
Sementara itu Abisetya pengantin baru
sedang berada dalam kamar pegantin. Abisetya sedang berada di kamar hendak
menjalakan aksinya.
“Sayang, bisakah aku memulainya?” bisik
Abisetya kepada istrinya. Sementara itu Liana yang malu dengan perkataan
suaminya hanya memberikan isyarat dengan menganggukan kepalanya.
Abisetya yang tidak sabaran langsung
mendekati Liana dan memeluknya. Abisetya mencium leher dan tengkuk Liana. Liana
yang tidak pernah merasakan pacaran sudah merasakan sensasi yang luar biasa
namun tiba-tiba Abisetya menghentikan kegiatannya karena tiba-tiba ponselnya
berdering.
“Sayang, maafkan aku ya? Rumah sakit
telpon, ada seseorang yang perlu ditangani karena operasi darurat,” ucap
Abisetya dan langsung turun dari ranjangnya kemudian cuci muka dan dilanjutkan
menggantikan bajunya yang bersih.
“Iya kak. Tidak apa-apa!” ucap Liana
sedikit kecewa. Liana pun akhirnya duduk di tepi ranjang kemudian berjalan
menuju sofa untuk menikmati acara televisi.
Sementara itu Abisetya keluar menuju
rumah sakit karena bagaimanapun dirinya sebagai dokter harus bertanggungjawab
terhadap kesembuhan pasiennya. Abisetya
menghela nafasnya, kemudian bergegas hendak keluar dari hotel namun berpasan
dengan Abiyasa.
“Setya, kamu hendak kemana?” tanya
Abiyasa kepadaa saudaranya.
“Ke rumah sakit kak! Ada pasien yang
perlu diadakan operasi karena darurat mengalami kecelakaan,” ucap Abisetya
memberi keterngan kepada Abisetya.
“Ok! Hati-hatilah! Kalau sudah selesai
segeralah kembali! Kasihan istri kamu!” ucap Abiyasa kepada saudara kembarnya.
“Siap kak, lagian aku juga ingin
merasakan seperti kakak!” jawab Abisetya sekenanya.
“Eit…, merasakan apa?” tanya Abiyasa
kepada saudara kembarnya.
“He…, he…, itu kak belah duren,” jawab
Abisetya sekenanya.
“Wus kau itu ngawur saja masa iya malam
pertama diumpamakan belah duren?” tanya Abiyaasa kepada saudara kembarnya.
“Habisnya kata orang sama-sama enaknya
kak!” ucap Abisetya sekenanya.
“Dasar play boy? Awas ya jangan
macam-macam dengan istrimu! Aku dengar Liana juga jago beladiri!” ucap Abiyasa
menakut-nakuti sudara kembaranya.
“Masa iya kak! Kalau itu aku tidak
tahu!” respon Abiyasa atas pernyataan saudara kembarnya.
“Hem…, gimana to masa latarbelakang
istrinya sendiri tidak tahu?” ucap Abiyasa memberi jawaban pertanyaan
saudranya.
“Sudah ah, aku mau berangkat dulu!”
jawab Abisetya kepada saudara kembarnya. Abisetya langsung meninggalkan saudara
kembarnya menuju parkiran. Abiyasa hanya menggelengkan kepalanya melihat
kepergian saudaranya.
Sementara itu Abisetya buru-buru
__ADS_1
menyalakan mobilnya menuju rumah sakit. Sesampainya di rumah sakit, langsung
memeriksa pasiennya dan menyuruh asistennya untuk menyiapkan peraatan operasi.
Abisetya melakukannya dengan sangat
hati-hati hingga keringatnya bercucuran karena operasi hari ini tergolong
rumit. Beberapa menit kemudian operasi selesai dan berjalan dengan lancar.
Abisetya kemudian memberikan beberapa intruksi kepada asistennya terkait
pasiennya. Rekam medis pasien juga sudah dianalisanya dan hasilnya diserahkan
semua kepada asistennya.
Abisetya merasa bersyukur karena apa
yang diharapkannya berjalan dengan lancar. Abisetya tersenyum simpul karena
sebentar lagi dirinya akan melaksanakan ritual malam pertamanya.
Abisetya saking senangnya langsung
membersihkan dirinya di dalam ruang kerjanya kemudian menganti bajunya dengan
baju yang bersih dan memakai minyak wangi kesukaannya.
Setelah mengemudikan kendaraannya
beberapa menit, Abisetya menghentikan mobilnya di hotel milik keluarganya
kemudian bersiul menuju kamarnya. Sementara tamu yang tersisa nampak dari
keluarganya dan kerabat terdekat sedang bersenda gurau di ruang jamuan.
“Hem, penganten baru nich! Wah kayaknya
buru-buru hendak belah duren ya?” sindir salah satu kerabatnya ketika tahu
Abisetya hendak masuk ke lorong menuju kamarnya.
“Wah, kau itu masih kecil aja banyak
ngomong! Hayo udah punya pacar belum. Tuh bisa-bisa kamu dibalap sama Almaira.
Almaira sudah punya pacar tuh!” kelakar Abisetya terhadap sepupunya, sengaja
menggodanya dan Almaira.
“Kakak, memangnya sapa tuh pacar
Almaira?” tanya sepupunya yang bernama Brian.
kak Abisetya. Aku jamin dia pasti banyak bohongnya!” sahut Almaira ingin
menghindar dari gurauan kakaknya.
