
Hari ini Irfan diperbolehkan pulang ke rumah. Karena di rumah Irfan tinggal sendiri maka Dilla memutuskan agar Irfan tinggal di rumhanya dan mengambil satu perawat untuk membantu merawat Irfan.
Tegar yang kebetulan hari ini tidak ada pekerjaan langsung berkunjung ke rumah Dilla. Namun Tegar dibuat kesal oleh Dilla karena dapat laporan dari mbok Atik kalau Dilla menjemput pak Irfan pulang dari rumah sakit. Tegar pun berencana menanti kepulangan Dilla dengan bermain bersama si kembar.
“Papa tampan ayo main game bersama,” ajak Yasa tiba-tiba. Mereka berdua pun bermain game di ruang keluarga. Yasa nampak senang bermain bersama Tegar. Setya yang berada di samping mereka tiba-tiba berdiri dan hendak pergi ke luar.
“Setya sayang, kamu mau kemana?” tanya Tegar sambil sesekali fokus dengan permainan gamenya.
“Aku mau makan pa, aku laper. Tapi aku bosen makan di rumah. Aku ingin makan pizza saja,” ucap Setya hendak Delivery.
“Ok, ayo kita makan di luar. Papa juga lapar,” ucap Tegar sambil menghentikan gamenya diikuti oleh Yasa.
“Asyik…, makan di luar?” teriak Setya dan Yasa tiba-tiba. Mereka bertiga kemudian pamit kepada mbok Atik dan langsung tancap gas menuju mall untuk membeli pizza hart. Mereka bertiga nampak santai dan coll, tidak jarang semua tamu restoran mengagumi keberadaan mereka bertiga.
Di saat mereka bertiga makan tiba-tiba ada cewek yang menghampiri Tegar dan menciumnya seolah-olah mereka kenal akrab. Bahkan yang cewek itu super agresif hingga membuat kedua bocah kembar ini kesal.
“Sayang, lama tidak ketemu semakin ganteng saja,” ucap cewek itu sambil mencium pipi Tegar.
__ADS_1
“Kania, apa kabar? Sekarang tinggal dimana? Bukankah kamu bekerja sebagai model di Amerika?” tanya Tegar basa-basi.
“Iya, aku liburan. Dan besok aku harus balik ke luar negeri,” ucap Kania yang sok centil tidak mengetahui kalau ada bocah nakal yang bisa membuatnya beraantakan.
“Dik…, bagaimana kalau kita kerjain itu cewek ya?” bisik Yasa terhadap adiknya. Setya langsung mengacungkan jempolnya. Di saat cewek itu mau duduk di kursi yang berdekatan dengan Tegar, Setya menarik kursinya hingga sang cewek jatuh ke lantai hingga semua pengunjung tertawa dibuatnya.
“Hai bandel, bener-bener bocah nakal ya?” teriak Kania kasar sambil berdiri dan hendak menimpuk mereka berdua dengan sepatunya. Spotan Tegar langsung berdiri dan mencekal tangan Kania.
“Kania, janganlah kau menyebut putraku dengan bocah nakal ya? Dia anak-anakku kalau dia berbuat seperti itu sangat wajar karena kamu berusaha mencari perhatian dari papanya,” ucap Tegar yang membela kedua putranya.
“Kau bener-bener sudah berubah. Kau bukan Tegar yang ku kenal dulu,” ucap Kania berencana pergi meninggalkan mereka namun disaat hendak berjalan Kania jatuh tersungkur karena ujung roknya diinjak oleh Yasa. Semua orangpun kembali menertawakannya hingga membuat Kania malu dan langsung pergi.
“He…, he…, siapa suruh di godain papa tampan. Mulai sekarang kalau ada perempuan yang godain papa tampan akan berurusan dengan kami. Dan perlu papa tahu kami adalah penjaga hati mama jadi kalau mama tidak bersama papa jangan harap papa bisa bermain dengan perempuan,” ancam Yasa santai sambil melanjutkan makan pizza. Tegar menelan salivanya dan beberapa kali mengusap dagunya.
“Ok. Tidak masalah. Tapi jangan terlalu ya nak? Mereka itu perempuan tidak boleh disakiti,” jeas Tegar kepada kedua putranya.
