Buah Hati Ceo Pendendam

Buah Hati Ceo Pendendam
Pembalasan Dilla


__ADS_3

Dilla dengan santai masuk ke kamar dimana suaminya sekap. Dilla yang emosi dengan Airin langsung menghampirinya dan menjambak Airin dengan kasar.


"Auu..., auu..., sakit! " Airin meringis kesakitan.


"Rasakan ini, dasar wanita penggoda! Jangan harap kau bisa mendapatkan perhatian suamiku,"ucap Dilla yang masih tidak mau melepaskan Airin.


Airin pun yang tidak tahu malu juga melawan Dilla hingga mereka duel saling jambak dan tendang.


" Bagaimana pun aq tak akan melepaskan suamimu. Aku sudah terlanjur cinta mati dengan kak Tegar, "ucap Airin penuh nafsu berusaha menendang Dilla.


"O..., gitu ya. Ok karena kamu masih ngeyel ini pembalasanku," Dilla langsung menendang Kembali hingga Airin terhuyung jatuh terkapar di lantai.


Dilla kemudian menguncinya dengan menghimpit tubuh Airin dengan tubuhnya. Kemudian Dilla mengikat Airin dengan tali yang kebetulan ada di dekatnya.


Kemudian Dilla melihat di dekatnya ada obat pencuci perut langsung diminumkan ke mulut Airin.


"Rasakan ini Airin, kau telah mengusik kebahagiaan aku," ucap Dilla yang langsung berdiri dan menghampiri suaminya yang kepanasan menahan hasrat akibat obat yang diminumkan oleh Airin.


"Sayang tolong lepaskan aku dan obatilah aku," ucap Tegar yang merintih menahan hasratnya. Dilla dengan cekatan langsung membebaskan suaminya kemudian mengajaknua berlalu meninggalkan tempat itu dengan buru-buru.


"Dim, kau uruslah Airin. Aku buru-buru," Dilla merapat suaminya keluar dari Villa dengan mengendari mobil yang semula Dimas yang menyetir nya.


"Tapi nyonya! Bagaimana dengan yang lain?"tanya Dimas yang masih bingung melihat Dilla dan Tegar buru-buru.


"Polisi sudah meluncur kesini, untuk yang lain kau urus dulu!” ucap Dilla dan langsung masuk ke mobil dan meluncur pergi meninggalkan villa bahkan tanpa sadar buah hatinya si kembar ditinggal di lokasi.

__ADS_1


“Om, itu Papa dan Mama kenapa ya?”  tanya Yasa kepada Dimas.  Dimas yang tidak mengetahui apa-apa hanya menggelengkan kepalanya saja.


“ Sudahlah, kalian jangan memikirkan Papa dan Mama kalian. Yang terpenting papa kamu kita temukan dalam keadaan sehat dan selamat tanpa kurang suatu apapun,” ucap Dimas membujuk si kembar agar tidak minta mengejar mama dan papanya.


“Baik om kita ke ruangan dimana tante Airin dilumpuhkan oleh mama ya?” Ucap Setia yang langsung mengikuti beberapa bodyguard menuju ruangan dimana Airin dilumpuhkan oleh Dila.


Namun ketika mereka memasuki ruangan Dila semuanya muntah-muntah karena mencium bau tidak sedap yang berasal di dalam kamar tersebut.


“Astaga, kakak ini baunya seperti orang yang lagi buang air besar!” ucap Setya yang langsung menutup hidungnya dengan tangannya.


“Benar dek, ini bau kotoran manusia! Astaga, kotoran itu berasal dari tubuh tante Airin! benar-benar wanita busuk hingga baunya seperti bau kotoran manusia!” balas Yasa yang menyeringai nakal hendak mengerjai Airin kembali.


Tante Airin yang tadinya bertelanjang ternyata sama Dilla sudah digulung dengan sepreinya, sehingga Airin buang hazat di dalam seprei tersenbut.


“Halo, tante Airin? Bagaimana kabarnya? Tante mau jadi bayi kembali ya? Kenapa pakai digedong? Wah kayaknya tante butuh dot lagi ya! Tolong ambilkan kak Yasa yang ada di kama!” ucap Setya yang jengkel dibuat oleh ulah Airin. Dan tanpa pikir panjang Setya langsung menemuinya kemudiaan secara spontan Setya menendangnya. Namun tiba-tiba terdengar suara bunyi kentut disertai cairan buang air besarnya.


