Buah Hati Ceo Pendendam

Buah Hati Ceo Pendendam
Panik


__ADS_3

Dilla keluar dari kamarnya. Stily dan model bajunya membuat dia penuh percaya diri dan nampak Anggun.  Tegar memang merupakan calon suami yang tahu tahu akan selera calon istrinya. Selain itu Dilla juga merupakan tipe wanita yang menghargai tubuhnya dengan merawat  dan memperhatikan penampilannya.


 "Sayang, Kamu nampak cantik sekali. Kau sudah cantik tapi kamu tambah cantik dengan memakai gaun dan perhiasan ini. Aku jadi kuatir jangan-jangan para tamuku akan selalu memperhatikan dirimu. Bisa-bisa aku cemburu melihatnya. Untuk itu kamu nanti harus tetap berada di sampingku ya?" ucap Tegar merayunya.


“Kak, kamu jangan berlebihan, yang pasti cinta dan kasih sayangku hanya untukmu. Kamu meragukan diriku ya?” ucap Dilla sambil mengerucutkan bibirnya hingga membuat Tegar gemas.


 "Sudahlah, ayo kita berangkat!” ucap Tegar mencolek hidung Dilla dan langsung menggandeng Dilla keluar dan menuju ke parkiran. di sepanjang jalan rumah sakit mereka berdua menjadi pusat perhatian oleh karyawan, perawat, bahkan semua orang yang melihat mereka berdua. Banyak orang yang mengagumi mereka berdua. bahkan ada yang memujinya kalau mereka merupakan pasangan yang romantis.


Sesampainya di parkiran Tegar membukakan pintu mobilnya untuk Dilla. Tegar kembali berjalan memutar untuk masuk ke mobilnya di belakang kemudi. Tidak berapa lama kemudian Tegar sudah berada di jalanan menuju ke tempat yang yang mereka sepakati dengan klien.


 Setelah sampai di tempat yang telah disepakati dengan klien, Tegar langsung membukakan pintu mobilnya dan menggandeng Dilla menuju tempat jamuan makan. Tegar bersama Dilla menjadi pusat perhatian tamu yang datang. Terutama Dilla, semua nyonya besar yang ada disitu mengagumi kecantikan Dilla.  Mereka mengira kalau Dilla merupakan seorang model atau selebritis yang  yang terkenal di negaranya.


“Selamat siang semuanya, hari ini adalah hari yang paling bahagia untuk saya. Perkenalkan wanita yang berada di samping saya ini adalah calon istri saya. Mulai detik ini hingga besok, dialah yang selalu menemani saya dan mendampingi saya dalam kegiatan apapun. "ucap Tegar tegas dengan penuh Wibawa. Sementara itu di pojok ruangan nampak seorang wanita merasa cemburu dan kesal terhadap Dilla.


Di acara jamuan makan Dilla bisa menempatkan dirinya, dengan demikian nyonya muda yang merupakan istri pengusaha seperti halnya Tegar langsung bisa akrab dengannya. Bahkan salah satu nyonya besar yang berada di kota tersebut berkenan mengundang Dilla untuk menghadiri acara peresmian butik miliknya. Dilla pun karena sangat menghargai perempuan tersebut langsung menerima tawaran untuk menghadiri acara tersebut.


 Di acara tersebut ternyata juga dihadiri oleh Rahardi. Namun kali ini Rahardi tidak membawa Brenda karena Brenda masih dalam keadaan sakit. Rahardi yang mengenal  Dilla langsung mendekatinya dan menyapanya.


 "Halo Dilla, wah ternyata sekarang benar-benar menjadi di istri bos besar ya?”goda Rahardi yang memang dari dulu suka bercanda dengan Dilla.  Dilla pun tertawa lepas menanggapi apa yang disampaikan oleh Rahardi.


“Masih calon kak,” ucap Dilla santai.

__ADS_1


 Sementara itu Tegar yang menyambut para tamu di atas mimbar, nampak tidak fokus dan tidak senang melihat kedekatan Rahardi dengan Dilla.


Tegar yang berada di mimbar langsung meringkas apa yang disampaikannya. Tegar yang begitu pandai mampu menyembunyikan kecemasannya tidak terbaca oleh para tamu undangan.


Tegar langsung buru-buru menemui Dilla dan Rahardi. "Selamat siang pak Rahardi, terima kasih anda telah datang di acara kami. Silahkan nikmati hidangan kami apa adanya, "ucap Tegar yang menyembunyikan rasa cemburunya.


 "Terima kasih pak Tegar. Kami sudah mencicipi semua hidangan yang telah disajikan.  Semuanya nampak lezat dan menu masakannya berkualitas. Dan aku yakin ini pasti bagian dari bisnis anda. Anda benar-benar merupakan seorang owner yang sukses dan juga merupakan seorang laki-laki yang sangat beruntung bisa memperoleh perempuan secantik dan sebaik Dilla,” ucap Rahardi yang semakin membuat Tegar panas.


 "Tentu. Lelaki yang terbaik di dunia ini pasti akan menemukan wanita yang terbaik. Pak Rahardi juga seperti itu, aku rasa Brenda merupakan jodoh yang tepat untuk Pak Rahardi. Tapi ingat Brenda bukan lah Dilla. Meskipun mereka memiliki darah yang sama tetapi karakter dan sifatnya berbeda. Tapi saya yakin, jika Brenda berada di tangan yang tepat, Brenda bisa menjadi perempuan yang lebih baik. Dan satu hal jangan pernah kau menyamakan Brenda dengan Dilla. Meskipun ada aliran darah yang sama tetapi mereka sungguh berbeda,” ucap Tegar tegas yang secara menohok sangat menyentuh hati Rahardi.


