
Alhasil selama sejam lebih Izam harus membangunkan semua orang yang mendadak pingsan karena kapal pesiar di bantu Haikal, Haura dan si biang kerok Davin.
Begitu mereka bangun, satu persatu keluarga nya Izam menghadiahi Izam omelan plus geplakan di bahu dan lengannya karena mereka gemes dengan kegilaan Izam yang membeli kapal pesiar seperti membeli kacang rebus.
Rahman masih memijit kepalanya yang juga pusing karena ia tidak menyangka kalau menantunya bisa berpikir membeli kapal pesiar tiga sekaligus untuk anak-anak nya nanti. Ia jadi bertanya-tanya, seberapa banyak uang dan kekayaan yang di miliki menantunya itu sampai bisa membeli kapal pesiar bak seperti membeli gorengan di pinggir jalan.
Sama halnya dengan Pak lek Rohim dan Bulek Saroh yang masih terlihat shock dan pucat karena hal itu. Satu triliun saja ia masih kaget karena membayangkan sebanyak apa uang segitu, apalagi sampai tiga triliun seperti ini. Bisa-bisa mereka dan anak cucu mereka hidup bermandikan uang sampai mati saking banyak dan tidak terhitung nya.
"Ara! Resep kan Mama obat sakit kepala yang manjur! Mama gak mau di saat penting besok pagi Mama jatuh sakit gara-gara kegilaan adik kamu itu! " ucap Mama Lia sambil memijit kepalanya.
"Papa juga! Kepala Papa juga sangat pusing! Papa gak habis pikir dengan jalan pikiran adik mu itu, dan Papa sangat yakin kalau Amay tidak tahu kegilaan yang di perbuat suaminya membeli kapal pesiar tiga sekaligus seperti membeli gorengan di pinggir jalan. " sahut Papa Idris ikut berkomentar.
"Iya Pa, Ma! Akan Ara ambil obat sakit kepala yang manjur untuk Papa Mama! " jawab Ara sambil berdiri dan pergi ke kamarnya.
"Ana gak nyangka jika si Onta Arab bisa membeli kapal pesiar tiga sekaligus? Kira-kira berapa banyak ya Mas uang tabungan si Onta Arab itu di rekening nya hingga ia bisa membeli kapal pesiar yang harganya selangit itu! " ucap Ana sambil berpikir keras berbicara pada suaminya.
"Ya ampun Bubu.... Baba gak tahu berapa banyak tabungannya Maliq! Yang jelas saat ini uang Maliq sangat-sangat banyak mengalahkan uang orang terkaya di Indonesia! Kenapa gak Bubu tanyakan aja langsung sama orangnya berapa banyak uang yang ia miliki?? " jawab Farel yang membuat Ana langsung mengangguk.
"Loh..... Kemana si Onta Arab?? " tanya Ana dengan celingak celinguk mencari keberadaan Izam.
"Gak tahu kakak! Perasaan tadi Maliq masih di sini waktu di omelin Mama tadi! " jawab Aini dengan mengangkat bahunya.
"Iya, perasaan tadi masih duduk di sini? Kenapa cepat sekali menghilang nya ya?? " sahut Arman juga bingung.
"Kurang asem si Onta Arab! Udah kabur duluan dia mentang-mentang kita lengah! Awas aja besok pagi, aku SmackDown dia sampai keok! " ucap Ana dengan geram dan tangan terkepal.
__ADS_1
"Sudah.... Sudah... Mendingan kita tidur aja sekarang! Sudah agak malam, biar besok gak bangun terlambat! Ingat, besok hari penting yang kita tunggu! " lerai Papa Idris sambil membantu Mama Lia untuk berdiri tegak.
Seperti dugaan Ana tadi, Izam memang pergi diam-diam ketika mereka asyik meng ghibah Izam seakan-akan orangnya tidak ada di antara mereka. Izam bersorak sorai kegirangan ketika ia berhasil masuk ke kamarnya dan cepat-cepat ia mengunci pintu kamar.