“Paman, Kayaknya kita salah  masuk kamar deh? Ini kok bau sekali seperti bau kotoran! ledek Setya kepada Airin.


“Iya dik…, benar ini sih bau wc berjalan! Cuih.., huek…, huek,” ucap Yas yang langsung muntah-muntah diikuti yang lainnya. Hingga akhirnya mereka keluar ruangan itu karena bau yang menyengat. Tidak berapa lama kemudian pihak kepolisian datang. Polisi langsung meringkus Airin beserta komplotannya.


Dan yang lebih mengejutkan tenyata Airin beserta komplotannya meracik ramuan yang mujarab untuk meningkatkan gairah seorang pria dalam melakukan hubungan intim. Dimas akhirnya mengetahui apa yang menjadi tujuan Dilla melarikan suaminya ke luar villa tersebut. Dimas kemudian menemui pihak polisi yang hadir dan menjelaskan yang terjadi dengan Tegar yang korban penculikan.


Sementara itu Dilla langsung membelokan mobilnya di hotel terdekat yang kebetulan milik keluarganya. Dilla kemudian menyuruh pelayan laki-laki untuk memapah Tegar ke dalam kamar VVIP yang biasa digunakan jika bermalam di situ.


Setelah semua pelayan pergi, Tegar dengan penuh nafsu mendekati Dilla dan satu persatu membuka bajunya untuk segera membuat gerakan pemanasan.  Tegar dan Dilla pun akhirnya melakukan berulang-ulang karena memang ramuan yang Airin buat sangat terasa dan berpengaruh bagi Tegar.

__ADS_1


“Ah…, kak ampun deh! Kamu tidak pakai begituan saja bisa melakukan berulang-ulang! La ini ditambah ramuan Airin! Bisa-bisa badanku rontok semua!” ucap Dilla yang memang sudah berkali-kali melayani Tegar hingga akhirnya mereka berdua terkapar di atas ranjang.


Setelah beberapa saat kemudian mereka dibangunkan oleh suara dering ponsel yang datang dari ponsel Dilla. Dimas berusaha menghubunginya karena ada beberapa polisi yang menginterogasinya.


Suaranya yang berisik akhirnya Della menerima ponsel tersebut dan terhubung dengan Dimas.


“ Nyonya, anda bersama Pak Tegar sekarang juga Diharapkan segera menuju kantor polisi,” ucap Dimas yang sudah menunggu di kantor polisi.


“Baiklah,  tunggu satu jam lagi! Kita akan segera meluncur kesana!” balas Dilla kemudian menutup ponselnya dan berusaha membangunkan Tegar.


“ Sayang, Ayo segera bangun! Banyak orang yang menunggumu di kantor polisi.  Mereka semua butuh keterangan dari kamu!” ucap Dilla yang dengan lembut membangunkan Tegar namun Tegar tidak juga bangun. Akhirnya Dilla mengecup bibir Tegar sehingga membuat Tegar semakin bergairah lagi dan langsung melakukannya lagi. Dilla hanya bisa pasrah dengan kemauan Tegar.


“Sayang…, kamu jangan nakal lagi ya? Sudahlah ayo kita segera mandi,” ucap Dilla kembali. Tegar yang sudah tersalurkan hasratnya dengan segera mengangkat Dilla dan langsung mengajaknya mandi bersama.


Tegar dengan senangnya memandikan istri tercintanya, karena istrinyalah yang bisa dan mampu membangkitkan semua gairahnya. Dilla baginya adalah sumber kehidupannya yang tak pernah bisa tergantikan.


Setelah semuanya beres mereka berdua memakai baju yang sudah Dilla siapkan. Dilla ternyata sudah delivery baju lewat karyawan hotel. Dilla memang tahu apa yang dibutuhkan oleh suaminya dan selalu menjaga kehormatannya. Itulah yang disuka dari Tegar dan tidak ada pada wanita lainnya.


“Sayang, biarkan aku yang nyetir. Aku takut kalau yang nyetir kau!” ucap Tegar tiba-tiba dan mengambil kunci dari tangan Dilla.


“Takut?” bukankah tadi yang menyetir hingga sampai disini diriku?” tanya Dilla mendelik pada suaminya.


“Iya sich! Itu karena aku dibawah kesadaran!” Balas Tegar yang menowel pipi merah Dilla. Dan tak berapa lama kemudian mereka berdua sudah berada di kantor Polisi dengan wajah segar dan sumringah.


Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya. Kita terus mengikuti kisahnya ya?

__ADS_1


__ADS_2