
Izam memeluk erat tubuh polos istrinya yang masih tertutupi oleh selimut dengan erat. Ia bahkan mendusel wajahnya ke ceruk leher Amay yang mana membuat pemilik leher menjadi kegelian.
"Abang.. !! Minggir dulu napa?? Sesak nih Amay Abang himpit terus! " desak Amay berontak pelan.
"Bentar lagi yank.. ! Abang lagi ngecas dulu stamina Abang biar tahan sampai malam nanti! " tolak Izam yang semakin memperdalam wajahnya pada leher Amay.
"Dasar Abang mesum! Udah 2 ronde masih aja kurang! Tuh badan aku sampai tremor kayak gini karena Abang! " ucap Amay mendelik kesal.
"Hehehehe... Mau gimana lagi yank! Kalau aja gak mikir banyak kerjaan dan kasihan akan si kembar, kamu udah Abang kurung di sini sampai kamu gak bisa jalan selama seminggu! " jawab Izam dengan kekehan nya.
"Abang ih.. ! Bisa mampus aku di gempur terus sampai gak bisa jalan! " ujar Amay dengan memukul pelan tangan suami yang sedang memeluk tubuhnya.
Amay membiarkan suaminya memeluk erat tubuhnya karena sejujurnya ia masih sangat lelah akan pertempuran mereka tadi. Karena libur hampir seminggu, Izam menggempur dirinya secara buas dan lama hingga membuat tubuh Amay remuk redam seperti habis di gebukin orang sekampung. Di tambah lagi mereka melakukan nya hingga 2 ronde, karena Amay sudah benar-benar lemas dan lelah.
Dua puluh menit sudah berlalu, mereka masih saja berpelukan di atas tempat tidur meskipun tidak tidur.
"Bang.. "
"Hmmm.. "
"Udah dong pelukan nya! Amay mau mandi dan pulang! Kasihan Mama sama Papa yang mengasuh anak-anak selama ini! Lagian juga udah Asar, dan kita belum sholat Bang! " ucap Amay dengan mengelus lembut lengan suaminya.
"Iya yank! Kita mandi bareng yuk biar cepat! " jawab Izam sembari melepaskan pelukan nya.
"Gak ah, nanti gak jadi mandi dan pasti gak pernah cepat! " tolak Amay dengan wajah merenggut sebel.
"Su'udzon aja nih sama suaminya! Dosa tau! Abang kan mau beneran mandi yank, bukan mandi plus-plus! " sahut Izam dengan mencubit gemes pipi istrinya.
"Abisnya selama ini Abang modus sih! Katanya mandi bareng biar cepat, tapi nyatanya mandi kura-kura. Lama banget hingga hampir satu jam di dalam kamar mandi! " sungut Amay mendelik kesal.
"Hahahaha... Kali ini Abang janji yank! Hanya mandi dan bukan mandi kura-kura seperti kata kamu tadi! " sahut Izam dengan terkekeh geli.
Ia pun memakai bokser nya dan turun dari atas tempat tidur. Lalu dengan sekali angkat ia menggendong tubuh Amay yang masih tertutup selimut masuk ke kamar mandi.
__ADS_1
Izam menepati janji nya yang hanya mandi saja bukan mandi plus-plus seperti selama ini. Ia dan Amay keluar dari kamar mandi dengan memakai bathrobe masing-masing.
"Untung aja baju kamu sengaja Abang simpan di lemari ini yank! Jadi, gak bingung lagi kalau kita kayak gini di kantor. " ucap Izam sambil membuka lemari pakaian yang sengaja ia siapkan jauh-jauh hari.
"Kapan Abang bawa baju Amay ke kamar ini?? Perasaan ini pertama kali nya kita mantap-mantap di ruangan pribadi ini?? " tanya Amay bingung pada suaminya.
"Abang menyiapkan nya udah lama yank! Waktu kamu masih hamil di kembar dulu! Abang punya feeling aja kalau suatu saat nanti kita akan mantap-mantap di kamar ini! " jawab Izam dengan seringai mesum di wajah nya.
"Ish, dasar suami mesum! Untung sayang! " sungut Amay dengan membulatkan matanya malas.
Ia lalu mengambil pakaian syar'i lengkap dengan hijab panjang nya dan juga tak lupa pakaian dalam yang juga ada. Ia memakainya dengan cepat karena takut di terkam lagi oleh suami nya yang tak pernah bosan akan tubuhnya.
"Cepat amat Buk pakai bajunya! Takut di terkam lagi yaaa??? " ledek Izam dengan mencolek pinggang sang istri.
"Iya.. ! Bahaya kalau di biarkan terbuka terus! Masih berpakaian lengkap aja anda bernafsu, apa lagi kalau udah kebuka kayak tadi. Bisa-bisa merangkak saya keluar dari gedung ini! " cibir Amay mendelik pada suaminya.
"Hahahaha... " Izam tertawa terbahak-bahak mendengar cibiran sang istri.
