
"Sayang, sayang.... Kamu di mana? Sayang??? " teriak Izam begitu bangun dari tidurnya.
Ketika bangun dari tidur, Izam tidak mendapatkan Amay di sisi nya. Ia langsung keluar kamar dan mencarinya ke dapur, namun Mbok Yem tidak melihat Amay dari subuh tadi.
Izam semakin khawatir karena tidak menemukan keberadaan istrinya. Ia berteriak memanggil Amay di seluruh penjuru rumah.
Ia mencari Amay hingga ke kebun samping dan kebun belakang rumah, tapi tidak ada Amay. Bahkan kedua orang tuanya juga tidak kelihatan batang hidung nya.
Karena kelelahan mencari Amay mengelilingi rumahnya yang begitu luas, Izam duduk di lantai depan rumah dengan selonjoran sambil mengusap keringat yang membasahi tubuhnya.
Sebuah mobil Pajero putih memasuki halaman rumah, dan Mama Lia keluar di susul Amay sambil tertawa cekikikan. Tak lama kemudian duo kurcil Nanaz dan Syakir yang memang tinggal bersama mereka ikut keluar dari dalam mobil bersama Papa Idris.
"Pada kemana sih! Abang khawatir tau gak kamu gak ada di rumah? Pergi kok gak bilang-bilang! " tanya Izam agak sedikit tinggi suaranya.
"Heh ! Gak usah kencang gitu suaranya! Kami semua gak budeg! Coba katakan, gimana caranya pamit sama orang yang tidurnya kayak kebo? Hah, mikir dulu itu otak! Main marah aja! " teriak Mama Lia dengan penuh emosi.
"Maaf Abang, tadi Amay udah bangunin Abang, tapi Abang malah makin kencang meluk guling nya! Maafkan Amay yang keluar tanpa izin Abang! " Jawab Amay yang menundukkan kepala karena ia merasa bersalah.
Melihat istrinya yang tampak ketakutan itu membuat Izam seketika merasa menyesal karena sudah meninggikan nada bicaranya.
"Maafkan Abang sayang! Abang khilaf, Abang khawatir kamu gak ada, Abang takut kamu kenapa-napa! Maafkan Abang ya, lain kali kalau bangunin Abang gak juga kebangun, kamu siram aja Abang pakai air, Abang pasti kebangun! " ucap Izam dengan nada rendah dan langsung meraih Amay ke dalam pelukan nya.
Amay menganggukkan kepala nya di dalam dekapan sang suami. Entah mengapa semenjak di nyatakan hamil Amay gampang sekali baperan dan mudah sekali merasa tersinggung. Padahal dulu ia orang yang cuek dengan semua omongan orang dan terkesan tidak peduli dengan apapun itu.
"Ya udah, yuk kita masuk! Mama udah capek nih! Mau selonjoran dulu di dalam! " ajak Mama Lia sambil menggandeng Syahnaz dan Syakir.
__ADS_1
Izam menguraikan pelukannya tapi tidak melepas tangannya yang merengkuh pinggang ramping istrinya yang mulai terasa agak sedikit berisi.
"Kalian kemana aja sih pagi-pagi! Sampai pergi naik mobil ramai-ramai! " tanya Izam penasaran ketika mereka sudah duduk di sofa ruang keluarga.
"Makan bubur ayam Abang! Amay tiba-tiba kepengen makan bubur ayam di suapin Papa dan Amay udah bangunin Abang buat beliin nya, tapi Abang gak bangun-bangun malah makin kencang peluk guling nya! " jawab Amay dengan wajah cemberut.
"Iya, maaf! Tapi, Abang kan Papa nya si triplets utun, kenapa malah Amay pengen makan di suapin Papa sih! Seharusnya kan di suapin Abang lah sebagai Papa nya si utun ! " protes Izam cemburu calon anaknya malah tidak mau dengan nya.
"Ish Abang! Inikan bukan kemauan Amay, bayi-bayi Abang aja yang mau mamanya makan di suapin Opanya! " jawab Amay sewot.
"Ha... Ha... Ha... Papa senang banget calon cucu-cucu Papa gak suka sama Papa nya sendiri! Persis kayak Papa dulu sewaktu Mama hamil kamu. Setiap hari Mama kamu hanya mau makan di suapin oleh Kakek kamu gak mau sama yang lain. Pernah waktu itu Mama kamu makan di suapin Opa kamu yang di semarang, Mama kamu langsung muntah-muntah sehingga membuat Opa kamu kesel dan cemburu karena iri. Apalagi jika Mama kamu di suapin Papa, langsung gak mau karena Mama kamu gak suka lihat wajah Papa! " ucap Papa Idris dengan tertawa gembira.
"Beneran Ma? " tanya Izam meminta jawaban Mama nya.
"Iya, malahan kakek dan nenek kamu mutusin untuk tinggal di Indonesia sampai kamu lahir karena kakek kamu gak mau berjauhan sama kamu! " jawab Mama Lia santai.
"Makanya kamu jangan tiduran mulu kalau pagi-pagi! Harus siap siaga kalau istri kamu ngidam! Ini malah molor aja yang di banyakin! " omel Mama Lia dengan bibir mengerucut.
"Ya ampun Mama, Izam kan gini karena cucu-cucu Mama juga! Yang hamil siapa yang mual muntah-muntah juga siapa! " jawab Izam protes.
