Bidadari Surga Untuk Penjual Kebab Yang Tajir

Bidadari Surga Untuk Penjual Kebab Yang Tajir
Kebakaran...


__ADS_3

Izam saat ini berada di perusahaan nya, seorang diri di dalam ruangannya menatap sebuah amplop putih yang tergeletak di atas meja kerjanya.


Saat ini Davin sedang meninjau pembangunan proyek mereka bersama beberapa petinggi perusahaan lainnya.


Tercantum logo rumah sakit ternama di sudut kiri pojok amplop bagian bawah. Seperti itu adalah hasil tes DNA yang di lakukan Izam beberapa minggu yang lalu setelah pesta resepsi ia selesai.


"Kira-kira apa ya hasil tes ini? Positif apa negatif ya? Rasanya pengen aku buka, kan Pak lek sudah kasih izin! Tapi kok rasanya gak enakan karena yang seharusnya paling berhak membuka nya kan Pak lek sendiri! " gumam Izam sembari menatap amplop tersebut dengan bimbang.


"Buka, gak, buka, gak, buka, gak, buka, gak! Ya udah lah gak buka! " ucapnya dengan menghitung ayunan bandul yang ada di meja kerjanya.


Ia lalu memasukkan kembali amplop tersebut di laci meja kerjanya dan menguncinya dengan kode sandi. Ia lalu berdiri mengambil jas yang tergantung di kapstok dan memakainya. Lalu ia keluar dari ruangan nya untuk pulang ke rumah mertuanya.


๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ


Di perusahaan Atmanegara.


Demian mengamuk kepada para petinggi perusahaan dan pemegang saham karena nilai saham perusahaan mereka merosot turun dan terlebih lagi beberapa pemilik saham sudah menjual saham mereka tanpa bertanya atau berdiskusi lagi dengan nya.


"Apa kalian ingin membuat perusahaan ini bangkrut? " teriak Damian dengan suara menggelegar di ruang meeting.


"Dan kau! Mengapa pendapatan kita menurun dalam beberapa bulan ini Hah! Kemana saja keuntungan yang kita dapat selama ini? Kenapa hasilnya hancur begini! " tunjuk Damian pada salah satu petinggi perusahaan yang menjabat sebagai kepala direktur keuangan.


"Maaf Tuan! Saya hanya menulis kan apa yang sebenarnya terjadi! Sudah tiga bulan ini penjualan kita menurun, beberapa investor tidak mau lagi memakai produk kita dan banyak konsumen mengeluh akan kualitas pelayanan kita dan kualitas produk kita! Itu lah yang membuat nya menurun drastis dan apa lagi banyak produk-produk baru yang bermunculan dengan berbagai promo dan harga yang masih terjangkau oleh mereka yang berada di kelas menengah! " jawab Kepala direktur keuangan yang di tunjuk Damian tadi.


"Ya, kan seharusnya kau berpikir lah dengan orang-orang yang terlibat langsung di dalam nya, untuk mencari solusi bagaimana semuanya kembali seperti dulu! Jangan hanya menulis saja kau! kau kumpulkan tim evaluasi program kita dan cari ide yang bagus agar produk kita di lirik konsumen hingga laku di pasaran! Kasih tau bagian produksi untuk memikirkan solusi agar kualitas barang kita tetap bagus tapi dengan harga yang minim ! " ucap Damian dengan bertambah kesal.


Semua nya terdiam mendengar omelan Damian yang melemparkan berkas-berkas hingga berhamburan di lantai. Ia langsung membubarkan meeting karena muak melihat bawahannya yang tidak becus seperti ini.


"Lama-lama bisa pecah kepala ku memikirkan semua ini! Walau bagaimana pun aku gak mau perusahaan ini bangkrut dan menjadi gembel! Meskipun aku punya sumber uang yang lain tapi perusahaan ini lah yang menutupi pemasukan ku dari usaha yang lain. Jika perusahaan ini bangkrut, maka orang-orang akan tahu jika aku punya sumber dana lain dan bisa-bisa pihak kepolisian menyelidiki sumber kekayaan yang aku punya yang memang tidak terdaftar alias ilegal! " gumam Damian sambil memijat kepalanya sendiri.


Ibarat kata perusahaan Atmanegara yang ia kelola hanya sebagai topeng luar untuk menutupi bisnis ilegal nya selama ini yang sangat sukar di bongkar tuntas karena ia selalu berdalih jika perusahaan Atmanegara lah yang memberikan keuntungan semua yang ia miliki.

__ADS_1


Tidak lama kemudian, Asisten atau tangan kanan nya Alek datang dengan wajah panik dan langsung menghampiri Damian membisikkan sesuatu yang membuat wajah Damian shock. Tangan nya gemetaran dan ia jatuh terduduk karena tidak sanggup untuk berdiri saat mendengar apa yang di sampaikan Alek.


"I-ini tidak mungkin! I-ini pasti bohong! Tidaaaaaaaak... !!! Semuanya tidak mungkin habis! Tidak mungkin! " teriak ia histeris lalu berdiri dan menghancurkan semua yang ada di dalam ruangannya.


Damian mengamuk saat mendengar kabar yang di sampaikan Alek padanya. Ia membabi buta menghancurkan apa saja yang bisa di hancurkan di dalam ruangan itu. Alek baru saja mendapat laporan dari anak buahnya di daerah xxx jika dua usaha ilegal Damian terbakar pagi tadi. Karena peristiwa tersebut pihak kepolisian datang ke lokasi dan menyelidiki langsung penyebab kebakaran tersebut karena akibat kebakaran itu dua toko milik warga juga terbakar dan ludes di lahap si jago merah.


