu kita! Ini adalah kebahagiaan yang patut kita syukuri dan kita rayakan. " ucap Papa Idris ikut menimpali omongan istrinya.
"Mama setuju! Mama juga akan menggelar pesta resepsi pernikahan kalian dan memperkenalkan Amay dengan keluarga besar Artasena dan Barzakh.. Dan Mama tidak menerima penolakan! " sahut Mama Lia dengan tegas ketika melihat Izam hendak membuka mulut nya.
"Amay terserah Mama aja! Oh iya, Amay tadi masak nasi goreng! Amay hampir lupa dan mungkin sudah dingin nasi goreng nya! Amay masak nasi goreng kesukaan mertua Amay yang gak tahu nya itu Mama sama Papa! " jawab Amay sambil mengajak mertuanya pergi ke ruang makan.
"Sayang, aku kok gak di ajak? " protes Izam dengan wajah cemberut.
"Dasar cari perhatian! Lebay! " omel Mama Lia dengan memutar bola matanya dengan malas melihat tingkah putranya.
Amay hanya terkekeh melihat suaminya merajuk di anak tirikan, dan ia pun segera mengambil kan makanan untuk suaminya, kemudian untuk kedua mertuanya dan terakhir untuk dirinya sendiri.
Mereka berempat pun makan sarapan mereka yang agak telat dengan penuh canda tawa dan ejekan, tepatnya Izam yang selalu menjadi bahan ejekan kedua orang tuanya.
πΎπΎπΎ
Di Rumah sakit luar negeri...
Seorang perempuan cantik sedang belajar berjalan dengan menggunakan alat bantu jalan di ruangan khusus. Sesekali ia meringis kesakitan namun seorang pria yang berdiri di seberangnya berteriak memberikan nya semangat agar tidak mudah menyerah.
"Huh... Capek banget! Sudah hampir dua bulan, namun perkembangan nya hanya itu-itu saja! " keluhnya sambil menyeka keringat yang menetes di lehernya.
"Semuanya tidak bisa dalam waktu yang singkat dan secara instan Anita! Semuanya itu butuh proses, usaha dan kesabaran. " jawab pria yang tadi memberinya semangat.
"Kakak,... Habisnya Anita jenuh Kak, hampir dua bulan tapi perkembangan nya baru sebatas ini saja! " ucap nya dengan wajah putus asa.
"Kamu jangan gitu dong? Jangan putus asa dan mudah menyerah gini! Mana dulu semangat kamu supaya cepat sembuh dan berjalan kembali! " sahut Ahyar memberikan Anita semangat.
"Habisnya Anita bosan Kak, selama dua bulan ini hanya berkutat di rumah sakit saja! " curhat Anita dengan wajah sedih.
"Gimana kalau besok habis kamu terapi kita jalan-jalan kemanapun kamu mau? " tawar Ahyar dengan lembut.
"Beneran Kak... " ucap Anita dengan mata berbinar.
Ahyar kembali menganggukkan kepalanya dan Anita bersorak kegirangan karena sedikit refreshing dari rutinitas nya selama dua bulan ini.
"Semoga dengan ide ini kamu tidak menyerah lagi dik! Kakak sedih melihat mu yang seperti ini, dan kakak akan berusaha membuat kamu bahagia meskipun dengan mengorbankan kebahagiaan kakak sendiri! " ucap Ahyar di dalam hatinya sambil tersenyum mengusap pelan hijab adiknya.
Bersambung...
Selamat membaca dan selamat beristirahat readers semuanya...
__ADS_1
Selamat berakhir pekan dengan keluarga tercinta, gunakanlah waktu akhir pekan mu dengan keluarga sebelum terlambat untuk membuat orang terkasih mu bahagia..
Semoga hari kalian menyenangkan ππ..