
Dengan sekali tarikan, Izam menangkap tubuh istrinya dan menggelitik pinggang istrinya sehingga membuat Amay berteriak kegelian minta ampun.
Rahman hanya geleng-geleng kepala melihat kemesraan anak menantu nya, ia pun keluar dari ruang kerja tanpa mereka berdua sadari.
"Ampun Bang, ampun! Amay gak tahan nih! Nanti Amay pipis lagi di celana! " ucap Amay dengan masih tertawa menahan tangan suaminya menggelitik pinggang nya.
"Awas ya muji-muji laki-laki lain selain Abang! Cuma Abang yang boleh kamu puji selain memuji Allah! Papa juga gak boleh kamu puji, apa lagi Om Hardi! " sahut Izam dengan wajah pura-pura merajuk.
"Iya, iya maaf! Amay hanya akan memuji Allah aja! Kalau untuk Abang kan pujiannya lain lagi! " jawab Amay dengan napas tersengal sengal.
"Abang pegang omongannya! Pokoknya gak boleh memuji laki-laki lain selain Abang! Oh ya emangnya kamu sama Papa lagi ngomongin apa sih? Seru amat kelihatannya! " ucap Izam lagi kepo.
"Lagi ngomongin ngurus perusahaan! Lah, Papa kemana? Kok udah gak ada! " jawab Amay sembari celingak celinguk mencari keberadaan Papa nya.
"Palingan Papa keluar karena gak mau mengganggu kita! Oh ya, tadi Mama telpon katanya kirim makanan lagi ke sini? " ucap Izam sambil bertanya.
"Iya Bang, tapi makanan nya udah abis Amay makan! Tadinya sih mau ninggalin Abang, eh bangun tidur lapar lagi dan di makan deh makanan nya! " jawab Amay dengan tersenyum cengengesan.
"Makan aja kalau kamu mau! Triple harus mendapatkan gizi yang cukup, apalagi mereka bertiga di dalam! Semoga aja mereka gak rebutan makanan di dalam sini! " sahut Izam sambil mengusap perut buncit istrinya.
Perut Amay bergerak begitu Izam berkata begitu. Izam sangat terperangah karena ini pertama kalinya triple mau bergerak ketika ia sentuh.
"Ya Allah sayang!!! Kalian bergerak? Kalian suka Papa ngomong ya? " ucap Izam dengan wajah antusias.
Perut Amay bergerak lagi dan kali ini Amay sampai meringis kesakitan karena mereka bergerak seperti bermain bola di dalam perutnya.
"Sssssshhhhhhhh.... Sayang nya Mama, gerak nya boleh gak pelan-pelan aja! Agak sakit perut Mama kalian aktif banget! " ucap Amay dengan sedikit meringis ngilu.
"Iya sayang! Kalian boleh kok bergerak, tapi pelan-pelan ya Nak! Papa berharap kalian semua sehat-sehat di dalam! Papa gak sabar pengen ketemu kalian! " sahut Izam menambahkan sambil menciumi perut buncit Amay.
Mereka berdua berbincang-bincang dengan calon bayi mereka yang mulai memasuki bulan kelima.
__ADS_1
πΎπΎπΎ
Hari berganti hari minggu berganti minggu dan bulan pun berganti bulan. Tidak terasa kandungan Amay sudah berusia 7 bulan. Semua keluarga mereka sepakat akan mengadakan acara tujuh bulanan di rumah Rahman Atmanegara.
Bulek Saroh dan keluarga nya sudah datang dari kampung tiga hari sebelum acara di lakukan. Mereka mempersiapkannya dengan sangat meriah dengan mengundang anak-anak yatim dan dhuafa di sekitar lingkungan tempat tinggal mereka dan juga yayasan panti asuhan anak-anak cacat dan berkebutuhan khusus yang sengaja mereka undang.
Mama Lia tetap menjadi yang paling sibuk mempersiapkan acara pengajian ini dan turun tangan langsung menyiapkan semua bingkisan yang akan di berikan kepada anak-anak yatim, anak-anak panti asuhan anak cacat dan dhuafa dengan di bantu Bulek Saroh dan kakak-kakak nya Izam.
Amay sudah susah untuk berjalan dan ia duduk di kursi roda dengan perut yang sudah membesar seperti hamil 9 bulan.
"Awwww.... Ssssshhhhhh... ! " Amay meringis saat si triple bergerak aktif.
"Oma.... Ongkel.... ! Dedek nya nakal! Gerak-gerak terus bikin Onty sakit! " pekik Faris mengadu pada Mama Lia dan Izam.
"Benarkah?? Ya ampun!! Kasihan banget itu Onty nya! Faris temanin lah Onty nya di sana! Ajak dedek nya ngomong biar gak nakal lagi! " jawab Mama Lia pura-pura antusias dan membuat wajah sedih.
