Bidadari Surga Untuk Penjual Kebab Yang Tajir

Bidadari Surga Untuk Penjual Kebab Yang Tajir
Pelaksanaan aqiqah si kembar


__ADS_3

Hari yang di tunggu-tunggu semua orang telah tiba. Hari ini adalah hari syukuran nya kelahiran si kembar sekaligus aqiqah nya.


Tujuh ekor kambing ukuran super sudah di potong kemarin dan sebagian daging nya sudah di bagikan kepada warga yang tinggal di sekitar kediaman keluarga Barzakh.


Sedangkan yang sebagian nya lagi di masak untuk di makan dan di sajikan bersama hidangan lainnya agar dapat di nikmati oleh tamu undangan.


Bunda Yasmine yang di undang khusus oleh Izam tidak dapat meluapkan rasa bahagia nya saat mengetahui Izam dan Amay mempunyai bayi kembar empat.


"Subhanallah... Bunda masih gak percaya kalau anak kalian itu benar-benar empat! Tampan dan cantik sekali mereka ! " ucap Bunda Yasmine dengan mata berbinar saat menggendong si sulung di kamar bayi.


"Iya Bunda! Amay aja masih berasa kayak mimpi! " sahut Amay dengan tersenyum kecil.


"Gimana rasanya Nak setelah menjadi seorang Ibu? " tanya Bunda Yasmine lagi seraya menatap teduh Amay.


"Nano-nano deh Bun, bahagia, capek, takut, semuanya bercampur jadi satu! " jawab Amay jujur.


"Itu wajar Nak! Namanya juga orang tua baru, apalagi kamu mengurus tidak hanya satu bayi tapi empat sekaligus. Punya satu bayi aja capek nya minta ampun, apalagi sampai empat kayak gini! Tapi semuanya sebanding dengan pahala yang di dapat, mengandung, melahirkan, menyusui hingga 2 tahun adalah jihad seorang perempuan yang balasan nya adalah surga! Allah menyukai hambanya yang mau bersabar dan ikhlas menjalani semua nya dan balasan Allah tidak main-main. Terlebih lagi jika sang Ibu meninggal dunia saat melahirkan yang langsung mati syahid karena berjuang melahirkan anaknya ke dunia ini dengan taruhan nyawa. " ucap Bunda Yasmine dengan tersenyum.


"Iya Bunda! Amay menikmati semua proses ini dengan hati yang bahagia! Karena banyak di luaran sana yang mau di posisi Amay, bahkan mereka berusaha sekuat tenaga agar bisa seperti ini! " sahut Amay lagi.


"Iya Nak, kamu benar! Karena apa kamu rasakan sekarang hanya terjadi sekali. Jika anak-anak sudah besar dan mandiri, kamu pasti akan merindukan saat-saat seperti ini! Bangun di tengah malam, kurang tidur, memeluk mereka dan mendekap mereka sepuas hati kamu, semuanya pasti akan kamu rindukan suatu saat nanti! " ucap Bunda Yasmine lagi pada Amay.


"Iya Bunda, apa yang Bunda katakan semua nya benar! Amay bahagia menjalani semua ini meskipun terkadang rasa capek selalu menghampiri! " jawab Amay seraya meletakkan si cantik yang sudah tertidur di boks nya.


"Itu manusiawi Nak! Tidak ada yang tidak capek dalam melakukan sesuatu! Asal kamu tetap berpikiran positif dan selalu memikirkan jika kamu tidak sendiri, rasa capek itu akan pergi! Jangan lupa untuk selalu istirahat jika anak-anak juga sedang istirahat! Gak usah memikirkan hal lainnya karena fokus kamu hanya untuk si kembar saja dan sang suami! " ucap Bunda Yasmine menasehati nya.


Mereka berdua mengobrol lama sampai akhirnya Izam datang memberitahu jika acaranya akan segera di mulai.


