Bidadari Surga Untuk Penjual Kebab Yang Tajir

Bidadari Surga Untuk Penjual Kebab Yang Tajir
Pingsan berjamaah...


__ADS_3

Mama Lia langsung pingsan seketika mendengar jika kapal pesiar yang akan di beli putranya adalah kapal pesiar sungguhan bukan kapal pesiar mainan. Semua kakak-kakak Izam langsung berlari kearah Mama Lia dan mencoba menyadarkan Mama Lia dari pingsannya.


"I-itu artinya kapal gede kayak yang di tivi-tivi itu ya Neng? " tanya Bulek Saroh dengan wajah kaget kepada Aini.


"Iya Bulek, kapal gede yang kayak gitu! Hanya saja yang ini lebih mewah dan bagus di dalamnya! Makanya harganya bisa mahal kayak gitu! " jawab Kak Aini membenarkan pertanyaan Bulek Saroh.


"Ya Allah.... Satu Triliun itu duitnya seberapa banyak?? " tanya Bulek Saroh lagi dengan wajah pucat.


"Sebanyak seratus truk lah Umi! " jawab Haikal sekenanya.


"Gubrakk..... "


Giliran Bulek Saroh lagi yang pingsan mendengar jawaban asal Haikal yang langsung mendapat geplak Pak lek Rohim di kepalanya.


"Aduhh..... sakit Abah!! " jawab Haikal sambil meringis dan mengusap kepalanya.


"Kakak sih, udah tau Mama Besan masih pingsan! Sekarang kakak yang bikin Umi ikutan pingsan! Emang benar ya Bah, uang satu triliun itu banyaknya seratus truk! " ucap Haura dengan wajah polos nya kepada Pak lek Rohim.


"Buahahaha..... "


Ara dan Ana tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Haura yang juga mulai percaya jika uang satu triliun sebanyak yang di katakan Haikal.


Para tetua yang ada di sana hanya geleng-geleng kepala melihat ulah Haikal dan kepolosan Haura yang masih bertanya-tanya sebanyak apa uang satu triliun itu.


Para menantu Barzakh hanya tersenyum kecil saja melihat kehebohan yang di buat adik ipar mereka gara-gara kapal pesiar satu triliun.


"Udah, gak usah banyak tanya! Jangan dengerin omongan kakak kamu itu! Ayo bantu Abah buat sadarin Umi kalian dari pingsannya! " ucap Pak lek Rohim dengan memijat tangan istrinya.


Haura pun mengoleskan sedikit minyak kayu putih ke sekitar hidung Umi nya agar bau minyak tersebut bisa tercium dan tidak terlalu panas di area bawah hidung. Begitu juga dengan Mama Lia yang juga di oleskan minyak kayu putih oleh Aini di bawah hidung.


Tidak berapa lama kemudian, usaha mereka membuahkan hasil membangunkan Mama Lia dan Bulek Saroh dari pingsan mereka.


"Ya Allah Mama.... Alhamdulillah Mama sudah sadar! Gimana kepala Mama? Apa masih pusing ? Atau ada keluhan lain! " ucap Aini tanpa berhenti bertanya seperti kereta api.


"Iya, kepala Mama pusing ! Pusing mendengar pertanyaan kamu yang panjang nya ngalahin panjang kereta api! " jawab Mama Lia ketus dengan memijit pelipisnya.


"Tau nih kakak! Baru juga sadar pingsan, udah di kasih banyak pertanyaan. Kayak petugas sensus aja! " sahut Ana ikutan menyudutkan kakaknya.


"Ye.... Ikut-ikutan aja ngomel! " ucap Aini sambil mengeplak lengan Ana.


Mama Lia melihat sekelilingnya dan dahinya berkerut melihat Besannya Bulek Saroh yang di pijitin anak dan suaminya dengan wajah pucat.

__ADS_1


"Loh Besan? Sakit kok di sini? Kenapa gak di bawa ke kamar aja istirahat? " tanya Mama Lia dengan heran.