 Dilla yang berada di samping Tegar mengetahui kalau situasinya sudah mulai panas. Dilla langsung berusaha menenangkan Tegar. Dilla bergelayut manja membisikkan sesuatu di telinga Tegar. "Sayang aku sudah lapar, bisakah kita makan di sana?" ucap Dilla yang membuat hati tegar menjadi leleh.


Sementara itu Tegar mengambilkan beberapa makanan untuk Dilla. Mereka berdua mencari tempat di pojokan yang menghadap ke taman. Tegar sesekali menyuapi Dilla dengan sangat romantis, bahkan semua laki-laki yang ada disitu tidak percaya jika Tegar yang dulunya anti terhadap perempuan dan dendam terhadap perempuan tiba-tiba memperlakukan Dilla seromantis itu.


 Salah satu pengusaha yang kebetulan teman nongkrong Tegar langsung menghampirinya. "Hai bos, wah kayaknya sudah ada yang berubah nih. Tegar yang dulu dengan sekarang nampak berbeda. Saya tahu, ternyata ada seorang wanita yang cantik dan penuh pesona yang bisa membuat pak Tegar menjadi luluh lantah. Memang wanita bisa menjadi kekuatan seorang pria untuk merubah jati dirinya. Selamat ya? "ucap teman Tegar hingga membuat Tegar merasa salah tingkah dihadapan Dilla.


“Ah…, kamu itu terlalu berlebihan. Aku masih sama seperti Tegar yang dahulu. Oh iya, perkenalkan ini calon istriku, namanya Dilla,” jelas Tegar pada temannya.


"Selamat siang Bu Dilla, perkenalkan saya Yosep. Saya adalah teman Tegar  dahulu.  Sebentar kayaknya wajah anda sangat familiar. Bukankah anda pemilik perusahaan PT Adiyasa.  Wajah anda sangat terkenal bahkan menjadi cover majalah terkenal di Indonesia.  Terutama majalah tentang bisnis,” Ucap Yusuf yang secara sengaja memuji kecantikan Dilla.


“Terima kasih Pak atas pujiannya.  Anda terlalu berlebihan. Itu hanya majalah lokal saja dan hanya kami jadikan untuk mengisi waktu luang saja. Kebetulan kemarin saya longgar dan bisa dijadikan sebagai profil di dalam majalah milik teman saya,” Dilla merendah.

__ADS_1


 Di saat bersamaan muncul seorang wanita yang kebetulan juga merupakan teman dari Tegar dan Yoseph. wanita itu berpenampilan sangat menor dan berlebihan. tidak ada hujan dan tidak ada angin tiba-tiba langsung memeluk Tegar dan mencium  pipi kanan dan kiri Tegar.


“Hai Tegar…, Hai...Yosep! Ternyata kalian ada di sini ya? Aku dari tadi mencari kalian. Bagaimana kalau hari ini kita lanjutkan nongkrong-nongkrong sambil makan dan minum yang disediakan oleh restoran ini!” Wanita muda tersebut tanpa memperhatikan Dilla yang berada di samping Tegar.


 Dilla yang yang melihat penampilan wanita tersebut merasa risih hingga akhirnya Dilla memutuskan untuk pergi ke  kamar mandi.” sayang, pergi ke toilet dulu ya?” pamit Dilla kepada Tegar.  


“ Iya sayang, tapi lekas kembali ya! Gimana kalau aku antar saja!” tawar Tegar kepada Dilla. Namun Dilla menolaknya karena dia tidak ingin mengganggu pertemuan Tegar dengan sahabatnya.


“Hai Tegar ternyata itu wanita yang telah meluluhkan hatimu sehingga kamu menolak diriku, "ucap sang wanita teman kuliah Tegar dahulu.


 "Kamu itu juga aneh Wen, sudah tahu Tegar tidak mencintaimu tapi kenapa dirimu selalu mengejarnya, padahal kamu tahu aku sangat berharap dirimu menerima cintaku, "ucap Yosep mengharapkan cinta Wendy.


“Kamu berharap tapi tidak pernah berusaha,"Sindir Tegar kepada sahabatnya Yosef.


“He…,he….,he,” Yosep tertawa kecil. “Aku kan bukan  Don Juan seperti dirimu  yang penuh pesona dan dikagumi oleh banyak perempuan,”  ucap Yosep seolah curhat mewakili isi hatinya.


 "Kalau cinta ya dikejar jangan fakum tidak ada gerakan.  Kamu terus dekati si  Wendy.  Aku yakin Wendy sebenarnya juga punya perasaan cinta kepadamu. Kamu harus pandai menaklukkan Si Wendy,” Tegar lirik hingga tidak terdengar oleh Wendy. Namun Wendy yang penasaran dengan Dilla langsung menanyakan keberadaan Dilla kepada Tegar. 


 Tegar menjadi panik atas pertanyaan Wendy. Tegar yang asik ngobrol dengan kedua sahabatnya hampir melupakan Dilla yang berada di kamar mandi. sudah hampir setengah jam Dilla di kamar mandi tidak kunjung kembali. Tegar dibantu kedua sahabatnya berusaha mencarinya ke kamar mandi namun tidak menemukan Dilla. 


Terimakasih para pembaca yang setia, kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya sangat menentukan update episode berikutnya.

__ADS_1


__ADS_2