Bidadari Surga Untuk Penjual Kebab Yang Tajir

Bidadari Surga Untuk Penjual Kebab Yang Tajir
Patah hati...


__ADS_3

Izam merenggut bete karena di kerjain sang Mama. Karena Bulek dan Pak lek pulang besok pagi, maka mereka menunda ke rumah mertuanya sampai besok pagi.


Ia bete dan sebel pada Mama nya yang sengaja tidak memberitahu nya jika kepergian mereka di tunda dan ia tetap beberes di lantai atas seorang diri.


"Gak usah di bikin jelek muka mu itu? Emang apa bedanya berkemas sekarang dengan besok? Sama aja kan jatuhnya, Sama-sama beberes juga! " omel Mama Lia dengan menghunus kan tatapan tajam seperti pedang pada Izam.


Izam hanya bisa merenggut dalam hatinya dengan omelan Mama nya.


Keesokan harinya...


Semua orang sudah berkumpul di untuk sarapan bersama sebelum Pak lek dan semua keluarganya di antar pulang ke kampung.


Izam sudah turun ke lantai bawah bersama istrinya dengan membawa koper untuk mereka menginap di rumah Papa mertua nya. Papa mertua nya juga sudah datang untuk menjemput mereka berdua. Izam dan Amay sudah meminta Papa Rahman untuk menunggu saja di rumah, tetapi Rahman bersikeras untuk menjemput mereka berdua.


Selesai sarapan, semua orang ikut mengantarkan Pak lek Rohim serta keluarganya ke pintu depan.


Bulek Saroh memeluk erat Amay sambil menangis sedih karena harus berpisah lagi dengan Amay.


"Jaga diri mu baik-baik ya, Nduk! Jaga juga cucu-cucu Bulek! Kalau ada apa-apa jangan sungkan menghubungi Bulek! Walau bagaimana pun kamu tetap putri tertua keluarga kami sampai kapanpun! Nak, izam! Tolong jaga Amay! Bulek titip Amay dan cucu-cucu Bulek! Bahagiakan mereka semua sepenuh hati mu! " ucap Bulek Saroh sambil menghapus air matanya.


"In Shaa Allah Bulek! Aku pasti akan menjaga mereka berempat sekuat tenaga dan semampuku! Do'akan kami semua agar selalu sehat dan bisa pergi menjenguk kalian di sana! " jawab Izam dengan mantap sambil menyalami tangan Bulek Saroh dengan hormat.


Amay beralih memeluk Pak lek Rohim yang juga tidak bisa menyembunyikan air matanya.


"Jangan pernah tinggalkan sholat ya Nduk! Karena sholat lah penolong kita ketika kita sudah tiada nanti! In Shaa Allah jika Pak lek dan Bulek ada waktu untuk berkunjung lagi kami akan datang ke kota! " pesan Pak lek Rohim dengan mengecup puncak kepala Amay.


Amay bagi mereka berdua akan tetap menjadi keponakan mereka, putri tertua keluarga mereka yang mereka rawat bersama-sama saat Amay masih bayi merah.


Mereka saling berpamitan satu sama lainnya. Syahnaz dan Syakir menangis keras karena tidak mengizinkan Haikal dan Haura pergi. Selama di rumah ini, mereka berdua begitu lengket dengan Haikal dan Haura. Tidak terkecuali anak-anaknya Ana dan Aini, meskipun baru beberapa hari kenal mereka juga sudah akrab dan lengket.


"Kakak janji ya nanti liburan main ke sini lagi! Kakak telpon saja Ongkel Aliq kalau mau kesini biar nanti kita jemput! " ucap Nanaz meminta Haura untuk janji kelingking.


"In Shaa Allah ya.... ! " jawab Haura dengan memeluk mereka semua satu persatu.

__ADS_1


Satu persatu anggota keluarga Pak lek Rohim dan Pakde Soleh masuk ke dalam mobil. Mobil pun dengan perlahan meninggalkan halaman rumah keluarga Barzakh.


