
Amay melakukan treatment kecantikan wajahnya selama satu jam dengan Miss Yola. Ia membutuhkan waktu hampir tiga jam melakukan perawatan pada tubuh dan wajah nya hingga hasilnya benar-benar amazing.
"Hah... Tubuhku segar dan rileks banget! Ternyata menjadi seorang Ibu itu sangat tidak mudah, mudah-mudahan aku selalu bisa menjadi ibu yang di banggakan anak-anak ku nanti! Terimakasih ya Allah.. Aku di kelilingi keluarga yang sangat mendukung dan mensupport ku! Ya Allah.. Kuatkan lah semua Ibu-ibu di luaran sana yang berjuang dalam merawat, mengasuh dan membesarkan anak-anak nya seorang diri.. Jadikan lah mereka Ibu-ibu yang sukses dan selalu berpikiran positif dengan lingkungan sekitar mereka.. Aamiin.. " ucap Amay penuh rasa syukur pada pemberi kehidupan.
Amay pun membayar biaya perawatan nya di kasir sebelum ia memutuskan untuk pulang ke rumah.
"Telpon Mama dulu ah.. Jadi penasaran gimana keadaan anak-anak terutama si Maggie selama aku tinggal tadi! " gumam Amay sembari merogoh tas nya untuk mengambil ponsel.
Ia pun mengutak-atik ponselnya dan menekan nomor panggilan Mama mertua nya. Terdengar bunyi dering dari seberang sana yang menandakan jika panggilan tersebut tidak di jawab oleh yang bersangkutan.
"Kok gak di angkat! Apa Maggie rewel lagi ya? " ucap Amay lirih seraya melihat layar ponsel nya.
Ia kembali menekan tombol panggilan nama Mama mertua nya dan masih terdengar suara nada yang tersambung dan saat ia hendak memutuskan panggilan, telpon tersebut terjawab oleh yang bersangkutan.
"Halo Assalamu'alaikum May?? " jawab Mama Lia dari sana.
"Waalaikumsalam Ma.. ! Gimana anak-anak Ma? Maggie rewel lagi ya? " tanya Amay dengan nada khawatir.
"Si kembar baik-baik aja May! Tuh lagi main di karpet bersama suster nya! Maggie juga gak rewel kok! Tadi cuma menangis sebentar karena lapar dan tenang lagi saat Mama kasih Asip nya! Maggie juga lagi duduk santai di bouncer nya sama Papa kamu ! " jawab Mama Lia dari seberang sana.
"Alhamdulillah kalau gitu Ma! Amay takut aja Mama kerepotan kalau si Maggie rewel lagi dan gak mau sama orang! " sahut Amay dengan nada lega.
"Udah... Santai aja! Kamu gak usah mikirin si kembar dulu hari ini! Fokus aja untuk healing sejenak beberapa jam ! Si kembar aman kok sama Mama dan Papa! Kamu lanjut aja perawatan nya mumpung si kembar anteng ! " ucap Mama Lia lagi.
"Tapi Ma... "
"Udah... Mendingan kamu lanjut aja sana! Bye.. Assalamu'alaikum.. ! Tut... Tut... Tut... " sambungan telepon pun terputus dari pihak sana.
"Waalaikumsalam... " jawab Amay pelan walaupun panggilan telepon nya sudah terputus.
Ia pun memasukkan kembali ponselnya ke dalam tas, lalu berjalan menuju parkiran dimana sopir sudah menunggunya di dalam mobil.
"Mama nyuruh aku lanjut lagi.. Tapi aku udah malas mau pergi lagi! Lagian mau kemana sendirian begini! Aha... Aku ke kantor Abang aja ah! Dari pada keluyuran gak jelas banget! Mudah-mudahan Abang lagi gak sibuk di kantor! " gumam Amay sambil berjalan ke arah mobil.
Ia lalu masuk ke dalam mobil yang ternyata sudah siap jalan.
__ADS_1
"Langsung pulang kita Non? " tanya Pak Mat.
"Ke kantor Abang aja Pak! Saya malas jalan ke Mall sendirian gini! " jawab Amay ramah.
"Oke Non! " ucap Pak Mat mengangguk paham.
Pak Mat pun langsung menjalankan mobil keluar dari parkiran salon menuju arah kantor Izam yang jarak tempuhnya hanya 20 menit dari salon tersebut.
Akhirnya mereka pun sampai di depan pintu masuk perusahaan tempat Izam mencari nafkah.
"Pak Mat silahkan pulang aja ya? Nanti saya sama Abang aja pulangnya, atau nanti kalau Abang lembur saya pulang sendiri aja naik taksi! " ucap Amay saat melepaskan seatbelt nya.
"Tapi Non, saya gak tenang kalau Non Amay nanti pulang naik Taksi! Gimana kalau saya tunggu Non Amay aja di parkiran? " jawab Pak Mat agak keberatan.
"Aduh.. Gak usah deh Pak! Ntar malah kelamaan lagi kalau Pak Mat tungguin saya! Karena saya gak tau lama atau sebentar saya di sini! " tolak Amay dengan lembut.
"Kalau gitu, gimana kalau nanti Non Amay mau pulang, Non telpon saya! Biar saya yang jemput Non! Nyonya pasti gak mau Non Amay pulang sendiri naik taksi! " tawar Pak Mat dengan solusinya.