Setelah memastikan bahwa pakaian mereka sudah rapi, Amay dan Izam keluar dari kamar pribadi Izam yang ada di ruangan nya dengan bergandengan tangan. Izam bahkan tak henti-hentinya menebarkan senyuman manis di wajah nya.
"Emang beda banget laki-laki sama perempuan kalau udah selesai gulat. Yang laki habis dapat jatah tambah bahagia dan ceria seperti dapat undian berhadiah, sedangkan perempuan malah tambah remuk badan kayak maling habis di gebukin warga! " sindir Amay yang melihat wajah segar dan ceria suaminya.
"Hahahaha... ! Inilah healing versi pria yang sudah menikah sayang! Melepaskan hormon membuat kita tambah bersemangat mengerjakan sesuatu termasuk pekerjaan! Emang nya yakin kamu gak senang dengan kegiatan kita tadi?? " jawab Izam menggoda istrinya dengan menaikturunkan alis nya.
Mendengar godaan suaminya membuat wajah Amay bersemu merah. Ia memalingkan wajahnya karena malu, dan berusaha untuk tetap bersikap biasa saja.
"Jawab sayang??? Kamu gak senang ya dengan kegiatan kita beberapa jam tadi?? " tanya Izam mendesak sang istri untuk bicara.
"Abang ih.. ! Emang nya aku ada bilang gak senang! Kalau aku gak senang, aku gak bakalan ke sini habis dari salon tadi! " jawab Amay tanpa ia sadari.
"Apa??? Jadi kamu dari awal emang niat ya yank ngasih jatah aku?? Pantesan servisnya yahud banget tadi.. " goda Izam dengan tersenyum mesum.
"Alamak.. !! Keceplosan! " ucap Amay sadar dengan menutup mulutnya dengan kedua tangan.
__ADS_1
"Hahahaha.... " Izam tergelak kencang melihat reaksi sang istri yang sangat menggemaskan itu.
Ia langsung mengangkat Amay yang duduk di sofa untuk duduk di atas pangkuannya dan menghujam wajah Amay dengan ciuman gemes nya.
"Duh... ! Gemesin banget sih istriku ini! Jadi pengen aku kurung aja di sini sampai malam! " ucap Izam geram dengan mencubit gemes hidung mancung sang istri.
"Sakit Abang.. ! Emangnya aku Maggie pakai gemesin segala! " sungut Amay dengan wajah cemberut.
"Kalian berdua itu gemesin dalam artian yang berbeda sayangku... ! " ucap Izam dengan mencubit gemes pipi Amay.
"Dah ah Bang! Aku mau turun! Ntar kelamaan di sini anaconda Abang malah bangun lagi! Bisa barabe aku nidurin nya lagi.. " sahut Amay berusaha turun dari pangkuan Izam.
"Hehehehe... Tau aja kamu yank.. !! " jawab Izam dengan mencolek hidung Amay.
Ia pun membiarkan Amay turun dari pangkuan nya karena apa yang dikatakan sang istri memang benar adanya.
Tak lama kemudian terdengar suara ketukan pintu dari luar dan Izam pun mempersilahkan masuk setelah membuka kunci pintu yang menggunakan remot.
"Ada apa El?? " tanya Izam pada Elya yang ternyata mengetuk pintu.
"Pak, barusan pihak PT. Anugerah Cipta memohon untuk bertemu Bapak guna membicarakan perpanjangan kontrak kerja sama. Mereka meminta bertemu secepatnya karena direktur utama mereka akan pergi berobat ke Amerika minggu depan. Gimana Pak? Jawaban apa yang harus saya berikan karena seminggu ini jadwal Bapak sudah padat.. " jawab Elya dengan wajah yang serius.
"Aduh.. Bingung juga saya El.. ! Sayang, kamu ada saran gak?? " ucap Izam bingung sembari meminta pendapat sang istri.
"Gini aja deh Bang! Gimana kalau Mbak Elya membuat daftar list jadwal Abang yang kira-kira bisa di selip pertemuan dengan perusahaan tersebut selama beberapa menit aja? Gak usah lama-lama, 30 menit aja aku rasa udah cukup kalau cuma membahas perpanjangan kontrak kerjasama! Gimana menurut kalian?? " ucap Amay memberikan saran nya.
"Wah, ide bagus tuh Bu! Nanti malam akan saya buat daftar list semua pertemuan Bapak yang kira-kira bisa kita selingi! Kalau gitu saya permisi dulu Pak, Bu! " sahut Elya dengan wajah sumringah seraya pamit keluar dari ruangan tersebut.
"Oh ya, jangan lupa untuk memberitahu Ali pertemuan itu Elya! Besok kalian berdua temui saya begitu saya sampai di kantor! " ucap Izam sebelum Elya keluar dari ruangan nya.
"Beres Pak! " jawab Elya dengan menutup pintu ruangan tersebut.
Bersambung...
__ADS_1