
Semua orang berkumpul di taman samping dengan penuh suka cita. Setelah drama merajuk Amay terselesaikan oleh Rahman, Mama Lia mengusulkan untuk membuat acara barbeque dengan membakar ikan, ayam, jagung dan makanan laut di taman samping setelah selesai sholat maghrib.
Karena Ara dan anak-anak sedang di luar, maka sore itu ia kebagian membeli semua bahan makanan tersebut di supermarket bersama suaminya.
Sedangkan para orang tua kecuali Rahman membuat tempat untuk memanggang itu semua dan para Ibu-ibu menyiapkan semua bumbu-bumbu di bantu para asisten rumah tangga di dapur.
"Sudah lama sekali ya Nyonya, kita tidak mengadakan kumpul-kumpul seperti ini! " celutuk si Mbok sambil mengulek bumbu untuk membakar ikan.
"Iya, terakhir kali kita mengadakan barbeque waktu nikahan si kembar! Mungkin udah 5 atau 6 tahunan gitu kali ya Mbok! " jawab Mama Lia membenarkan ucapan si Mbok.
"Benar Nyah! Saya senang, sekarang Non Amay dan den Maliq tinggal di rumah ini, jadi rumah bertambah ramai! Apalagi nanti pas aden-aden kecil lahir, pasti bertambah ramai rumah ini nanti! " ucap si mbok dengan tersenyum senang.
"Iya ya Mbok! Aduhh, saya sampai gak bisa bayangin rumah ini ramai dengan kaki-kaki kecil si triple yang membuat rumah ini ramai setiap hari! " sahut Mama Lia senyum-senyum sendiri membayangkan semua itu.
"Pasti rasanya sangat menyenangkan bermain bersama mereka menghabiskan waktu setiap hari! Mudah-mudahan non Amay dan si aden-aden selalu sehat sampai nanti lahiran! " ucap si Mbok dengan tersenyum tulus.
"Aamiin.... " jawab Mama Lia mengaminkan ucapan si Mbok.
Bulek Saroh datang bersama Annisa ke dapur setelah menata piring-piring di atas meja yang sudah di letakkan di halaman samping.
Izam juga masuk ke dapur untuk membuatkan susu hamil untuk istrinya. Ia sampai lupa membuatkan susu tadi sore karena kesal pada Papa mertuanya yang selalu menyudutkan dirinya di hadapan sang istri.
"Kamu mau ngapain sih masuk ke dapur? " tegur Mama Lia ketika melihat Izam membuka laci atas kitchen set.
"Mau bikinin Amay susu Ma! Tadi sore lupa gara-gara Papa Rahman cari muka! " jawab Izam dengan wajah cemberut.
"Biar Bulek aja yang bikinin Nak Izam! Nak Izam bantu Pak lek aja di luar! Nanti biar Bulek yang ngantar susunya ke Amay! " sahut Bulek Saroh mengambil alih membuatkan Amay susu.
"Iya ya, saya hampir lupa jika tadi sore Amay belum minum susu! " ucap Mama Lia sambil tepuk jidat.
__ADS_1
"Gak papa kok Jeng! Jarang-jarang kita lihat Amay yang seperti itu! Selama ini kita bertemu dan berinteraksi dengan Amay yang kuat, tegar dan mandiri! Mumpung ada pawangnya biarkan saja ia bermanja-manja! " jawab Bulek Saroh dengan santai.
"Iya Jeng, benar itu! Saya jadi senang lihat wajah maliq yang cemburu dengan Papa mertuanya sendiri! Ha.... Ha.... Ha... " sahut Mama Lia dengan tertawa geli.
Semuanya tertawa mendengar ucapan Mama Lia, termasuk Annisa yang hanya diam mendengarkan orang tua bicara saja.
Di ruang santai.
"Pa, nanti Papa nginap di sini kan? " tanya Amay yang sedang memeluk erat pinggang Papa nya.
"Nggak sayang! Papa akan pulang, karena Papa punya rumah sendiri! " jawab Rahman dengan lembut.
