Bidadari Surga Untuk Penjual Kebab Yang Tajir

Bidadari Surga Untuk Penjual Kebab Yang Tajir
Orang kaya baru...


__ADS_3

Amay dan Izam duduk di bangku pelaminan dengan terus menebarkan senyuman manis mereka dari atas panggung. Silih berganti para tamu-tamu penting mulai naik ke atas panggung untuk memberikan selamat dan berfoto bersama kedua pengantin.


Mama Lia dan Papa Idris duduk di kursi untuk orang tua yang letaknya tidak jauh dari sebelah Amay. Sedang kursi yang letaknya tidak jauh dari Izam di duduki Bulek Saroh dan Pak lek Rohim yang juga ikut duduk bersanding mendampingi Amay dan Izam.


Dari kejauhan Amay melihat Papa nya duduk di tempat yang agar tertutup dari orang-orang besar. Amay tampak sedih melihat Papa nya tidak bisa berbaur bersama nya di atas panggung.


Setitik air mata jatuh ke tangan Amay karena ia sedih, seharusnya di hari bahagia nya ini Papa nya lah yang harus duduk di atas panggung di samping suaminya.


Tapi apalah daya, mereka tidak ingin pihak yang masih memburu Amay masih berkeliaran di luaran sana dan Papa Rahman tidak mau Amay menjadi sasaran orang yang mengincar dirinya.


Izam melihat apa yang terjadi pada istrinya dan ia memberikan dukungan dengan mengusap lembut punggung istrinya.


"Jangan sedih sayang... Abang yakin Papa gak mau kamu sedih kayak gini! Pasti Papa ingin kamu tersenyum di hari spesial kita ini! " hibur Izam dengan nada lembut.


Dari kejauhan tampak Papa nya memberikan senyum lebar dan membuat Amay kembali tersenyum bahagia.


"Bang, nanti setelah pesta boleh gak kita tinggal sementara di rumahnya Papa! Amay ingin tinggal sama Papa, Bang! " tanya Amay dengan sangat hati-hati karena takut suaminya tidak suka.


"Boleh sayang, boleh! Kenapa gak! Mau berapa lama pun terserah kamu, yang penting aku dan si kembar nyaman. " jawab Izam cepat dan mengabulkan permintaan istrinya itu.


"Tapi gimana dengan Papa sama Mama Bang, pasti nanti mereka kesepian! " ucap Amay lagi agak bimbang.


"Gak mungkin kesepian mereka, karena kan sekarang Kak Ara sudah pindah ke Jakarta. Dan untuk sementara mereka akan tinggal di rumah Mama dulu. Bang Salim sedang mencari ruko yang cocok untuk ia memulai bisnisnya. Jadi perlu waktu untuk mereka pindah. " jawab Izam lagi yang langsung membuat Amay tersenyum lebar.


"Terimakasih Abang udah ngabulin permintaan Amay... I love you Abang... " ucap Amay dengan tersenyum manis.


"I love you so much sayang.... Duh, jadi pengen cium kalau gemes kayak gini! " jawab Izam dengan gregetan.


"He.... He.... He.... Dasar Abang mesum! " sahut Amay dengan terkekeh kecil.

__ADS_1


Tidak berapa lama obrolan mereka terhenti karena ada beberapa tamu yang menghampiri mereka mengucapkan selamat dan berfoto bersama.


Tamu yang datang begitu banyak, karena ini pertama kalinya putra bungsu atau pewaris utama keluarga Barzakh tampil di depan umum. Dari kecil hingga dewasa seperti saat ini, Izam memang satu-satunya keturunan keluarga Barzakh yang paling tidak suka di ekspose atau tampil di depan umum dengan di sorot kamera. Hanya saja untuk kali ini adalah pengecualian karena sudah saatnya Izam di kenal oleh banyak kalangan karena ia akan meneruskan semua usaha milik keluarga Barzakh.


Pesta resepsi pernikahan mereka di rekam dan di tayangkan di sebuah stasiun televisi terkenal di Indonesia secara keseluruhan dari awal hingga acara tersebut selesai.


Tibalah saat nya giliran keluarga Bunda Yasmine yang naik ke atas panggung memberikan selamat kepada Amay dan Izam. Izam dan Amay tersenyum lebar menyambut kedatangan Bunda Yasmine di atas panggung.