Ia berteriak-teriak kencang mengeluarkan semua emosi di dadanya. Alek hanya diam saja karena ia tidak mau menjadi sasaran amukan Damian.


"Bawa aku ke sana sekarang juga! " perintah Damian sambil membuka dasi di lehernya.


"Tapi Bos, di sana banyak polisi yang sedang berpatroli dan menyelidiki tempat tersebut! Jika Bos datang sekarang, maka mereka akan bertanya pada Bos dan pasti curiga jika Bos mengatakan hanya kebetulan lewat! " jawab Alek agak ragu-ragu dan memberikan Damian pertimbangan.


"Brengsek! Sial! Benar-benar sial! " umpat Damian dengan mengusap kasar wajahnya.


Ia menghempaskan bokongnya ke kursi kebesarannya dengan mata menerawang ke atas seperti berpikir apa yang akan ia lakukan untuk mengatasi kerugian yang ia alami saat ini.


๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ


Di tempat yang berbeda, Rahman tersenyum sinis saat mendapat laporan dari orang suruhannya jika dua usaha ilegal milik Damian ludes terbakar tidak ada yang tersisa sedikit pun.


Memang benar jika Rahman lah di balik kebakaran pada dua usaha ilegal milik Damian. Ia memasukkan orang-orang nya untuk bekerja di sana dan mereka juga lah yang membuat kebakaran tersebut menjadi kebakaran yang wajar karena arus korsleting listrik. Tidak ada seorang pun yang menyadari jika semua itu adalah kesengajaan pekerja di tempat itu. Orang-orang Rahman bekerja dengan rapi karena mereka memang di latih Hardi untuk menjadi bawahan yang handal dan setia mengabdi untuk keluarga Atmanegara.


Amay yang baru saja bangun tidur langsung keluar kamar dan mencari keberadaan Papa nya. Ia langsung menuju ruang kerja Papa nya yang berada di lantai bawah.


"Pa.... ! Papa... ! Papa di dalam gak! Tok.. Tok... Tok... ! " Amay memanggil Papa nya seraya mengetuk pintu.


"Papa di dalam sayang! Masuk saja! " jawab Rahman dari dalam.


Mendengar suara Papa nya, Amay membuka pintu dan masuk ke dalam ruang kerja Papa nya.


"Papa jangan capek-capek kerjanya! Nanti Papa sakit lagi, Amay gak suka! " tegur Amay agak tidak suka.

__ADS_1


"Papa gak kerja berat sayang... ! Papa akan pensiun sampai cucu-cucu Papa bisa di kasih tanggung jawab ini! Papa insyaallah akan selalu sehat untuk kamu dan cucu-cucu Papa! " jawab Rahman dengan tersenyum lembut pada anaknya.


"Kan ada Om Hardi, Suruh saja Om Hardi yang memegang semuanya sampai triple gede! " ucap Amay lagi dengan menyebut Hardi.


"Hardi sudah terlalu banyak membantu Papa sayang... ! Bahkan sampai saat ini pun ia belum menikah karena terlalu sibuk mengurus Papa dari Papa koma hingga saat ini! " jawab Rahman memberikan pengertian pada Amay.


"Apa??? Papa serius? Gak lagi bercanda kan? " pekik Amay kaget dan tidak percaya.


"Serius lah, masa Papa bohong! " jawab Rahman dengan mengacungkan dua jarinyaโœŒ.


"Ya ampun... Kasihan banget Om Hardi masih bujangan sampai sekarang ini! " ucap Amay dengan wajah kasihan.


"Makanya Papa juga ikut menghandle perubahan bersama Om Hardi karena Papa juga ingin Om Hardi memikirkan masa depan nya, mempunyai penerus keturunan nya dan terutama sekali mempunyai keluarga sendiri. " sahut Rahman lagi menambahkan.


"Baiklah... ! Kalau begitu, nanti setelah triple lahir Amay akan menjalankan misi mencarikan Om Hardi seorang istri! Kalau perlu Amay adakan sayembara aja biar perempuan lajang pada tau jika Om Hardi mencari istri! Biarpun sudah berumur 45 Om Hardi masih tampan dan masih pantas untuk menikah! " ucap Amay dengan penuh semangat.


"Siapa sayang yang kamu bilang tampan??? " tegur Izam tiba-tiba dengan wajah menyelidik menatap istrinya yang tampak kaget dengan kedatangan suaminya.


"Eh Abang... Udah pulang?? " ucap Amay dengan agak ketakutan dan langsung berdiri bersembunyi di belakang kursi Papa nya.


"Ayo jelaskan pada Abang siapa yang kamu sebut tampan tadi, hemm! " tanya Izam lagi dengan berjalan mendekati istrinya.


"Itu Bang, anu... Eh anu Bang, Itu... Bang, Om Hardi yang Amay bilang tampan! " jawab Amay salah tingkah dan menundukkan wajahnya.


"Oh, jadi Om Hardi lebih tampan gitu di bandingkan Abang, iya?? " tanya Izam lagi.


"Ya gak lah, lebih tampan Abang lah Papa nya si triple... He... He... He... Suer gak bohong! " jawab Amay dengan cengengesan sambil mengacungkan dua jarinya โœŒ.


Bersambung...


Selamat membaca dan selamat beraktivitas readers semuanya...

__ADS_1


Semoga hari kalian menyenangkan ๐Ÿ’•๐Ÿ˜...


.


__ADS_2