Bidadari Surga Untuk Penjual Kebab Yang Tajir

Bidadari Surga Untuk Penjual Kebab Yang Tajir
Kapal pesiar...


__ADS_3

Acara yang di tunggu semua orang pun tiba, Amay sangat cantik dengan memakai gamis abaya berwarna putih dengan dandanan yang natural yang semakin menambah kecantikannya. Izam memakai pakaian yang senada dengan Amay berwarna putih. Sedangkan keluarga yang lain memakai pakaian seragam bewarna krem tidak terkecuali anak-anak, mereka memakai pakaian yang sama.


Amay duduk di apit suami dan Papa nya. Di sebelah Papa nya keluarga Pak lek Rohim dan Pakde Soleh serta Paman Hardi. Sedangkan di sebelah Izam ada kedua orang tuanya serta kakak dan kakak iparnya.


Pembawa acara pun membuka acara pengajian tersebut dengan pembacaan ayat suci Al-Quran yang dibacakan seorang hafizh cilik dari panti asuhan yang sengaja mereka undang di acara pengajian ini. Kelompok pengajian yang di hadiri Bunda Yasmine pun ikut di undang Izam dan keluarga nya untuk meramaikan acara yang penuh hikmat ini.


Mereka sengaja mengundang anak-anak yatim di bandingkan teman-teman mereka dan ada beberapa warga sekitar juga yang mereka undang dan juga ketua RT dan RW di lingkungan mereka tinggal.


Amay tampak beberapa kali menyeka air mata yang jatuh di pipi nya ketika lantunan demi lantunan ayat Al-Quran yang dibacakan anak tadi, begitu juga dengan Papa nya yang juga ikutan menangis karena haru dan sedih momen seperti ini hanya bisa ia yang saksikan tanpa sosok istri yang sangat ia cintai.


"Aku tahu sayang! Dari atas sana kamu pasti melihat dan mendoakan putri kita agar hidupnya berselimut dengan kebahagiaan! Aku juga yakin kalau kamu pasti akan menjaga putri kita dan calon cucu-cucu kita dari atas sana! " batin Rahman dalam hatinya.


"Abah, Umi, terimakasih udah merawat dan membesarkan Amay hingga seperti sekarang ini! Mencintai Amay setulus hati kalian dengan cinta dan kasih sayang yang besar seperti anak kandung kalian sendiri! Amay sangat mencintai Abah dan Umi! Dan untuk Mama ku yang tercinta, terimakasih sudah melahirkan Amay ke dunia ini dan bertemu Abah dan Umi yang begitu menyayangi Amay. Meskipun kita tidak pernah bertatap muka tapi Amay sangat menyayangi Mama dan mencintai Mama sepenuh hati Amay. Terimakasih ya Allah sudah mengirimkan Papa untuk Amay yang selama ini tidak pernah Amay ketahui.. Terimakasih sudah memberikan Amay suami yang begitu mencintai dan menyayangi Amay, dan juga memberikan Amay keluarga baru seperti Mama Lia, Papa Idris, Kak Aini, Kak Ana dan Kak Ara di sisi Amay... Terimakasih Allah atas semua nikmat dan pemberian mu kepada Amay dan keluarga! Dan yang terakhir nya terimakasih ya Allah atas rezeki yang engkau titip kan di rahim ku tiga nyawa untuk kami semua. In Shaa Allah sekuat tenaga Amay akan menjaga amanah mu ini jiwa dan raga hingga nanti mereka lahir ke dunia ini ! Aamiin.... " doa Amay dalam hatinya.


Izam tampak mengusap lembut punggung istrinya dan membuat Amay menyandarkan tubuhnya di bahu sang suami. Acara kembali di isi dengan tausiah singkat dari Pak ustadz yang ikut mendoakan agar acara yang akan mereka laksanakan besok berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan.


Setelah itu pengajian yang dilakukan kelompok Ibu-ibu majelis taklim yang mereka undang saling bersahutan membaca barzanji marhaban dan terakhir doa yang dipimpin Pak lek Rohim menandakan berakhir nya acara tersebut.


Malam harinya...


Semua keluarga besar berkumpul di ruang keluarga dengan duduk lesehan di atas karpet sambil bercengkrama memakan makanan kecil yang memang di sediakan untuk menemani mereka berbincang-bincang.


"Gimana Amay? Sudah tidur kah? " tanya Mama Lia begitu melihat Izam masuk ke ruang keluarga gabung bersama mereka semua.

__ADS_1


"Sudah Ma, kecapean banget tampaknya! Sehabis sholat isya langsung tertidur saking ngantuk nya! " jawab Izam sambil mengambil tempat duduk di samping kakaknya Ana.


