Bidadari Surga Untuk Penjual Kebab Yang Tajir

Bidadari Surga Untuk Penjual Kebab Yang Tajir
Healing


__ADS_3

Setelah menunggu koper mereka bisa di ambil, Davin dan Aulia langsung bergegas naik taksi yang akan membawa mereka ke hotel terdekat. Mereka berdua memutuskan untuk beristirahat sejenak sebelum lanjut lagi pergi ke Osaka naik kereta cepat.


Aulia menunggu Davin yang bercakap dengan sopir taksi Jepang yang sedang menurunkan koper mereka.


Terlihat Davin dan sopir tersebut saling membungkukkan badan sebelum sopir taksi itu masuk kembali ke dalam taksinya.


"Mas ngomongin apa sama sopir taksi nya? "tanya Aulia kepo.


"Mas tadi nanya kalau ke Osaka enaknya naek apa? Katanya bapak itu lebih cepat naik pesawat aja karena agak lama kalau naik bis. Nanti kita bisa naik kereta api dari Osaka ke tempat wisata yang akan kita kunjungi di sekitar Osaka. " jawab Davin dengan menggenggam tangan Aulia.


"Ya udah, kalau gitu kita naik pesawat aja biar cepat sampai! Tapi sekarang istirahat dulu lah soalnya badan aku masih capek dan pegal-pegal kalau naik pesawat lagi! " sahut Aulia dengan memegang bahunya.


"Iya sayang! Kita istirahat aja dulu biar fit lagi pas ke Osaka! " jawab Davin tersenyum menyeringai tanpa sepengetahuan istri nya.


Mereka lalu segera cek in di hotel tersebut untuk satu malam karena besok pagi akan langsung bertolak ke Osaka yang menjadi tujuan destinasi wisata bulan madu mereka.


Sementara itu di belahan dunia yang lain tepatnya di Indonesia, Izam sedang berkutat dengan tumpukan berkas yang menggunung di meja kerjanya.


"Huh.... Gara-gara Davin bulan madu aku jadi lembur hingga kurang bertemu dengan anak-anak terutama dengan princess kesayangan ku! " keluh Izam sembari meregangkan otot-otot nya yang kaku.


"Tapi kasihan juga tuh anak gak pernah liburan selama ini! Tak apalah sesekali ia berlibur sembari bulan madu! Anggap aja beramal dan menumpuk pahala hitung-hitung bekal nanti di akhirat! Hehehehe.. " ucap nya lagi dengan terkekeh seorang diri.


Amay yang sedang menidurkan Maggie tampak lelah dan letih karena beberapa hari ini Maggie sangat rewel dan tidak mau di sentuh siapapun termasuk Oma Opa nya. Hanya Amay lah yang ia mau karena Izam sangat sibuk di kantor karena Davin cuti walaupun ada asisten yang lain tapi Izam tidak bisa percaya sepenuhnya seperti pada Davin.


"Nak.. ! Biar Maggie sama Mama, Kamu istirahat aja dulu ! Tuh kantong mata mu udah tebal gitu! Jangan sampai kamu tumbang karena kecapean dalam mengurus Maggie! Percaya kan aja Maggie sama Mama dan juga suster! Kalau perlu kamu ke Spa sana agar badan kamu di pijat sama ahlinya! " ucap Mama Lia dengan penuh arti pada menantunya.

__ADS_1


"Tapi Ma... "


"Udah, gak usah banyak pikir lagi! Buruan sana mumpung si cantik lagi tidur gini! Stok Asi masih ada kan di kulkas? " sahut Mama Lia memotong omongan Amay sembari bertanya stok Asi.


"Masih Ma.. ! Tadi baru Amay tambah dua botol lagi! " jawab Amay pasrah.


"Bagus deh kalau gitu! Ayo buruan pergi manjain diri kamu dulu sana! Ingat sayang, manjain diri sendiri itu penting sebelum kamu manjain anak-anak dan suamimu! Jadilah ibu yang waras dengan selalu berpikiran positif pada diri sendiri dan lingkungan sekitar! Ayo pergi sana! " ucap Mama Lia sembari mendorong pelan badan Amay keluar dari kamar si kembar.


Amay menghela napas pelan karena jujur saja ia agak berat meninggal kan anak-anak di rumah apalagi dengan Maggie yang agak rewel belakangan ini. Tapi ia juga tidak dapat memungkiri jika ia sangat lelah dan butuh healing sejenak untuk mendinginkan pikiran dan tubuhnya agar kembali fit.


"Bismillah... ! Fokus may, fokus! Kamu harus waras agar semua nya juga waras! Kamu butuh suasana baru agar pikiranmu tetap bertahan demi anak-anak dan suamimu! Fighting!! " ucap Amay pelan menyemangati dirinya sendiri.


Ia lalu masuk ke kamar nya untuk berganti pakaian karena ia berniat untuk pergi Spa merawat tubuhnya agar melepas penat mengurus Maggie siang malam dengan minimnya waktu istirahat. Kalau saja Izam tidak lembur, pasti Amay tidak akan seperti Zombie begini karena selalu di bantu oleh suaminya dalam merawat anak-anak.