“La itu dia panjang umur kan?” sahut
Abisetya mengarahkan telunjuknya kea rah seseorang yang masuk ke ruangan
tersebut. Almaira nampak tersipu malu melihat arah telunjuk kakaknya.
“Astaga, Ibra! Benarkah? Itu Ibra?”
tanya Brian kepada Abisetya.
“Yah, begitulah!” jawab Abisetya kepada
saudara sepupunya.
“Hai..., bro! Wah ini penganten baru
kok begadang terus memangnya tidak itu ya?” tanya Ibra sama kotornya dengan
Brian.
“Ibra? Wah mantap nich, lama tidak
jumpa jadi kita bisa dong tanding lagi?” tanya Brian tiba-tiba.
“Boleh bro! tapi tidak sekarang ya? Aku
ada perlu dengan gadis kecilku!” bisik Ibra tak kala bersalaman dengan Brian.
Brian seketika langsung mengarah ke Almaira.
“Ih…, apaan sih kak Brian?” tanya
Almaira yang tersipu malu karena perhatian Brian mengarah padanya.
“Gak apa-apa dong! Aku suka kok kalau
kalian jadian. Pokoknya sepenuhnya aku dukung kalian,” ucap Brian sambil
menepuk bahu Ibra.
“Ok , terimakasih! Tapi aku masih
menunggu jawaban dari gadis kecilku!” jawab Ibra santai yang semakin membuat
Almaira tersipu malu.
“Ibra. Aku mendukungmu kalau kamu
__ADS_1
jadian sama adik aku. Tapi aku tidak akan memberimu kehidupan jika
mempermainkan adik aku!” ucap Abisetya kepada sahabatnya.
“Siap bro, aku jamin akan buat adik
kesayangamu tu bahagia!” jwab Ibra penuh keyakinan.
“Ok, kalian lanjutkan pesta kalian! Aku
pamit dulu!” jawab Abisetya kepada sahabatnya.
“Ok, bro tenang saja aku akan
bahagiakan gadis kecilku!” jawab Ibra santai sambil sedikit mengangkat alisnya
naik turun pandangannya mengrah pada Almaira.
“Ok, aku pegang janjimu. Aku permisi
dulu,” ucap Abisetya yang terus geloyor masuk ke lorong menuju kamarnya.
Abisetya masuk dengan santai tanpa memperhatikan nomor kamarnya seingatnya
dirinya ada di kamar utama. Abisetya degna gontai masuk ke kamar yang sudah
terbuka pintunya namun entah mengapa tiba-tiba lampu mati. Abisetya yang tidak
ingin istrinya ketakutan langsung masuk begitu saja.
Begitu masuk ke kamar dan mendekati
ranjag tiba-tiba listriknya menyala lagi.
“Sayang, kamu dimana? Up …, maaf
ternyata ini kamar mama dan papa ya?” ucap Abisetya yang ternyata papa dan
mamanya berada di kamar tersebut. Papa dengan mesra duduk di pangkuan mamanya.
“Abisetya, kebiasaan ya? Makanya kalau
pergi itu diingt dulu no kamar kamu berapa? Kebiasaan tidak mau mengingat!”
ucap mama Dilla sambil menggelengkan kepalanya.
“Em, sekali lagi maaf pa…, ma!” jawab Abisetya
sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal kemudian izin pamit untuk kembali
ke kamarnya.
Dan tidak lama kemudian Abisetya
beranjak pergi menuju kamarnya. Abisetya merasa geli memikirkan ulahnya yang salah
masuk kamar yang ternyata kamarnya berada di sebelah kamar papa dan mamanya.
“Wah benar-benar memalukan!” gumamnya
lirih ketika sudah berada di dalam kamarnya.
“Sayang apa yang memalukan?” tanya
Liana ketika mengetahui suaminya sedang bergumam tidak jelas.
“Eh…, aku tadi buru-buru hendak masuk
kamar yang kebetulan kamar mama dan papa pintunya terbuka ditambah lampu hotel
mati jadi aku yang kuatir sama kamu buru-buru masuk karena kawatir kamu
ketakutan,” jelas Abisetya kepada istrinya
“Kakak, lucu dech! Makanya otaknya
jangan ngeres dulu! Pasti kakak maunya cepat-cepat ke kamar untuk making love ya?”
jawab Liana sambail tertawa terpingkal-pingkal menertawakan suaminya.
“Awas ya? Habis ini akan aku buat
dirimu ketagihan! Yang pasti kamu akan selalu minta jatah lagi!” jawab Abisetya
yang langsung mendekati istrinya dan merengkuhnya dalam pelukannya. Abisetya
mengangkat dagu istrinya kmudian mendekatkan bibirnya dan memulai mencium
istrinya.
“Sayang, terimaksih ya? Kamu
benar-benar bidadariku! Aku sayang kamu! Aku inginmemperoleh keturunan dari
kamu! Aku hendak menaburkan benih dai dalam dirimu! Aku berharap kamu siap
sayang?”ucap Abisetya yang terus melancarkan aksinya. Liana hanya bisa tersenyum
menanggapi perkataan Abisetya karena dirinya dalam pelukan Abisetya.
Terimakasih para pembaca yang setia,
atas kontribusi anda dalam memberikan komentar, like, hadiah dan votenya. Kita
terus mengikuti kisahnya ya?
__ADS_1