
"Huek.... Huek.... Huek.... " Izam yang baru bangun tidur tiba-tiba merasa mual ketika tanpa sengaja mencium aroma sabun mandi yang membuat dari tubuh istrinya. Padahal selama ini wangi itu adalah wangi yang paling ia sukai dari istrinya itu.
Amay yang hendak shalat subuh di buat heran dengan suaminya yang langsung berlari ke kamar mandi ketika ia mendekat dan Muntah-muntah di kamar mandi.
"Abang kenapa ya? Kok langsung muntah-muntah begitu aku dekati? Apa aku bau? Tapi, aku kan baru aja habis mandi? " ucap Amay heran sambil menciumi tubuhnya sendiri kalau-kalau tercium bau yang tidak enak.
"Tuh kan, gak bau! Malahan wangi banget! " ucapnya lagi dengan yakin.
Izam keluar dari kamar mandi dengan wajah pucat pasi dan ia langsung terbaring di tempat tidur lagi.
"Kok Abang malah tiduran! Gak sholat di masjid? " tanya Amay semakin heran.
"Kayaknya Abang lagi gak kuat kalau sholat di masjid, sayang! Badan Abang lemes banget, muntahnya banyak banget! " jawab Izam dengan suara lemah.
"Ya udah, Abang ambil wudhu aja dulu sana! Abis itu langsung sholat, ntar keburu habis waktu nya! " sahut Amay lagi sambil membentangkan sajadah.
Amay pun sholat subuh dan Izam bangkit dari tempat tidur dengan lesu menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu.
Izam sholat subuh ketika Amay sedang murottal Alquran setelah selesai sholat. Selesai sholat, Izam kembali merebahkan diri di atas tempat tidur sambil memeluk guling dan memejamkan mata.
"Shodaqallahul adziim.... " ucap Amay selesai murottal Alquran.
Ia menaruh Alquran di tempatnya, lalu melipat mukena dan sajadah.
"Allahu Akbar, Abang!! Kok malah tidur lagi?? Tumben banget! Gak kayak biasanya ini! Aneh?? " ucap Amay geleng-geleng kepala melihat suaminya tidur kembali.
"Abang! Bang! Bangun Bang! Jangan tidur sehabis subuh! Nanti rezekinya seret, Bang! Emang Abang mau rezekinya di patok ayam?? Bangun Bang!! " Amay berusaha membangunkan suaminya dengan mengguncang tubuh Izam.
"Badan Abang lemes banget sayang?? Kayak gak ada tenaganya, kepala Abang juga pusing! Biarin aja ayam matokin rezeki Abang, itu pun kalau ayamnya doyan juga duit! "jawab Izam sekenanya.
"MasyaAllah, Abang!! Katanya lemas dan pusing, tapi masih bisa juga bercanda! " sahut Amay heran dengan sikap suaminya.
Ia pun berdiri di sisi Izam dan meraba kening Izam kemudian memijitnya agak pelan.
Karena posisi Amay begitu dekat atau lebih tepatnya berdempetan membuat aroma sabun di tubuh Amay semakin kuat tercium di hidung Izam, sehingga perut Izam kembali bergejolak hebat dan membuat Izam seketika terduduk dan bangkit dari tempat tidur berlari ke kamar mandi dengan menutup mulutnya.
Amay kaget melihat suaminya tiba-tiba bangkit dan berlari ke kamar mandi dengan menutup mulutnya dan ia pun mengikuti Izam ke kamar mandi.
"Huek..... Huek..... Huek.... " Terdengar suara Izam muntah-muntah di kamar mandi.
"Bang, Bang! Buka pintunya! Abang kenapa, Bang?? " ucap Amay mengetuk pintu kamar mandi dari luar.
"Ya Allah... Apa jangan-jangan suamiku sakit? Tapi badannya tidak demam, dan semalam baik-baik aja? " gumam Amay semakin heran dan bingung.
Pintu kamar mandi akhirnya terbuka, Izam keluar dengan wajah pucat. Ketika Amay hendak mendekat, Izam pun langsung menutup kembali mulutnya sehingga Amay menghentikan langkah nya.
"Maaf sayang, jangan tersinggung! Entah kenapa wangi strawberry di tubuhmu membuat perut Abang mual-mual! Semua isi perut Abang sudah terkuras habis! Kepala Abang juga pusing! " keluh Izam dengan wajah pucat dan mata yang menatap Amay dengan begitu menyesal.