"Bulek bukan sakit Mama! Bulek juga baru sadar dari pingsannya, sama kayak Mama tadi! " Ara yang menjawabnya.


"Apa??? Ya Allah.... Adik kalian itu yah! Suka banget bikin orang spot jantung kayak gini! Pa, gimana nih?? Beneran Maliq beli kapal pesiar yang harga nya segitu? Gak nge prank kan Pa?? " ucap Mama Lia sambil memanggil suaminya dengan kencang.


"Ya Allah Mama.... Mana Papa tau Maliq beneran apa nge prank! Tanya aja langsung tuh saja ajudannya Maliq! " jawab Papa Idris sambil menunjuk Davin dengan tangan nya.


"Iya Ma, tanya aja sama Davin langsung mumpung orangnya masih di sini! " tambah Arman lagi sambil memakan kacang dua kelinci.


Mama Lia pun berjalan mendekati Davin dan langsung duduk di sebelah Davin dengan muka serius.


"Vin, kamu sama Maliq gak sedang nge prank Mama kan? Masa iya Maliq beli kapal pesiar yang harganya setinggi burj khalifa di Dubai? " tanya Mama Lia lagi dengan masih tidak percaya.


"Ya Allah Mama.... Kapan sih Davin pernah bohong sama Mama? Apa pernah selama ini Davin berbohong pada Mama soal Izam? " jawab Davin sambil bertanya balik kepada Mama Lia.


"Gak pernah sih! " jawab Mama Lia dengan menggelengkan kepalanya.


"Tuh Mama tau! Yang jelas Davin gak bohong kalau Izam udah memesan kapal pesiar dan membayar uang nya separuh dari harga. Dan akan di bayar lunas begitu si triple lahir! " jawab Davin lagi dengan wajah serius.


"MashaAllah.... Jadi itu beneran! Ja-jadi begitu triple lahir mereka bertiga langsung punya kapal pesiar dan kapal pesiar sungguhan itu milik mereka bertiga?? " ucap Mama Lia dengan muka shock dan mata melotot.


"Apaaaa????? " pekik mereka semuanya dan langsung pingsan berjamaah.


Melihat mereka semua nya pada pingsan, Davin auto melongo dan bengong.


"Lah, kenapa mereka pada pingsan semua nya? Emangnya aku salah omong ya? Kan emang benar si bahlul beliin anaknya kapal pesiar atu-atu biar anaknya gak rebutan ! Masa gitu aja pada pingsan sih! " gumam Davin wajah tidak bersalahnya.


Sadar hanya dirinya dan Haura yang gak pingsan, Haikal pun berlari ke lantai atas memanggil Izam yang baru saja hendak terlelap mengarungi mimpi bersama istri tercinta.


"Kak... Kak... Kak.... Buka pintunya Kak! Kak... Kak Izam! " teriak Haikal dengan menggedor pintu kamar Izam.


"Astaghfirullah hal adzim.... Baru aja mau terlelap, udah di bangunin! Siapa sih manggil-manggil di luar! Ganggu orang mau tidur aja! " gerutu Izam dengan wajah kesal.


Ia pun segera duduk dan berjalan kearah pintu karena takut Amay terbangun jika ia membiarkan pintu terlalu lama di gedor-gedor.


"Krietttt..... " bunyi pintu kamar berderit.


"Haikal?? Ngapain kamu kesini? Kakak baru mau tidur! Gara-gara kamu gedor-gedor pintu kamar kakak, jadinya hilang deh mimpi kakak naik kapal pesiar dengan triple! " omel Izam dengan wajah kesal sambil menutup pintu dan berdiri di luar kamar bersama Haikal.


"Itu dia Kak yang bikin Haikal kesini dan bangunin tidur kakak! " ucap Haikal ambigu.

__ADS_1


"Itu dia apa nya Kal??? " ucap Izam dengan geram.


"Kapal pesiar nya lah Kak, apa lagi? Ayo ikut Haikal ke bawah! Semua orang pada pingsan karena Kak Davin bilang kalau kakak mau beliin dedek triple kapal pesiar atu-atu! " jawab Haikal sambil menarik tangan Izam dan membawanya menuruni tangga.