Izam menyalami tangan Bunda Yasmine dengan hormat, ia juga melakukan hal yang sama dengan suami Bunda Yasmine. Sedangkan Amay memeluk akrab Bunda Yasmine dengan senyum yang terus mengembang di wajahnya. Kedua putra dan putri Bunda Yasmine menyalami Amay dan Izam juga dengan hormat.


"Terimakasih Bunda dan keluarga sudah datang ke pesta kami.. Jangan lupa cicipi semua makanannya ya Bunda, Om... " ucap Izam dengan tersenyum ramah.


"Udah kok kak, makanannya enak-enak banget! Arsyad sampai gede gini perutnya karena kekenyangan! " jawab Arsyad dengan menunjukkan perut nya.


"Halah... Itukan karena kamu emang rakus! " tukas Rumana dengan nada mengejek adiknya.


"Ha... Ha.. Ha... Kalau Arsyad masih belum puas, makan aja lagi sepuasnya! " jawab Izam sambil tertawa kecil.


"Santai aja kali Om... Namanya juga anak-anak, mereka bebas mengutarakan pendapat mereka! Lagian saya dulu juga kayak gitu! " jawab Izam santai.


"Selamat ya Zam, Amay... Bunda doakan semoga kalian menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah menuju jannah nya Allah SWT... " ucap Bunda Yasmine dengan tulus.


"Terimakasih Bunda... " jawab Amay dan Izam kompak.


"Kalian kalau ada waktu main dong ke rumah Bunda! Pintu rumah Bunda selalu terbuka lebar untuk kalian berdua! " ucap Bunda Yasmine lagi penuh harap.


"In Shaa Allah Bunda... Kalau Izam ada waktu akan bawa Amay main ke sana! " jawab Izam berjanji.


"Ayo Bunda, Om dan adik-adik kita foto dulu buat kenang-kenangan! " ajak Amay dengan di angguki Suaminya.

__ADS_1


Mereka pun foto bersama dengan berbagai macam ekspresi dan gaya. Setelah itu mereka sekeluarga pun turun dari atas panggung dan kembali ke meja nya semula.


Izam memanggil Davin melalui ponselnya untuk memberikan souvenir pernikahan nya untuk Bunda Yasmine dan keluarga sebelum mereka pulang dan juga agar memberikan beberapa kotak makanan.


Amay tersenyum bahagia mendengar kemurahan hati suaminya terhadap orang yang baik seperti Bunda Yasmine. Ia bangga mempunyai suami yang punya rasa kemanusiaan yang tinggi dan peduli dengan sesama.


"Kenapa senyum-senyum gitu liatin Abang?? " tanya Izam melihat istrinya yang masih tersenyum melihat nya.


"Gak papa, cuma bangga aja punya suami yang suka berbagi dan suka memberi seperti Abang... " jawab Amay dengan tersenyum manis.


"Wah, sudah pintar merayu rupanya Nyonya Barzakh ini sekarang... " ucap Izam dengan mencubit gemes pipi istrinya.


Mereka kembali mengobrol dengan mata melihat semua tamu yang datang silih berganti sembari menunggu tamu yang akan memberikan selamat naik ke panggung.


Ketika pulang, keluarga Bunda Yasmine tampak kepayahan membawa beberapa kotak souvenir dan beberapa kotak makanan yang di berikan langsung oleh kakaknya Izam yaitu Kak Aini.


"Wah.... Gak nyangka ya Bun... Pergi pesta orang kaya di beri souvenir yang segede gini! Mana di kasih kotak makanan lagi! komen Arsyad dengan wajah sumringah.


"Gak semua orang kaya kayak gini Syad... Banyak kok orang kaya yang sombong! Kebetulan dan keberuntungan aja Bunda kenal orang kaya yang baik kayak Kak Izam ini... " jawab Rumana yang agak kesusahan membawa kotak makanan.


"Itu berarti mereka bukan orang kaya beneran Kak... Mereka itu Okb alias orang kaya baru! Beda sama orang kaya yang emang udah kaya sedari lahir, pasti mereka baik kayak Kak Izam ini... " sahut Arsyad tidak mau kalah.


"Sudah... Sudah... Jangan ribut! Ayo buruan jalan, dan bawa dengan hati-hati! " ucap Bunda Yasmine dengan tegas melerai perdebatan anak-anak nya.


Bersambung....


Selamat membaca dan selamat beristirahat readers tercinta akuh....


Jangan lupa jaga kesehatan di cuaca yang selalu berubah-ubah seperti ini...

__ADS_1


Semoga hari kalian menyenangkan 💕😍...


__ADS_2