Ia lalu dengan santai berbaring di paha Ana sambil mengambil mangkok berisi kacang kulit dan kemudian ia letakkan di atas dadanya. Mereka berdua memang paling sering bergelut saling adu kekuatan satu sama lain tapi paling lengket antara saudara bahkan terkadang mereka berdua seperti sahabat yang selalu saling ejek mengejek.


"Kebiasaan ini anak! Emang dikiranya kepalanya gak berat apa? " omel Ana sambil menggoyangkan pahanya agar kepala Izam terjatuh.


Kepala Izam tatap melekat di pahanya Ana dan yang punya kepala dengan cuek memakan kacang tidak memperdulikan Ana yang mengoceh panjang lebar. Biarpun mengoceh Ana tetap membiarkan kepala Izam di pahanya, ia bisa saja mendorong kepala Izam dengan tangan nya tapi ia tidak melakukan itu. Ia hanya merepet kayak kereta api yang membuat telinga yang mendengar nya sakit saking pedasnya.


Papa Rahman memutuskan untuk menginap di rumah besannya karena ia tidak mau melewatkan momen penting Amay besok hari, karena semua keluarga sepakat jika sebelum berangkat ke hotel Amay dan Izam akan di nikahkan ulang di depan keluarga besar dengan wali kandung Amay Papa Rahman Atmanegara.


"Ongkel.... Minggir sana, Faris mau bobok dekat Bubu!! " teriak Faris sembari menarik tangan Izam agar Izam menyingkir dari paha Bubu nya.


"Enak aja! Masa laki-laki bobo sama Bubu nya sih! Sana bobo sama Baba yang sama-sama laki-laki! " tolak Izam dengan sengaja.


"Cih, bisanya cuma ngadu! Nih, ambil tuh Bubu nya! Ongkel gak butuh! Lihat aja besok, Ongkel mau beli kapal pesiar yang besar untuk dedek bayi! Ongkel gak mau beliin Faris! Bwee.... " ucap Izam bangkit dan memanas manasi Faris yang memang menggilai berbagai macam bentuk kapal.


"Hua..... Oma.... Opa..... Ongkel pelit.... Ongkel gak sayang lagi sama Faris.... Hua... " teriak Faris makin kencang sambil menangis.


"Minta beliin aja sana sama Baba atau sama Opa! Ongkel gak mau beliin Faris... Bye... Bye... " jawab Izam yang semakin membuat tangisan Faris semakin kuat dan membuat suasana menjadi heboh.


Setelah mengejek Faris, Izam langsung berlari menaiki tangga sebelum ia menjadi pelampiasan kemarahan ibu negara keluarga Barzakh alias Mama Lia.


"Astaghfirullah itu anak..... Bisa-bisanya bikin keponakan yang nangis kejer kayak gini! Udah mau punya anak, kelakuannya malah gak ada yang beresnya! " omel Mama Lia dengan geram.

__ADS_1


Ia pun susah payah membujuk Faris bersama Ana, begitu juga Papa Idris yang membujuk Faris dengan berjanji akan membelikan kapal pesiar seperti punya Izam.


"Beneran Pa mau beliin Faris kapal pesiar seperti kapal yang akan di beli Izam ? " tanya Davin yang juga ikut berkumpul bersama mereka.


"Ya beneran lah Vin! Masa iya Papa gak mampu beliin Faris kapal pesiar mainan kayak yang mau di beli Maliq! " jawab Papa Idris dengan enteng.


"Betul kata Papa itu Vin! Tapi kenapa kamu malahan sangsi kayak gitu seperti Papa orang kere aja yang gak bisa beliin cucunya kapal-kapalan kayak gitu! " sahut Ara ikutan bicara.


"Bukan Davin sanksi Kak, masalah nya kapal pesiar yang mau di beli Izam itu kapal pesiar yang kayak gini nih! Itu yang bikin Davin gak yakin nya! " jawab Davin dengan memperlihatkan foto kapal pesiar yang sudah ia pesan di ponselnya itu.


Semua yang ada di sana membelalakkan matanya begitu melihat gambar kapal pesiar yang akan di beli Izam itu dengan wajah shock.


"Apa???? Jadi Maliq mau beli kapal pesiar asli yang harganya hampir satu triliun itu???? " teriak Ana dengan kencang dan wajah uang tidak percaya.


"Beneran Kak! Malahan sudah di pesan lagi! Dan udah di bayar separuh uangnya! " jawab Davin dengan enteng.


"Gubrakk..... ! Mama.... " pekik mereka kaget melihat Mama Lia pingsan.


Bersambung....


Izam.... Izam.... Senang banget bikin semua orang jantungan! Mudah-mudahan aja belinya kagak nyicil kayak yang lagi viral itu loh kapal pesiar nya 🤭🤭🤭...


Selamat membaca dan selamat beraktivitas readers semuanya...

__ADS_1


Semoga hari kalian menyenangkan 💕😍...


__ADS_2