
Sore harinya, Amay ikut Izam pergi berjualan kebab di tempat biasanya Izam mangkal selama ini. Sudah satu minggu ini Amay ikut Izam berjualan karena satu minggu sebelum nya Amay hanya di rumah saja. Karena bosan, Amay merengek dan ngotot ingin ikut suaminya berjualan hingga akhirnya Izam pun mengizinkan istrinya ikut.
Amay bersemangat sekali belajar membuat kebab sebelum pelanggan yang membeli berdatangan. Ia membuat hanya untuk dirinya sendiri karena masih belum percaya diri jika membuatnya untuk para pembeli.
Ia hanya bertindak sebagai kasir dan pencatat pesanan jika para pembeli datang. Izam berkali-kali menyuruh istrinya untuk istirahat karena ia tidak tega melihat istrinya bercapek-capek ikut membantu.
"Bang, itu yang duduk nungguin adik nya ya, Bang? " tanya seorang pelanggan yang dari tadi memperhatikan Amay yang sedang duduk karena kecapean.
"Iya Mas, adik yang ketemu gede yang baru saya halalin dua minggu lalu! " jawab Izam kesal.
"Hehehehe... Maaf Bang, kirain beneran adik nya! Soalnya mirip, hanya beda mata nya aja yang gak sama! " ucap pelanggan tadi tersenyum kecut.
"Ya jelas lah mirip Mas, orang sudah saling berkaitan satu sama lain! " jawab Izam makin kesal karena pelanggan nya ternyata memperhatikan istrinya sampai segitunya.
Pelanggan tadi hanya mampu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal karena salah komentar dan ia cepat-cepat pergi setelah pesanannya selesai.
"Dasar pelanggan kucing garong! Jeli banget ngeliatin bini gue! Awas aja kalau ketemu lagi, gue colok tuh matanya! "omel Izam kesal sambil ngoceh-ngoceh sendiri.
Ia lalu berjalan mendekati istrinya dan duduk di sebelah istrinya dengan wajah yang tidak enak di lihat. Amay yang melihat wajah kusut suaminya langsung saja bertanya.
"Abang kenapa? Kok kesal gitu? Gak enak banget lihat muka nya! " tanya Amay dengan heran.
"Abang kesal sayang! Masa pelanggan tadi nanyain kamu itu adik Abang apa enggak? " jawab Izam dengan wajah bete.
"Terus Abang jawab apa? " tanya Amay penasaran sambil menahan senyum.
"Ya Abang jawab lah adik ketemu gede yang baru dua minggu yang lalu Abang halalin! Mana sampai lihat kalau mata kamu itu beda lagi sama Abang! Ya jelas aja beda, beda yang lahirin. Masa harus sama juga semua nya! " jawab Izam lagi dengan hati yang dongkol.
Amay cekikikan pelan melihat suaminya mencak-mencak karena kesal istrinya di lihatin laki-laki lain.
"Eh sayang, bagaimana kalau kamu ikut besok kamu pakai cadar! Terus pakai kacamata hitam biar gak ada yang bisa lihat mata kamu itu selain Abang! " usul Izam tiba-tiba.
"Apa?? Ya Allah Abang.... Kalau hanya pakai cadar sih Amay mau tapi kalau pakai kacamata hitam yang Amay ogah! Emang Abang mau istri Abang ini di ledekin orang sepanjang jalan dan para pelanggan Abang pada ngetawain Amay! " tolak Amay dengan ekspresi kaget.
"Kenapa di ejek? " tanya Izam masih belum mengerti.
"Ya iyalah di ejek Abang! Udah pakai jilbab syai'i yang panjang, pakai cadar, eh pakai kacamata hitam pula! Apa gak di ejek tuh?? " jawab Amay keki.
"O iya ya... Abang sampai gak kepikiran sampai ke situ! " jawab Izam lagi dengan mangut-mangut.
"Tapi lucu juga ya ngebayangin kalau kamu kayak gitu sayang! " celutuk Izam yang langsung mendapatkan cubitan di perut nya.
__ADS_1
"Ha.... Ha.... Ha.... Gak bisa abang bayangin sepanjang jalan mendorong gerobak kita di tertawakan orang.. " ucap Izam yang mana membuat Amay ikutan tertawa membayangkan semua itu.
"Iya juga ya Bang, dan Amay bakalan di katakan orang kehabisan obat. Ha... Ha... Ha... " mereka berdua tertawa geli membayangkan semua itu.
Tawa mereka berdua berhenti ketika para pelanggan mulai berdatangan kembali dan kali ini Amay turun tangan membantu suaminya sedikit-sedikit karena yang datang lumayan banyak.
Mereka berdua berjualan bahu membahu satu sama lain sehingga tidak terasa waktu sudah mendekati pukul 9 malam dan bahan juga semuanya sudah habis.
"Alhamdulillah, habis terus ya Bang! " ucap Amay penuh syukur ketika membantu Izam membereskan semuanya.