Setelah yakin pintu sudah terkunci dengan benar, Izam langsung masuk ke dalam selimut bergabung bersama istrinya pergi ke alam mimpi.
Keesokan paginya.
Selesai sholat subuh, Amay langsung di dandanin dan di make up oleh MUA terkenal di Indonesia. Amay yang baru selesai mandi dan sholat hanya pasrah saja dengan masih menggunakan pakaian dalam yang di tutupi bathrobe, Amay di rias duduk di bangku rias yang ada di kamarnya.
Izam pergi ke bawah menuju dapur untuk melakukan pekerjaan rutinnya membuatkan susu hamil untuk istri tercinta setiap pagi sebelum Amay sarapan.
Semua orang sudah bangun dan sudah mulai bersiap-siap dengan apa pun yang bisa mereka kerjakan sebelum akad nikah ulang dilakukan.
Ketika Izam sedang asyik membuat susu sambil bersenandung, Ana datang dengan mengendap-endap dekat Izam dan tanpa ampun mengunci leher Izam dengan ketiaknya yang membuat Izam terpekik kaget karena susu yang ia buat hampir saja tumpah.
"Rasain loh.... Biar nyahok sekalian itu leher! Enak aja semalam main kabur-kaburan! " jawab Ana tidak perduli.
"Gak bisa napas aku mak Lampir??? Lepasin gak? Emangnya mau lihat Amay jadi janda karena suami nya mati di cekik kakaknya sendiri?? " ucap Izam lagi dengan leher di jepit Ana.
"Ya gak papa... Nanti akan aku cariin suami baru lagi buat Amay yang paling ganteng dan paling tajir! Amay pasti gak akan nolak! " jawab Ana dengan enteng.
"Yakin ada laki-laki yang ganteng dari aku dan lebih tajir dari aku??? " ucap Izam lagi dengan pede nya.
Ana tampak berpikir sehingga membuat jepitan leher Izam di ketiaknya agak mengendur sehingga membuat Izam menghentakkan nya dan jepitan itu terlepas.
__ADS_1
"Aduh.... Gak kira-kira nih mak lampir jepit leher aku kuat kayak gini! Untung gak papa! " gerutu Izam sambil memegangi lehernya dan menggerakkan lehernya kiri kanan.
Ana yang masih penasaran langsung menarik Izam duduk si bangku meja bar dan duduk bersama-sama.
"Emangnya berapa banyak sih duit di tabungan mu sampai bisa beli kapal tiga kayak gitu? Perasaan kakak perusahaan mu juga menghasilkan uang gak sebanyak itu juga deh? " tanya Ana masih penasaran sambil menatap tajam adiknya itu.
"Emangnya siapa yang bilang itu hasil perusahaan?? Hasil perusahaan ku aja gak pernah aku usik selama ini! Masih aman terkendali di tempatnya! " jawab Izam enteng.
"Gak ada yang bilang bahlul! " sahut Ana sambil menabok pelan bahu Izam hingga membuatnya agak meringis.
"Ayo cepat ngomong.... Kalau bukan dari perusahaan dari mana? Jangan bilang kau menjual warisan mu dari Opa?? " tuduh Ana dengan mata yang tajam.
"Wah... Wah... Wah.... Sembarangan aja kalau ngomong! Mana ada aku jual warisan dari Opa! Semua uang itu uang hasil penjualan aplikasi pembunuh virus yang dulu aku buat dan aku kembangkan waktu kuliah dulu! " jawab Izam dengan mendengus kesal.
"Emangnya harga nya berapa sih sampai bisa terkumpul sebanyak itu?? " tanya Ana lagi semakin bersemangat.
"Gak mahal sih, paling murah aku jual harganya seharga satu unit Mercedes-Benz Maybach S Class... " jawab Izam santai.
"Oh segitu.... Apa???? " pekik Ana dengan kencang sambil mencengkram erat lengan Izam.
"Aduuuuh.... Sakit Kak??? " jawab Izam juga ikut teriak.
Bersambung...
Selamat membaca dan selamat weekend bersama keluarga...
__ADS_1
Semoga hari kalian menyenangkan 💕😍...