"Kok bisa Bang! Bukannya Abang suka banget ya sama wangi strawberry?? Kenapa sekarang tiba-tiba berubah?? " tanya Amay dengan heran dan agak sedikit sedih.
"Maaf kan Abang, sayang! Abang juga gak tahu! " jawab Izam dengan wajah benar-benar tidak tahu.
"Ya udah, kalau gitu Abang istirahat gih! Amay mau bikinin Abang teh hangat, biar mual nya agak berkurang! " ucap Amay dengan pasrah.
__ADS_1
"Iya sayang! Oh ya, tehnya pakai gula merah ya? Sama sedikit perasan jeruk nipis! " jawab Izam sambil berteriak memesan teh yang ia inginkan.
Entah kenapa tiba-tiba saja di pikirannya ia begitu menginginkan teh dengan gula merah dan sedikit perasan jeruk nipis yang membuat ia ngiler ingin meminumnya.
"Ya Allah, teh macam apa pakai gula merah dan perasan jeruk nipis?? Gimana rasanya?? Kenapa hari ini Abang kelihatan sangat aneh sekali?? Lebih baik nanti aku telpon Mama aja ah tanyain kenapa Abang jadi aneh begini! " gumam Amay ketika sedang memanaskan air di kompor.
Amay pun membuat teh sesuai pesanan suaminya dengan tidak terlalu panas sehingga tidak membutuhkan waktu lama untuk meminumnya. Ia lalu membawa teh tersebut ke dalam kamar dan menaruhnya di atas meja kecil di samping tempat tidur.
"Bang, Bangun! Itu teh pesanan Abang! Nanti keburu dingin! Amay mau beres-beres dulu! " ucap Amay menggoncang kaki suaminya karena ia tidak ingin Izam mual-mual lagi jika ia terlalu dekat.
Izam duduk dan setelah memastikan suaminya sudah bangun, Amay pun keluar dari kamar kembali ke dapur untuk melakukan tugasnya setiap pagi yaitu mencuci pakaian dan membuatkan sarapan.
Sedangkan Izam, ia meminum teh pesanannya dengan begitu nikmat seolah-olah itu adalah minuman terlezat yang pernah ada.
Setelah minumannya habis, ia kembali melanjutkan kegiatannya yaitu molor di tempat tidur.
Amay sudah selesai menyelesaikan pekerjaan rumahnya dan kembali ke kamar melihat keadaan suaminya.
"Subhanallah, masih tidur rupanya! Ckckck, ini tidak bisa di biarin! Abang benar-benar sangat aneh! Aku harus segera telepon Mama! " ucap Amay geleng-geleng kepala.
Ia lalu meraih ponsel nya yang tergeletak di atas meja riasnya dan berjalan keluar kamar menuju ruang santai menelpon Mama Lia.
"Hallo, assalamualaikum, Ma?? "
"Waalaikumsalam, sayang?? Gimana kabar kamu?? "
"Alhamdulillah Amay sehat Mama, yang gak sehat itu Abang! "
"Kenapa lagi dengan itu anak?? Tumben banget dia sakit!! Padahal dari kecil dia yang paling jarang sakit, bisa di hitung dengan jari berapa kali itu anak sakit! "
"Apa??? Alhamdulillah ya Allah... "
"Loh, kenapa Mama mengucap syukur?? "
"Ini adalah kabar gembira! Kamu gak usah pikirin yang macam-macam sayang! Jaga diri kamu ya, Nak! Secepatnya Mama sama Papa akan ke rumah kalian! Tunggu Mama! Assalamualaikum... "
"Waalaikumsalam... "
Amay menutup panggilan telepon nya dengan raut wajah yang semakin bingung.
"Kenapa Mama malah keliatan girang banget ya waktu aku ceritakan tentang keadaan Abang?? Aneh banget! Malah aku yang di wanti-wanti jaga diri! Ah, tau ah! Bikin pusing dan bingung aja! Mendingan aku sarapan, udah lapar banget! " ucap Amay yang langsung masa bodo karena bingung memikirkan keanehan suami dan mertuanya.
Ia pun memakan nasi goreng seafood yang ia bikin sampai menghabiskan dua piring.
"Uuuggghhh.... Alhamdulillah, kenyang!! " ucap Amay sambil bersendawa.
"MasyaAllah, ternyata aku makan sampai dua piring! Nanti Abang sarapan apa ya?? Ah, sudahlah! Siapa tahu nanti Abang request lagi mau makan apa! " kata Amay lagi berbicara sendiri.