"Iya sayang, alhamdulilah! Ayo kita pulang sekarang! " ajak Izam sambil mendorong gerobaknya dan Amay berjalan di sampingnya dengan berpegangan di lengan Izam.
Mereka berdua pulang dengan hati yang bahagia dan sepanjang jalan mereka bercanda hingga akhirnya mereka sampai juga di rumah tempat mereka berlindung dari panas dan hujan.
Mereka berdua kemudian membersihkan diri dan siap-siap akan tidur karena di tempat jualan tadi mereka sudah sholat isya di masjid yang letaknya tidak jauh dari lokasi Izam mangkal.
Karena kecapean mereka langsung saja tertidur begitu membaringkan diri di atas kasur.
Ketika jam menunjukkan pukul 3 dini hari, Amay terbangun dari tidurnya dan memutuskan untuk mandi. Ia kemudian melakukan sholat tahajud, selesai sholat ia membangunkan suaminya. Izam bangun ketika ia di bangunkan istrinya dan juga langsung mandi kemudian sholat tahajud. Sedangkan Amay murottal Alquran ketika Izam sholat.
Izam termenung mendengar suara merdu istrinya ketika membacakan ayat-ayat suci tersebut dan di dalam hatinya terbesit rasa bangga dan cinta yang begitu dalam, yang selama ini tidak pernah ia rasakan dengan perempuan-perempuan yang dulu sempat bersemayam di hatinya.
"Shodaqallahul adziim.... " ucap Amay sambil mencium Alquran nya.
"Abang tidak melamun sayang! Abang hanya masih tidak percaya jika Abang mendapatkan perempuan yang begitu sempurna di mata Abang sebagai seorang istri. Abang begitu beruntung menjadikan mu bidadari Abang yang insyaallah akan melalu di samping Abang sampai malaikat maut menjemput Abang nanti! " jawab Izam dengan di amini Amay.
"Amay juga beruntung mendapatkan Abang sebagai suami dan juga beruntung mempunyai mertua seperti Papa dan Mama. Hanya saja keberuntungan Amay sebagai seorang istri belum sempurna jika belum memberikan keturunan untuk Abang! " jawab Amay dengan tersenyum.
"Sayang, dengarkan Abang! Anak itu rezeki, titipan Allah! Jika Allah sudah berkehendak memberikan kita keturunan, maka semua itu akan terjadi. Jadi hal itu tidak usah kamu pikirkan, dan jikalau Allah juga tidak memberikan kita anak sampai usia pernikahan kita belasan tahun, Abang tidak masalah karena anak itu titipan Allah yang nanti di akhirat akan di minta pertanggungjawaban kita sebagai orang tua. Apakah kita sudah mendidik nya dengan ajaran Allah dan Rasul-Nya, atau ia kita sia-siakan selama ia hidup bersama kita dengan membiarkannya melakukan hal-hal yang di larang agama kita. Jadi untuk menjadi orang tua itu harus benar-benar siap, terutama kamu ibunya. Karena seorang ibu itu adalah madrasah pertama bagi anak-anak nya. Jika kita ingin anak kita baik dan paham agama, maka pilihlah istri yang baik dan paham agama pula. Lagian kan kita baru ehem-ehem nya seminggu yang lalu, masa sudah mau nongol tuh jabang bayi! Sekarang ini yang di perlukan adalah usaha dan doa, agar keinginan kita di kabulkan Allah SWT. " Ucap Izam panjang lebar memberikan pengertian yang lembut kepada istrinya.
"Subhanallah... Abang pintar banget! Mudah-mudahan nanti jika Allah percaya dengan Amay, dan menitipkan janin di rahim Amay, Amay bisa menjadi seorang ibu yang seperti yang Abang katakan tadi. " sahut Amay dengan penuh haru dan bahagia.
"Aamiin ya rabbal alamiin... InsyaAllah kamu pasti bisa sayang! Sekarang ayo kita mulai usaha nya! " ucap Izam dengan mengecup lembut bibir ranum istrinya.
"Ish... Itu mah modus nya Abang! " jawab Amay dengan mencebik bibirnya hingga maju lima senti.
"Emang kamu gak mau??? " goda Izam dengan menaik turunkan alisnya.
"hemmmm gak mau sih... Gak mau nolak maksud nya... " jawab Amay dengan menutup wajah nya dengan mukena.
Izam tertawa geli melihat wajah malu-malu istrinya. Amay langsung melipat mukena nya dan Izam melotot kaget ketika melihat istrinya menggunakan lingerie tipis yang seksi di balik mukena nya.
__ADS_1
Dengan rambut kecoklatan yang panjang bergelombang, kulit putih seputih salju, dan wajah Bule nya membuat penampilan Amay persis seperti boneka Barbie yang hanya ini versi manusia.
Ini pertama kali nya Amay berpakaian seksi selama seminggu mereka mulai melakukan hubungan suami istri. Ia menutup wajahnya karena malu berpakaian seperti ini di hadapan suaminya.