"Begitu lah perjuangan perempuan dalam mengandung, selama 9 bulan mual, muntah, ngidam, perasaan sensitif, sambil membawa beban berat setiap hari! Kadang sambil bekerja lagi mencari nafkah jika perempuan itu juga bekerja. Belum lagi ketika melahirkan yang taruhan nya nyawa. Itu baru bawa satu bayi dalam perut nya, gimana kayak istri kamu yang membawa tiga calon penerus tahta Barzakh! Tiga sekali gus! Paham kan! Jadi gak usah protes dan mengeluh! " ucap Mama Lia dengan berang dan mata mendelik kesal ke arah Izam.
"Ya Allah Mama ku sayang! Maliq gak mengeluh, sumpah deh! Cuma ya karena lemes jadi bawaannya ngantuk banget gak bisa di tahan! Lagi pula Maliq gak akan biarkan istri Maliq susah dan menderita sendiri kok! " jawab Izam membantah keras.
"InsyaAllah Amay gak susah dan menderita Abang! Amay senang dan ikhlas mengandung keturunan keluarga ini! Ini adalah nikmat yang sangat indah di berikan Allah kepada Amay. Di luar sana masih banyak pasangan yang saat ini masih berusaha keras untuk mendapatkan buah hati, jadi Amay menikmati proses ini dengan bahagia Abang! " ucap Amay dengan tersenyum bahagia mengelus perut nya yang sudah mulai agak berisi.
__ADS_1
"Subhanallah... Abang bangga punya istri kayak kamu sayang! Abang insyaallah janji akan selalu menemani mu dalam proses yang indah ini! " sahut Izam dengan penuh cinta dan mengecup lembut kepala istrinya.
"Alhamdulillah... Mama Papa senang dan bahagia sayang! Semoga kamu selalu sehat dan ketiga calon cucu Mama Papa juga sehat! " ucap Mama Lia dengan penuh hari dan mencium pipi kiri kanan Amay.
"Papa janji, jika nanti cucu-cucu Papa lahir semuanya laki-laki, mereka semua akan mewarisi semua kekayaan keluarga Barzakh, baik yang di Indonesia maupun yang ada di timur Tengah kampung halaman Papa! " sahut Papa lagi dengan wajah serius.
"Ya Allah Pa, itu terlalu berlebihan! Lagi pula cucu Papa gak cuma anak Amay sama Abang Iz aja! Kan ada cucu Papa dari kakak Abang, Pa! " jawab Amay dengan wajah terkejut.
"Kamu gak perlu takut sayang, karena anak kakak-kakak kamu sudah mendapat kan dari Opa nya Maliq yaitu orang tua Mama. Dan ini sudah di ketahui mereka semua ketika pembagian perusahaan oleh Opa kamu Artasena! Dan semua kekayaan keluarga Barzakh memang di peruntukkan bagi penerus laki-laki keturunan mereka. Maka dari itu Mama dan Papa dulu sangat antusias sekali menilai perempuan yang selama ini dekat dengan suami kamu! Ketika Mama ketemu kamu, Mama langsung berniat menjodohkan kamu dengan anak laki-laki Mama agar nanti cucu-cucu Mama penerus keluarga ini lahir dari perempuan yang baik-baik seperti kamu! " jawab Mama Lia panjang lebar.
"Ya Allah Mama, Amay jadi terharu! Padahal Amay anak yang tidak tahu siapa orang tua kandung nya! Apa Mama Papa dan keluarga besar ini tidak malu jika penerus keturunan keluarga ini lahir dari ibu yang tidak jelas asal usul nya ini? " ucap Amay rendah diri dengan menangis lirih.
"Astaghfirullah hal adzim sayang! Kamu bukan tidak punya asal usul! Dan kamu punya orang tua kandung! Hanya saja kita tidak tahu apa yang terjadi dengan mereka dahulu itu sehingga membuat mu berpisah dari mereka. Dan Mama sangat yakin jika orang tua kandung kamu sangat mencintai dan menyayangimu, nak! InsyaAllah pasti kalian akan di pertemukan Allah secepatnya! " sahut Mama Lia memeluk Amay menguatkan Amay agar tidak berprasangka buruk terhadap orang tua kandung nya.
"Iya sayang! Apa yang di katakan Mama itu benar, dan kalau pun kamu tidak juga menemukan orang tua kandung mu, Abang tidak perduli dan tidak akan pernah meninggalkanmu hanya karena masalah ini! " jawab Izam dengan sungguh-sungguh.
"Papa juga setuju dengan Mama kamu dan suamimu, Nak! Bagi kami asalkan kau yang menjadi istrinya Maliq, kami tidak perduli dengan apapun lagi walaupun seluruh dunia ini nanti menghujatmu! " sahut Papa Idris ikut bicara.
"Terimakasih Abang, Mama, Papa! Amay beruntung di kelilingi keluarga baru yang menyayangi Amay seperti kalian! " jawab Amay sambil menghapus air matanya.
"Oma, Opa? Lama banget sih! Katanya mau masakin nanaz nasi goreng seafood?? Nanaz laper nih! " teriak Syahnaz dengan kencang sehingga menghentikan pembicaraan mereka.
"Iya... Iya... Oma mau ke dapur sekarang! " jawab Mama Lia langsung berjalan ke arah belakang.
Bersambung...
__ADS_1
Maaf karena othor sangat sibuk di real life jadi sangat sulit membagi waktu untuk menuangkan ide menulis yang terkadang idenya mentok karena kelelahan. Sehingga untuk sekedar menulis sebentar saja sangat susah dan membutuhkan waktu dan tempat yang agak tenang agar idenya muncul kembali.
Selamat membaca dan selamat beristirahat readers semuanya... Semoga hari kalian menyenangkan 💕😍..