"Oke Oma! Faris bakal marahin dedek nya! " jawab Faris dengan penuh semangat.
"Mama pintar banget kalau lagi ngibulin si Faris! Lihat Faris sampai tegak pinggang berlagak sedang memarahi adik-adiknya yang masih di dalam perut! " ujar Ara sambil membantu Izam memasukkan uang ke dalam amplop.
"Habisnya ia gangguin Mama mulu dari tadi! Untung aja ada besan, jadi Mama gak lupa ngitungin berapa yang sudah selesai! Heran banget Mama, giliran Mama gak ada kerjaan gak ada yang ganggu. Eh giliran Mama sibuk ada aja yang gangguin! " jawab Mama Lia dengan membela diri.
"Namanya juga anak-anak Ma, mereka mencari perhatian Mama! Lihat aja nanti kalau triple lahir, bagaimana nanti mereka akan buat Mama makin pusing hingga Mama butuh Aspirin! " ucap Ara dengan terkekeh pelan.
"Iya juga ya... Punya satu yang kayak Bapak nya aja Mama pusing minta ampun! Apa lagi ini tiga, bikin Mama tambah pusing! " sahut Mama Lia membenarkan perkataan Ara.
"Ha.... Ha..... Ha.... " mereka semau tertawa mendengar omongan Mama Lia.
"Senang banget ngatain anak sendiri, dan sekarang cucu sendiri juga di kata-katain! " cibir Izam dengan muka cemberut.
Mereka kembali tergelak kencang mendengar cibiran Izam pada Mama nya. Amay melihat kegiatan semua orang dari atas kursi roda dengan di temani anak-anak termasuk Haura. Mereka sangat antusias sekali saat perut Amay bergerak-gerak.
__ADS_1
"Asyik, bentar lagi dedek-dedek nya akan lahir! Nanaz udah gak sabar pengen lihat mereka! Pasti tampan kayak Onty atau pasti mereka punya mata yang biru kayak mata Onty! " ucap Syahnaz dengan wajah bahagia sambil tangan nya mengelus perut Amay.
"Iya, kakak juga gak sabar pengen lihat mereka lahir! Pasti lucu banget! " sahut Haura ikut tersenyum senang.
Amay hanya tersenyum mendengar celotehan mereka yang berbicara dengan triple yang selalu bergerak setiap mereka bicara atau terkadang mencium perut buncit Amay.
Sementara itu, Damian Natanegara menjadi tersangka kasus pencucian uang dan kepemilikan usaha ilegal yang merugikan masyarakat sekitar tempat usaha tersebut beroperasi. Ia benar-benar berada di titik terendah dalam hidupnya. Apalagi ia menjadi tahanan kota oleh pihak kepolisian sebelum penyelidikan selesai di lakukan.
"Brengsek kau Rahman! Aku akan membalas semua penghinaan ini Rahman! Aku akan membuat kau menyusul anak dan istrimu sialan! " pekik Damian dengan melemparkan botol anggur ke dinding.
Rahman menemuinya di perusahaan Atmanegara dan mereka berdua bertatap muka setelah sebulanan kasus kebakaran tempat usaha nya. Rahman datang dengan melaporkan kasus pencucian uang perusahaan Atmanegara dan juga melaporkan usaha ilegal yang selama ini di miliki Damian.
Damian sungguh lupa jika orang yang dulu mensupport dan menyokong nya sudah tidak ada lagi alias sudah berkalang tanah. Kali ini ia benar-benar sendiri dan Asisten nya Alek juga di tangkap polisi karena menjadi tersangka memasok atau penyalur prostitusi untuk kalangan para pejabat dan pengusaha nakal yang menginginkan perempuan yang masih fresh.
Kembali ke acara 7 bulanan Amay dan Izam.
Pak lek Rohim dan Izam sudah sepakat akan memberitahukan semua orang tentang tes DNA pada Davin dengan Davin juga ikut berada di sana begitu acara 7 bulanan selesai.
Hingga saat ini Davin masih belum tahu jika ada tes DNA dirinya dengan Pak lek Rohim selalu adik kandung Umi Hafizah.
"Gimana Zam? Semua bereskan? " tanya pak lek Rohim begitu Izam mendekat padanya.
"Beres Pak lek! Mudah-mudahan nanti hasilnya seperti yang Pak lek dan keluarga inginkan! " jawab Izam dengan memberikan jempol nya.
"Aamiin... Semoga saja! " sahut Pak lek Rohim mengamini doa Izam.
Bersambung....
Selamat membaca dan selamat beristirahat readers ku semuanya...
Selamat berakhir pekan bersama keluarga...
__ADS_1
Semoga hari kalian menyenangkan ππ...