Bidadari Surga Untuk Penjual Kebab Yang Tajir

Bidadari Surga Untuk Penjual Kebab Yang Tajir
Bergerak diam-diam...


__ADS_3

Mereka semua larut dalam euforia kebahagiaan yang mana membuat Dokter Nadia dan Suster Anis ikut tersenyum dengan kebahagiaan pasiennya.


Suster Anis kemudian mengelap perut Amay yang masih ada gel nya dengan tisu hingga bersih, kemudian menutup kembali perut Amay dan membantunya duduk.


Izam lalu mengangkat Amay untuk turun dan memapah Amay berjalan menuju kursi kemudian mendudukkan nya.


"Kenapa sih Abang papah Amay kayak orang sakit aja? Amay kan masih bisa jalan sendiri? Lagian Amay kan gak sakit! " sungut Amay dengan berwajah masam.


"Abang kan gak mau kamu kenapa-napa, sayang? Apa lagi ada tiga kecambah Abang yang Amay bawa di sini! " jawab Izam tidak mau kalah.


"Amay tahu Abang?? Tapi gak perlu berlebihan gitu juga kali?? Ini udah kayak orang sakit yang gak bisa jalan aja Abang bikin! Lagipula juga mereka kan juga masih kecil banget, gak bikin Amay susah dan kepayahan! " ucap Amay dengan gemes sama suaminya.


Dokter Nadia terkekeh geli dengan kekesalan Amay kepada suaminya.


"Silahkan Ibu Amay dan Bapak duduk di hadapan saya! Banyak yang akan saya jelaskan kepada calon orang tua seperti kalian berdua! " ucap Dokter Nadia dengan tersenyum ramah.


Amay dan Izam mengangguk dengan penuh semangat duduk di hadapan Dokter Nadia siap mendengarkan apa yang akan dikatakan Dokter Nadia.


"Selamat untuk Bapak dan Ibu berdua atas kehamilan Ibu Amay! Suatu anugrah yang sangat di dambakan pasangan suami istri yang sudah berumah tangga. Saya harap Bapak dan Ibu meluapkan kegembiraan dengan sekedarnya saja, bukan maksud saya mau menggurui. Karena sesuatu yang berlebihan itu sangat lah tidak baik, karena bisa saja ada orang yang iri dengan kebahagiaan kita jika kita mengungkapkan nya terlalu berlebihan. Di luaran sana banyak sekali pasangan suami istri yang masih berusaha dan berjuang agar memperoleh keturunan. " ucap Dokter Nadia dengan bijak.


"Terimakasih Dokter atas nasihatnya, InsyaAllah kami akan melakukan seperti yang Dokter katakan! " jawab Amay dengan sungguh-sungguh.


"Benar kata istri saya, Dokter! " Izam ikut menimpali ucapan Amay.


"Baiklah Bapak Ibu, karena kehamilan Ibu Amay baru berusia 6 minggu. Jadi masih sangat rentan dan harus di jaga dengan baik! Ibu Amay masih bisa beraktivitas seperti biasanya asalkan jangan sampai kecapean dan kelelahan. Tidak mengangkat yang berat-berat dan hindari benturan di perut. Jangan terlalu sering meminum kopi karena itu sangat tidak bagus untuk janin, jangan makan makanan yang belum matang atau yang mentah, dan jangan merokok dan minuman beralkohol. Ibu hamil juga di larang mengkonsumsi sayuran yang pahit-pahit dan juga makan sayuran lalapan yang mentah juga di larang. Ibu harus banyak makan sayuran hijau seperti bayam yang mempunyai kadar asam folat yang tinggi, sangat bagus untuk pertumbuhan janin. Konsumsi buah alpokat karena juga mengandung asam folat sama seperti sayur bayam. Minum yogurt dan jangan lupa minum susu Ibu hamil. Vitamin yang saya resep kan jangan lupa di habiskan, dan setiap satu bulan sekali Ibu dan Bapak wajib memeriksa kehamilan secara rutin ke rumah sakit atau ke bidan yang Ibu Bapak mau. Apakah masih ada yang ingin Bapak Ibu tanyakan?? " sahut Dokter Nadia panjang lebar sembari bertanya kembali kepada pasangan suami istri yang ada di hadapannya.


"Dok, kalau aktivitas malam masih boleh gak, Dok?? " tanya Izam tanpa tahu malu.


"Apaan sih Abang nanya begituan?? Bikin malu aja! " sungut Amay dengan wajah memerah karena malu.