Setelah merasa semuanya siap, Amay pun keluar dari kamar nya dan berjalan menuju kamar anak-anak nya untuk berpamitan pada Mama mertuanya.


Mama Lia mengangguk dengan memberikan jempol nya dan Amay menutup kembali pintu kamar tersebut pelan-pelan.


Ia berjalan menuruni tangga keluar rumah dan pergi dengan di antar sopir keluarga menuju salon langganan Mama mertuanya.


Sesampainya di salon, Amay di sambut antusias pegawai salon yang sudah mengenal dirinya.


"Astaga cantik.. ! Seneng banget eike lihat yey datang kesini! Mana Mama mertua yey yang baik itu? Duh, udah beranak empat yey makin cantik dan langsing aja! " cerocos pegawai salon yang kemayu tersebut dengan wajah sumringah.


"Alhamdulillah Amay sendiri kak kesini! Mama mertua lagi jagain anak-anak! Kakak bisa aja mujinya! Cantikan dari mana sih Kak! Nih lihat wajah Amay agak kusam dan kantong mata udah tebal gini kayak panda! " balas Amay ikutan heboh dengan wajah ramah.

__ADS_1


"Dih.. ! Yey bisa aja merendahnya! Cantik kayak gini di samain sama panda, ya gak mungkin lah! Cus cin kita langsung ke atas aja! Yey mau perawatan wajah dulu apa perawatan badan? " sahut pegawai salon tersebut sambil bertanya.


"Perawatan badan aja dulu deh Kak! Badan aku pegal-pegal banget nih! " jawab Amay sembari berjalan di belakang nya naik ke lantai atas.


"Oke cin! Yey masuk ke ruangan ganti dulu ya! Nanti Dewi yang akan menjadi terapis pijat yey! Dan yey kalau udah ganti baju langsung masuk aja ke ruangan nya! Eike tinggal dulu ya cin! Eike tunggu yey di ruang kecantikan! " ucap pegawai tersebut dengan memasangkan kartu pelanggan pada Amay berupa gelang di tangan kiri Amay.


"Iya Kak, terimakasih! " jawab Amay dengan tersenyum manis.


Amay langsung masuk ke ruangan ganti pakaian dengan menggunakan kemben yang hanya menyisakan ****** ***** saja. Ia tidak perlu keluar dari ruang ganti tersebut karena dalam ruang ganti ada pintu penghubung dengan ruang pijat khusus untuk perempuan muslimah dengan terapis pijat juga seorang perempuan muslimah.


Dalam satu bilik terdapat satu bed dengan satu terapis yang tertutup rapat hingga antara para pelanggan pijat selalu aman dari pengunjung lain meskipun sesama perempuan.


Amay ketiduran saat di pijat selama hampir satu setengah jam. Ia memang mengambil waktu satu setengah jam hanya untuk pijat semua anggota tubuhnya. Begitu ia bangun, ia tersenyum lebar karena tubuhnya begitu fit, segar dan rileks sehabis di pijat.


"Gimana Kak pijatan nya? Apa ada yang kurang berkenan? Semua titik sensitif kakak kaku dan tampak kakak kurang beristirahat dan kurang makan makanan yang bergizi tinggi! " ucap sang terapis pada Amay sambil bertanya.


"Iya Mbak! Beberapa hari ini saya kurang tidur dan makan juga gak teratur! Anak perempuan saja agak rewel belakangan ini! Ia mungkin marah dan merajuk karena Papa nya tidak bisa meluangkan waktu sejenak karena tuntutan pekerjaan di kantor! Alhamdulillah saya senang sekarang karena badan saya kembali ringan dan seger! Pijatan Mbak tetap enak sampai sekarang! Terimakasih ya Mbak udah bikin tubuh saya kembali rileks! " jawab Amay dengan tersenyum lebar.


"Alhamdulillah kalau gitu! Kalau kakak capek dalam mengurus anak-anak, kakak jangan terlalu memaksakan diri Kak! Kakak boleh kok minta bantuan pada penghuni rumah seperti kakak, adik, ibu atau siapapun yang ada di rumah. Karena kalau badan gak fit bisa berimbas pada emosi yang pastinya juga akan menimbulkan dampak yang buruk pada anak-anak karena kita terkadang tanpa sengaja melampiaskan emosi kita pada anak-anak! " sahut terapis Dewi dengan bijak pada Amay.


"Ya Allah.. Terimakasih banyak Mbak atas masukan nya! Mama mertua saya juga mikir begitu kayak Mbak! Makanya saya bisa mampir ke sini sekarang! Sekali lagi makasih ya Mbak atas nasihat nya! Saya senang banget di ingatkan seperti ini! " ucap Amay dengan penuh syukur.


"Iya Kak, sama-sama! " sahut terapis Dewi dengan tersenyum ramah.


"Kalau gitu saya ganti baju dulu ya Mbak! Mau ke tempat Kak Yola lagi! " ucap Amay pamit undur diri.

__ADS_1


"Iya Kak silahkan.. " jawab terapis Dewi pada Amay.


Bersambung...


__ADS_2