
Malam harinya di rumah sakit..
"Ya Allah, kenapa dadaku terasa sakit dan bengkak? Ketiak ku juga ikutan bengkak dan sangat sakit! Ssshhhhh... Ya Allah, sakitnya! " ucap Amay sambil merintih kesakitan.
Amay berusaha duduk sendiri karena suaminya tidur di sofa yang ada di hadapan ranjangnya. Sehabis magrib semalam ia sudah belajar duduk dan berjalan sedikit-sedikit ke kamar mandi meskipun sebentar.
"Bang... ! Abang! " panggil Amay dengan sedikit keras.
Izam yang sedang tidur pulas langsung meloncat saat mendengar suara istrinya.
"Astaghfirullah hal Adzim.. Ada apa sayang?? " ucap Izam dengan masih setengah sadar.
"Bang! Hiks... Hiks.. Sakit Bang! Dada Amay sakit banget! Ini juga sakit, Bang! " jawab nya dengan menangis pelan sembari menunjuk kearah ketiaknya.
Mata Izam langsung melek sempurna mendengar perkataan istrinya itu. Ia langsung mendekati Amay dan menyentuh sedikit dadanya.
"Awww... Sakit Abang! Jangan di sentuh! " ucap Amay sembari meringis.
"Ya Allah sayang... ! Bagaimana ini? Apa yang harus kita lakukan sekarang?? " sahut Izam panik.
Mereka berdua masih sama-sama baru menjadi orang tua dan masih belum mengerti mengapa istrinya bisa kesakitan seperti itu.
"Bang, tanya perawat aja! Sakit banget Bang! " ucap Amay memberikan saran.
"Tapi ini kan masih jam 2.15 sayang! Apakah gak papa panggil mereka di jam seperti ini?? " sahut Izam agak ragu-ragu.
"Ya gak papa lah Bang! Lagipula ini kan darurat! Cepetan Abang panggil perawat nya! " sahut Amay dengan wajah kesakitan.
"Ya udah, Abang panggil dulu perawat nya ya sayang! Kamu tahan sebentar! " jawab Izam seraya berlari kearah pintu dan keluar untuk memanggil perawat jaga.
Amay mengangguk sambil meringis kesakitan duduk di tepi ranjangnya. Tidak lama kemudian Izam kembali ke kamar istrinya bersama seorang perawat.
__ADS_1
"Ayo Sus, cepetan tolong istri saya! " teriak Izam dengan wajah cemas dan panik.
"Sebentar ya Bu, saya periksa sedikit! " ucap perawat tersebut dengan menyentuh pelan dada Amay.
"Sepertinya Asi Ibu sudah keluar! Ini buktinya sampai bengkak begini! " ucap perawat itu lagi dengan tersenyum kecil.
"Kenapa bengkak seperti itu Sus kalau Asi istri saya sudah keluar? Lihat ia sampai kesakitan seperti itu! Apa gak bahaya istri saya kesakitan begitu?? " tanya Izam masih belum lega sama sekali.
"Itu tidak apa-apa Pak! Tidak berbahaya sama sekali! Payu dara Ibu Amay bengkak karena Asi nya masih utuh dan tidak di sedot oleh bayi. Tapi jika sudah di sedot bayi, bengkak nya akan hilang sendiri. Nah, karena si kecil masih di ruangan inkubator, lebih baik Asi nya kita pompa dulu pakai pompa Asi yang di jual di apotik. Lalu di tampung di dalam botol susu yang sudah di steril kan. Nanti jika botol susunya sudah penuh oleh Asi nya Ibu, berikan sama saya biar kita berikan pada si kembar! Besok pagi-pagi setelah Ibu sarapan, kita akan bawa Ibu ke ruangan si kecil agar bisa menyusui si kecil secara langsung. " jawab perawat tersebut dengan ramah.
"Alhamdulillah kalau tidak apa-apa! Maaf ya Sus kalau kami merepotkan begini! " sahut Izam bernapas lega.
