
Izam menemani Amay menonton televisi dengan duduk selonjoran di atas karpet bulu sambil sesekali mengusap perut Amay. Melihat acara televisi yang menayangkan acara master chef di salah satu stasiun televisi Indonesia membuat Amay tiba-tiba meneguk air ludahnya membayangkan makanan tersebut berada di mulutnya.
"Bang ! " panggil Amay dengan suara lembut.
"Iya sayang! Kenapa? Ada yang gak nyaman? " jawab Izam dengan fokus melihat televisi.
"Bukan itu Abang! Amay pengen ngerasain makanan yang di bikin chef itu tadi! " sahut Amay dengan wajah memelas.
"Apa?? Yang di televisi itu?? " tunjuk Izam sambil melihat ke arah istrinya.
Amay menganggukkan kepalanya dengan mata yang berbinar seakan-akan makanan tersebut sungguh sangat menggiurkan.
"Ya udah, ayok kita cari restoran yang jual makanan itu! " jawab Izam dengan sangat antusias.
"Gak mau Abang! Amay gak mau beli di restoran! Dedek utun nya pengen Abang yang bikinin makanan yang kayak gitu! " ucap Amay dengan tegas.
"Apa??? Ya Allah... Istriku sayang! Calon Anak-anak ku sayang! Iya deh, Abang akan bikinin makanan yang sama persis dengan yang di TV itu! " jawab Izam dengan menghela nafas pasrah.
"Yeayyy.... Terimakasih Papa, we love you! " sahut Amay kegirangan sambil mengecup lembut pipi Izam.
Tanpa membuang kesempatan, Izam langsung menoleh ke samping sehingga bibir mereka saling bertabrakan dan dengan sigap Izam melahap bibir ranum istrinya sambil tangan kirinya memegang tengkuk istrinya untuk memperdalam ciuman mereka.
Amay yang tidak siap dengan serangan suaminya memukul pelan dada suaminya karena ia hampir kehabisan nafas.
"Astaga Abang!! Bisa-bisa nya Abang memakan bibir Amay di tempat terbuka seperti ini! Gimana coba kalau ada yang datang, malu Abang! " ucap Amay dengan kesal.
"Ya udah, kalau malu kita ke kamar aja biar gak ada yang memergoki kita ! " jawab Izam dengan menyeringai menggoda Amay.
"Ish... Itu sih maunya Abang! " sahut Amay dengan bibir mengerucut.
"Oh, itu keharusan sayang! " ucap Izam dengan menjawil gemes hidung mancung istrinya.
Tanpa menunggu ucapan istrinya, Izam langsung menggendong Amay dengan bridal style yang mana membuat Amay terpekik kaget dengan aksi suaminya.
Mereka masuk ke dalam kamar dan terjadilah adegan pemersatu bangsa untuk pasangan halal.
πΎπΎπΎ
Papa Idris yang sedang menemani Mama Lia membuatkan makanan untuk cucunya terusik dengan panggilan ponsel nya yang membuat ia mau tidak mau meninggalkan istrinya di dapur bersama kedua cucunya. Namun sebelum itu ia meminta para pelayannya untuk membantu sang istri di dapur karena ia akan pergi ke ruang kerja nya.
__ADS_1
"Ma, Papa ke ruang kerja dulu! Ada panggilan penting dari Clara! " ucap Papa Idris sebelum ke ruang kerjanya.
"Iya, Pa! " jawab Mama Lia tanpa menoleh sedikitpun.
Papa Idris pun pergi ke ruang kerjanya di lantai atas dekat dengan ruang olahraga dan ruang santai atau ruang bioskop mini.
"Ada apa Clara? " ucap Papa Idris ketika sudah berada di ruang kerjanya.
"Ada permintaan pertemuan dari S.C.A Group Tuan! Presdir mereka meminta ingin bertemu langsung dengan Tuan Barzakh! "
"Kalau tidak salah itu perusahaan besar yang baru di rintis kan? " tanya Papa Idris dengan agak berpikir keras.
"Benar sekali Tuan! Utusan mereka bilang jika ini hal yang sangat penting di bicarakan langsung dengan Tuan! "
"Hmmmm.... Baiklah! Tidak ada salah nya mengabulkan permintaan mereka! Kita lihat apa yang mereka inginkan dari kita! Kau atur saja pertemuannya dengan perusahaan tersebut Clara! Jika sudah selesai, kau hubungi aku kembali! " ucap Papa Idris mengabulkan permintaan tersebut.
"Baik Tuan Barzakh! Jika jadwalnya sudah ada, saya akan memberitahu Tuan! "
Papa Idris mematikan sambungan telepon nya dan duduk di kursi kebesarannya berusaha berpikir keras siapa dan ada perlu apa presdir perusahaan besar itu meminta untuk bertemu.
"Siapa orang yang ingin bertemu dengan ku itu? Kalau hanya urusan pekerjaan rasanya aku tidak begitu yakin, tapi kalau bukan tentang perusahaan, rasanya aku tidak pernah punya urusan pribadi dengan orang yang tidak aku kenal! " kata Papa Idris berbicara sendiri dengan mengetuk-ngetuk meja dengan jemarinya.
"Siapa yang tidak di kenal, Pa? " tanya Mama Lia yang tiba-tiba datang sambil membawakan nampan berisi minuman dingin.
"Ishh Papa! Mama kan tadi tanya! Malah ngomongin yang lain! " jawab Mama Lia dengan wajah cemberut.
