Bidadari Surga Untuk Penjual Kebab Yang Tajir

Bidadari Surga Untuk Penjual Kebab Yang Tajir
Selalu berburuk sangka...


__ADS_3

Izam tampak terdiam sesaat mendengar pertanyaan yang di lontarkan Amay padanya. Izam sedang perang batin antara mau berkata jujur atau berbohong agar semuanya jelas dulu kebenarannya.


"Bang, jawab! Kenapa malah bengong sih! " desak Amay sembari mengibaskan jemarinya di depan wajah Izam.


"Iya nih! Mencurigakan banget kakak tengok! " sahut Ana ikutan memojokkan Izam.


"Udah deh mak Lampir, jangan jadi kompor mledug deh! Makan aja tuh sana nasinya! " jawab Izam setengah sewot.


"Sayang ku... Gak ada yang penting kok, hanya saja Pak lek minta pendapat kita-kita aja tentang sesuatu! Mendingan kamu makan aja dulu, nanti abang ceritakan lagi pembicaraan kami tadi. " jawab Izam mencoba untuk tidak berbohong kepada istrinya itu.


"Janji ya cerita.... " sahut Amay sambil mengunyah makanan nya.


"Iya janji... " jawab Izam lagi


"Cih, palingan juga janji palsu! " cibir Ana juga sambil makan.


"Nimbrung ae nih mak Lampir! " jawab Izam dengan mencubit gemes pipi kakaknya yang penuh dengan makanan.


Ana menendang bokong Izam karena ia hampir saja keselek akibat ulah adiknya itu.


Sesaat mereka bertiga terdiam karena Ana dan Amay sibuk dengan makanan mereka, sedangkan Izam sibuk dengan berbagai macam cara di otaknya untuk tidak mengatakan semua yang mereka bicarakan di ruang kerja Papa nya sebelum kebenarannya jelas terlihat. Ia berpikir keras bagaimana cara nya agar istrinya tidak bertanya kembali dengan apa yang mereka runding kan tadi.


Di saat ia baru punya ide baru, tiba-tiba saja sebuah pesan masuk dari Davin di ponselnya.


"Bro, Aulia baru saja ngasih kabar kalau kakak nya sudah mulai sadar dan kemungkinan nya akan dilakukan operasi yang kedua kalinya di rumah sakit jika kondisi nya semakin membaik selama seminggu ini! "


"Eh kupret! Sejak kapan elu sama Aulia saling chat kayak gini? Pakai ngasih kabar segala! Lagian juga si Aulia, bukan nya ngasih tau bini gue yang sahabatnya malah ngasih tau elo yang bukan siapa-siapa! "


"Woi pea.. ! Kita kan berangkat bareng ke Singapura waktu elo suruh gue ketemu Mr. Mohammed Zakir di sana! Lupa loe! Lagian kan kita juga duduknya dekatan, jadi ya gak ada salahnya tukaran no WA. Asal elo tau aja ya bahlul, udah dari semalam Aulia chat ke WA bini elo, tapi sama sekali gak masuk cuma centang satu! Lama-lama gue kepret juga loe! "

__ADS_1


"Wah, berani-beraninya loe ngatain gue! Gue kirim elo ke antartika baru nyahok loe! Ya sudah, elo cek sono keadaan hotel! Sudah beres apa belum persiapannya! Awas aja kalau besok gak sesuai dengan keinginan gue, gue kebiri nanti semua pegawai hotel! 😀😀"


"Iya iya.... Dasar bos gendeng! Bisanya marah-marah sama ngancam doang! 😩😩"


Izam langsung menutup ponselnya dengan tersenyum senang karena ia punya sesuatu yang akan ia ceritakan nanti kepada istrinya tanpa harus mengarang cerita bohong yang juga ia tidak tahu mau cerita apa.


Pintu kamar dibuka dari luar dan masuk Mama Lia dengan dua orang wanita yang berpakaian syar'i yang membawa sebuah tas dan koper warna hitam.