“Tidak boleh bagaimana pa? Kalau perempuan itu seperti ulat yang gatal apa tidak boleh kita singkirkan? Kalau kita biarka nanti virusnya akan menyebar dan masuk dalam hati papa,” ucap Setya yang menyeruput minumannya.
__ADS_1
“Ya sudah, terserah kalian sajalah,” ucap Tegar langsung melanjutkan makannya. Tidak berapa lama mereka bertig selesai makan dan berlanjut untuk nonton film. Tegar memilih judul film sesuai dengan anak-anak. Mereka bertiga nampak menikmati kebersamaan mereka. Setelah hampir satu jam nonton film mereka melanjutkan belanja mainan. Tegar hari ini benar-benar memanjakan kedua putranya dengan berbagi macam kebutuhan mereka.
Yasa membeli semua jenis mainan baik perempuan maupun laki-laki. Hal itu menarik perhatian sama Tegar namun Tegar tidak complain sama sekali. Setelah keduanya selesai memilih mainan mereka juga mengajak Tegar pergi ke toko makanan ringan. Sama halnya membeli mainan, mereka juga membeli berbagai jenis makanan.
Tegar yang tidak bisa membawa seluruh belanjaannya ke dalam mobil, langsung memint bantuan pelayan untuk membantu membawanya menaruh ke mobil. Setelah semua barang mask ke dalam mobil tiba-tiba Setya yang duduk di depan bersamanya langsung memberi komando kepada Tegar untuk pergi ke suatu tempat. Tegar nampak mengernyitkan dahinya nampak berpikir sejenak kemudian langsung tancap gas menuju tempat yang mereka tunjukan.
Tegar langsung mngarhkan mobilnya masuk ke dalam panti asuhan “Bahagia.” Belum sampai mereka turun dari mobil anak-anak panti langsung berlarian menghampiri mobilnya. Tegar mematikan mesin mobilnya dan turun diikuti oleh kedua putranya. Yasa dan Setya langsung berjalan menuju bagasi dan meminta Tegaar untuk membukanya.
Yasa dan Setya memanggil semua temen-temennya dan membagikannya makanan ringan dan mainan untuk mereka. Yang menarik untuk Tegar adalah munculnya sosok perempuan kecil yang cantik dengan rambut yang panjang menhampiri mereka. Dengan ucapan cedalnya menyapa kedua putranya.”Selamat sore kedua pangeranku, adakah sesuatu yang membawa kalian datang kesini?” tanyanya dengan sedikit menekuk lututya dan tangan kanannya memegangi roknya. Tegar tersenyum tipis melihat tingkah laku mereka.
“Tuan putri, pangeran sedang kangen dengan tuan putri makanya kita berkunjung di sini. Dan aku beserta kakak membawakan beberapa mainan dan makanan untuk semua penghuni sini biar mereka senang?” ucap Setya membalasnya.
“Dan ini hadiah special kita untuk tuan putri, semoga tuan putri senang,” sambung Yasa dan langsung memberikan bingkisan khusus untuk anak kecil tersebut. Tidak berapa lama nampak ibu panti tergopoh-gopoh menghampiri mereka. “Nadin siapa tamunya nak? Kenapa tidak disuruh masuk?” tanya bu panti sambil mendekati mereka.
“Abiyasa sama Abisetya bunda?” jawab Nadin. Kemudian mengajak mereka masuk namun tiba-tiba Nadin menatap Tegar yang berdiri tidak jauh dengan mereka.
“Pangeran, siapa om tampan itu? dan hai wajahnya mirip sekali dengan kalain?” tanya Nadin penasaran. Kemudian Tegar langsung menghampiri Nadin dan ibu panti kemudian memperkenalkan dirinya sebagai papanya Yasa dan Setya.
__ADS_1
Ibu panti mengajak mereka masuk ke ruang tamu untuk berbincang-bincang. Dari perbincangan mereka akhirnya Tegar memutuskan untuk menjadi donatur tetap di panti itu. Niat baik Tegar disambut baik oleh ibu panti. Karena waktu menjelang malam mereka pamit untuk pulang. Nadine dan ibu panti mengantar mereka hingga naik ke mobil. Tegar hari ini merasa puas dan senang karena melalui kedua putranya dia bisa berbagi. Dan yang lebih penting lagi Dilla mendidik kedua putranya dengan baik.
Terimakasih para pembaca yang setia, kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya sangat menentukan update episode berikutnya.