Giliran Amay dan Izam lagi yang pamit pada Mama Lia dan Papa Idris.


"Jagain menantu sama cucu-cucu Mama! Awas kalau ada apa-apa sama mereka semua! Mama gorok kamu pakai pisau dapur! "ancam Mama Lia saat Izam menyalami dan mencium pipinya.


"Iya iya.... Serem banget sih ancamannya! " jawab Izam menggerutu.


Papa Rahman juga berpamitan membawa anak dan menantunya ke rumahnya. Amay masuk kedalam mobil setelah Papa nya, sedangkan Izam duduk di depan bersama sopir.


"Om Hardi gak ikutan Pa? " tanya Amay pada Papa nya.


"Gak sayang! Hardi lagi ada urusan katanya! Oh ya, kapan lagi kalian cek up ke Dokter kandungan? Papa pengen lihat cucu-cucu Papa! " jawab Rahman dengan bertanya kembali.


"In Shaa Allah dia mingguan lagi kan sayang! Soalnya kata Dokter harus kontrol sebulan sekali! " ucap Izam yang menjawab.


"Iya Bang! Dua minggu lagi waktu kontrol si triple! Papa boleh ikut kok sama Mama Lia dan Papa Idris! " sahut Amay ikut menambahkannya.


Rahman tersenyum seraya menganggukkan kepalanya, sepanjang perjalanan ke rumah mereka berbincang santai sambil sekali-kali tertawa karena ucapan nyeleneh Izam.


Bandara internasional Changi, Singapore.


Anita dan Ahyar tiba di bandara Changi Singapore untuk transit menuju Jakarta. Pesawat yang mereka tumpangi dari Washington DC tidak ada rute minggu itu ke Indonesia. Mau tidak mau mereka harus transit ke Singapura jika mau pulang minggu itu juga.


"Rasanya sudah gak sabar pengen cepat-cepat pulang! Masih dua jam lagi pesawat berangkat! " gumam Anita dengan wajah bahagia.


Mereka berdua menunggu di bandara sampai pesawat yang akan membawa mereka ke Jakarta berangkat juga akhirnya. Satu jam perjalanan yang mereka tempuh hingga sampai juga di tanah air.


"Alhamdulillah... Senang sekali rasanya sudah kembali ke negara sendiri! " ucap Anita menghirup udara Jakarta saat ia baru turun dari pesawat.


"Gimana? Senang sekarang sudah pulang? " tanya Ahyar sambil merangkul bahu adiknya.


"Senang dong Kak! Rasanya kayak udah bertahun-tahun lama nya meninggalkan Jakarta! " jawab Anita dengan tersenyum bahagia.

__ADS_1


"Ya sudah, ayo kita pulang! " sahut Ahyar lagi dengan melangkahkan kaki memasuki ruang bandara.


Anita membuntuti langkah kakak nya dari belakang dengan wajah bahagia karena ia sebentar lagi akan menemui Izam pria yang ia cintai hingga detik ini.


Saat ia hendak menuju ruang tunggu untuk menunggu koper mereka dari bagasi, langkah kakinya terhenti dan ia melihat televisi yang terpasang di ruang tunggu yang menyiarkan perhelatan pernikahan pengusaha muda yang kaya raya dan juga dari keluarga kaya yang terhormat.


Anita mendekati layar televisi tersebut untuk memastikan penglihatan nya akan mempelai pria di layar tersebut. Suhu tubuhnya panas, tulang-tulang nya terasa lemas seperti jelly, mata nya memanas hingga tanpa ia sadari air mata sudah membanjiri wajah nya.


Tas jinjing yang ia pegang jatuh begitu saja di lantai, ia shock dan terpukul sekali melihat mempelai pria yang ada di pesta mewah tersebut adalah Izam pria yang ia cintai. Hatinya hancur kepulangan nya hanya sia-sia, usahanya untuk sembuh dan berjalan kembali ia rasa tidak berguna karena Izam sudah menikah dengan perempuan lain.