Setelah makan Amay duduk santai di depan televisi sambil menonton film kartun hingga tertawa terbahak-bahak.
Tepat jam 9 pagi, terdengar suara ketukan pintu dari luar.
"Itu pasti Mama Papa ! " ucap Amay sambil berdiri dan berjalan ke depan untuk membukakan pintu.
__ADS_1
Memang benar yang Amay ucapkan, Mama Papa mertuanya lah yang datang dan langsung memeluknya dengan erat dengan senyuman yang tidak lepas dari wajah mereka berdua.
"Assalamualaikum, sayang! Mama sama Papa bahagia banget dengan kabar ini?? " ucap Mama Lia dengan wajah sumringah.
"Waalaikumsalam, Ma, Pa! " jawab Amay dengan mencium tangan kedua mertuanya dengan takzim setelah mereka melepaskan pelukan mereka.
"Jadi, Mama sama Papa bahagia dengan Abang sakit?? " tanya Amay dengan heran.
"Ha.... Ha... Ha.... Bukan itu sayang! Susah kalau Mama yang jelasinnya! Ayo kita ke kamar kalian, Mama mau bangunkan anak nakal itu! Sekalian kamu bersiap-siap karena kita akan ke rumah sakit! Papa udah bikin janji dengan anak temannya untuk memeriksa kamu! " ucap Mama Lia dengan penuh semangat.
"Tapi Ma, kan yang sakit Abang?? Bukan Amay!! " jawab Amay agak keberatan untuk di periksa ke rumah sakit.
"Udah, kamu nurut aja ucapan Mama! Nanti kamu juga tahu sendiri! Ayok buruan! " ucap Mama Lia lagi dengan menarik tangan Amay ke dalam kamar mereka.
Amay mengganti pakaiannya di kamar mandi, sedangkan Mama Lia membangunkan izam dengan memercikkan air di wajah Izam yang langsung membuat Izam terduduk dengan wajah gelagapan.
"Hujan... Hujan... Hujan.... " teriak Izam sambil mengusap wajahnya dan membuka mata.
"Iya hujan!! " ucap Mama Lia dengan mata melotot.
"Astaga Mama??? Ngapain Mama di sini?? Di kamar Maliq lagi?? " jawab Izam dengan sangat terkejut.
"Gak usah banyak tanya! Buruan sana mandi!! Kalau gak, nanti Amay Mama bawa pulang ke rumah utama! " perintah Mama Lia sambil mengancam Izam.
"Iya Ma, iya!! Bawel banget sih emak-emak satu itu! " gerutu Izam dengan bibir manyum.
"Mama dengar ya, Liq! " jawab Mama dengan keras.
"Astaghfirullah Mama!! Masih belum keluar juga!! " ucap Izam dengan mengurut dada.
"Udah buruan mandi! Gak usah banyak cincong! Mama tunggu di depan! " sahut Mama Lia dengan menutup pintu kamar.
"Ayo Abang, mandi! Amay udah selesai! " ucap Amay ketika keluar dari kamar mandi.
"Subhanallah... Kamu cantik banget sayang!! Emangnya kita mau kemana sih?? " puji Izam sambil bertanya kepada istrinya.
"Kata Mama tadi sih ke rumah sakit! " jawab Amay jujur.
"Hah... Ke rumah sakit??? Emang siapa yang sakit?? " tanya Izam lagi dengan wajah kaget dan bingung.
"Ya Abang lah!! Emang nya siapa lagi! Kan tadi subuh Abang mual-mual, terus Abang bilang kepala pusing! Jangan berlagak lupa deh Bang?? " jawab Amay dengan memutar bola mata nya🙄.
"Ya Allah, Abang gak lupa sayang!! Memang benar subuh tadi Abang mual-mual dan pusing! Tapi sekarang kan udah gak lagi, masa tetap mau ke rumah sakit sih! " ucap Izam lagi berusaha menolak.
"Udah ah Bang! Buruan mandi, nanti keburu Mama datang lagi ke sini dan Abang di marahi lagi! Emang Abang mau?? " jawab Amay dengan malas meladeni suaminya yang selalu aja bisa menjawab apa yang ia katakan.
"Iya, iya... Abang mandi... " ucap Izam dengan wajah cemberut.
Bersambung...
Selamat membaca dan selamat beristirahat readers semuanya..
Maaf hanya segini karena kalau agak banyak review nya lama banget, bisa berjam-jam lamanya, bahkan sering sampai seharian..
__ADS_1
Happy nice dream 😴😴😴...