Dengan di bantu Bunda Yasmine, Izam menggendong si kembar bersama dengan Bulek Saroh dan Ara yang juga ikut ke kamar bayi. Mereka turun ke lantai bawah bersama Amay yang turun terakhir di belakang mereka.


Mereka meletakkan si kembar di Boks yang sudah di hias sedemikian rupa oleh WO yang mengurus dekorasi untuk aqiqah dengan nama mereka masing-masing.


Mama Lia menyambut Amay dan mendudukkan nya di sebelah nya dengan di apit Izam.


Acara pun di buka oleh MC di atas panggung yang sengaja di siapkan di luar rumah. Tenda-tenda yang di pasang dan tempat duduk yang di sediakan sudah penuh oleh tamu undangan yang dari kalangan warga sekitar dan beberapa panti asuhan anak yatim.


Mereka sangat antusias menghadiri acara aqiqah yang terbilang langka dan jarang terjadi di lingkungan mereka, karena kelahiran anak kembar tidak pernah terjadi di lingkungan mereka. Apalagi ini kembar empat sekaligus. Mereka bahkan sangat penasaran melihat bagaimana rupa bayi kembar empat Izam dan Amay.


Izam tidak memperbolehkan sembarangan orang menyentuh anak-anak nya. Untuk itu, agar tidak mengecewakan para tamu yang datang, ia menyiapkan layar raksasa yang menayangkan wajah-wajah rupawan anak-anak nya di dekat para tamu duduk.


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh... Saya selalu pembawa acara mengucapkan terimakasih atas kedatangan para undangan di acara Tasyakuran Aqiqah putra dan putri dari Bapak Idzam Maliq Barzakh dan Ibu Sumayyah Atmanegara pada hari ini.


Sebelum acara nya saya lanjut lebih jauh, ada baiknya kita mengucapkan Basmalah bersama, Bismillahirrahmanirrahim.. Selanjutnya saya persilahkan Bapak penceramah memberikan tausiyah nya untuk acara ini! Kepada Bapak saya persilahkan! " ucap Pembawa acara dengan begitu lantangnya.


Seorang ustadz kondang yang terkenal dan sering wara wiri di televisi naik ke atas panggung untuk memberikan tausiyah nya.

__ADS_1


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh... Terimakasih atas kesempatan untuk bisa berdiri di hadapan para hadirin semuanya. Bismillahirrahmanirrahim, semoga pelaksanaan aqiqah ini mendapat kelancaran dan di ridhoi Allah SWT.


Aqiqah pada dasarnya adalah pemotongan hewan dalam syariat islam sebagai bentuk rasa syukur atas kelahiran seorang bayi. Hukum aqiqah menurut pendapat yang paling kuat adalah sunnah Muakkad yang artinya apabila seseorang mampu dari segi hartanya ia wajib meng aqiqah kan anak-anak nya dengan dua ekor kambing untuk anak laki-laki dan seekor kambing untuk anak perempuan. Tapi jika orang tersebut tidak mampu karena tidak punya uang ataupun harta maka kewajiban tersebut gugur.


Waktu pelaksanaan aqiqah adalah 7 hari, 14 hari dan 21 hari seperti yang di lakukan Bapak Idzam Maliq Barzakh pada saat ini.


Diriwayatkan oleh Al- Hasan dari Samurah Radiyallahu anhu, Rasulullah SAW bersabda :


"Semua anak tergadaikan Aqiqah nya yang di sembelih hewan (kambing) para hari ketujuh, di cukur rambut nya dan di berikan nama " (Hadits riwayat Ahmad, At-turmudzi, abu Dawud dll)


Dalam sebuah riwayat di katakan, Jika tidak memungkinkan di lakukan pada hari ketujuh, bisa di lakukan pada hari ke 14 atau hari ke 21, dan jika masih tidak bisa juga, aqiqah bisa dilakukan kapan saja.


Nabi Muhammad SAW pun meng aqiqah kan dirinya sendiri pada saat ia di utus menjadi seorang Rasul. Riwayat ini juga menjadi dasar jika kita bisa meng aqiqah kan diri kita sendiri bila orang tua kita tidak mampu meng aqiqah kan kita waktu kecil.


