
Sepanjang perjalanan Amay tidak henti-hentinya bertanya kepada suaminya tentang bagaimana lingkungan mereka akan tinggal, dan apakah orang-orang di sana baik atau tidak. Ia sedikit was-was karena takut salah langkah dalam bergaul dengan orang-orang yang tinggal di sekeliling mereka nantinya.
"Jangan mengkhawatirkan semua itu sayang? Jadilah dirimu sendiri, karena kita hidup bukan untuk mendengar kan omongan orang. Selama kita hidup, mau susah ataupun senang pasti selalu di komentarin orang-orang yang tidak bisa kita tutup mulut mereka. Yang kita lakukan hanya menutup telinga kita dan anggap saja kita tidak mendengar apa-apa. " ucap Izam dengan bijak.
"Amay ngerti Bang! Mudah-mudahan kita mempunyai tetangga yang baik ya, Bang! " sahut Amay dengan penuh harap.
"Aamiin... InsyaAllah sayang! " jawab Izam mengaminkan doa istrinya.
Tiga jam berlalu dengan tidak terasa, mereka akhirnya sampai juga di kota Jakarta. Mereka langsung mengantar Aulia ke rumah sakit tempat Kakak sepupunya di rawat.
"Maaf ya Aul, aku sama Abang hanya bisa mengantar sampai di sini! InsyaAllah setelah urusan Abang selesai kami akan datang menjenguk Kak Zahra. " ucap Amay ketika hendak berpisah dengan Aulia.
"Ya ampun May, gak papa kali. Seharusnya aku yang mengucapkan banyak terimakasih karena berkat kalian aku bisa menjenguk Kak Zahra ke Jakarta. Kalau kalian tidak ada, aku tidak tahu lagi bagaimana cara pergi ke sini. Terimakasih banyak ya May, Kak Izam! " jawab Aulia dengan membungkukkan badannya.
"Gak perlu seperti itu, sudah sepantasnya kita saling menolong. Apalagi kamu adalah teman yang sudah di anggap saudara oleh istri saya. Jadi tidak masalah jika sesama saudara saling membantu. " jawab Izam dengan sungguh-sungguh.
Amay tersenyum bangga dengan jawaban suaminya, Aulia tersenyum penuh haru dan lega karena sahabat sejatinya mendapatkan suami yang benar-benar baik hati.
"Aku langsung masuk ya? Aku harap rumah tangga kalian selalu aman, damai dan jauh dari segala marabahaya dan selalu di limpahi kasih sayang dan cinta yang tiada pernah putus. " ucap Aulia pamit masuk ke rumah sakit.
"Aamiin ya rabbal alamiin.... Jangan lupa telpon jika ada apa-apa! " jawab Amay mengaminkan doa Aulia.
Aulia yang sudah menjauh hanya memberikan jempolnya karena ia yakin jika ia berteriak akan mengganggu para pengunjung rumah sakit.
Amay dan Izam pun kembali masuk ke dalam mobil, mereka menuju restoran tempat berlangsungnya pertemuan dengan klien yang ingin memperpanjang kerja sama mereka. Davin sudah menunggu di restoran tersebut bersama klien yang ingin bertemu dengan Izam.
"Ayo sayang kita masuk! " ajak Izam ketika mereka sudah sampai di restoran.
"Gak usah deh Bang! Amay tunggu di sini saja! " tolak Amay dengan lembut.
"Gak, Abang gak izinin kamu nunggu disini! Kalau mau nunggu di sana saja sambil makan, karena mungkin pertemuannya lama. Jadi kamu gak akan bosan menunggu Abang. " jawab Izam dengan tegas tapi tidak keras.
"Amay mau bang! " ucap Amay dengan bersemangat.
"Itu lebih bagus, ayo sayang biar Abang pesan kan tempat dulu untuk kamu! " ajak Izam kembali dan turun duluan dari mobil.
Amay pun ikut suaminya turun dari mobil dan masuk bersama-sama ke dalam restoran untuk memesan tempat terlebih dahulu untuk Amay. Setelah selesai memesan tempat dan beberapa makanan selama menunggu nanti, Izam pamit kepada istrinya untuk menemui temannya di ruangan privat restoran tersebut.
__ADS_1
Yakin istrinya baik-baik saja, Izam pergi dengan tenang menuju ruangan yang sudah di pesan Davin.