"Ih, Papa kok gitu! Amay kan pengen Papa juga di sini! " ucap Amay dengan bibir mengerucut.
"Papa kan punya rumah sendiri sayang! Gak enak Papa juga ikutan tinggal di sini! Amay dan Izam kan bisa nginap di rumah kita kapan pun Amay mau! Karena Papa udah menyiapkan kamar khusus untuk princess Papa kalau kalian nanti menginap di rumah kita! " sahut Rahman memberikan Amay pengertian.
"Iya sayang! Itu rumah kita, karena semua harta Papa adalah milik kamu sayang! Setelah si triple lahir, nanti kita akan buat kamar lagi untuk si triple di rumah, jadi jika triple main ke sana mereka sudah punya kamar sendiri! " jawab Rahman dengan mencubit pipi tembem Amay.
Bulek Saroh datang dengan membawa segelas besar susu strawberry untuk Amay.
"Nduk, di minum dulu susu hamilnya! Tadi sore lupa minum kan? " ucap Bulek Saroh memberikan gelas tersebut kepada Amay.
"He... He... He... Iya Bulek! Amay lupa! Makasih ya Bulek, udah bikinin Amay susu! " jawab Amay dengan cengengesan.
"Kamu itu ya, kalau ngambeknya lama bamget! Persis kayak eyang putri mu! " gemes Rahman dengan mencubit geram pipi tembem Amay.
Amay langsung meminum susu yang di bikin Bulek Saroh dengan perlahan-lahan hingga susu tersebut habis tidak tersisa.
"Emangnya eyang putri suka ngambek juga ya Pa? " tanya Amay penasaran.
__ADS_1
"Banget! Malahan eyang kakung sampai kewalahan membujuk eyang putri jika udah ngambek! " jawab Rahman dengan terkekeh geli.
"Eyang putri pernah mogok makan dan membisu selama seminggu karena eyang kakung gak mau bawa eyang putri ke pasar malam! Alhasil eyang kakung mengalah dan membawa eyang putri ke pasar malam! Namun sayang sekali, ketika eyang putri datang ke sana ternyata mereka sudah bongkar semua nya dan mereka akan tampil di kampung sebelah! " ucap Rahman lagi dengan tertawa geli sendiri.
"Eyang putri marah dong sama eyang kakung? " tebak Amay dengan begitu yakin.
"salah.... Yang benar eyang putri gak mau pulang ke rumah dan menginap di rumah orang tua nya! " jawab Rahman dengan mencubit gemes pipi Amay.
"Kasihan banget eyang kakung! " ucap Amay dengan muka iba mendengar cerita Papa nya.
"Ha... Ha.... Ha... Tapi eyang kakung gak tinggal diam, eyang kakung berhasil membujuk eyang putri hingga malam nya mereka kembali pulang ke rumah mereka! " jawab Rahman dengan tertawa geli.
"Oh ya Pa, nanti Papa bisa kan duduk di atas panggung waktu pesta resepsi pernikahan Amay ? " tanya Amay tiba-tiba.
Rahman terdiam sesaat karena memikirkan jawaban apa atas pertanyaan putrinya itu. Ia tidak ingin Amay takut dan khawatir dengan keadaan nya.
"Bukan nya Papa gak mau sayang! Hanya saja Papa sedih jika duduk seorang diri di atas sana! Jika Mama mu masih ada, mungkin ceritanya beda lagi! Biarkan Pak lek dan Bulek kamu saja yang menggantikan Papa dan Mama mu untuk duduk di atas sana! " jawab Rahman dengan lembut.
"Maaf ya Pa, Amay bikin Papa sedih lagi mengingat Mama yang sudah pergi jauh dari kita ! " sahut Amay dengan wajah sendu.
"Gak papa sayang! Walaupun raga Mama mu tidak ada bersama kita, tapi Mama mu selalu ada di dalam hati kita dan ingatan kita! " ucap Rahman dengan membelai kepala Amay.
Bersambung...
Selamat membaca dan selamat beristirahat readers semuanya...
Selamat berakhir pekan bersama keluarga tercinta..
Semoga hari kalian menyenangkan 💕😍...
__ADS_1