"Subhanallah... Cantik banget istri Abang ini! Abang suka melihat bidadari Abang seperti ini! " ucap Izam memuji istrinya dengan tulus dan penuh cinta.
"Amay malu Abang... Rasanya Amay seperti gak pakai pakaian! " jawab Amay dengan malu-malu.
"Gak usah malu-malu sayang! Karena Abang sangat menyukai nya! Kamu mendapatkan pahala karena sudah membuat suami senang melihat mu seperti ini. " jawab Izam dengan lembut.
Ia lalu meraih tangan halus Amay dan mendudukkannya di atas pangkuannya. Dengan lembut ia membelai wajah cantik dan mulus istrinya dan kemudian mendaratkan beberapa kecupan di pipi kanan kiri istrinya.
Amay hanya menundukkan kepala karena ia masih malu menatap wajah suaminya, padahal dahi mereka sudah saling menempel.
Izam mengangkat lembut dagu istrinya dan Amay menatap mata suaminya yang mulai berkabut gairah dan cinta yang besar terlihat di mata itu. Entah siapa yang memulai mereka saling bercumbu, saling ******* setelah Izam membacakan doa di atas kepala istrinya.
Mereka saling bercumbu dengan penuh gairah dan satu persatu pakaian yang tadi membungkus tubuh mereka sudah hilang entah kemana. Izam menggerayangi dua bukit kembar milik istrinya yang selalu menjadi favoritnya dan Amay menggenggam tangan Izam sambil mengeluarkan nyanyian syahdu yang begitu indah di telinga Izam dan perlahan tapi pasti Izam turun ke bawah, kesebuah lembah yang di dalam nya terdapat goa yang hanya di peruntukkan untuk ular piton miliknya.
Izam bermain-main di bawah sana dan itu membuat Amay bergerak seperti cacing kepanasan dan tak lama terdengar suara erangan panjang yang menandakan jika ia sudah membawa istrinya menuju puncak nirwana.
Dengan pelan dan lembut, Izam mulai bangkit dan memposisikan ular piton nya agar tepat masuk ke gua yang menjadi candu nya dan Amay memekik ketika ular piton suami sudah menerobos masuk ke gua miliknya.
Padahal sudah seminggu mereka melakukan nya, namun bagi Amay ini masih amat sakit dan bagi Izam gua istrinya makin bertambah sempit dan ia diam sesaat, membiarkan istrinya rileks sejenak sebelum ia memompanya. Izam menghujani wajah istrinya dengan beberapa ciuman dan ******* sehingga membangkitkan kembali gairah istrinya.
Setelah gairah istrinya kembali lagi, Izam pun mencoba bergerak memaju mundurkan ular piton nya dan itu membuat istrinya mengelinjang hebat. Izam terus memompa ular piton nya agar mengeluarkan bisa dan Amay sudah dua kali mencapai puncak nirwana sehingga membuat tubuhnya mulai lemas dan Izam semakin cepat memompa dan tak lama kemudian bisa ular piton nya menyembur keluar menuju rahim istrinya dan mereka berdua berdoa agar bisa yang di keluarkan kelak akan tumbuh menjadi janin yang mereka harapkan.
"Terimakasih ya sayang! Abang mencintaimu! " ucap Izam sambil mengecup lembut kening istrinya.
"Sama-sama Abang, Amay juga mencintai Abang! " jawab Amay pelan yang langsung tertidur karena lelah.
Izam menyeka keringat di kening istrinya dengan tissue dan menaikan selimut hingga menutupi leher istrinya. Setelah itu ia pun bangkit dengan melilitkan selimut yang satunya lagi dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri kemudian mandi wajib.
Setelah bersih dan mengganti pakaian nya, Izam mengambil wadah dan menaruh air hangat di dalamnya. Ia lalu mengambil handuk kecil kemudian membawa nya ke tempat tidur. Ia lalu membersihkan area sensitif milik istrinya dengan handuk yang sudah di basahi dengan air hangat. Izam melakukan nya dengan pelan, takut istrinya terbangun karena itu ia melakukan nya secara lembut dan pelan-pelan. Setelah yakin bersih, Izam membawa kembali wadah tersebut ke kamar mandi.
Ia lalu membaringkan diri di samping istrinya dan masuk di selimut yang sama sebelum memejamkan mata dan tak lupa ia menyetel alarm agar tidak bangun terlambat untuk shalat subuh.
Bersambung...
Hadehhh....hareudang euy.... hareudang.... Diharapkan kalau yang baca harus ada suaminya di rumah sehingga bisa di praktek kanπ, dan jika yang jomblo atau pun single seperti othor harap jangan di praktek kan ya... Dosa tau kalau di praktek kan dengan bukan pasangan yang halal... Jadi untuk yang jomblo dan single harap peluk guling aja ya...Eah...π€π€...
Selamat membaca dan selamat beristirahat readers tercinta...
__ADS_1
Semoga hari kalian menyenangkan ππ**...