Amay memakan makanan yang di pesan suaminya dengan santai sambil melihat keadaan sekitar yang amat membuat mata betah memandang dengan berbagai macam hiasan yang tidak membosankan para pengunjung bila melihatnya. Ada juga taman kecil dengan kolam ikan yang di tengah-tengah nya terdapat air mancur yang begitu indah, sungguh restoran yang begitu memanjakan mata pengunjung sehingga membuat siapapun betah berlama-lama di restoran ini.
Hampir satu jam lebih Amay menunggu suaminya hingga makanannya habis di makan. Amay memutuskan untuk shalat Asar dulu dan pergi menghubungi salah satu karyawan untuk menanyakan di mana mushola. Karyawan tersebut dengan ramah mengantarkan Amay ke mushola yang ada di restoran tersebut.
Izam yang baru saja selesai meeting keluar menemui istrinya dan ia kaget melihat tempat yang ia pesan tadi sudah kosong. Ia merutuki dirinya sendiri karena udah terlalu lama meninggalkan istrinya sendiri di tempat ini.
"Mbak, Mbak! Mau tanya, perempuan yang tadi duduk di sini kemana ya? Kok sekarang udah gak ada lagi! " tanya Izam dengan sedikit was-was.
"Kurang tahu saya Pak! Saya baru saja ganti shift dengan teman yang lain. Coba tanya yang baru datang itu Pak! Dinda, sini! " jawab karyawan tersebut dengan memanggil temannya yang juga baru masuk.
"Kenapa Ra kamu manggil aku! " jawab karyawan yang di panggil Dinda itu mendekat.
"Kamu kan udah dari tadi siang, Bapak ini menanyakan perempuan yang memesan tempat ini kemana? Kamu tahu gak? " tanya nya lagi kepada karyawan bernama Dinda itu.
"Oh, Bapak menanyakan Mbak-Mbak yang Bule tadi ya? Baru saja saya antar ke mushola dekat sana karena tadi katanya mau sholat dulu! " jawab karyawan bernama Dinda itu.
"Terimakasih ya kamu sudah mengantarkan istri saya ke mushola! " ucap Izam dengan lega karena tahu di mana istrinya itu sekarang.
"Iya Pak, kalau begitu kami permisi mau lanjutkan pekerjaan! " ucap mereka berdua pamit pergi.
"Giliran dengan Amay di panggil Mbak, eh giliran aku di panggil Bapak! Emangnya aku nampak tua banget ya sampai di panggil Bapak-Bapak! " gerutu Izam setelah karyawan itu pergi dari hadapannya.
Ketika Izam hendak kembali ke tempat Amay menunggu, ia tanpa sengaja bertemu dengan orang tua Anita yang seperti nya baru masuk ke dalam restoran ini.
"Assalamualaikum Pak, Bu! Apa kabar? " sapa Izam dengan ramah.
"Waalaikumsalam, eh nak Izam! Alhamdulillah baik! Kamu di sini juga, sama siapa? " jawab Haji Amir dengan ramah pula.
Izam kemudian dengan hormat menyalami Haji Amir yang disambut Haji Amir dengan tersenyum dan begitu ingin menyalami istrinya, ia lalu membuang pandangannya dan mengabaikan uluran tangan Izam sehingga Izam dengan tersenyum kecut menarik kembali uluran tangan nya.
"Gak penting banget sih Bi, nanyain ia di sini bersama siapa? Palingan ia juga kerja sebagai pelayan di restoran ini! Buang-buang waktu saja! " ucap istrinya dengan ketus dan angkuh.
"Mi, jaga bicara kamu! Ini tempat umum! Jangan permalukan diri kamu sendiri di tempat ramai begini! " tegur Haji Amir dengan menatap tajam istrinya.
Amay yang melihat langsung kejadian yang tidak mengenakkan bagi suaminya datang mendekat dan menyapa suaminya.
__ADS_1
"Abang! Udah lama Abang selesai, maaf ya tadi Amay shalat dulu di mushola sana! " ucap Amay dengan tersenyum mendekat ke arah mereka.
