Buah Hati Ceo Pendendam

Buah Hati Ceo Pendendam
Pesona Si Kembar


__ADS_3

Si kembar Abiyasa dan Abisetya mengikuti kegiatan sekolahnya untuk rekreasi di kebun binatang. Mereka berdua sangat Menikmati keindahan alam di sekitar kebun binatang. Mereka berdua juga sangat antusias melihat jenis-jenis hewan yang ada di kebun binatang. 


 Abiyasa dan Abi setia selalu berdampingan berjalan mengikuti gurunya. Bahkan mereka berdua sangat aktif untuk menanyakan segala sesuatu tentang kehidupan binatang yang mereka temui.


“Bu guru, bolehkah aku menanyakan sesuatu? Itu hewan apa bu guru?”tanya Abisetya kepada gurunya dan menunjuk kura-kura yang ada di kolam sedang naik di daratan.


“O…, itu ya nak! Kura-kura nak?” ucap bu guru kepada Abisetya penasaran.


“Asli ya bu guru?”tanya Abisetya kepada gurunya.


“Iya nak. Tentu asli dong. Memangnya ada kura-kura bukan sesungguhnya!”tanya gurunya balik kepada Abisetya.


“Ada bu!Namanya Pura-pura!” jawab Abisetya namun bu guru belum nyambung juga dengan ucapan Abisetya. Setelah mikir sebentar dia baru sadar kalau ternyata Abisetya sedang bercanda dengannya.


“Kau itu ada-ada saja nak!” ayo kita menuju restoran untuk makan. Tidak berapa lama kemudian mereka menuju ke tempat parkir bus mereka bersama rombongan. Si kembar duduk di depan bersama gurunya.


Tidak berapa lama kemudian rombongan berhenti di restoran yang sudah dipesan oleh biro wisata yang melayani mereka melakukan kegiatan rekreasi.


Si kembar dengan percaya diri mencari tempat duduk paling depan di restoran tersebut. Dan kebetulan Ada konser band yang terkenal yaitu Naff, semua tamu ikut bernyanyi menyanyikan lagu Naff. 


Setelah beberapa lagu dinyanyikan tiba-tiba vokalis Naff mengajak penonton yang hafal lagu: ”Menualah Denganku,” untuk maju kedepan. Semua orang tidak ada respon untuk maju menynyikan lagu tersebut. Abisetya yang cuek tiba-tiba menarik tangan kakaknya untuk maju ke panggung.


“Adik mau ngapain? tanya manajer Naff kepada si kembar.


“Aku Berdua Mau bernyanyi di depan panggung menyanyikan lagu group band Naff seperti yang mereka tawarkan!” ucap Abisetya kepada sang menejer.


“Dik…, Jangan mempermainkan kami ya Dek! Mana bisa Anak kecil menyanyikan lagu orang dewasa!”ucap Managernya Naff, namun mereka berdua terlanjur naik ke panggung hingga menghebohkan semua pengunjung.


“Permisi kak, Mana mic-nya aku akan membawakan lagu tersebut,  sedangkan kakakku nanti akan memegang drumnya,” ucap Abisetya yang sudah membawa mikrofon dari panitia sementara vokalis Naff nampak bingung dibuatnya.


“Bahagiaku bersamamu


Senang bila dekat denganmu


Kamu mahluk yang aku tuju


Yang lainnya ku tidak mau


Genggam erat tanganku sayang


Dan jangan pernah kau lepaskan


Karena aku butuh bimbingan


Cinta ku jangan kau lewatkan


Bahagia aku bila bersamamu

__ADS_1


Tenang hatiku dalam pelukanmu


Tetap denganku hingga kau menua


Hingga memutih rambutmu


dst….


 


Semua penonton dibuat kagum oleh suara Abisatya dan permainan drums musik Abiyasa. Semua tamu dan pengunjung yang ada di restoran tersebut bertepuk tangan sangat meriah untuk  si kembar.


 


Group Naff pun nampak mengagumi kedua bocah kembar tersebut yang ternyata memiliki bakat yang luar biasa. Semua wartawan dan media sosial mengabadikan konser mereka dan diunggah dalam internet.


 


Si kembar pun dengan waktu yang singkat terkenal sampai di seluruh penjuru kota bahkan merambah ke luar negeri.


 


Sementara itu Dilla yang berada di rumah dibuat terkejut dengan pesona si kembar. Dari video dan gambar mereka waktu tampil konser menjelaskan kalau mereka berdua anak pasangan pengusaha Tegar dan Dilla.


 


“Mita…, tolong Kamu awasi perkembangan anak-anak yang sekarang lagi berada di restoran. Waktu berkunjungnya sudah selesai jadi nanti ajak sekalian pulang,” perintah Dilla pada Mita.  