"Tidak apa-apa Pak! Wajar kalau Bapak dan Ibu belum mengerti karena ini pengalaman pertama Bapak dan Ibu menjadi orang tua. Kalau begitu, silahkan Bapak beli dulu pompa Asi nya di apotik bersama botol susu nya juga sesuai banyaknya bayi! " jawab perawat itu ramah.
"Ada ya Sus di apotik 24 jam semua itu? " tanya Izam lagi.
"Ada Pak.. ! Ibu biar sama saya selama Bapak pergi, lagipula saya juga lagi gak ada kerjaan. " jawab perawat itu lagi.
"Terimakasih banyak Sus, ! Kalau gitu saya titip istri saya! " sahut Izam lagi.
"Sayang... ! Abang pergi beli pompa nya dulu ya? Abang gak lama kok! Tahan dulu ya? " ucap Izam lembut sembari mengecup kening Amay.
Ia langsung meraih jaket nya dan mengambil dompet nya yang tergeletak di samping ranjang Amay.
Di saat suaminya pergi, Amay memanfaatkan waktu untuk bicara banyak hal yang ia tidak mengerti kepada perawat tersebut.
30 menit kemudian, Izam kembali ke kamar istrinya dengan napas ngos-ngosan dan penuh keringat.
"Huh... Huh... Huh... ! Sayang, Abang udah kembali! Maaf jika agak kelamaan! " ucap Izam dengan napas putus-putus.
"Gak lama kok, Bang! Abang kenapa ngos-ngosan kayak gitu? Kayak di kejar setan aja! " sahut Amay dengan heran.
__ADS_1
"Abang tadi lari sayang, biar kamu gak kelamaan nunggu! Larinya dari parkiran sampai ke sini! Maka nya Abang jadi kayak gini! " jawab Izam masih terengah-engah napas nya.
"Ini Sus, pompa sama botol susunya! Kalau mau mensterilkan botol nya di mana ya Sus? Soalnya kami gak punya peralatannya! " ucap Izam dengan menyerahkan kantong plastik kepada perawat tersebut.
"Biar saya saja yang steril nya Pak di ruangan istirahat perawat! Bapak bantu Ibu nya saja memompa Asi nya karena prosesnya juga gak terlalu cepat. Untuk sementara sebelum botol susunya selesai di sterilkan, pakai gelas aja dulu untuk menaruh Asi yang sudah tertampung tadi. Usahakan gelas nya yang sudah bersih dan kering! " jawab perawat itu lagi.
"Ya Allah... Terimakasih banyak Sus, udah membantu kami! " ucap Amay penuh syukur.
"Iya Bu, Sama-sama! Saya senang kok membantu Bapak dan Ibu! " jawab perawat itu dengan tersenyum ramah.
"Kalau begitu saya permisi dulu Pak, Bu! Saya akan mensterilkan botol susunya dan akan ke sini lagi jika sudah selesai! " ucapnya lagi dengan menundukkan kepalanya sopan.
Amay dan Izam mengangguk bersamaan dan Izam langsung membuka pompa Asi dari kantong plastik putih itu.
"Baca dulu Bang bagaimana cara menggunakan nya! " ucap Amay pada suaminya.
"Iya sayang! Ini lagi Abang baca! " jawab Izam sambil memegang petunjuk pemakaian nya.
Setelah mengerti ia pun segera membantu Amay untuk memompa Asi nya, namun ia mengunci dulu pintu kamar rawat Amay takut ada yang tiba-tiba datang di saat Amay sedang memompa Asi nya.
"Bagaimana sayang? Apa masih sakit dada nya?? " tanya Izam ketika sudah terkumpul setengah gelas Asi nya Amay.
"Alhamdulillah udah sedikit berkurang Abang! Tapi masih terasa penuh ini dada nya! " jawab Amay dengan wajah tidak sesakit tadi
"Syukurlah kalau gitu... Abang lega dengar nya! " sahut Izam tersenyum lega.
**Bersambung...
Selamat membaca dan selamat beraktivitas reader ku semuanya...
Terimakasih sudah mau membaca karya receh othor iniπ€π€π€
__ADS_1
Semoga hari kalian menyenangkan ππ
Happy new year 2023π₯³π₯³π₯³π₯³**