Untuk itu Bapak Idzam Maliq Barzakh sudah melaksanakan kewajiban nya sebagai orang tua dengan meng aqiqah kan anak-anak dan di berikan nama di hari ke 21 tepat nya pada hari ini.


Sungguh anugerah luar biasa untuk Bapak Idzam Maliq Barzakh di karuniai anak kembar tiga Laki-laki dan satu perempuan yang di beri nama


Muhammad Khalid Maliq Barzakh, Muhammad Zaid Maliq Barzakh, Muhammad Imran Maliq Barzakh, dan Khumairah Margaretha Barzakh.


Marilah kita sama-sama mengangkat kedua tangan berdoa untuk keberkahan keempat anak-anak yang luar biasa ini.


"Bismillahirrahmanirrahim... Ya Allah Ya Tuhan kami, Ampunilah dosa-dosa kami, dosa ibu Bapak kami, dosa para leluhur kami, dosa guru-guru kami, dan dosa para pemimpin kami.


Ya Allah Ya Tuhan kami... Berikan lah anak-anak kami umur yang panjang dan juga berkah, lindungilah mereka semua dari segala macam marabahaya, baik yang terlihat oleh mata ataupun yang tidak terlihat oleh mata.


Ya Allah Ya Tuhan kami... Kabul kan lah doa kami pada hari ini dan jauhkan lah kami semua yang ada di tempat ini dari segala macam bentuk kejahatan dunia maupun di akhirat.


Barakallah... Barakallah... Aamiin ya Rabbal alamin.. "


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.. " ucap Pak Ustadz mengakhiri tausiah singkat nya.


Setelah Pak ustadz selesai dan turun dari panggung, acara di lanjutkan pemotongan rambut si kembar oleh orang yang di tua kan alias Pak Kyai temannya Pak lek Rohim kemudian oleh Opa dan Kakek si kembar segitu seterusnya hingga yang di minta untuk memotong rambut si kembar selesai.


Izam dan ketiga kakak iparnya yang menggendong si kembar mendatangi orang-orang yang di tunjuk untuk memotong atau menggunting rambut si kembar dan Davin yang membawakan kelapa yang sudah terbuka bagian atas nya sebagai wadah rambut yang sudah di gunting tadi.


Fahri sebagai fotografer yang mengabadikan momen tersebut dengan kamera DSLR nya.


Setelah pemotongan rambut selesai, para tamu undangan di persilahkan mencicipi hidangan yang sudah di sediakan dengan di hibur acara musik marawis yang membawakan lagu-lagu sholawat.


Si kembar kembali di letakkan di dalam boks nya setelah di ambil sedikit rambut nya sebagai syarat saja. Karena nanti sore baru lah si kembar akan di cukur habis rambut nya oleh Eyang mereka yaitu Pak lek Rohim.


Aulia dan Beti serta Elya bertugas melayani para tamu undangan yang akan makan dengan berdiri di samping meja prasmanan.


Mereka satu persatu membagikan bingkisan mungil berisi telur yang di buat warna warni sedemikian rupa sehingga di hiasi pita cantik dan bertuliskan nama-nama si kembar.

__ADS_1


Ibunya Davin ikut duduk di barisan Bulek Saroh dan Mama Lia. Mereka sedang berbincang hangat dan dengan senang hati Tinah menceritakan bagaimana Davin saat masih kecil dulu dan ia juga menceritakan bagaimana ia bisa bersama Davin kala itu.


Ia juga mengatakan jika sampai saat ini ia masih mengenal suara perempuan yang membayar perawat pada waktu itu.


"Beneran Mbak masih ingat suara perempuan yang udah membuang keponakan saya itu? " tanya Bulek Saroh sekali lagi karena ia masih belum yakin.