"Kamu kok disini! Sudah keluar sana! Oh ya sayang, ini Mama bawain MUA yang akan merias kamu nanti pada saat pengajian nanti! " ucap Mama Lia yang langsung menyuruh Izam keluar dari kamar.


"Kok di rias segala sih Ma? Kan kita cuma mau pengajian aja sebelum acara besok agar acara besok aman dan lancar! " protes Izam yang agak keberatan.


Amay hanya menganggukkan kepalanya membenarkan ucapan sang suami.


"Kita memang mau pengajian nanti, tapi kan menantu Mama harus tampak cantik dan bersinar dong dihadapan semua orang! Masa ia calon pengantin dan calon ibu terlihat kucel dan biasa-biasa aja! Mama gak mau kayak gitu! Dah, gak usah protes! Kamu tinggal terima beres aja! Ayo sayang kita ke kamar kamu aja, sekalian kamu mandi dulu bersih-bersih! " jawab Mama Lia sambil meraih tangan Amay dan membawanya keluar kamar.


"Oh ya Mbak-mbak semua nya! Kalian saya persilahkan untuk dandanin anak-anak saya aja dulu sebelum sangat ratu siap membersihkan diri! Ayo, kamu antar mbak-mbak nya ke kamar kakak kamu! " ucap Mama Lia lagi memberi perintah kepada Izam.


"Tuh Kak, Mama kakak tuh! Masa mau pengajian aja lebay banget pake panggil MUA segala! Mana aku juga lagi di suruh ngantar tuh MUA ke kamar kakak! Lagi pula aku agak gak rela aja gitu wajah cantik istri aku di lihatin orang banyak apalagi yang lihat laki-laki! " omel Izam dengan mulut komat kamit mengerutu kesal.


"Mama kakak Mama kamu juga dodol! Kamu kayak gak tahu sifat ibu negara aja! Presiden rumah kita aja gak bisa bantah, apa lagi kamu yang hanya rakyat jelata... Ha... Ha... Ha... " jawab Ana sambil tertawa terbahak-bahak.


"Sotoy.... " sahut Izam menoyor pelan kepala kakaknya sambil berlari keluar kamar takut di sleding kakaknya lagi.


🌾🌾🌾


Di sebuah rumah yang lumayan besar, seorang wanita paruh baya yang memakai jilbab sakaratulmaut berjalan setengah berlari masuk ke dalam rumah mencari suaminya.


"Abi..... Abi..... Abi..... " teriaknya dari luar hingga masuk kedalam rumah.

__ADS_1


"Abi..... Abi dimana?? Abi..... " teriaknya lagi sambil mencari kesemua penjuru rumah nya.


Ketika melihat pintu samping rumah terbuka, wanita tersebut tersenyum bahagia dan dari dalam tampak seorang pria paruh baya sedang duduk di sebuah bangku taman dengan memegang sebuah buku.


"Abi.... " panggil wanita tersebut dan laki-laki paruh baya itupun menoleh ke belakangnya.


"Ada apa Mi! " jawab laki-laki itu sambil membuka halaman buku yang ia pegang.


Wanita itu berjalan mendekat dan kemudian duduk di samping laki-laki yang ia panggil Abi tadi. Ia lalu menyodorkan sebuah undangan pernikahan yang berdesain sangat mewah dengan kertasnya yang harum jika di cium.


"Kenapa dengan undangan itu Mi? " tanya laki-laki itu dengan heran kepada istrinya.


"Abi kenal dengan yang mengundang ini? Disini tertulis resepsi pernikahan Idzam Maliq Barzakh dan Sumayyah... Acara nya besok pagi dan barusan di grup WA pengajian Umi ketua nya mengabarkan kalau grup pengajian kami di undang untuk acara pengajian di rumah yang ngadain resepsi ini Bi! Umi kesal banget karena mereka baru ngasih tau di grup WA beberapa menit yang lalu! Coba dari pagi, kan Umi bisa pergi ke salon mempersiapkan diri dandan yang cantik untuk ikut undangan grup pengajian kami! " adu wanita paruh baya tersebut dengan wajah cemberut.