"Tidak apa-apa, Ibu Amay! Hal yang lumrah juga pertanyaan ini? Karena kandungan Ibu Amay sehat, aktivitas malam nya boleh di lakukan tetapi jangan setiap hari dan harus pelan-pelan agar tidak mengguncang janinnya. Kalau bisa lakukan tiga hari dalam seminggu. Tapi kalau Bapak nya takut janin nya kenapa-napa, Bapak bisa menunggu sampai usia kandungan Ibu nya umur tiga bulan. Karena pada umur tiga bulan janin aman jika sedikit ada goncangan dari aktivitas hubungan suami istri. " jawab Dokter Nadia dengan tersenyum ramah.


"Tuh kan sayang?? Dokter aja gak masalah! Terimakasih Dok, atas ilmu yang di berikan. Saya akan menjadikan Dokter sebagai Dokter kandungan untuk istri saya! Saya tidak mau Dokter yang lain, saya hanya ingin Dokter lah yang menangani kehamilan istri saya sampai nanti ketika istri saya melahirkan. " ucap Izam dengan wajah serius.


"Subhanallah... Terimakasih banyak Pak, atas kepercayaannya kepada saya. InsyaAllah saya akan menangani kehamilan Ibu Amay sampai beliau nanti melahirkan. Ini nomor ponsel pribadi saya, jika ada yang ingin di tanyakan atau ada sesuatu yang genting keadaannya, Bapak atau Ibu bisa langsung menghubungi saya di nomor ini! " jawab Dokter Nadia dengan wajah sumringah sambil memberikan kertas yang berisi nomor ponselnya kepada Izam.


"Ya Allah... Terimakasih banyak Dokter! " ucap Amay dengan tersenyum bahagia.


"Sama-sama Ibu! Ini resep vitamin penambah darah dan penguat kandungan serta vitamin asam folat yang harus di tebus di apotek ya, Bu! Di minum sesuai yang saya tuliskan dan banyak-banyak makan makanan yang bergizi ya Bu, serta hindari stres karena jika Ibu nya stres maka janinnya juga ikut stres. Apa pun perasaan yang Ibu rasakan, juga di rasakan oleh janin yang Ibu kandung, karena ikatan seorang Ibu dengan janin yang ia kandung itu sangat erat. Jadi, semaksimal mungkin jaga perasaan ibunya ya Pak? Karena Ibu hamil itu perasaan nya sangat sensitif sekali, yang biasa lembut jadi suka marah-marah, yang tadinya suka marah-marah bisa menjadi sangat lembut. " jawab Dokter Nadia lagi sambil tersenyum kepada Izam.


"Wah, ilmu baru itu Dok! Akan saya ingat Dok! " ucap Izam dengan penuh semangat.


"Halah, awas aja kalau kamu nanti bikin menantu Mama sedih! " ancam Mama Lia dengan tajam kepada Izam.


"Kalau begitu, kami permisi dulu Dokter! Terimakasih atas waktunya! " ucap Papa Idris langsung berdiri dari duduknya.


"Iya Pak, sama-sama! " jawab Dokter Nadia dengan ramah.


Mama Lia dan Amay menjabat tangan Dokter Nadia dan Suster Anis sebelum mereka keluar dari ruang praktek Dokter Nadia.


Mereka berjalan menuju apotek untuk menebus vitamin yang di resep kan Dokter Nadia tadi. Setelah mendudukkan Amay di kursi tunggu, Izam dengan santainya melenggang ke apotek dan menyerahkan resep yang di berikan Dokter Nadia ke petugas apoteker.


Suster-suster yang melintas dan bahkan petugas apoteker bisik-bisik sambil senyum-senyum melihat Izam dengan santainya tegak berdiri sambil bersenandung kecil dengan melihat-lihat brosur yang ada di dinding apotek.

__ADS_1


Sekilas ia melihat para pengunjung yang lewat dan para suster selalu melihat ke arahnya dengan bisik-bisik, tapi Izam pura-pura tidak perduli karena ia tidak ingin mereka tahu jika ia sebenarnya merasa risih dan tidak nyaman dengan tatapan mereka padanya.


Taj lama kemudian terdengar apoteker memanggil nama istrinya dengan menyerahkan kantong plastik berisi obat dan vitamin untuk Amay.


"Terimakasih suster! " ucap Izam yang langsung saja pergi tanpa melihat di sekelilingnya lagi.


