Buah Hati Ceo Pendendam

Buah Hati Ceo Pendendam
Acara Pernikahan


__ADS_3

Hari ini  Dilla dan keluarga nampak sibuk mempersiapkan diri untuk menghadiri acara pernikahan Brenda dan  Rahardi.  Dilla  menggunakan gaun yang nampak begitu Anggun meskipun  perutnya lain membesar.  baju yang mereka pakai   Senada dengan anak-anak.


 Si kembar nampak sangat senang dengan kebersamaan mereka.  Si kembar menggunakan baju tuxedo  senada dengan papa mereka.  Mereka nampak serasi dan harmonis satu sama lainnya yang menjadi satu keluarga yang utuh. 


Tidak berapa lama mereka naik mobil dengan Tegar sendiri yang mengemudi dan disampingnya ada Dilla. Sementara di belakang mereka ada Dimas yang berdampingan dengan Mita memakai mobil sendiri. Anak-anak ada di bagian penumpang belakang bersama kedua orang tuanya.  Mereka berempat ngobrol dengan santai dan bercerita panjang lebar termasuk Setya yang selalu dominan dalam berkata-kata. 


“ Mama, Aku nanti akan foto bersama dengan tante Brenda dan om Rahardi.  Aku akan berada di tengah-tengah mereka.  Semua orang biar menganggap mereka sudah memiliki Putra. Dan biar seru aku nanti  akan menginap dan tidur bersama mereka. Aku akan menggoda om dan tante,” ucapnya Setya jahil.


“Waduh…,  jangan seperti itu.  Itu tidak baik,  apalagi om dan tante sibuk dengan tamu-tamu mereka.  Jadi kamu tidak boleh mengganggu nya!” ucap mama Dilla memberi penjelasan kepada Setya.


“ Tapi ma…,  tante Brenda pernah bilang kalau aku boleh tidur di rumahnya bersama Kak Yasa,” ucap Setya yang masih bersikeras dengan  pendiriannya.


“Jagoannya papa, itu tidak boleh sayang karena momentnya tidak tepat. Banyak hal yang om dan tante persiapkan karena banyak tamu dari berbagai kota. Jadi acara tidur di rumah om dan tante  lebih baik ditunda dulu ya!” ucap Tegar sambil serius memegang kemudi.


Setya yang tidak puas dengan keinginannya nampak mengerucutkan bibirnya karena kesal. Tegar tersenyum geli melihat ulah putranya yang menurutnya sekarang tambah akrab dengan tantenya. Dan bagi Tegar itu merupakan kemajuan yang luar biasa. Apa yang menjadi impian Dilla akan terlaksana.


Setelah beberapa menit di dalam perjalanan, mereka akhirnya sampai di gedung tempat upacara pernikahan dilangsungkan.  Tegar membimbing Dilla untuk turun dari mobil kemudian melangkah menuju gedung tempat pernikahan itu berlangsung.  Untuk Yasa dan Setya berada di belakang  mereka mengikuti kedua orang tuanya. Sedangkan Dimas dan Mita berada di belakang si kembar,  kedua orang tersebut sudah merupakan satu paket dengan keluarga Tegar.

__ADS_1


 Semua tamu yang sudah hadir napak  kagum dengan mereka,  karena style dan gaya keluarga mereka sangatlah elegan dan patut untuk dicontoh.  Terlebih lagi mereka nampak serasi dan putranya juga nampak kelihatan tampan   seperti   Putra bangsawan.


Dilla ditemani oleh Tegar berjalan  menemui mempelai wanita,  karena Tante Lusi tidak mau hadir atas pernikahan putrinya maka Dilla yang mewakili dari keluarga Brenda. Brenda yang bersedih langsung tampak sumringah begitu kakaknya hadir memenuhi undangannya.


“Kakak…, terimakasih kakak mau menghadiri acara aku. Aku sangat senang karena kakak bisa menjadi kakak yang terbaik,” ucap Brenda yang matanya berlinang air mata hendak menangis.


“ hai…,  Kamu Jangan bodoh seperti itu.  Tersenyumlah lah ini hari bahagia kamu.  lupakan hal-hal yang  yang menyakitkan dan berpengaruh buruk terhadapmu. Aku kakak kamu dan kamulah satu-satunya keluargaku yang tersisa saat ini. Mana bisa aku melupakanmu?” Ucap Dilla sambil memeluk Brenda dan dan mengusap punggungnya seolah memberi dukungan terhadap adiknya. Brenda semakin terharu dengan sikap kakaknya. Brenda kemudian mengingat dulu kalau pernah jahat kepada kakaknya namun kakaknya tetap berperilaku baik terhadapnya.