"Iya Mama! Papa tahu, cuma tenggorokan Papa benar-benar kering dan Papa beneran haus! " sahut Papa Idris dengan langsung menyambar gelas dan langsung meminumnya dengan sangat nikmat.
"Alhamdulillah... Segarnya! " ucap Papa Idris lagi dengan wajah lega.
"Jawab dong Pa, pertanyaan Mama tadi!! " cerca Mama Lia ngotot.
"Iya, iya! Tadi itu Clara telepon, katanya ada perusahaan besar yang baru meminta bertemu dengan Papa langsung! Dan presdir mereka langsung yang meminta pertemuan tersebut. Ya, Papa berpikir dong kenapa mereka mau bertemu dengan Papa? Apa maksud mereka? Dan apa yang mereka inginkan dari Papa? Wong orangnya aja Papa gak kenal ? Itu yang bikin Papa bertanya-tanya! " jawab Papa Idris dengan jujur.
"Terus Papa jawab apa?? " tanya Mama Lia kepo.
"Papa kabulin aja keinginan mereka! Soalnya entah kenapa Papa merasa ini bukan hanya pertemuan biasa, seperti pertemuan lama yang selama ini tertunda karena keadaan! " jawab Papa Idris dengan opininya.
"Dih, Papa sok tahu! " cibir Mama Lia dengan bibir manyun.
__ADS_1
"Lah, dibilangin gak percaya! Firasat Papa ngomong gitu loh, Ma! " sahut Papa Idris lagi.
"Terserah Papa aja deh! Mama mau ikut ke pertemuan itu! Boleh kan Pa?? " ucap Mama Lia dengan muka memelas.
"Iya, iya... Nanti Papa kasih tau Mama kapan pertemuan itu! " jawab Papa Idris mengiyakan nya.
πΎπΎπΎ
Hardi menerima panggilan telepon dari orang kepercayaan nya di perusahaan. Ia berbicara cukup lama di telepon sebelum ia keluar dari mobilnya. Saat ini ia sedang mengawasi rumah yang berlantai dua dengan gaya minimalis di seberang kendaraan nya parkir.
Seorang wanita dan anak kecil keluar dari rumah tersebut dengan mengendarai sepeda motor. Ia membuntuti wanita tersebut hingga ke sebuah masjid yang tidak jauh letaknya dari rumah berlantai dua itu.
Hardi mengikuti wanita itu dari belakang dengan jarak yang tidak terlalu dekat dan tidak terlalu jauh. Wanita tersebut masuk ke sebuah bangunan yang bertuliskan Kantor Koperasi Simpan pinjam.
Lama Hardi menunggu wanita tersebut keluar dari bangunan itu, namun perempuan itu tidak juga keluar dari kantor tersebut.
"Sepertinya kau bekerja di tempat ini Devi, Sekarang belum waktunya aku menemui mu! Tapi tidak lama lagi aku akan menemui mu dan membawa kalian bertemu dengan Tuan Besar! " gumam Hardi pelan sambil menghidupkan kembali mesin mobilnya.
Hardi pergi meninggalkan Kantor tersebut dan kembali menemui Tuan Besar Atmanegara untuk menyampaikan pesan yang di katakan orang kepercayaan nya itu.
Hardi memasukkan mobilnya ke rumah besar dan memberikan kuncinya kepada penjaga untuk memarkirkan mobilnya di tempat parkir. Ia masuk ke rumah besar tersebut dan langsung menuju taman belakang. Tuan besar Atmanegara memang sedang duduk santai memberikan makan ikan-ikan yang sengaja ia pelihara di sebuah kolam yang lumayan besar untuk menemaninya ketika ia berada di rumah.
"Bagaimana? Apa ada kabar baik? " tanya Tuan besar Atmanegara ketika mendengar suara langkah kaki berjalan mendekatinya.
"Ada Tuan besar! Tuan Barzakh menerima permintaan Tuan untuk bertemu, dan sekretaris nya akan mengatur tempat pertemuan tersebut. Mereka akan menghubungi kita jika jadwal mereka sudah selesai, karena saat ini Tuan Barzakh sedang ada kesibukan penting. " jawab Hardi sesuai dengan laporan orangnya.
"Baiklah! Kalau begitu aku akan menunggunya! " sahut Tuan besar Atmanegara lagi sambil tetap fokus memberi makan ikan-ikannya.
Untuk sesaat mereka hanya terdiam dengan Hardi tetap berdiri tegak tanpa bergerak sedikitpun.
"Lalu, bagaimana dengan rencana kita terhadap cecunguk itu? Apakah sudah ada kabar dari Merpati? Jangan sampai kalian lengah mengawasinya! Aku tidak mau kecolongan dan tidak mau ada kesalahan sedikitpun! " tanya Tuan besar Atmanegara dengan dingin.
"Sesuai dengan rencana awal Tuan, saat ini Merpati sedang menjalankan rencana selanjutnya agar semua pertemuan itu benar-benar terlihat alami tanpa di curigai pihak mereka! " jawab Hardi dengan mantap.
"Bagus! Lakukan yang terbaik! Jangan lengah untuk mengawasi semua orang yang dekat dengan cecunguk itu! Dan pastikan orang-orang kita tidak di curigai oleh siapapun! " perintah Tuan besar dengan tegas.
"Baik Tuan! " jawab Hardi dengan patuh.
Bersambung...
__ADS_1
Selamat membaca dan selamat beristirahat readers semuanya...
Semoga hari kalian menyenangkan ππ..