"Ow... Jadi laki-laki kere ini bersama mangsanya yang baru di restoran ini? Hebat juga kamu ya? Lepas dari anak saya dapat perempuan Bule lagi? Jangan-jangan kamu menggunakan pelet nya menjerat perempuan Bule ini hingga mau sama kamu! Hei, perempuan Bule! Jangan bodoh kamu mau sama laki-laki kismin seperti dia yang selalu memanfaatkan orang-orang kaya seperti kita untuk menaikkan derajatnya! Saya kasih tahu kamu ya, kalau laki-laki ini dulu menjerat anak perempuan saya dengan cinta dan wajahnya itu. Untung saja anak saya udah lepas dari laki-laki ini, kalau gak mungkin sudah habis harta kami di porotin laki-laki ini untuk dirinya sendiri! " sahutnya dengan sombong menghina Izam di hadapan semua orang.
"Maaf Bu, saya bukan mangsa nya! Dan laki-laki yang Ibu hina tadi adalah suami saya! Dia tidak menggunakan pelet mendapatkan saya karena ini murni keinginan saya sendiri! "jawab Amay dengan tersenyum ramah.
"A-apa??? Istri?? " pekiknya dengan wajah kaget.
"Kenapa Nyonya? Ada yang salah dengan ucapan istri saya! Perempuan Bule yang Anda bilang mangsa saya adalah istri saya! Dia adalah istri sah saya! Dan saya bersyukur mendapatkan istri yang begitu rendah hati dan santun seperti istri saya ini! Permisi ! Mari Pak Haji! " jawab Izam dengan wajah datar sambil merangkul bahu istrinya.
"Puas kamu! Sudah berapa kali Abi katakan jangan membuat malu diri kamu sendiri! Seperti nya mulut mu itu memang tidak bisa berkata yang baik-baik dengan orang lain, selalu menghina dan merendahkan orang lain yang menurut kamu mereka itu di bawah kamu! Ayo kita pulang! Sudah hilang selera makan saya dengan ulah mu yang selalu membuat saya malu di depan banyak orang! " bisik Haji Amir dengan wajah geram terhadap istrinya.
Istrinya hanya diam saja dan mengikuti Haji Amir dari belakang dengan wajah tertunduk malu dan takut dengan kemarahan suaminya.
"Ternyata itu orang tua dari perempuan yang dulu dekat dengan Abang? " tanya Amay dengan wajah serius.
Izam menganggukkan kepalanya dan Amay menghela nafas kasar sambil duduk di sebelah suaminya.
"Kenapa gak Abang jawab aja orang yang seperti itu! Kelakuannya persis seperti Bude Maryam yang selalu menghina orang dengan mulut busuknya itu! Eh tapi kok rasa Amay mereka berdua mirip ya wajahnya? Atau jangan-jangan Ibu judes tadi beneran saudara nya Bude Maryam lagi? " ucap Amay dengan wajah curiga.
"Malas aja balasnya! Soalnya semakin kita ladenin mereka semakin menjadi-jadi menghina kita! Lebih baik kita diamin saja biar mereka capek sendiri berkoar-koar tanpa di jawab dan pastinya mereka akan kesal sendiri karena tidak di tanggapin. " jawab Izam dengan santainya.
"Dih Abang! Untung aja Abang gak punya mertua seperti itu! Kalau punya pasti Abang makan ati setiap bertemu mertua dan bisa-bisa Abang mati berdiri lagi di hina dan di maki habis-habisan setiap bertemu! " celutuk Amay tiba-tiba.
"Iya, untung aja gak punya! Karena Abang punya bidadari nya yang seperti kamu! " jawab Izam dengan mencubit gemes pipi chubby istrinya.
"Oh iya, Abang mau sholat Asar dulu! Kamu gak papa kan Abang tinggal sebentar ke mushola? " tanya Izam sambil berdiri dari duduknya.
"Gak papa Abang! Ayo buruan! Ntar habis lagi waktu Asar nya! " jawab Amay sambil mendorong Izam pergi ke mushola.
Izam pun pergi ke mushola dan Amay kembali duduk di tempat semula sambil memainkan ponsel nya.
"Mudah-mudahan aku gak punya mertua yang judes dan jahat seperti Ibu-ibu itu tadi! " gumam Amay dengan lirih.
Bersambung...
Selamat membaca dan selamt beraktivitas readers semuanya...
__ADS_1
Semoga hari kalian menyenangkan 💕😍..