"Abi kenal dekat sih enggak! Hanya saja perusahaan kita pernah menjalin kerja sama dengan anak perusahaan mereka yang di daerah Cikini itu! Lagi pula mau ikut pengajian kok pakai mau ke salon segala! Di sana kan ibu-ibu lainnya kan mau ngaji, bukan mau tebar pesona! Kalau pun gak pergi sekarang kan bisa pergi besok sama Abi! " jawab laki-laki paruh baya tersebut dengan heran melihat tingkah istrinya.


"Abi sih gak ngerti! Umi itu dandan agar terlihat cantik, kaya, dan berkelas! Siapa tahu di sana bisa ketemu Ibu-ibu tajir yang punya anak lajang cowok cewek yang bisa Umi jodohkan dengan anak kita Ahyar dan Anita, Abi! Abi sih gak pengertian banget dengan keinginan istrinya! Emangnya Abi gak mau anak-anak kita menikah, punya cucu! Umi bakalan berusaha mencari jodoh yang cocok dan sesuai dengan anak-anak kita sampai kapan pun itu! " ucap wanita tersebut dengan bibir mengerucut maju.


Yah, sepasang paruh baya tersebut adalah Haji Amir dan Istrinya Hajjah Marlena orang tua Anita dan Ahyar. Mereka juga mendapatkan undangan Izam yang memang sengaja di undang Davin ke acara pesta resepsi pernikahan Izam dan Amay karena Davin ingin membuat mereka menjilat ludahnya sendiri dan memberikan shock terapi untuk orang sombong seperti istri Haji Amir itu yang dulunya pernah menghina Izam miskin dan tidak punya masa depan untuk anaknya Anita.


"Terserah Umi lah! Dibilangin baik-baik selalu aja bantah! Capek Abi! " sahut Haji Amir yang sudah malas menanggapi omongan istrinya.


"Emang terserah Umi dong Bi... Oh ya Bi, ngomong-ngomong kenapa ya di undangannya gak ada foto pengantinnya gitu? Gak mungkin kan orang kaya, kelas atas gak punya foto prewedding gitu? Kalau gini kan kita gak bisa lihat pengantinnya itu cantik apa nggak, tampan apa nggak! Atau jangan-jangan mereka jelek lagi dan karena orang tuanya kaya aja bisa pesta begini mewahnya! Ini malah cuma gambar kartun gak jelas kayak gini lagi! Untung aja mereka kaya raya, kalau gak ogah rasanya pergi ke pesta yang mungkin aja pengantinnya jelek! " omel Hajjah Marlena menghina undangan Izam dan Amay.


"Astaghfirullah hal adzim Umi.... Istighfar Umi.... Heran bener Abi sama Umi! Suka sekali menjelek-jelekkan orang lain yang orang nya aja kita tidak kenal! Terserah mereka lah mau pasang foto mereka di undangan itu apa tidak karena itu hak mereka! Kita yang di undang hanya berkewajiban datang jika mau datang memenuhi undangan itu, dan kalau pun tidak ya jangan berburuk sangka begitu! Heran Abi dengan Umi, berkali-kali di ingatkan masih saja keluar sifat jelek yang selalu suudzon dengan orang lain! Dah lah Abi mau masuk lagi! Capek ngomong sama Umi yang gak pernah di dengerin! Masuk telinga kanan keluar telinga kiri, gak ada yang nyangkut sedikit pun di pikiran Umi itu! " tegur Haji Amir dengan tampak kesal dengan sifat istrinya.


Bersambung...


Selamat membaca dan selamat beraktivitas readers semua nya...

__ADS_1


Semoga hari kalian menyenangkan πŸ’•πŸ˜...


Mudah-mudahan selalu istiqomah untuk Up setiap hari seperti dulu....


__ADS_2