"Astaga naga ketimpa tangga??? Kenapa pada berjamaah gini sih pingsan nya?? " pekik Izam dengan muka shock.


Ia semakin shock melihat sahabat durjana nya dengan wajah tidak bersalah memakan kacang dua kelinci dengan santainya sambil kaki selonjoran. Sedangkan Haura sampai repot mengoleskan minyak kayu putih di bawah hidung semua orang agar mereka cepetan sadar dari pingsan.


"Pea nih orang! Enak-enakan makan kacang, bukannya bantuin! " ucap Izam dengan geram sambil merebut bungkusan kacang kulit dua kelinci dari tangan Davin.


"Woi bahlul! Kenapa elo ambil kacang gue! Masih lapar nih gue! " teriak Davin tidak terima dan berusaha merebut kembali kacang tersebut dari tangan Izam.


"Elo yang bahlul mokondo!!!! Ngapain elu pakai lapor segala kalau gue mau beliin anak-anak gue kapal pesiar sama semua orang hah!! Ngapain??? " Izam balas meneriaki Davin yang mana langsung membuat Davin auto kicep terdiam sesaat.


"Lah, mereka kan bertanya sama gue! Ya gue jawab lah apa adanya! Kok gue yang di salahin?? " jawab Davin membela diri.


"Astaga.... Astaga.... Astaga.... Gini nih kalau punya sohib yang pintarnya Kadang-kadang doang! Bego nya yang kebayakan! " ucap Izam sambil memijit pelipisnya yang tiba-tiba pusing.


"Sembarangan bilang gue bego! Kalau gue bego gak bakalan kita selalu menang tender setiap kita mengambil sebuah proyek! " jawab Davin tidak terima di bilang bego.


"Kalau elo gak bego, lalu ini semua apa namanya??? Elo pintar kalau mau ngambil proyek doang! Masa elo gak paham kalau uang satu triliun itu sudah terlalu banyak untuk sebuah kapal??? Apalagi ini beli tiga, tiga bahlul..... " pekik Izam dengan geram dan tangan terkepal karena gemes.


Davin terdiam sejenak dan tampak berpikir, lalu ia tiba-tiba terkejut dan menepuk pelan jidatnya karena baru menyadari jika ulahnya yang membuat semua orang pingsan berjamaah.


"Iya ya... Kenapa gue sampai lupa kalau uang satu triliun itu banyak untuk satu kapal, apalagi sampai tiga kapal! Kira-kira sebanyak apa itu uangnya ya...?? " ucap Davin yang langsung membuat Izam tepok jidat lagi dan terduduk lemas di lantai.


"Huahahaha.... Ha.. Haaaaaa.... " Haikal tertawa terbahak-bahak melihat Izam langsung lemas dengan kebodohan sohibnya itu.


"Ya Allah.... Kenapa ini anak jadi bodoh kayak gini sih! Dah lah, gak usah pikirin berapa banyak uang tiga triliun itu! Karena kalau di itung atu-atu gak bakalan selesai sampai setahun! Mendingan bantu aku buat menyadarkan mereka semuanya yang pingsan gara-gara kebocoran mulut mu itu! " ucap Izam masa bodo lah dengan pemikiran sohib nya itu.


Ia sudah lelah hayati jiwa dan badan ketika sohib nya membuat semua penghuni rumah pingsan.


"Nasib.... Nasib.... Seharusnya malam ini tidur nyenyak karena besok pesta resepsi pernikahan aku... Eh malah gara-gara kebodohan dan kebocoran mulut sahabat lacnut itu, aku jadi relawan membangunkan orang pingsan! " gerutu Izam dengan sangat tidak ikhlas.


Bersambung...


Selamat membaca dan selamat beraktivitas readers semuanya...


Semoga hari kalian menyenangkan 💕😍...


Doa kan othor ya biar selalu sehat dan fit, supaya bisa Up setiap hari....

__ADS_1


__ADS_2