Bidadari Surga Untuk Penjual Kebab Yang Tajir

Bidadari Surga Untuk Penjual Kebab Yang Tajir
Cemburu..


__ADS_3

Langkah kaki Davin terhenti saat masuk ke dalam kantin perusahaan.


Ia kaget dari jauh melihat sesosok perempuan berhijab hanya terlihat punggungnya karena posisinya membelakangi sedang tertawa renyah bersama seorang perempuan dan laki-laki duduk di sebuah meja terlihat sangat akrab. Tidak hanya itu, para lelaki yang duduk di meja yang lain senyum-senyum melihat ke arah perempuan tersebut yang berbincang asyik sambil makan.


Hati Davin terbakar amarah melihat Aulia tersenyum dan tertawa riang dengan laki-laki lain meskipun ada perempuan nya juga. Tangan nya terkepal erat melihat semua itu, dadanya bergemuruh hebat seakan-akan ia hendak menguliti laki-laki yang melihat Aulia saat ini juga.


Izam yang melihat langkah Davin terhenti juga ikut berhenti. Ia melihat ke arah tatapan mata tajam sahabat nya itu karena tadi ia asyik berbalas pesan dengan sang istri di rumah.


Ia tersenyum devil melihat ekspresi muka Davin yang sudah siap mencakar dan mencabik-cabik musuhnya.


Izam berjalan memasuki kantin ke arah Aulia dan ikut nimbrung karena masih ada dua kursi yang kosong di depan Aulia, tepat nya di samping laki-laki yang satunya lagi.


"Di cariin dari tadi rupanya udah duluan ke sini! " tegur Izam langsung duduk di kursi yang kosong.


"Eh Mas Izam! Tadinya Aulia mau ke ruangan Mas dulu, eh ketemu teman lama di sini! Gak nyangka kalau dia bekerja di perusahaan ini! Nih Mas kenalin Nurbaiti panggilannya Beti. Temannya aku dan Amay juga waktu kami masih Mts dulu di kampung! " jawab Aulia dengan tersenyum santai.


"Hai... Saya Izam suaminya Amay! " ucap Izam ramah dengan menangkup kedua tangan di dada.


"Saya Beti Pak! Saya gak nyangka kalau istri Bapak itu teman sekolah saya dulu! Saya gak bisa datang pada pesta resepsi Bapak waktu itu karena anak saya lagi sakit! " sahut Beti juga menangkup kedua tangan di dada dengan menunduk hormat.


"Woi.. ! Ngapain bengong di situ! " seru Izam memanggil Davin yang masih betah berdiri.


Karena posisinya membelakangi, Aulia menoleh kebelakang melihat siapa yang di panggil Izam. Ia agak terkejut sedikit ternyata Davin yang memasang wajah datar dan sok cool.


Davin berjalan mendekati meja tersebut dan langsung duduk di depan Aulia langsung. Ia mendengar dengan jelas perbincangan Izam dan Aulia tadi.


"Boleh kan kami gabung dengan kalian semua! " tanya Izam sembari melihat Aulia dan teman-temannya sekilas satu-satu.


"Boleh kok Pak! Lagian kita hanya ngobrol biasa aja! " jawab laki-laki yang di samping Izam dengan ramah.


Izam pun langsung memesan makanan pada pelayan sedangkan Davin hanya diam saja menatap Aulia yang makan dengan santai di depannya.


"Loe gak makan? Ntar maag loe kumat lagi kalau telat makan! " ucap Izam dengan menyenggol lengan Davin.


"Iya nih.. ! Nanti pingsan lagi kayak waktu itu! Tuh lihat wajah Mas juga memerah kayak tomat matang! " celutuk Aulia dengan menunjuk pakai sendok nya.


"Cih... Gak ada urusannya dengan kamu kalau aku pingsan! " jawab Davin ketus.


Beti dan pria di sebelah Izam kaget mendengar ucapkan ketus yang keluar dari mulut Davin. Mereka langsung menundukkan kepala nya karena takut di marahi Bos mereka, pasalnya Davin memang terbilang sangat garang saat bersama bawahannya. Tapi beda hal nya dengan Aulia yang dari tadi sudah di kasih cabe setan level 10 oleh Davin menyikapinya dengan biasa saja.