"Ya udah deh kalau mau nya Pak Mat gitu! Nanti saya telpon Pak Mat kalau udah mau pulang! Sekarang Pak Mat silakan pulang dulu! Saya masuk dulu ya Pak! Assalamu'alaikum! " jawab Amay menyerah dan pamit masuk ke dalam kantor suaminya.
Ia memasuki lobi kantor tersebut dengan langkah ringan dan senyuman yang lebar di wajah cantiknya.
"Mudah-mudahan aja Abang gak terlalu sibuk dan aku gak ganggu dengan datang ke sini! " gumam Amay sembari senyum-senyum sendiri.
Ting
Pintu lift terbuka dan Amay keluar dengan langkah yang pelan. Ia langsung di sambut dengan sapaan para staf sekretaris dan Asisten pribadi suaminya selain Davin.
"Siang Bu Amay! Mau ketemu Pak Idzam? " sapa Ali dan Elya serta beberapa rekan Elya sebagai sekretaris suaminya.
"Hehehehe.. Iya! Abang sibuk banget ya di dalam? " jawab Amay tersipu malu sembari bertanya juga.
"Gak terlalu kok Bu! Soalnya kami baru saja selesai meeting beberapa menit yang lalu! Mungkin sekarang Bapak lagi memeriksa berkas aja di dalam! " jawab Ali dengan ramah.
"Oh gitu... ! Makasih ya! Saya masuk dulu! " ucap Amay mengerti.
__ADS_1
"Iya Bu, silakan! " jawab mereka barengan mempersilahkan Amay menemui suaminya.
Amay berjalan menuju pintu ruangan suaminya dan mengetuk pintu. Terdengar suara dari dalam yang mempersilakan nya untuk masuk.
"Ada apa Li.. ?? " tanya Izam tanpa melihat siapa yang datang dan fokus dengan berkas di depan nya.
Amay terkekeh geli melihat suaminya yang tengah serius dalam bekerja dan berjalan pelan mendekati suaminya dengan menyentuh pelan bahu suaminya dengan lembut.
"Astaghfirullah hal azim... Loh sayang??? Kok kamu ada di sini?? " ucap Izam kaget dengan sentuhan tangan di bahunya dan kaget melihat sang istri lah yang ternyata menyentuhnya.
"Hehehe... Abang kaget ya?? Maaf kalau aku gangguin Abang! " sahut Amay dengan terkekeh pelan.
Izam langsung menarik tangan Amay dan membuat Amay terduduk di pangkuan nya. Ia memeluk tubuh istrinya yang menjadi penyemangat nya dalam bekerja.
"Bau kamu beda yank! Makanya aku gak ngeh karena wangi mu gak kayak biasanya! " ucap Izam pelan sembari menghirup aroma tubuh sang istri.
"Aku habis dari salon Abang! Mama nyuruh aku untuk istirahat sejenak memanjakan diri di salon! Mama kasihan lihat aku kayak zombie karena ngurus Maggie yang rewel! Makanya wangi ku agak beda karena parfum nya juga beda! Aku sengaja pengen wangi yang beda dari biasanya! " sahut Amay dengan mengusap lembut punggung tangan sang suami yang memeluk erat tubuhnya.
"Maaf kan Abang ya yank! Karena kesibukan Abang hingga lembur dan pulang larut malam gak bisa bantu kamu menjaga anak-anak kita! " ucap Izam dengan nada sendu di telinga istri nya.
"Kenapa Abang minta maaf??? Abang gak salah kok! Toh di antara kita Abang lah yang paling capek karena dari pagi sampai malam hanya duduk bekerja dan hanya bisa istirahat kalau makan dan sholat aja! Justru aku yang minta maaf sama Abang karena gak sempat mengurus kebutuhan Abang selama beberapa hari ini! " jawab Amay dengan memutar tubuhnya menjadi menyamping dan mereka saling berhadapan satu sama lain.
"Kamu juga gak perlu minta maaf sayang! Abang gak masalah menyiapkan keperluan Abang sendiri! Malahan Abang kasihan sama kamu yang tampak lelah dan kurang tidur karena menjaga anak kita! Abang mencintai mu May! Dahulu, sekarang, nanti dan selamanya! " ucap Izam dengan mengusap lembut pipi mulus sang istri.
Ia mendekatkan bibirnya pada bibir Amay dan terjadilah luma tan lembut antara bibir mereka berdua dengan Amay memeluk erat leher suaminya. Mereka saling melu Mat, meng hisap dan bertukar saliva hingga akhir salah satu mengakhiri karena hampir kehabisan napas.
"Yank... ! Abang kepengen!! " ucap Izam dengan suara serak seraya membelai bibir ranum istri nya.
"Tapi ini di kantor Bang! " jawab Amay agak ragu.
"Kita ke kamar pribadi Abang aja Yank! Abang merindukan mu sayang! Abang tidak tahan lagi! " ucap Izam dengan langsung menggendong istri nya berjalan menuju sebuah pintu yang ternyata sebuah kamar pribadi untuk Izam beristirahat kalau ia lembur.
Amay memeluk erat leher suaminya saat di gendong memasuki kamar tersebut. Ia memang sengaja datang kekantor suaminya karena selama Maggie rewel dan Izam lembur, ia libur memberikan jatah anaconda sang suami.
"Abang mulai ya yank! " ucap Izam dengan pandangan mata yang berkabut gairah.
__ADS_1
"Silahkan suami ku sayang! " jawab Amay dengan tersenyum lebar.
Bersambung...