Dari jauh terdengar suara tawa mereka yang membuat Izam semakin bertambah gondok. Sesampainya ia di dekat Amay dan Mama Lia duduk, ia langsung menanyakan kembali kenapa mereka masih saja melihatnya sambil berbisik-bisik dan senyum-senyum.


"Sayang, Orang-orang itu kenapa sih ngeliatin Abang sampai segitu nya? Bikin Abang tambah semakin risih dan gak nyaman! " tanya Izam dengan kesal.


"Ya Allah ini anak !! Bukan nya tadi istrimu sudah bertanya apakah ada yang aneh dengan dirimu? Kau bilang tidak ada! Kenapa tanya lagi? " Mama Lia yang menjawab dengan wajah dongkol.


"Iya sih Ma, tapi tetap aja Izam merasa seperti kayak di jadikan lelucon oleh mereka! " jawab Izam kesal


"Sekarang Mama tanya lagi! Apa kau tidak merasa ada yang aneh dengan penampilan mu? " tanya Mama Lia dengan serius.


"Gak ada, biasa aja! " jawab Izam menggelengkan kepalanya.


"Kau sekarang pakai sepatu apa sandal? "


"Sepatu! "


"Pakai celana gak? "


"Ya pakai celana lah Ma, celana pendek! "


"Terus pakai baju gak? "


"Pakai Mama! Maliq pakai sweater! "


"Warnanya... Eh kok warna warni gini?? " jawab Izam dengan bingung.


"Nah, sekarang kamu tahu kan kenapa mereka dari tadi melihatmu senyum-senyum sambil bisik-bisik gitu?? " ucap Mama Lia dengan melipat tangannya di dada.


"He... He... Tau Ma! " jawab Izam dengan nyengir dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Seketika ia merasa malu datang ke rumah sakit dengan penampilan seperti itu. Tapi bukan Izam nama nya jika ia salah tingkah, ia langsung memasang kembali wajah cuek dan cool nya seolah-olah bodo amat sama penilaian orang dan bersikap tidak terjadi apa-apa.


"Ya Sudah, ayo kita pulang! Kasihan Amay, nanti dia kelelahan! " ucap Papa Idris dengan langsung berdiri.


Mama Lia dan Amay mengikuti langkah Papa Idris begitu juga dengan Izam yang mengekor di belakang Amay dan Mama Lia.


๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ


"Brak "


"Brak "


"Brak "


"Prang ! "


"Prang ! "

__ADS_1


Terdengar suara bantingan barang-barang dan pecahan kaca di sebuah ruangan yang tertutup tetapi suara dari dalam ruangan itu terdengar jelas sampai keluar sehingga membuat para pekerja yang bekerja mendengar nya dan terdengar bisik-bisik antara sesama pekerja.


"Brengsek! Sia-lan ! Kenapa bisa begini! Tidak ada seorang pun yang tahu dengan usaha yang aku sembunyikan selama ini! Sia-lan, Brengsek!! " ucap Seorang pria paruh baya yang melemparkan semua yang ada di atas mejanya sehingga ruangannya menjadi berantakan seperti habis di sapu badai tornado.


"Alek, saya ingin kau mencari tahu siapa yang menyebabkan polisi bisa mencium usaha ku di tempat ini! Pokoknya kau harus bisa menemukan pelakunya dan bawa dia ke hadapanku ! " perintah pria itu kepada seorang laki-laki muda yang berdiri di pojok ruangan nya.


"Baik Tuan Natanegara ! " jawab laki-laki muda itu mengangguk patuh.


Laki-laki muda itu segera keluar dari ruangan tersebut, sedangkan pria yang memerintahkan tadi duduk di kursi kebesaran nya sambil memijit kepala nya yang agak pusing. Tiba-tiba pintu terbuka dan tanpa bersuara seorang wanita cantik yang berpakaian minim dengan dandanan yang cukup tebal datang menghampiri pria paruh baya itu dengan langsung duduk di pangkuannya.


"Ada apa sayang?? Kenapa ruangan mu jadi di sapu badai seperti ini?? Apa yang terjadi hem?? " tanya wanita cantik tersebut dengan memainkan jemarinya di rahang pria itu.


"Wangi seperti biasanya! Seperti nya aku butuh santai sejenak agar pikiranku bisa berpikir lagi dengan jernih! Kau harus bertanggung jawab menyenangkan aku, cantik! " ucap pria paruh baya itu dengan melahap bibir merah menggoda wanita cantik itu dengan rakus.