"Ye... Siapa yang mau ngurusin Mas! Mendingan ngurus diri sendiri aja! " ucap Aulia santai sambil meneruskan makannya.


Davin mendengus kesal mendengar ucapan Aulia, sedangkan Izam tersenyum geli seakan sedang melihat pertengkaran sepasang kekasih.

__ADS_1


"Udah, udah.. ! Cepetan makannya, abis itu sholat! Masih banyak pekerjaan yang harus kita runding kan nanti! Elo juga Vin.. Jangan elo bikin perusahaan gue kebakaran oleh amarah di dalam dada loe.. ! " ucap Izam melerai perdebatan mereka sambil memperingatkan Davin.


Davin semakin mendengus kesal bin jengkel dengan ucapan Bos nya yang juga mengandung ledekan untuk nya.


Mereka pun melanjutkan makan siang mereka dalam diam. Beti melihat Aulia dengan kening berkerut karena sangat santai berhadapan dengan Izam dan Davin. Ia tidak berani melihat langsung atasannya itu tapi saat ia melirik sekilas, tampak orang kedua di perusahaan tersebut setelah Bos besar Izam memakan makanan nya dengan menatap tajam Aulia temannya.


Begitu selesai makan dan menuju mushola yang ada di perusahaan tersebut, Beti menarik pergelangan tangan Aulia untuk berjalan menjauh.


"Eh Li, kamu ada hubungan apa dengan Pak Davin? Kok aku lihat ia seperti melihat kamu sampai segitu nya? " cerca Beti dengan sangat penasaran.


"Hubungan yang seperti apa maksud kamu? Kita hanya saling kenal aja, itupun karena Amay dan suaminya! Itu aja gak ada yang lebih! " jawab Aulia jujur.


"Beneran?? Kok aku lihat kayak nya Pak Davin itu menatap kamu kayak seorang kekasih yang lagi marahan sama wanitanya! " ucap Beti dengan heran.


"Itu cuma perasaan kamu aja! Dah lah, yuk kita sholat! Aku nanti ada pertemuan penting juga dengan Mas Izam dan Mas Davin! " jawab Aulia dengan tampang masa bodo.


Mereka pun segera sholat dzuhur karena waktu istirahat karyawan di perusahaan tersebut akan berakhir dalam beberapa menit lagi.


"Li, aku balik ke kerja dulu ya... Kapan-kapan kita hangout bareng ajak Amay juga! " ucap Beti saat mau ke ruangannya.


"Oke... ! Palingan kita berdua aja yang bisa soalnya Amay bentar lagi mau lahiran! " jawab Aulia dengan memberikan jempolnya.


Ia langsung masuk ke dalam lift menuju lantai ruangan Izam untuk berembuk penentuan tes calon aspri bawahan Davin.


"Assalamualaikum... ! " ucap Aulia saat membuka pintu ruangan Izam.


"Waalaikumsalam... ! " jawab Izam dan Davin barengan.


"Silahkan duduk Aul di mana aja kamu suka! " ucap Izam ikutan Amay istrinya memanggil Aul pada Aulia.


"Terdengar agak aneh saat Mas Izam panggil aku kayak Amay! He... He... He... ! " sahut Aulia dengan terkekeh.


"Abisnya aku bingung mau manggil apa! Mau panggil Lia berasa manggil Mama sendiri dan berasa jadi anak durhaka! Jadi ikutan Amay aja deh manggil nya! " jawab Izam ikutan terkekeh.


"Iya juga ya Mas... ! Seandainya aku lagi duduk sama Mama Lia dan tiba-tiba ada orang yang panggil Lia, pasti kami berdua akan menyahut barengan! " sahut Aulia lagi dengan terkekeh dan duduk di sofa di depan Davin.


Davin mendengus jengkel melihat Izam dan Aulia terlihat sangat akrab. Ia semakin tidak suka melihat Aulia tersenyum dengan laki-laki lain walaupun itu sahabat nya sendiri.


"Ayo Aul kita mulai saja! Nanti jika kita asyik bercanda, keluar bau gosong lagi! " ucap Izam menyindir Davin.


"Kok bau gosong! Emang nya ada yang masak sampai bisa ke cium bau gosong! " tanya Aulia yang gak nyambung.


"Ada, tapi bukan masak! Ada yang kebakaran tapi tidak terlihat api nya hanya asapnya aja yang ke cium! " jawab Izam semakin membuat Aulia bingung.