"Bismillahirrahmanirrahim, yakin banget saya Mbak! Saya gak pernah lupa dengan suara itu dan saya masih dengan jelas mengingat apa yang mereka katakan malam itu! Meskipun saya tidak bisa melihat wajah mereka dengan jelas karena saya bersembunyi, tapi telinga saya tidak salah mendengar nya. Bahkan sampai saat ini saya masih ingat jika ada sebuah tanda entah itu luka atau semacam nya saat perempuan itu mengangkat tangan kirinya. " jawab Tinah bersungguh-sungguh.


"Ya Allah... Jahat sekali perempuan itu yang sudah memisahkan anak baru lahir dengan orang tuanya! " ucap Bulek Saroh tidak bisa menahan sesak di dadanya.


"Iya Jeng, saya gak bisa bayangkan apa jadi nya Davin jika gak ada Mbak Tinah! Mbak Tinah sudah menjadi penyelamat untuk Davin, Jeng! " sahut Mama Lia dengan mengusap punggung Bulek Saroh.


"Itu semua udah takdir Mbak! Di saat saya di dzalimi oleh suami saya dan keluarganya, saya di pertemukan dengan Davin. Davin membuat saya bersemangat untuk mengarungi keras nya hidup menjadi ibu tunggal dan obat hati untuk perempuan yang malang ini! " ucap Tinah dengan menyeka air mata di sudut matanya.


Mereka menyudahi perbincangan mereka saat si kembar mulai rewel. Mereka membantu Amay membawa si kembar ke kamar bawah saja untuk segera di susu kan.


"Mbak, saya jadi gak sabar pengen lihat Davin nikah dan punya anak juga! " ucap Ibu Tinah saat menggendong Zaid.


"Iya Mbak saya juga! Tapi saya gak pernah lihat Davin dekat perempuan kecuali sama Aulia! Jadi saya ragu jika mereka itu ada hubungan apa tidak! " jawab Bulek Saroh sembari menimang si sulung.


"Aulia siapa Mbak? " tanya Tinah yang memang tidak mengenal Aulia.


"Itu loh Mbak, sahabatnya menantu ku yang tadi memakai gamis maroon serasi dengan koko nya Davin tadi! " sahut Mama Lia ikut nimbrung.


"Oh itu toh! Cantik orang nya! " jawab Tinah memuji Aulia.


"Gak cuma cantik Mbak, orangnya baik dan keluarga nya juga baik! Dia udah Sahabatan sama Amay dari mereka sekolah dulu! " sahut Bulek Saroh juga memuji Aulia.


Amay tersenyum dalam diam mendengar tiga emak-emak di depannya memuji Aulia sahabatnya. Ia tetap diam sambil menyusui si bungsu dan Imran karena Khalid dan Zaid meminum Asip dengan botol dot.


"Saya setuju Jeng Davin sama Aulia! Mereka pasangan yang cocok! Mudah-mudahan mereka berjodoh jadi keluarga kita bisa semakin banyak karena mereka berdua sudah saya anggap seperti anak sendiri! " ucap Mama Lia sambil memberikan asip pada si sulung.


"Aamiin... " jawab Bulek Saroh dan ibu Tinah mengamini ucapan Mama Lia.


"Di cariin dari tadi rupanya Mama di sini! Ma, buruan kasih amplop untuk anak-anak yatim! Kan semuanya sama Mama! Nanti mereka buruan pulang loh Ma.. ! " ucap Kak Ana yang tiba-tiba masuk ke dalam kamar.


"Ya udah, bentar lagi Mama ke sana! Kamu tunggu saja di sana dan jangan biarkan anak-anak itu pulang sebelum Mama datang. Sebentar lagi susu nya si sulung juga mau habis! " jawab Mama Lia pada Kak Ana.


"Oke Ma, aku ke sana dulu ! Cup! " sahut Kak Ana sembari mengecup pipi si sulung


Bersambung..


Selamat membaca dan selamat beraktivitas reader ku semua nya..


Semoga hari kalian menyenangkan 💕😍

__ADS_1


__ADS_2