Mita pun langsung bergegas pergi menuju tempat dimana mereka berdua sedang bernyanyi. Mita sudah tidak sabar bertemu dengan boss kecil mereka melajukan kendaraannya dengan kecepataan diatas rata-rata.


 


Dengan jarak tempuh 45 menit Mita berhasil menemui mereka. Mita yang baru datang langsung memecah segerombolan orang yang minta foto dengan si kembar. Si kembar nampak tenang didampingi gurunya.


 


“Tante Mita, sini!Ayo kita berfoto bersama!”teriak Abisetya dengan bangga hingga akhirnya beberapa orang melihat ke arah Mita yang baru datang.


 


“Maaf ada tantenya? Bolehkah kita bicara sebentar?” tanya seseorang yang berpenampilan perlente layaknya pengusaha muda.


 


“Boleh, apakah mereka sedang berbuat masalah?” tanya Mita penuh kekuatiran.


 

__ADS_1


“ Tidak, mereka baik-baik saja! Yang bermasalah adalah kami, karena ingin membahas  kerja kerjasama antara perusahaan kami dengan kedua bocah kembar tersebut!”ucap pengusaha muda tersebut.


 


“Baiklah, silahkan!Aku akan menjawab sebisanya yang aku aku mampu,” jawab Mita yang memang hanya memiliki wewenang sebatas yang Mita mampu, karena apapun yang punya wewenang terkait si kembar adalah kedua orang tuanya. Mita diajak ke ruangan tertentu yang kelihatannya merupakan ruang pertemuan di restoran tersebut.


 


“Maaf…, perkenalkan kami dari perusahaan periklanan yang memang tertarik dengan potensi dan kemampuan kedua bocah kembar tersebut. Kami sangat tertarik untuk memakai mereka sebagai endorse untuk produk-produk yang sudah masuk di perusahaan kami,”ucap pengusaha muda tersebut.


 


“Bintang iklan? Menjadi endorse produk tertentu?” Mita menghela nafasnya karena bingung bagaimana menjawabnya. Menurutnya secara materi kedua putra asuhnya itu merupakan putra pengusaha yang sangat kaya raya jelas tidak membutuhkan pekerjaan itu.


 


“Iya betul. Produk kami adalah produk-produk terkenal yang tentunya sekali kontrak akan memberinya sekian milyar rupiah,” jelas usaha tersebut dengan sangat antusias. 


 


“Maaf, aku tidak bisa memutuskan. Semua keputusan berada di tangan kedua orang tuanya. Aku rasa mereka juga tidak mengijinkannya,” Ucap Mita kepada mereka karena Mita sangat tahu persis kalau Tegar dan Bu Dila tidak akan mengizinkannya.


 


“Sayang sekali, kalau  kesempatan emas ini terlewatkan. Ini bagus loh untuk masa depan mereka? Lagian kita juga tidak mengikat kontrak selamanya,” ucap pengusaha muda tersebut  kecewa namun tiba-tiba si kembar nongol di hadapan mereka.


 


“Om…, Jangan kuatir masalah itu. Aku yang berbicara dengan mama dan papa Aku. Jadi aku minta, Tante Mita sebagai manajer ku mau menandatangani kontrak kerja ini!”ucap Abiyasa yang memaksa Mita untuk menandatangani kontrak kerja mereka.


 


“Abiyasa!Janganlah kau seret tante Mita dalam masalahmu dengan kedua orang tuamu. Tante takut kalau kena marah mamamu!”ucap Mita yang mendelik ke arah Abiyasa.


“Tenang tante aku dan adik yang bertanggung jawab,”ucap Abiyasa yang masih bersikeras dengan pendiriannya.


 


“Tidak bisa begitu nak! aku bener-bener takut dengan mama, karena ini tadi mama menyuruh kalian untuk segera pulang untuk menghindari segala sesuatu yang tidak diinginkan. Termasuk endorse produk tertentu,”ucap Mita yang dengan sabar memberi penjelasan kepada dua bocah kembar tersebut.


 


“Baiklah, om bisa datang ke ke rumah kami. Om bisa membicarakannya dengan kedua orang tua kami. Nanti aku dan adikku akan membantu berbicara langsung kepada mama dan papa. Aku yakin mereka nanti akan menyetujuinya,” ucap Abiyasa dengan sok berwibawa sehingga pengusaha muda tersebut mempercayainya. 


 


Setelah semuanya sepakat akhirnya Mita mengajak kedua bocah kembar itu untuk pulang ke rumah tanpa harus mengikuti rombongan sebelumnya.

__ADS_1


Terimakasih para pembaca yang setia, atas kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya. Kita terus mengikuti kisahnya ya? 


__ADS_2