Ahyar yang sudah mengambil koper mereka celingukan melihat Anita yang tidak ada dibelakangnya. Saat ia melintasi ruang tunggu, ia terkejut melihat Anita menangis tidak bersuara melihat layar televisi yang menampilkan perhelatan pernikahan. Ahyar begitu kaget saat melihat dengan jelas siapa laki-laki yang ada di pesta tersebut.


Ia berjalan mendekati Anita dan langsung saja membawa Anita ke dalam pelukan nya. Anita menumpahkan kesedihan hatinya karena laki-laki yang ia cintai sudah menikah dengan perempuan lain.


"Hu... Hu... Hu.... Hati Anita sakit Kak! Sakit banget! Rasanya dada ini sesak dan semua tulang-tulang Anita lemas! Anita merasa seperti berjalan di atas bara api! Apa salah Anita Kak sehingga Anita tidak mendapatkan kebahagiaan Anita? Anita sangat mencintai Mas Izam, sangat mencintainya! Hu... Hu... Hu.. ! " ucap Anita dengan suara serak menangis di dalam pelukan kakak nya.


"Yang sabar ya Ta... Mungkin inilah jawaban dari Allah kalau dia bukan jodoh mu! Apa yang mungkin menurut kita baik tapi tidak menurut Allah! Allah tidak akan memberikan kamu cobaan jika kamu tidak mampu melalui nya! Kakak yakin kamu perempuan yang kuat! Kamu pasti bisa melalui ini! Ikhlaskan dia dengan kehidupan barunya dan kamu juga ikhlas kan hatimu untuk melupakan dirinya! " sahut Ahyar dengan lembut sembari mengusap air mata adiknya.


Anita semakin menangis mendengar perkataan kakak nya yang memang benar adanya. Ia memeluk erat tubuh kakaknya menumpahkan kesedihan yang ia rasakan dengan menangis.


"Menangis lah sesuka hati mu! Tapi setelah ini tersenyum lah dan buka lembaran baru lagi hidup mu! Kakak yakin suatu saat nanti akan ada laki-laki yang mencintaimu dengan tulus dan akan memperlakukanmu setulus hatinya! " hibur Ahyar dengan suara lembut dan menenangkan hati Anita.


"Terimakasih ya Kak, selalu di sisi Aku! Aku gak tahu bagaimana jika kakak gak ada di sisiku saat aku terpuruk seperti ini! Sakit kaki yang aku rasakan sewaktu kecelakaan tidak sebanding dengan rasa sakit hatiku saat ini! Rasanya semaunya hancur tidak berbekas dan meninggalkan luka yang sangat dalam di hatiku! " ucap Anita dengan masih terisak-isak.


"Jangan lemah! Tunjukkan kalau kamu perempuan yang kuat! Rasa sedih dan kecewa itu manusiawi, tapi jangan terlalu berlebihan karena Allah paling tidak suka hambanya yang berlebihan. Pasti ada pelangi setelah hujan. Kakak yakin kamu pasti bisa melalui semua ini! Kuncinya hanya satu yaitu ikhlas dan ridho dengan ketentuan yang sudah di tetapkan Allah untuk kita! " sahut Ahyar lagi memberikan semangat untuk Anita.


"Terimakasih ya kakak! Aku beruntung punya kakak yang peduli seperti kakak! " ucap Anita dengan tulus pad kakaknya.


"Sama-sama! Memang itulah gunanya seorang kakak yang akan menjadi pelindung bagi adik-adiknya! Kalau begitu, ayo kita pulang! " jawab Ahyar dengan memungut kembali tas Anita yang terjatuh di lantai.


Bersambung...


Selamat membaca dan selamat beristirahat reader's ku semua...

__ADS_1


Semoga hari kalian menyenangkan 💕😍...


__ADS_2