__ADS_1


"Gak usah di perpanjang ! Buruan jelasin hasil wawancara tadi! " ucap Davin dengan jengah.


Aulia merenggut kesal karena Davin membuatnya tidak jadi bertanya apa maksud Izam tadi. Ia pun menjelaskan pengamatan nya pada kelima calon aspri Izam. Davin juga menyampaikan pengamatan nya yang tidak jauh berbeda dengan pengamatan nya Aulia.


"Jadi menurut kalian berdua semua nya bagus dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan ini? Apakah ada salah satu dari mereka yang paling menonjol? Karena tidak mungkin jika tidak ada yang mempunyai poin tertinggi! " ucap Izam seraya bertanya kembali pada mereka berdua.


"Kalau pendapat Aulia sendiri ya Mas.. Peserta terakhir wawancara yaitu Ali yang begitu meyakinkan jawaban nya. Ia menjawab dengan lancar tanpa berpikir lagi seperti teman nya yang lain! Hanya saja yang kurang pendidikan nya yang hanya tamatan D3 saja! Itu yang Aulia sayang kan! Semua keputusan nya kan ada di tangan Mas Izam! " jawab Aulia lagi dengan menghela napasnya.


"Semangat banget promosikan si Alay itu! " gumam Davin kesal.


"Mas ngomong apa? Kok bisik-bisik! " tanya Aulia dengan tatapan menyelidik.


"Gak ngomongin apa-apa, kamu aja yang salah dengar! " jawab Davin ketus.


"Ish, jelas-jelas ia tadi bicara sendiri! " gerutu Aulia juga kesal.


Izam masih mengamati berkas wawancara yang di nilai Aulia dan Davin. Ia tampak mangut-mangut seraya meletakkan kembali berkas tersebut di atas mejanya.


"Kalau begitu, sesuai pembicaraan semalam dengan Amay dan hasil wawancara sekarang ini, saya memutuskan untuk memberikan mereka berlima kesempatan untuk menjadi aspri saya selama tiga bulan. Selama tiga bulan mereka akan di seleksi lagi untuk mencari dua saja sebagai aspri saya bawahan nya Davin. Jika yang tiganya kerjanya bagus mereka akan tetap di terima bekerja di perusahaan ini dan ditempatkan pada divisi yang lain! Selama tiga bulan itu juga mereka akan mendapatkan gaji. Itu keputusan saya, gimana Vin? " ucap Izam sambil meminta pendapat Davin.


"Gak papa, bagus juga itu! Jadi mereka bisa membantu saya saat anda cuti nanti! " jawab Davin juga setuju.


"Aulia juga setuju Mas, itu keputusan yang bijak dan bagus! Oh ya, karena pembicaraan nya sudah selesai Aulia mau pamit pulang dulu ya.. ! " ucap Aulia seraya menyandang kan tas nya di bahu.


"Oke.. lah! Terimakasih ya udah mau bantu mewawancarai mereka! " sahut Izam sebelum Aulia keluar dari ruangannya.


"Iya Mas, Sama-sama! " jawab Aulia dengan tersenyum kecil ke arah Davin dan Izam.


Baru mau membuka pintu ruangan Izam hendak keluar, ponsel Aulia tiba-tiba berbunyi nyaring. Ia menghentikan tangannya yang hendak memutar handel pintu ruangan Izam.


"Halo Assalamu'alaikum.. ! Apa??? I-iya Mbok saya akan kasih tau Mas Izam! " jawab Aulia dengan wajah panik.


Izam yang mendengar namanya di sebut Aulia menjadi heran dan bangkit dari kursi kebesaran nya.


"Gawat Mas.. Barusan si Mbok nelpon katanya Amay di bawa ke rumah sakit sama Mama! Tadi Mama nelpon ponsel Mas Izam tapi gak di angkat! " ucap Aulia dengan wajah panik dan pucat.


"Apa??? " teriak Izam dengan wajah kaget.


Bersambung...


Selamat membaca dan selamat beristirahat reader ku semuanya๐Ÿค—๐Ÿค—๐Ÿค—..


Semoga hari kalian menyenangkan ๐Ÿ’•๐Ÿ˜..

__ADS_1


Selamat berlibur dan berakhir pekan dengan keluarga tercinta..


__ADS_2