Mereka saling bertukar saliva dengan brutal sehingga membuat wanita cantik tersebut mengeluarkan desahannya karena tangan pria paruh baya itu sudah dengan cepatnya masuk menyusup di dalam pakaiannya meremas bukit tinggi kembar miliknya.


"Kau harus memuaskan ku cantik! Aku butuh pelampiasan! " ucap pria paruh baya tersebut dengan suara serak menahan kabut gairahnya.


"Ih... Emangnya gak papa siang-siang begini kita gulat di sini? Nanti ada yang datang gimana?? Ah... Nakal! " jawab wanita cantik tersebut dengan nada manja sambil mendesah di kala pria paruh baya itu menanggalkan pakaian atas nya sehingga hanya terlihat bukit tinggi kembar yang sudah tidak ada penutup nya menantang kuda liar yang menatap bukit tinggi tersebut dengan tatapan lapar.


"Gampang, kita akan melakukannya di dalam! " jawab pria paruh baya dengan enteng dan tanpa ampun melahap bukit tinggi kembar tersebut dengan mulutnya yang mana membuat wanita cantik tersebut memekik kegelian.


Dengan sekali angkat, wanita cantik tersebut sudah berada di gendongan pria paruh baya dengan mulut pria itu tetap menempel, menghisap bukit tinggi kembar dan berjalan perlahan memasuki ruang pribadi yang ada di samping kanan meja kerja pria itu.


Kedua insan yang sudah di landa nafsu birahi itu melakukan hal yang seharusnya di lakukan pasangan suami istri di ruangan pribadi pria itu. Hal yang tidak pantas seharusnya dilakukan seorang pria yang sudah mendekati uzur dengan wanita yang sangat muda yang mungkin umurnya seusia anaknya. Terdengar nyaring suara pekikan ******* , erangan dari kedua nya yang memenuhi ruangan tersebut dan karena ruangan tersebut ada peredam suara sehingga suara-suara laknat itu tidak terdengar sampai keluar.


๐ŸŒพ๐ŸŒพ๐ŸŒพ


Sebuah mobil berhenti di sebuah jalan yang agak sepi kendaraan lewat. Hanya ada beberapa rumah warga dan sebuah warung kecil dengan di kelilingi kebun singkong. Seorang laki-laki muda yang mengenakan masker hitam keluar dari dalam mobil, menuju warung kecil tersebut dan langsung duduk di bangku yang tersedia di depan warung kecil itu.


Seorang wanita paruh baya yang bertubuh tinggi memakai hijab instan datang dan memberikan laki-laki muda tersebut secangkir teh, dan laki-laki itu menerimanya tanpa berkata apapun. Tanpa di ketahui siapa pun, laki-laki itu menyelipkan sebuah kertas di bawah cangkir teh itu dan meminumnya seperti tidak terjadi apa-apa.


Ia segera pergi setelah tehnya habis, dan wanita yang mempunyai warung itu mengambil teh tersebut dan dengan cepat memasukkan kertas yang di selipkan tadi ke dalam kantong dasternya.


"Tuan, ini pesan dari orang kita! " ucap wanita paruh baya itu menyerahkan kertas dari laki-laki yang datang tadi kepada seorang laki-laki yang duduk di balik rak-rak yang tidak terlihat jika dari luar.


..."*Kepada : Bos Besar...


......Target sudah masuk dalam perangkap! Mereka sedang bergerak mencari pelaku yang membuat mereka rugi ! Sekarang Merpati akan masuk mendekati target dan kirimkan orang untuk membuat tangan kanan target yang bernama Alek sibuk dan alihkan perhatian nya agar tidak mempunyai waktu menyelidiki Merpati. "......


^^^By : Gagak hitam*^^^


Setelah membaca isi kertas tersebut, laki-laki yang di dalam warung langsung membakar kertas tersebut hingga menjadi abu.


Ia lalu menelpon seseorang dengan wajah serius dengan ponsel nya.


"Laksanakan rencana selanjutnya! " ucapnya kepada seseorang yang ia hubungi.


Bersambung.


Selamat membaca dan selamat beristirahat readers semuanya...


Selamat hari kemerdekaan Republik Indonesia ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ yang ke 77, semoga negara kita semakin maju dan rakyatnya hidup sejahtera dan semoga barang-barang gak naik lagi harganya๐Ÿคญ๐Ÿคญ apa lagi bahan bakar minyak๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚..

__ADS_1


Semoga hari kalian menyenangkan ๐Ÿ’•๐Ÿ˜.. -


__ADS_2