“Terimakasih kak! Maafkan semua kesalahan aku yang terdahulu! Aku menyesal dulu berlaku tidak baik terhadap kakak!” ucap Brenda yang sesenggukan menangis di pelukan Dilla kakaknya.


“Sudahlah…, hapuslah air matamu dan perbaikilah make up kamu! Ayo segera ke depan ijab kabul akan segera dilaksanakan. Calon suami kamu sudah menunggu kamu di depan!” ucap Dilla yang kemudian meminta tim perias untuk memperbaiki make up adiknya.


Penghulu yang sudah berada di situ langsung memimpin akad nikah. Tidak Berapa lama kemudian Rahardi langsung mengucapkan ijab qobulnya.  dengan sekali ucap ijab qobul dinyatakan sah oleh pihak penghulu dan para tamu yang datang menghadiri acara pernikahan tersebut. 


   Rahardi menarik nafasnya dalam-dalam kemudian tersenyum lega karena pernikahannya berjalan lancar.  Rahardi kemudian memeluk dan mencium kening  Brenda sebagai tanda bahwa dia sangat menyayanginya. 


 Setelah acara Ijab Qobul selesai dilanjutkan dengan resepsi pernikahan.  Dila yang saat itu berperan sebagai penerima tamu sangat menarik beberapa tamu yang hadir di acara tersebut.  Tegar yang sibuk dengan relasinya meninggalkan Dila duduk seorang diri.  Sementara itu si kembar sibuk berpose foto dengan mempelai berdua.

__ADS_1


 Ada seorang tamu tiba-tiba mendekati gila dan menggodanya. “hai…, cantik! salam kenal dong?wah lagi hamil ya? Mana bapaknya kalau tidak ada boleh kok aku menjadi bapak dari bayi yang kau kandung itu!” goda seorang pria hidung belang yang berada di dekat Dilla.


“Hai…, jaga mulut anda ya? Saya hamil seperti ini juga ada ayahnya!” ucap Dilla emosi. namun apa yang dikatakannya tidak berpengaruh terhadap pria tersebut. bahkan pria itu semakin menjadi-jadi dan hendak menyentuh tangan Dilla dan berkata tidak pantas dengannya.


“Astaga…, nona muda! jangan sok mahal ya? Paling-paling yang Anda juga simpanan dari seorang pejabat atau pengusaha!” ucapnya serius dan berusaha ingin mencolek pipi Dilla. Namun belum  sempat terlaksana tiba-tiba ada seseorang orang yang menariknya dari belakang dan memukulnya hingga jatuh tersungkur di hadapan Dilla.


“Hai…, bapak Sentanu yang terhormat. Begitukah sikap pengusaha yang terpandang meperlakukan seorang wanita dengan semaunya?” tanya Tegar yang sudah naik  naik pitam menahan amarah.


“Pak Tegar…! Apa pedulimu? Apakah anda juga ingin mencicipi tubuh wanita yang sedang hamil ini? Bukankah kamu sudah memiliki banyak wanita?” ucap bapak Sentanu kasar hingga tidak enak didengar oleh semua pengunjung.


“Jaga mulut anda pak!Ketahuilah wanita itu itu adalah istriku. jadi jangan coba-coba anda menggodanya!” ucap Tegar hingga membuat pak Sentanu terkejut mendengarnya. Namun sudah terlambat baginya untuk minta maaf karena Tegar memerintah Dimas untuk mengcancel smua bisnis yang berhubungan dengan pak Sentanu.


“Oh…, maaf pak. aku tidak tahu kalau itu istri bapak! Maafkan saya yang tidak tahu ini!” ucapnya yang berusaha menarik simpati Tegar, namun Tegar yang sudah terlanjur emosi tidak bisa menarik perintahnya kepada Dimas. Tegar yang sangat menyayangi Dilla tentu tidak akan mengampuninya begitu saja.


Tegar langsung merengkuh tubuh istrinya meninggalkan tempat itu diikuti oleh kedua putranya beserta Dimas dan Mita. Tegar dengan wibawa dan seorang suami yang siap melindungi istrinya membuat kagum semua tamu wanita yang hadir di dalam acara tersebut. 


Semua orang menyayangkan ulah bapak Sentanu yang tidak bisa menempatkan dirinya hingga membuat susana acara menjadi kacau.

__ADS_1


Rahardi kemudian langsung memerintahkan anak buahnya untuk meminta maaf kepada Tegar dan meminta pak Sentanu untuk pergi dari tempat acaara pernikahannya berlangsung.


__ADS_2